mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27 tekat Bryan
Xyra masih nampak berbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur mewah Bryan, dokter Heru sedang serius memeriksanya.
Dokter laki laki itu nampaknya takut membuat kesalahan.
Meski ia tak tahu siapa sosok wanita lemah yang sedang ia periksa ini.
Namun di lihat dari keberadaan sang nyonya besar juga tuan mudanya.
Ia sangat yakin jika wanita itu bukan sosok sembarangan.
Sementara di sisi lainnya Bryan nampak duduk dengan wajah datar dan dingin.
Namun tatapan laki laki itu tak beralih sedikitpun dari sosok berwajah pucat milik Xyra. Sejak tadi bahkan tangan Bryan terus menggosok gosok pelan jemari Xyra yang terasa dingin di genggamannya.
Di sana...
Di tengah ruangan, nyonya Laura dan madam Liana berkali kali saling menatap demi melihat reaksi dan perlakuan Bryan terhadap Xyra.
Perlakuan Bryan kepada Xyra cukup membuat ke dua wanita berbeda generasi itu seakan tak bisa berpikir jernih.
Ada rasa senang terselib di hati nyonya Laura melihat hal itu,
Setidaknya...sang cucu yang dingin mungkin telah mengenal cinta.
Namun...
ketika ia teringat status Xyra....darahnya berdesir.
Xyra bukan wanita lajang, jika benar Bryan jatuh cinta kepada sosok perawatnya itu...maka cinta Bryan adalah salah.
Bryan seharusnya tak boleh mencintai Xyra karena Xyra adalah istri orang.
Dan sangat jelas jika cinta Bryan terlarang untuk Xyra.
Mata Nyonya Laura terus menatap sang cucu tak berkedip.
" bagaimana kondisinya dokter Heru...?! " tanya Bryan setelah dokter Heru menyelesaikan pemeriksaannya.
" ia hanya demam biasa, tapi kondisi nona ini yang sangat lemah membuat demamnya semakin tinggi tuan muda...
sepertinya ia juga tidak makan sejak kemarin..." jelas dokter Heru.
Wajah Bryan berubah pias seketika, ia menggigit bibirnya kuat dan mengepalkan tangannya dengan erat.
" brengsek...suami macam apa yang menikahimu itu....
Bagaimana bisa dia membiarkanmu kelaparan seperti itu...." rutuk Bryan dengan suara tertahan dan sangat dalam.
Netranya menatap dalam kepada wajah Xyra yang jelas nampak pucat pasi.
Bahkan bibir wanita itu nampak sedikit membiru.
Dokter Heru menatap Bryan, diam diam ia bergidik ngeri melihat raut wajah sang tuan muda yang berwajah dingin itu.
" siapkan makanan sehat untuknya madam....dan bawa kemari..." ucap Bryan dengan terus menatap Xyra yang masih setia memejamkan mata.
" baik tuan muda..." jawab madam Liana setelah sebelumnya ia menatap sejenak ke arah nyonya Laura dan wanita tua itu menggangguk.
" saya tuliskan resep obat dan vitamin untuk nona ini tuan muda....
tapi maaf,
saya hanya bisa menuliskan resepnya saja "
" tak apa...." jawab Bryan datar dan singkat.
Usai menuliskan resep dan memberikannya kepada Bryan,
Dokter Heru pun pamit.
Dan sekarang....
Hanya tinggal Bryan dan nyonya Laura di kamar itu.
" Bryan..." panggil nyonya Laura sembari mendekatkan kursi rodanya ke arah Bryan yang masih setia duduk di sisi Xyra yang masih tak sadarkan diri.
" ya nenek..."
" nenek ingin bicara "
" bicaralah nek..."
" kita keruangan lain "
" tidak nek...di sini saja...aku tidak bisa meninggalkannya dengan kondisinya yang masih seperti ini " jawab Bryan masih saja terus menatap wajah pucat Xyra.
Melihat hal itu nyonya Laura menghela nafas.
" Bryan...apakah nenek tidak salah mengartikan apa yang nenek lihat ini ?! " tanya nyonya Laura kemudian.
Bryan terdengar menarik nafas panjang.
" tidak...
nenek tidak salah jika nenek mengartikan sikapku ini sebagai cinta.
ya...
aku mencintainya....dan aku tidak tahu kenapa dan sejak kapan.
Tapi yang jelas....sejak pertama kali aku melihatnya,
Perasaan aneh itu datang tiba tiba.
Aku sudah mencoba melupakannya berkali kali, tapi aku tidak bisa " jawab Bryan tegas dan tanpa basa basi.
Dan memang...itulah Bryan.
Sosok yang selalu tegas dan tanpa basa basi.
" kau sadar dengan apa yang kau katakan ini Bryan ?!
Kau sadar siapa wanita yang kau katakan kau cintai itu ?! "
" ya aku tahu...dia milik orang lain, tapi aku tidak perduli " sekali lagi jawaban Bryan terdengar tegas dan tak bertele tele.
" Bryan...
itu tidak benar, cintamu terlarang untuknya...." ucap nyonya Laura lagi mencoba mengingatkan sang cucu.
Bryan menoleh menatap sang nenek.
" aku tahu cintaku terlarang nenek....aku rela mundur jika saja dia di perlakukan dengan baik di dalam keluarga laki laki keparat itu.
nenek dengar apa kata dokter Heru tadi ?!
dan nenek lihat dia..... ?!
laki laki itu bangsat nenek....laki laki yang menikahinya itu membiarkan dia kelaparan sejak kemaren.
Nenek tahu bagaimana dia di perlakukan di dalam keluarga suaminya ?!
dia di perlakukan seperti sampah yang tak berguna...
dia diperlakukan seperti pembantu di rumah mertuanya sendiri.
Disini dia memang juga bekerja sebagai pelayan, tapi kita menghargai semua kerja kerasnya dengan memberinya gaji yang lebih dari cukup.
Tapi di rumah itu....
Jangankan uang...makan saja itu belum tentu dia dapatkan tiga kali dalam sehari.
Dan nenek tahu apa yang di lakukan laki laki keparat itu ?!
Dia tak bisa membela sedikitpun istrinya di hadapan keluarganya.
Laki laki itu memang memperlakukan dia dengan penuh cinta....
Tapi apa artinya cinta jika ia tak bisa menjaga harga diri dan kehormatan istrinya...." ucap Bryan lagi berapi api.
" laki laki itu mandul...tapi dia hanya diam ketika semua kesalahannya di timpakan keluarganya kepadanya...." imbuh Bryan lagi.
Nyonya Laura menatap dalam kepada sang cucu. Ia tidak heran jika Bryan bisa tahu segala hal tentang Xyra.
" kau yakin yang kau rasakan itu cinta ?! tidakkah perasaanmu kepadanya hanya karena kasihan saja ?! " cicit nyonya Laura kemudian.
" tidak nenek....aku mencintainya...."
" tapi dia istri orang Bryan...."
" aku akan membuat mereka berpisah....aku bersumpah "
Nyonya Laura terkejut mendengar jawaban sang cucu.
Matanya melebar dan bibirnya setengah ternganga mendengar jawaban sang cucu yang sangat frontal itu.
" Bryan...
jangan gila,
Kau bisa mendapatkan wanita lain selain Xyxi, jangan menjadi laki laki perusak rumah tangga orang lain...
Itu bukan hal yang baik...."
" aku tahu nenek.....
tapi aku tidak perduli....
aku memang bisa mendapatkan wanita lain selain dia dengan mudah.
Tapi aku tidak menginginkan mereka, aku hanya menginginkan dia..." bantah Bryan sambil kembali menatap wajah Xyra.
Nyonya Laura menghela nafas berat.
" Bryan....
jangan gegabah ... pikirkan sekali lagi dengan pikiran jernih..." ucap nyonya Laura.
" ingat....kau bukan hanya membawa namamu sendiri dalam setiap langkahmu,
Beberapa bulan lagi rapat pemegang saham GRIS,
Rencananya aku ingin melimpahkan semua kepemimpinan GRIS padamu.
Aku tidak ingin ada skandal yang akan menjegalmu menduduki kursi komisaris tertinggi GRIS " ucap nyonya Laura lagi.
" jika dia memang pilihanmu....maka lakukan dengan bersih...."
" ya...nenek...." jawab Bryan kemudian.
Tak lama madam Liana datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman.
Wanita itu meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja.
" bawa aku kekamar Liana....aku ingin istirahat " pinta nyonya Laura.
" baik nyonya..."
" Bryan....jangan macam macam padanya...." pesan terakhir nyonya Laura untuk sang cucu yang tak di jawab oleh Bryan sebelum akhirnya ia benar benar keluar dari kamar sang cucu bersama madam Liana.
Sepeninggal sang nenek,
Bryan membenarkan duduknya di sisi Xyra yang masih juga belum sadarkan diri.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.