NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tak Pernah Hilang

Cinta Yang Tak Pernah Hilang

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Berbaikan / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:535
Nilai: 5
Nama Author: Gretha

Novel "Cinta yang Tak Pernah Hilang" mengisahkan perjalanan Lia, seorang ibu tunggal yang mencari anak laki-laki nya Rio yang hilang karena diperdaya lembaga adopsi yang tidak resmi, hingga akhirnya menemukan dia tinggal bersama keluarga angkat Herman dan Nina di Langkat, dimana Rio membangun hubungan hangat dengan kedua keluarga, menjalani kehidupan dengan dukungan bersama, belajar serta berkembang menjadi anak yang cerdas dan penuh cinta, membuktikan bahwa keluarga tidak hanya terbatas pada darah namun pada kasih sayang yang menyatukan semua pihak dalam suka dan duka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : RENCANA UNTUK KELUARGA

Udara pagi yang masih segar menyapa setiap sudut halaman belakang rumah sakit ketika Lia mulai membuka bak cuci besar yang terbuat dari beton bertulang. Dia mengeluarkan deterjen bubuk putih yang sudah biasa digunakan untuk mencuci pakaian pasien – setiap sendok deterjen yang ditambahkan ke dalam air hangat selalu dihitung dengan tepat agar tidak membuat kulit anak-anak menjadi iritasi. Tangan kirinya yang penuh dengan kapalan masih sedikit bergetar setelah menghabiskan waktu satu jam untuk menyortir sepuluh karung pakaian yang dikumpulkan dari berbagai ruangan rawat inap.

“Selamat pagi, Lia. Kamu sudah mulai kerja ya?” ucap Bu Warsih yang baru saja keluar dari rumah sakit, membawa sebuah baskom berisi makanan hangat untuk anak-anak di kontrakan. “Mal dan Rini sudah bangun dan menunggu kamu di depan pintu lho. Mereka bilang mau cerita tentang teman baru yang mereka temui di sekolah.”

Lia mengangguk dengan senyum lembut, menyimpan deterjen ke dalam wadah plastik yang kuat agar tidak mudah tumpah. Dia melihat foto kecil yang selalu ada di mejanya – tiga wajah bayi yang tertidur berdampingan di bak mandi plastik biru muda. Setiap kali melihatnya, hati Lia selalu terasa penuh dengan harapan dan sedikit rasa sakit yang tidak akan pernah hilang.

“Saya mau nanya, Bu Warsih,” ucap Lia dengan suara lembut sambil membersihkan tangan yang masih basah. “Kalau kita punya rencana buat nemuin keluarga yang bisa jadi tempat tinggal buat Adit, gimana caranya ya? Saya pengen anak-anak punya saudara yang bisa mereka ajak bermain dan belajar bareng.”

Bu Warsih duduk bersebelahan dengan Lia di bawah naungan pohon jambu yang sudah berbuah banyak. Udara pagi masih segar dengan aroma bunga kamboja yang tumbuh liar di halaman belakang kontrakan. “Yang paling penting adalah kasih sayang, Lia. Kalau semua orang mau saling mengerti dan membantu, pasti bisa menemukan cara yang baik buat semua orang,” ucapnya dengan suara hangat.

Lia mengangguk sambil merenungkan kata-kata itu. Dia mengambil buku catatan kecil yang selalu dia bawa kemana-mana, mulai menulis rencana yang sudah terlintas di pikirannya selama beberapa minggu terakhir:

 

“Rencana Kita:

Cari informasi tentang keluarga yang bisa jadi tempat tinggal buat Adit dengan cara yang benar dan sesuai hukum.

Bikin hubungan baik antara keluarga kandung dan keluarga angkatnya.

Berikan pendidikan yang baik buat semua anak-anak, biar mereka bisa mencapai impiannya.

Selalu kasih dukungan dan cinta satu sama lain, walau tinggal di tempat yang berbeda.

---

Setelah menulis rencana itu, Lia merasa hati nya lebih ringan. Dia melihat ke arah langit yang sudah mulai cerah dengan sinar matahari yang menyinari setiap sudut kota Medan. Di kejauhan, ada suara anak-anak yang sedang bermain dengan riang di halaman sekolah dasar dekat rumah sakit – suara tawa mereka seperti musik yang selalu menghangatkan hatinya.

“Saya akan mulai mencari informasi dari dinas sosial minggu depan ya, Bu Warsih,” ucap Lia dengan suara penuh tekad. “Saya pengen semua anak punya keluarga yang cinta sama mereka.”

Bu Warsih menepuk bahu Lia dengan lembut. “Kamu pasti bisa, Lia. Kamu udah buktiin kalau kamu bisa jadi orang tua yang baik buat anak-anak.”

Setelah itu, Lia mulai kembali bekerja dengan semangat baru. Dia mencuci setiap pakaian dengan lebih hati-hati, menyadari bahwa setiap kain yang dia bersihkan bisa jadi bagian dari kehidupan seseorang yang sedang mencari kebahagiaan dan tempat untuk tinggal. Di dalam tas kerja yang selalu dia bawa, terdapat foto kecil yang sudah mulai menguning akibat usia – namun wajah tiga bayi di dalamnya tetap jelas terlihat dengan senyum yang penuh dengan harapan.

Di tengah hari, ketika matahari sudah mulai menyengat, Lia mengambil waktu untuk istirahat sejenak. Dia duduk di bawah pohon jambu yang memberikan naungan yang sejuk, menyantap makanan hangat yang diberikan Bu Siti dari bagian makanan rumah sakit. Di mejanya yang sudah terlihat lebih rapi dengan buku catatan dan foto kecil yang selalu ada di sana, Lia merenungkan masa depan yang penuh dengan harapan untuk semua anaknya.

“Kita semua akan selalu bersama, tidak peduli di mana kita tinggal,” bisik Lia dengan senyum lembut, melihat ke arah langit yang sudah mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan saat siang mulai bergeser ke sore hari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!