Nicole Mary Wijaya adalah gadis yang sangat cantik dan genius selain itu Nicole anak dari pengusaha terkaya di negara itu dan banyak gadis dan wanita sangat iri dengan keberuntungan Nicole.
Banyak pria yang ingin melamarnya tapi Nicole selalu menolaknya dengan alasan dirinya masih suka belajar. Hingga suatu ketika dirinya dijodohkan oleh ayahnya membuat Nicole kabur dari mansion.
Sahabatnya yang sangat iri dengan Nicole menjebaknya. Apakah usahanya berhasil? Adakah pria yang bisa membuat hati Nicole membuka hatinya?
Ikuti yuk novelku yang ke 39
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harta Berharga
Rasa penasaran yang sangat tinggi membuat Nicole menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponsel milik Raka ke telinganya.
("Hallo sayang," panggil Anabelle).
Hening
("Sayang kok diam aja? Semalam kenapa tidak datang? Padahal dari semalaman aku menunggu kedatangan mu untuk menghabiskan malam yang indah untukmu seperti biasanya." ucap Anabelle sambil tersenyum menyeringai).
Ketika Anabelle mengatakan hallo sayang dan tidak ada jawaban maka Anabelle tahu kalau yang mengangkat ponsel milik Raka bukanlah Raka karena biasanya Raka akan langsung menjawab. Hal itu membuat Anabelle sengaja berbohong.
Tut Tut Tut Tut
Nicole memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian meletakkan ponsel milik Raka ke meja. Perasaan Nicole yang hancur membuat Nicole berusaha turun dari ranjang sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya namun lebih perih hatinya yang sangat sakit namun tidak berdarah.
Nicole berjalan perlahan ke arah lemari pakaian setelah sampai Nicole membuka pintu lemari pakaian dan melihat kemeja putih kesayangan milik Raka.
Nicole mengambil kemeja putih tersebut dan memakainya setelah selesai dengan perlahan Nicole berjalan ke arah pintu kamar kemudian pergi meninggalkan kamar hotel menuju ke arah kamarnya namun sebelumnya Nicole mengambil kartu akses dan ponsel miliknya yang tergeletak di meja dekat ranjang Raka kemungkinan besar Raka meletakkan nya.
Sampai di kamar Nicole langsung mengganti kan pakaian kemeja dengan dress-nya. Setelah selesai memakai pakaian Nicole memasukkan semua pakaiannya kemudian keluar dari kamarnya sambil sesekali mengusap air matanya. Nicole berjalan ke arah pintu lift kemudian menekan tombol lift.
'Kak Raka ingin menikah denganku? Apakah aku mau di jadikan istri ke dua? Tidak, aku tidak akan mau lebih baik aku pergi meninggalkan Kak Raka, aku tidak akan menyalahkan kak Raka karena aku yang menggodanya hanya saja aku sangat kecewa kenapa tidak mengatakan kalau Kak Raka sudah mempunyai istri,' ucap Nicole dalam hati.
Ting
Pintu lift terbuka Nicole keluar dari kotak persegi empat tersebut kemudian berjalan dengan perlahan menahan rasa perih namun Nicole tidak memperdulikan hal itu.
Nicole kini berada di ruang resepsionis untuk mengembalikan kartu akses sekaligus membayar uang sewa penginapan. Setelah selesai Nicole berjalan keluar hotel untuk naik taksi.
'Aku akan tinggal sementara di apartemen yang dibelikan oleh Daddy, awalnya aku tidak mau tinggal di situ karena takut ketahuan oleh anak buah utusan Daddy tapi kini Daddy tidak mungkin menungguku di apartemen,' ucap Nicole dalam hati sambil masuk ke dalam taksi.
Dua puluh lima menit kemudian Nicole sudah sampai di apartemen. Nicole masuk ke dalam apartemen kemudian menguncinya, Nicole berjalan ke arah kamar mandi kemudian melepaskan seluruh pakaiannya satu demi satu hingga polos tanpa sehelai benangpun.
Nicole menyalakan kran shower hingga penuh sambil berendam Nicole melamun memikirkan kejadian demi kejadian hingga dirinya mulai ingat akan sesuatu.
"Aku sama sekali tidak mabuk dan aku hanya meminum juice alpukat, apa jangan - jangan Strawberry menaruh sesuatu ke minumanku? Aku rasa iya, sia*an kamu Strawberry, kamu membuat hidupku hancur," ucap Nicole sambil menahan amarahnya.
"Daddy, maafkan Nicole karena telah membuat Daddy kecewa," sambung Nicole sambil merendamkan tubuhnya ke dalam bathub.
xxxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di kamar hotel Raka di mana sepeninggal Nicole, Raka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi tombak saktinya dan matanya langsung membulat sempurna karena Nicole tidak ada di ranjangnya.
"Nicole kemana?" Tanya Raka pada dirinya sendiri sambil berjalan ke arah meja dekat ranjang untuk mengambil ponselnya.
Raka berjalan ke arah balkon namun tidak melihat Nicole kemudian Raka membuka panggilan untuk menghubungi anak buahnya namun matanya membulat sempurna karena melihat ada panggilan masuk dari Anabelle.
"Si*l, jangan - jangan Nicole mengangkat ponselku makanya langsung pergi dari kamarku," ucap Raka sambil menahan amarahnya terhadap Anabelle.
Raka menghubungi anak buahnya terlebih dahulu untuk melindungi Nicole dengan cara mengikuti kemanapun Nicole melangkahkan kakinya. Setelah selesai menghubungi anak buahnya, Raka menghubungi Anabelle dan sambungan komunikasi langsung di angkat oleh Anabelle.
(''Hallo sayang.'' Panggil Anabelle dengan nada manja).
(''Tadi kamu bicara apa saja?'' tanya Raka dengan nada dingin tanpa menjawab ucapan Anabelle).
(Maksudnya apa sayang?'' tanya Anabelle pura-pura tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Raka).
(''Katakan!'' Bentak Raka).
("Aku tidak mengerti apa yang sayangku katakan." Ucap Anabelle berusaha untuk tidak mengatakannya).
("Apakah kamu mau semua anak buahku merasakan tubuhmu?" Ancam Raka).
Terdengar suara menghembuskan nafasnya dengan perlahan namun Raka tidak memperdulikan hal itu.
("Aku hanya bilang : Hallo sayang, karena tidak ada jawabannya aku ngomong lagi Sayang kok diam aja? Semalam kenapa tidak datang? Padahal dari semalaman aku menunggu kedatangan mu untuk menghabiskan malam yang indah untukmu seperti biasanya." ucap Anabelle mengulangi perkataannya).
'Si*l, terpaksa aku mengatakan jujur kalau tidak Raka benar-benar akan melakukannya.' Sambung Anabelle dalam hati.
("Selain itu?" Tanya Raka dengan nada dingin dan wajah datar).
("Tidak ada, ponsel langsung di putuskan. Apa jangan-jangan yang mengangkat pacarmu? Ingat ya aku tidak mau kita putus apalagi aku sudah menyerahkan harta berharga yang aku miliki." ucap Anabelle dengan tegas).