mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31 perasaan yang kian terasa berbeda
Menjelang maghrib, Xyra nampak baru turun dari sebuah motor ojek di depan pintu pagar di depan rumah keluarga sang suami.
Sejak keluar dari vila nyonya Laura siang tadi, wanita itu tak berani langsung pulang.
Ia memilih berjalan kaki menuju ke sebuah terminal yang membutuhkan waktu hingga setengah jam untuk sampai di sana.
Ia memilih menghabiskan waktunya di terminal itu dengan hanya duduk bengong di bangku terminal dan menatap kendaraan yang berlalu lalang keluar masuk terminal itu.
Selain terminal,
Sebuah masjid Jami' yang berada di seberang terminal itu adalah tujuannya untuk beribadah.
Ia sengaja melakukan itu karena ia yang tak berani pulang.
Ia takut dan tak tahu harus menjawab apa jika sang ibu bertanya kenapa dirinya pulang lebih awal.
Dan tanpa Xyra tahu,
Sejak ia keluar dari vila hingga saat ini ia turun dari ojek yang ia pesan,
Bryan juga terus mengikutinya.
Laki laki itu terus mengikuti wanita itu tanpa mendekat sekalipun.
Ia sengaja melakukan itu karena ia berusaha memenuhi ucapan sang nenek yang memintanya memberi sedikit ruang untuk Xyra.
Tadi,
Ketika Xyra bergegas keluar dari kamar sang nenek, Bryan berniat untuk mengejar dan menghentikannya keluar dari vila.
Tapi sang nenek malah menghentikannya.
" berhenti Bryan..." panggil sang nenek yang telah berada di ambang pintu kamarnya dan melihatnya hendak mengejar Xyra.
Bryan berhenti dan menoleh padanya
" jangan lakukan apapun "
" tapi nek...."
" menurutlah....jangan lakukan apapun kepadanya setidaknya untuk saat ini,
Beri dia sedikit waktu untuk sendiri, perasaanmu kepadanya mengejutkannya dan membuatnya takut.
Dia memang seorang istri, tapi dia juga seorang wanita dengan usia yang masih sangat muda " ucap nyonya Laura tegas
" tapi bagaimana aku bisa membiarkannya sendiri dengan keadaannya yang seperti itu ?! " bantah Bryan.
" kau bisa mengikutinya dan mengawasinya saja, tapi jangan mendekat.
Lakukan semua dengan pelan dan sabar....
Biarkan dia sendiri dan mencoba memahami perasaanmu padanya..."
Akhirnya Bryanpun menurut, ia hanya terus mengikuti setiap langkah Xyra dari dalam mobilnya dengan jarak yang cukup jauh.
Walau hatinya miris dan perih melihat wanita yang ia cintai seperti bingung dan tanpa arah....ia memilih menahan diri dan hanya mengawasinya saja.
Xyra terlihat masuk ke dalam pagar rumah usai membayar tukang ojek yang ia pesan.
Dari seberang jalan Bryan melihat semua itu, Bryan terus menatap ke arah Xyra hingga wanita itu masuk semakin dalam.
Dari kejauhan,
Bryan melihat seorang laki laki yang ia yakini adalah suami Xyra datang mendekat dan seperti menyambut wanita itu.
Tanpa sadar laki laki itu meremas kuat setir bundar di hadapannya.
Bryan menghela nafas berat melihat hal itu, tak ingin merasakan lebih sakit lagi...
Bryan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Sementara itu di dalam area rumah Yari, tepatnya di depan pintu rumah besar keluarganya....
Yari yang sudah pulang sejak tadi dan sengaja menunggu Xyra di teras samping segera melangkah ke arah Xyra begitu ia melihat kehadiran wanita itu.
" kamu sudah pulang ?! " tanya Yari,
Tak seperti biasa, wajah Yari terlihat sedikit keruh saat ini.
Wajah dan tatapan matanya nampak sendu.
" iya mas...maaf kesorean " jawab Xyra.
" hemm....
bagaimana tubuhmu ?! Sudah baikan ?! "
" iya mas...." jawab Xyra sedikit gugup. Jauh di sudut hatinya yang terdalam sungguh ia merasakan perasaan bersalah terhadap laki laki di hadapannya itu.
Apalagi saat ia mengingat ia terbangun di atas ranjang cucu sang majikan tadi.
" kamu berbohongkan....?! Lihat...kamu masih terlihat pucat dan....berantakan...." ucap Yari lagi dengan menatap Xyra dalam.
Xyra menunduk.
" bukankah tadi sudah kubilang untuk tidak bekerja dan beristirahat saja...
Tapi sepertinya kamu tak mau menurut padaku, kenapa ?! "
" maaf mas....
tapi aku merasa tak enak untuk tidak bekerja " jawab Xyra berbohong. Jelas tadi ia terpaksa berangkat bekerja karena sang ibu mertua yang yang menyuruhnya.
Dan ia tak berani mengatakan yang sebenarnya.
" merasa tidak enak atau ada seseorang yang membuatmu tak enak jika kau tak datang bekerja... ?! " tanya Yari dengan tatapan penuh selidik.
Mendengar ucapan Yari, Xyra mendongak menatapnya.
" maksud mas apa ?! " tanyanya dengan wajah yang jelas masih nampak pucat.
Mendengar pertanyaan Xyra, Yari menatap Xyra dalam seolah ia ingin menemukan sesuatu di wajah polos nan cantik sang istri.
Tapi ia tak menemukan apa apa selain ketidak pahaman sang istri atas ucapannya itu.
" bukan apa apa....
naik dan istirahatlah, kau masih tampak pucat " jawab Yari kemudian
" tapi mas..."
" jangan membantahku lagi Xyrq...bersihkan dirimu...
kau terlihat sangat berantakan sekali, kau tahukan aku sangat tidak suka melihat kau yang terlihat berantakan seperti ini " potong Yari
" maaf mas...." cicit Xyra, ia segera merapikan hijabnya.
Wanita itu menghela nafas....ia memang sedang dalam kondisi kacau saat ini sehingga ia lupa memperhatikan penampilannya.
Ia lupa...
Jika Yari tak pernah suka melihatnya dalam kondisi berantakan atau tidak rapi.
Terkadang...
Karena hal itu juga, diam diam ia merasa lega karena ia tak kunjung hamil.
Ia tak berani membayangkan bagaiamana kondisinya nanti jika ia hamil dan melahirkan.
Mungkin ia akan terlihat berantakan karena hal itu,
Dan ia tak tahu....apakah sang suami itu bisa mentolerir dirinya.
" sudahlah...cepat naik dan beristirahatlah.... " ucap Yari lagi.
Xyra yang sejujurnya merasakan perubahan pada sosok di hadapannya itu akhirnya hanya bisa menurut.
" iya...." jawabnya kemudian sambil melanjutkan langkah masuk ke dalam rumah.
" jangan lakukan apapun selain yang kukatakan tadi Xyra...
kau dengar ? "
suara Yari kembali terdengar dan Xyra hanya mengangguk sambil terus melangkah masuk ke dalam.
Yari menatap punggung sang istri yang kian terlihat menjauh.
Tatapan laki laki itu nampak kian sendu dan sedih.
" ada apa ?! apa yang kau perintahkan padanya....?! "
Tanya bu Santy yang tiba tiba telah berada di belakang Yari kepada Yari.
Yari menoleh menatap sang ibu.
" membersihkan diri dan istirahat...." jawab Yari.
" apa ?! Kau memintanya untuk istirahat ?! Apa kau sudah gila ?!
Di rumah sedang sibuk Yari....kita akan ada acara dua hari lagi.
Tenaganya sedang sangat kita butuhkan saat ini..." protes bu Santy kepada Yari
" Xyra sedang tidak baik baik saja ibu, dia sedang sakit dan butuh istirahat " jawab Yari sambil berdiri menghadang sang ibu yang nampak hendak menyusul sang istri.
" dia hanya sedang manja dan malas " bantah bu Santy
" biarkan Xyra istirahat ibu..." kekeh Yari dan membuat bu Santy menatapnya nyalang
" sepertinya sekarang dia sudah mulai berhasil membuatmu melawan ibu...." jawab bu Santy dengan wajah merah padam
" tidak ada yang seperti itu ibu...itu hanya perasaan ibu saja...."
" yang seperti ini kau bilang bukan melawan ibu hah....
Terserah padamu...."
sentak bu Santy sambil kemudian berlalu dari tempat itu.
Yari menghela nafas melihat sang ibu pergi dengan kemarahannya.
Tak lama,
Laki laki itu nampak melangkah ke arah teras samping.
Tanpa ia tahu....
Sang bibi menatapnya dari sudut lain rumah ini, tatapan Farah nampak penuh tanya.
Yari tak segera menyusul sang istri seperti biasa...
Ada apa ?! Apa terjadi sesuatu ?!
Tanyanya di dalam hati.
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘