NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!

Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.

Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.

Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.

Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.

tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.

mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.

CINTA TERLARANG

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31 perasaan yang kian terasa berbeda

Menjelang maghrib, Xyra nampak baru turun dari sebuah motor ojek di depan pintu pagar di depan rumah keluarga sang suami.

Sejak keluar dari vila nyonya Laura siang tadi, wanita itu tak berani langsung pulang.

Ia memilih berjalan kaki menuju ke sebuah terminal yang membutuhkan waktu hingga setengah jam untuk sampai di sana.

Ia memilih menghabiskan waktunya di terminal itu dengan hanya duduk bengong di bangku terminal dan menatap kendaraan yang berlalu lalang keluar masuk terminal itu.

Selain terminal,

Sebuah masjid Jami' yang berada di seberang terminal itu adalah tujuannya untuk beribadah.

Ia sengaja melakukan itu karena ia yang tak berani pulang.

Ia takut dan tak tahu harus menjawab apa jika sang ibu bertanya kenapa dirinya pulang lebih awal.

Dan tanpa Xyra tahu,

Sejak ia keluar dari vila hingga saat ini ia turun dari ojek yang ia pesan,

Bryan juga terus mengikutinya.

Laki laki itu terus mengikuti wanita itu tanpa mendekat sekalipun.

Ia sengaja melakukan itu karena ia berusaha memenuhi ucapan sang nenek yang memintanya memberi sedikit ruang untuk Xyra.

Tadi,

Ketika Xyra bergegas keluar dari kamar sang nenek, Bryan berniat untuk mengejar dan menghentikannya keluar dari vila.

Tapi sang nenek malah menghentikannya.

" berhenti Bryan..." panggil sang nenek yang telah berada di ambang pintu kamarnya dan melihatnya hendak mengejar Xyra.

Bryan berhenti dan menoleh padanya

" jangan lakukan apapun "

" tapi nek...."

" menurutlah....jangan lakukan apapun kepadanya setidaknya untuk saat ini,

Beri dia sedikit waktu untuk sendiri, perasaanmu kepadanya mengejutkannya dan membuatnya takut.

Dia memang seorang istri, tapi dia juga seorang wanita dengan usia yang masih sangat muda " ucap nyonya Laura tegas

" tapi bagaimana aku bisa membiarkannya sendiri dengan keadaannya yang seperti itu ?! " bantah Bryan.

" kau bisa mengikutinya dan mengawasinya saja, tapi jangan mendekat.

Lakukan semua dengan pelan dan sabar....

Biarkan dia sendiri dan mencoba memahami perasaanmu padanya..."

Akhirnya Bryanpun menurut, ia hanya terus mengikuti setiap langkah Xyra dari dalam mobilnya dengan jarak yang cukup jauh.

Walau hatinya miris dan perih melihat wanita yang ia cintai seperti bingung dan tanpa arah....ia memilih menahan diri dan hanya mengawasinya saja.

Xyra terlihat masuk ke dalam pagar rumah usai membayar tukang ojek yang ia pesan.

Dari seberang jalan Bryan melihat semua itu, Bryan terus menatap ke arah Xyra hingga wanita itu masuk semakin dalam.

Dari kejauhan,

Bryan melihat seorang laki laki yang ia yakini adalah suami Xyra datang mendekat dan seperti menyambut wanita itu.

Tanpa sadar laki laki itu meremas kuat setir bundar di hadapannya.

Bryan menghela nafas berat melihat hal itu, tak ingin merasakan lebih sakit lagi...

Bryan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

Sementara itu di dalam area rumah Yari, tepatnya di depan pintu rumah besar keluarganya....

Yari yang sudah pulang sejak tadi dan sengaja menunggu Xyra di teras samping segera melangkah ke arah Xyra begitu ia melihat kehadiran wanita itu.

" kamu sudah pulang ?! " tanya Yari,

Tak seperti biasa, wajah Yari terlihat sedikit keruh saat ini.

Wajah dan tatapan matanya nampak sendu.

" iya mas...maaf kesorean " jawab Xyra.

" hemm....

bagaimana tubuhmu ?! Sudah baikan ?! "

" iya mas...." jawab Xyra sedikit gugup. Jauh di sudut hatinya yang terdalam sungguh ia merasakan perasaan bersalah terhadap laki laki di hadapannya itu.

Apalagi saat ia mengingat ia terbangun di atas ranjang cucu sang majikan tadi.

" kamu berbohongkan....?! Lihat...kamu masih terlihat pucat dan....berantakan...." ucap Yari lagi dengan menatap Xyra dalam.

Xyra menunduk.

" bukankah tadi sudah kubilang untuk tidak bekerja dan beristirahat saja...

Tapi sepertinya kamu tak mau menurut padaku, kenapa ?! "

" maaf mas....

tapi aku merasa tak enak untuk tidak bekerja " jawab Xyra berbohong. Jelas tadi ia terpaksa berangkat bekerja karena sang ibu mertua yang yang menyuruhnya.

Dan ia tak berani mengatakan yang sebenarnya.

" merasa tidak enak atau ada seseorang yang membuatmu tak enak jika kau tak datang bekerja... ?! " tanya Yari dengan tatapan penuh selidik.

Mendengar ucapan Yari, Xyra mendongak menatapnya.

" maksud mas apa ?! " tanyanya dengan wajah yang jelas masih nampak pucat.

Mendengar pertanyaan Xyra, Yari menatap Xyra dalam seolah ia ingin menemukan sesuatu di wajah polos nan cantik sang istri.

Tapi ia tak menemukan apa apa selain ketidak pahaman sang istri atas ucapannya itu.

" bukan apa apa....

naik dan istirahatlah, kau masih tampak pucat " jawab Yari kemudian

" tapi mas..."

" jangan membantahku lagi Xyrq...bersihkan dirimu...

kau terlihat sangat berantakan sekali, kau tahukan aku sangat tidak suka melihat kau yang terlihat berantakan seperti ini " potong Yari

" maaf mas...." cicit Xyra, ia segera merapikan hijabnya.

Wanita itu menghela nafas....ia memang sedang dalam kondisi kacau saat ini sehingga ia lupa memperhatikan penampilannya.

Ia lupa...

Jika Yari tak pernah suka melihatnya dalam kondisi berantakan atau tidak rapi.

Terkadang...

Karena hal itu juga, diam diam ia merasa lega karena ia tak kunjung hamil.

Ia tak berani membayangkan bagaiamana kondisinya nanti jika ia hamil dan melahirkan.

Mungkin ia akan terlihat berantakan karena hal itu,

Dan ia tak tahu....apakah sang suami itu bisa mentolerir dirinya.

" sudahlah...cepat naik dan beristirahatlah.... " ucap Yari lagi.

Xyra yang sejujurnya merasakan perubahan pada sosok di hadapannya itu akhirnya hanya bisa menurut.

" iya...." jawabnya kemudian sambil melanjutkan langkah masuk ke dalam rumah.

" jangan lakukan apapun selain yang kukatakan tadi Xyra...

kau dengar ? "

suara Yari kembali terdengar dan Xyra hanya mengangguk sambil terus melangkah masuk ke dalam.

Yari menatap punggung sang istri yang kian terlihat menjauh.

Tatapan laki laki itu nampak kian sendu dan sedih.

" ada apa ?! apa yang kau perintahkan padanya....?! "

Tanya bu Santy yang tiba tiba telah berada di belakang Yari kepada Yari.

Yari menoleh menatap sang ibu.

" membersihkan diri dan istirahat...." jawab Yari.

" apa ?! Kau memintanya untuk istirahat ?! Apa kau sudah gila ?!

Di rumah sedang sibuk Yari....kita akan ada acara dua hari lagi.

Tenaganya sedang sangat kita butuhkan saat ini..." protes bu Santy kepada Yari

" Xyra sedang tidak baik baik saja ibu, dia sedang sakit dan butuh istirahat " jawab Yari sambil berdiri menghadang sang ibu yang nampak hendak menyusul sang istri.

" dia hanya sedang manja dan malas " bantah bu Santy

" biarkan Xyra istirahat ibu..." kekeh Yari dan membuat bu Santy menatapnya nyalang

" sepertinya sekarang dia sudah mulai berhasil membuatmu melawan ibu...." jawab bu Santy dengan wajah merah padam

" tidak ada yang seperti itu ibu...itu hanya perasaan ibu saja...."

" yang seperti ini kau bilang bukan melawan ibu hah....

Terserah padamu...."

sentak bu Santy sambil kemudian berlalu dari tempat itu.

Yari menghela nafas melihat sang ibu pergi dengan kemarahannya.

Tak lama,

Laki laki itu nampak melangkah ke arah teras samping.

Tanpa ia tahu....

Sang bibi menatapnya dari sudut lain rumah ini, tatapan Farah nampak penuh tanya.

Yari tak segera menyusul sang istri seperti biasa...

Ada apa ?! Apa terjadi sesuatu ?!

Tanyanya di dalam hati.

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘳𝘺
shinta
waduh degdegan nih, dimana mereka akan bertemu, rumah sakit atau di pertemuan perusahaan. ahhhh kak Thara, gantung kita kayak jemuran iniiihhh
Widia Aldiev
jika Bryan ketemu baby Syakil jangan di persulit ya kak Tara 🙏🙏
Widia Aldiev
ayo Bryan selangkah lagi kamu bakal ketemu anak kamu ❤️❤️❤️
Titin Rosediana
wah.. nanggung bnyk up donkzz❤️❤️❤️🙏🙏🤭
nur hayati
makin seru
Widia Aldiev
ayo Bryan sedikit lagi kamu akan bertemu benihmu yg kini tumbuh menjadi Batuta yg tampan seperti kamu,semoga mereka bertemu di rumah sakit ❤️❤️❤️ g sabar nunggu nanti siang 🔥🔥
novi💜💜
berjuang bry,,,, ada bocil juga yg harus di perjuangin tuh
shinta
sepertinya perjuangan Bryan akan dimulai😍😍😍😍
novi💜💜
waaah suasana desa tempt tinggal xyra mengingatkanku di desa saat masa kecil thor, disana juga pada garap lahan milik perhutani di tanami jagung, ketela padi dan banyak lainnya.banyak tengkulak datng kesana untuk beli hasil panennya.tetep semangat thor
novi💜💜: aku orang jawa tengah ka, desa masa kecil persis banget kayak yg d cerita kaka ini
total 2 replies
Susanti
suka
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘺𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢🤔
Widia Aldiev
takdir benang merah masih terikat antara Xyra dan Bryan kalau sudah terhubung sejauh apapun Xyra berlari maka benang merah itu yg akan menuntun ya Kembali pada Bryan...yg buruk akan Tuhan singkirkan dan yg baik akan Tuhan dekatkan..karena semua sudah ada pada garis masing-masing ❤️❤️❤️
Siti Nurhasanah
aduuuhh...takdir oh takdir
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
shinta
bukankah itu perusahaan Bryan??
indy
senangnya Xyra sudah sukses. darah bisnis keluarganya mengalir deras pada xyra
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘹𝘺𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘬𝘴𝘦𝘴 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Siti Nurhasanah
benar. uang dari Yari berhasil membangun harga firi dan kehormatan Xyra. Semangat Xyra.
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘
khitara: makasih kakak🙏
total 1 replies
shinta
Xyra tetaplah kuat.... semoga Klian cepat dipertemukan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!