“Aku perintahkan kau untuk menjaga Lea dalam kondisi apapun.” — Martin De Gaulle
Begitulah awal mula semuanya.
Sebuah perintah yang mengikat Elios Leopold—tangan kanan sang Godfather. Pria dingin, berbahaya, dan setia tanpa syarat.
Elios selalu ada di sisi Lea—Eleanore Moreau. Menjaga, melindungi, dan memastikan gadis itu tak pernah sendirian. Dari kedekatan yang terus terjalin, perasaan pun tumbuh seiring berjalannya waktu.
Lea menyadari perasaannya lebih dulu. Tapi Elios… tidak.
“Aku akan menjadi apapun yang kau mau. Mama, Papa, saudara dan sahabat. Asal kau yang meminta, aku akan mewujudkannya.” — Elios Leopold
Ucapan itu membuat Lea berharap. Namun, di saat Lea mengucapkan permintaannya, akankah Elios mampu menepatinya?
Dari perlindungan lahir ketergantungan.
Dari kedekatan tumbuh hasrat yang terlarang.
Jika Elios mengabulkan permintaan itu, akankah Lea sanggup menghadapi kegilaan pria berbahaya yang telah menjadikannya satu-satunya tujuan hidup?
Terjerat Hasrat Monsieur Leopold
Yuk baca novel ini guys!
Seperti apa kisah protektif, posesif dan obsesi Monsieur Leopold terhadap bidikannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Seekor Anjing
...“Sudahlah, Tuan Putri. Jangan buang waktu berhargaku. Dia ini hanya seekor anjing peliharaan. Untuk apa kau terlalu memikirkan nyawanya.” — Robert (Klan Ferguso)...
Sesaat usai ucapan penenang yang Elios katakan pada Lea, sesaat kemudian mobil yang mereka naiki kehilangan keseimbangan. Salah satu roda Jeep mereka ditembak oleh seseorang.
Elios menyeringai tipis. “Sesuai jebakan,” lirihnya pelan.
Akibat hilangnya keseimbangan Jeep tersebut, Brad terpaksa menepi di bahu jalan. Saat itu, mereka sedang berada di hutan hujan yang lebat. Semua rombongan anak buah yang ikut juga berhenti.
Elios melepaskan mantel maroonnya yang tebal, lalu ia memasang rompi anti peluru. Kemudian rompi tersebut ia tutupi dengan jaket kulit yang sudah ia letakkan di paha sejak tadi. Di dalam jaket itu ada beberapa senjata api dan senjata tajam yang memang sudah ia persiapkan sejak malam tadi.
Sementara semua anak buahnya yang ikut di rombongan itu sudah mengenakan rompi anti peluru. Tapi tidak dengan rombongan susulan dan rombongan bayangan yang tidak ikut di rombongan itu. Karena mereka tidak mengetahui rencana B Elios.
“Monsieur, Sovia sudah hampir tiba.” Begitu ucap Frank yang sejak tadi sudah berkomunikasi dengan Sovia.
Lea tak ingin membuat keributan meskipun ia panik. Tapi tak bisa ia pungkiri, tetap saja ia merasa kehilangan kendali atas tubuhnya di situasi saat ini. Terlebih lagi saat melihat ada begitu banyak rombongan pria bersenjata yang muncul di balik semak-semak hutan. Tubuhnya bergetar dengan sangat hebat.
Sebelum melangkah keluar dari Jeep, Elios memeluk tubuh gadis itu kembali. “Seharusnya aku tak membawa kau ke situasi berbahaya ini. Tapi aku tak punya pilihan lain.”
Lea mencengkeram erat jaket kulit Elios. Kemudian ia menoleh ke atas, menatap wajah Elios dengan mata yang berair. “Kau harus pulang. Bagaimanapun caranya!”
“Baik, Mademoiselle Moreau. Aku akan dengarkan perintahmu.”
Di luar, kegaduhan sudah tak lagi bisa dihindari. Beberapa anak buah Elios sedang bergulat menggunakan teknik bela diri masing-masing. Mereka meminimalisir penggunaan senjata api di awal untuk menghemat peluru yang akan digunakan di situasi genting.
Beberapa ada yang langsung menggunakan senjata tajam seperti pisau. Pertumpahan darah tak bisa dihindari. Beberapa dari klan Ferguso banyak yang berjatuhan karena menghadapi pasukan elite yang memang sengaja Elios pilih untuk mengikuti rombongan awal.
Elios turun dari Jeep. Beberapa anak buah mengepung Jeep yang ditumpangi Lea, Brad dan Frank. Sementara Elios menebas siapapun yang menghalangi jalannya saat itu. Ia mencari mata-mata yang ada di balik rombongan ramai itu. Karena mata-mata itu dikirimkan oleh Robert untuk mengamati situasi.
Mata elang Elios menangkap satu sosok mencurigakan yang memegang pistol, tapi tidak ikut beradu skill ditengah keributan itu. Ia berlari mengejar mata-mata itu saat pria itu tahu ia tertangkap basah oleh mata liar yang Elios miliki.
“Monsieur, Doberman mencium kehadiranku.” Lapor pria itu pada Robert.
Di saat yang sama, di dalam sebuah mobil mewah, Robert menerima laporan tersebut sambil tertawa terbahak-bahak. Rencana yang ia susun ternyata diterima mentah-mentah oleh Elios.
“Jalan!” perintah Robert pada anak buahnya.
Dan mobil yang ia tumpangi pun bergerak menuju ke arah rombongan De Guelle di mana Lea berada.
Saat mobil yang Robert tumpangi menuju ke lokasi, rombongan susulan dan bayangan De Guelle tiba. Lagi... pertempuran semakin kacau dan memanas.
“Monsieur, sepertinya mata-mata itu hanya jebakan.” Brad memberikan laporan pada Elios. “Robert sengaja memisahkan Anda dengan Mademoiselle Moreau.”
“Sial!” umpat Elios. Merasa kesal, ia pun mengeluarkan pistol dari jaketnya dan menembak langsung mata-mata yang membuang waktunya itu. Ia pikir mata-mata itu bisa memberitahu di mana keberadaan Robert.
Dan seketika... mata-mata itu tewas di tempat.
Elios bergegas keluar hutan menuju ke lokasi di mana Lea berada.
“Sovia! Berapa lama lagi?!!” bentak Elios panik. “Sedikit saja Lea terluka—”
“Maaf, Monsieur. Tapi saat ini sudah hampir tiba.”
Banyak anak buah Klan Ferguso yang tumbang di sekitar lokasi rombongan De Guelle terhenti. Anak buah De Guelle hanya mengalami luka-luka sayatan dan tak ada yang sampai kehilangan nyawa. Tersisa sedikit anak buah Klan Ferguso. Hingga akhirnya mereka berusaha angkat tangan karena menyerah.
Dan tak lama kemudian, angin kencang datang dari atas langit.
Sovia tiba dari atas bersama helikopter. Helikopter tersebut turun rendah ke darat, kemudian ia melemparkan tangga tali yang siap untuk dinaiki oleh Lea, Brad dan Frank.
Brad dan Frank menghela nafas lega. Mereka berdua sempat panik. Pasalnya, harta yang ia bawa saat ini sangat berharga. Sampai-sampai leher mereka rasanya tercekik karena kehadiran Sovia yang terlalu lama.
“Brad! Cepat!” ucap Sovia melalui headseat yang sudah melekat di telinganya sejak tadi.
“Mademoiselle, kita harus segera meninggalkan tempat ini.” Ajak Frank lalu ia keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Lea.
Lea hanya mengangguk. Dan mengikuti ucapan Frank.
Saat ingin memanjat tangga helikopter, dari kejauhan mobil yang ditumpangi oleh Robert tiba sendiri. Karena anak buah Klan Ferguso yang mengawal Robert tertahan melawan pasukan susulan De Guelle.
Elios tiba di dekat Jeep di mana Lea berada.
Robert turun dari mobil sambil membidik Lea menggunakan pistol yang ia pegang. Saat itu, Lea sedang memanjat tangga tali helikopter.
“Pilihanmu ada dua, Doberman!” teriak Robert dengan lantang. Ia berjalan mendekat ke arah Elios.
“Nyawa kau...—” tatapan Robert menoleh ke arah Elios, sementara bidikannya masih ke arah Lea. “—atau... nyawa Tuan Putri?”
Sovia dan para anak buah yang lain tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, anak buah Klan Ferguso juga sedang membidik Elios dan Lea. Jika mereka melakukan kesalahan, maka nyawa dua orang itu akan melayang.
Elios melepaskan senjata yang ia pegang. Dan senjata itu jatuh terhempas ke aspal jalanan. Kemudian ia melangkah mendekat ke arah Robert. Lalu memegang pistol yang Robert bidik ke arah Lea, berubah arah ke dirinya—tepat di dahi.
“Biarkan Mademoiselle pergi. Aku akan ikut denganmu.”
Saat itu juga anak buah Elios terbelalak. Apa lagi Lea? Gadis itu menggila!
“Tidak! El—”
“Eleanore Moreau! Cepat naik ke atas!” bentak Elios dengan matanya yang membulat menampakkan urat karena ketegangan yang tinggi! Ini pertama kalinya Elios membentak Lea.
“Tapi—”
“Sudahlah, Tuan Putri. Jangan buang waktu berhargaku,” potong Robert tak sabar. “Dia ini hanya seekor anjing peliharaan. Untuk apa kau terlalu memikirkan nyawanya.”
Elios menatap Sovia, memberi isyarat agar Sovia bergegas menyelamatkan Lea lebih dulu. Dan Sovia melakukan tugasnya. Ia menarik tangga tali ke atas dengan sekuat tenaga yang ia punya.
Brad dan Frank tidak jadi ikut ke atas helikopter. Pasalnya Elios sedang dalam bahaya.
Setelah Lea berhasil diselamatkan ke dalam helikopter, anak buah Robert mendekat dan memborgol kedua tangan Elios ke belakang. Lalu, Elios ikut masuk ke dalam mobil bersama Robert.
...****************...
Bersambung....
EL jika kamu bicara. baik2 dg Martin pastinya Martin akan mempertimbangkan niat baik kamu. jangan berpikir pendek dulu ok