seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hati yang pernah terluka
Akhirnya mereka berdua pun masuk kembali ke dalam rumah,dengan bram yang menggandeng dan menuntun sekar yang masih tertatih,sekar hanya bisa menerima perlakuan lembut dari bram,seolah suka di perlakukan secara demikian,
perlahan mereka kembali mendekat ke arah sofa,tempat sekar berbaring sebelum nya,namun sekarang tampak beberapa kotak kardus dan beberapa kantong kresek besar tergeletak di dekat sofa,tak hanya itu di sana juga terdapat koper yang tampak masih baru,dan tak lama setelah itu sekar dan bram akhirnya sampai,
" sekar,aku sudah menyiapkan semua ini untukmu,aku baru saja berbelanja perlengkapan ini,di dalam nya ada pakaian,sepatu,sandal,alat make up,alat mandi,semua yang kamu butuhkan,saat kamu berada jauh dari rumah" ucap bram kepada sekar,seketika sekar tertegun melihat semua itu,setelah itu bram membuka kotak-kotak kardus yang masih baru tersebut,
" kemarilah dan cobalah pas atau tidak dengan mu,soal nya aku tak tahu ukuran tubuhmu,jadi aku hanya mengira-ngira saja" ujar bram lagi kepada sekar,sekar masih terdiam membisu melihat semua kebaikan bram padanya,
"ternyata dia keluar untuk membeli ini semua,untuk ku,dan aku malah berfikiran dia sedang bertemu dengan kekasih nya,astaga,,," gumam dalam batin sekar, lalu sesaat setelah itu sekar berkata;
"mengapa?,,,mengapa kamu begitu baik padaku,begitu perduli padaku" ujar sekar pada bram,
"aku sudah berjanji akan membantu mu kan,dan ini salah satu caraku membuktikan janjiku" ujar bram kepada sekar sambil sedikit tersenyum memandangi wajah sekar yang manis nan cantik itu,
sekar yang mendengar hal tersebut semakin heran kepada bram,belum genap sehari bram bertemu dengan sekar,namun bram begitu baik kepada sekar,
" tapi tak perlu sampai segitu nya,ini sedikit berlebihan" balas sekar kepada bram,dan bram pun memindahkan semua brang yang ada di atas sofa ke meja,lalu menyuruh sekar untuk duduk di sofa,
" kemari lah,duduk lah,jangan terlalu banyak bergerak" balas bram kepada sekar,sekar pun menuruti perkataan bram ,ia duduk di sofa di sebelah bram,
" aku tak tahu harus mengatakan apa,aku tak tahu bagaimana caranya agar bisa membalas semua kebaikan mu ini,"ujar sekar kepada bram,
" jangan terlalu difikirkan sekar,justru aku yang harus memohon maaf karena aku yang membuat mu jadi seperti ini,karena aku,perjalanan mu jadi terhambat" balas bram kepada sekar,lantas sekar yang berada di sebelah bram pun memandang wajah bram,lalu berkata;
" apakah ini semua tak membuat pasangan mu marah,bagaimana jika dia tahu kamu melakukan ini semua untuk ku?" ujar sekar kepada bram,sontak saja bram di buat terkejut dengan pertanyaan sekar,
" apa,,,kekasih?ha,,ha,,haa,,,aku kira kamu salah mengira sekar,aku tak memiliki seorang pasangan" balas bram sambil sedikit tertawa,seketika sekar langsung melongo dengan pernyataan bram,dengan wajah polos sekar tak percaya dengan apa yang baru saja bram katakan padanya,
" apa?,kamu belum punya pasangan,berapa umur mu sekarang?" tanya sekar lagi,
" emmm,,,,tiga puluh delapan tahun" ujar bram dengan raut mengira-ngira umurnya,
seketika sekar terdiam untuk sejenak,ia semakin tak menyangka bahwa bram sudah berumur tiga puluh delapan tahun,
" apa,,ternyata dia sudah om,om,astaga,aku tak menyangka dia sudah berumur tiga puluh delapan tahun,wajahnya benar-benar menipu diriku,ku kira umurnya baru tiga puluh ,ternyata aku salah besar,namun di umur yang sudah cukup,mengapa ia belum memiliki pasangan,?" gumam sekar dalam batin,
" mengapa tak mencari pasangan?" tanya sekar lagi pada bram,dengan raut yang penasaran,bram hanya mendengarkan dengan senyum tipis,dan tak lama setelah itu bram menjawab pertanyaan dari sekar,
"hemsss,mungkin karena aku sudah terbiasa sendiri" balas bram kepada sekar,
"apakah kamu tidak merasa kesepian hidup sendirian di rumah besar ini,?"tanya sekar,
" iyaa sedikit sih, namun bagaimana lagi,lagi pula mana ada yang mau sama aku,he,,he,,he,," ucap bram sedikit bergurau ,seketika wajah perhatian sekar berubah menjadi sedikit jengkel mendengar hal tersebut,lalu ia berkata;
"kamu tampan,kaya,punya segalanya,kamu baik dan sopan,dan kamu masih bisa bilang seperti itu ?"ujar sekar kepada bram,sambil ngedumel di dalam fikiran nya;
"dasar,,tak perlu merendah begitu di depan ku" gumam sekar dalam batin,dan setelah itu bram pun menjawab;
" mungkin aku yang terlalu sibuk sekar,aku tak memiliki waktu banyak untuk hal semacam itu" balas bram kepada sekar,
" apakah kamu tak ingin mencari seseorang?,kamu sudah memiliki segala nya,kamu bisa kan meluangkan sedikit waktu untuk mencari kenalan wanita lalu berkencan" balas sekar kepada bram,
bram pun memandang sekar dengan tatapan yang dalam,lalu berkata;
" apakah semudah itu?,bagiku itu tampak sulit,aku jarang berbicara pada wanita,apalagi kalau itu tidak penting.namun sebenarnya kamu ada benar nya juga,hanya saja sekarang aku terlalu kaku untuk melakukan hal-hal semacam itu."balas bram pada sekar,sekar pun terdiam sejenak,mencerna semua perkataan dari bram lalu membalas perkataan tersebut
" lalu,kamu menunggu apa,apa kamu mau melajang terus,?,apakah kamu tak ingin menikah, membangun keluarga,membuat keturunan dan hidup bahagia?"desak sekar kepada bram,
" entahlah sekar,aku bingung,aku merasa kesepian namun aku juga sudah terbiasa sendiri,aku merasa itu sudah cukup buat ku, dulu aku pernah jatuh cinta,namun ujung-ujungnya aku terluka" balas bram kepada sekar,yang ternyata dahulu bram pernah merasa jatuh cinta juga,
"mengapa,coba ceritakan padaku?" tanya sekar lagi,
" sejujurnya,aku bukan dari keluarga kaya sekar,keluarga ku dulu selalu di hina,dan direndahkan,karena kami miskin,pernah suatu hari aku merasa diriku jatuh cinta dengan seorang wanita,aku masih ingat wajahnya dan rasa sakit yang telah ia berikan padaku sampai saat ini,aku menyatakan cintaku yang tulus padanya namun apa yang terjadi,kamu tahu?" ujar bram kepada sekar,mendengarkan dengan seksama,
" apa yang terjadi?" tanya sekar,
" wanita itu tak hanya menolak ku,namun juga menghina orang tua ku,saat aku menyatakan isi hatiku padanya,ia berkata padaku, "maafkan aku harus mengatakan tidak,aku tak mau menjadi orang miskin seperti mu,seperti orang tua mu,kamu memang baik,tampan tapi kamu miskin bram,jangan pernah berharap bisa mendapatkan aku yang cantik ini" ,bukankah itu menyakitkan sekar,di tolak dan di rendahkan,dan sejak saat itu aku memutuskan untuk memperkaya diri ku, agar tidak ada lagi yang bisa menghina maupun mengolok keluarga ku,tapi naas nya,ketika aku sudah hampir mencapai puncak,aku harus ditinggal kan oleh orang tua ku,untuk selama-lama nya" terang bram dengan wajah tampak menyimpan dendam.