NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedaulatan Tuhan dan Logika Besi

Langit di atas Berline tidak pernah benar-benar biru; ia selalu dilapisi oleh kabut tipis sisa pembakaran batu bara. Di tengah kota, berdiri gedung megah Markas Besar CIO yang terbuat dari beton dan kaca—sebuah anomali arsitektur bagi mata orang-orang dari Holy Kingdom.

Hari itu, sebuah kereta kuda berwarna putih gading dengan lambang matahari emas berhenti di depan gedung tersebut. Kontrasnya begitu mencolok: kereta kuda yang elegan di antara truk-truk logistik bermesin uap yang menderu.

Inkuisitor Malachi, utusan khusus Paus, turun dengan jubah putihnya yang menjuntai. Ia didampingi oleh dua ksatria suci yang memegang tombak upacara. Di dalam lobi, mereka tidak disambut oleh pelayan, melainkan oleh deretan resepsionis berseragam rapi dan penjaga keamanan yang menyandang senapan semi-otomatis terbaru.

Aris menunggu di ruang konferensi lantai teratas. Ruangan itu dingin, minimalis, dan didominasi oleh jendela besar yang menghadap langsung ke arah pabrik artileri.

"Selamat datang di Berline, Inkuisitor," suara Aris menggema tanpa emosi saat pintu terbuka.

Ia tidak berdiri, tetap duduk dengan tangan terlipat di atas meja kaca.

"Kopi? Atau air suci?"

Malachi tidak duduk. Ia menatap Aris dengan tatapan yang bisa menghanguskan kayu.

"Kami tidak datang untuk basa-basi, Tuan Aris. Saya membawa Dekrit Suci dari Kota Cahaya. Holy Kingdom tidak akan membiarkan api kimia yang Anda ciptakan menodai wilayah yang telah kami tetapkan sebagai zona perlindungan."

"Zona perlindungan," Aris mengulangi kata itu dengan nada mengejek.

"Nama yang bagus untuk sebuah intervensi politik. Katakan padaku, Inkuisitor, di mana 'perlindungan' Dewi Cahaya saat pasukan mayat hidup Aliansi mulai membantai desa-desa di Timur? Mengapa hanya api kami yang kalian sebut noda, bukan kegelapan mereka?"

"Aliansi akan kami tangani dengan hukum suci! Tapi Anda..." Malachi menunjuk ke luar jendela, ke arah cerobong asap.

"Anda sedang membangun menara Babel baru. Anda memberikan kekuatan Tuhan ke tangan rakyat jelata tanpa moralitas. Teknologi Anda adalah bidaah!"

Aris berdiri perlahan. Perawakannya yang dingin di usia 30-an memancarkan aura predator yang lebih menekan daripada kemarahan Malachi.

"Bidaah? Inkuisitor, paku yang digunakan untuk membangun katedral kalian dibuat dengan api dan palu. Bedanya, paluku lebih besar dan apiku lebih panas."

Aris berjalan menuju jendela.

"Aku tahu mengapa kalian takut. Jika seorang petani bisa membela dirinya sendiri dengan senapan, mereka tidak akan lagi memberikan persembahan ke gereja untuk memohon perlindungan. Kalian tidak takut pada senjata saya; kalian takut pada hilangnya ketergantungan manusia kepada kalian."

"Beraninya kau!" Malachi menggebrak meja.

"Satu perintah dari Paus, maka sepuluh ribu Holy Knights akan meratakan kota penuh polusi ini!"

"Silakan dicoba," Aris berbalik, matanya menatap tajam ke arah Malachi.

"Namun perlu diingat, ksatria Anda masih menggunakan zirah logam. Di depan senapan kaliber tinggi kami, zirah itu tidak lebih kuat dari kertas. Jika Anda masuk ke zona konflik kami, saya tidak akan melihat Anda sebagai utusan Tuhan. Saya akan melihat Anda sebagai sasaran tembak."

Ketegangan di ruangan itu mencapai titik didih. Tidak ada kesepakatan. Hanya ada ancaman yang saling beradu.

Di Barloa – Menara Tahanan

Sementara itu, di sebuah ruangan yang cukup nyaman namun terkunci di kastil Barloa, Kaelen dan Elara duduk berhadapan. Meski dicap pengkhianat oleh Carlosc, mereka tidak melawan saat ditahan. Loyalitas mereka kepada Federasi—dan satu sama lain—membuat mereka tetap di sana.

"Kaelen, Aris tidak akan membiarkan hinaan Paus lewat begitu saja," bisik Elara sambil menatap ke luar jendela jeruji.

"Dia adalah pria yang akan membakar seluruh hutan hanya untuk membuktikan bahwa dia punya korek api."

Kaelen menatap Holy Crest di tangannya yang mulai meredup, selaras dengan keraguan di hatinya.

"Dunia lama sedang sekarat, Elara. Aliansi dengan mayat hidupnya, Holy Kingdom dengan kesombongan sucinya... dan kita terjepit di tengah. Carlosc pikir dia melindungi kehormatan, padahal dia hanya sedang menjaga nisan untuk kita semua."

Kaelen berdiri dan berjalan ke arah pintu yang dijaga ketat. Ia tahu, meskipun mereka loyal, ada saatnya loyalitas kepada 'rakyat' melampaui loyalitas kepada 'tuan'.

Ibu Kota Aliansi – Rencana Rahasia

Di belahan dunia lain, Lacia sedang beradu argumen dengan pamannya, Volkov. Kekalahan Dead Legion oleh fosfor putih CIO tidak membuat Volkov jera, malah membuatnya lebih ekstrem.

"Paman, Holy Kingdom sudah mengintervensi! Kita akan dikepung dari segala arah!" teriak Lacia.

Volkov tersenyum licik sambil mengelus sebuah tabung kaca yang berisi cairan berwarna ungu pekat—konsentrat energi nekromansi yang belum pernah diuji.

"Biarkan Paus dan Aris saling gigit di Barat. Kita akan mengirim 'hadiah' ke Barloa. Jika Barloa jatuh ke tangan kita, Federasi akan runtuh, dan kita akan punya benteng untuk melawan api CIO."

Perang suci, perang industri, dan perang mayat hidup kini berada di ambang tabrakan besar.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!