Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.
Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.
Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.
Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.
Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.
Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Reynaldo menatap heran dengan mood Nabila hari ini. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja "monyet kecil"nya menangis.
"Nabila mengapa kamu menangis..??"
"Aaaaaahhhhh aku laparrr..." Nabila berteriak kelaparan.
"Jadi kamu menangis karena menahan lapar?"
"Iyaaaa..."
"Dasar monyet anehh..!"
"Kamu kadal air tidak peka!!"
"Heii, kamu kira aku bisa tahu isi hatimuu.."
"Kamu sendiri tidak bertanya.." ucap Nabila kini sinis.
"Permisi tuann.. ini makanannya.." ucap salah satu pramugari, kali ini pramugarinya berbeda dari yang tadi namun masih dengan pakaian yang sama. Pramugari yang satu ini terlihat lebih mengontrol diri untuk menatap sinis ke arah Nabila.
Namun bukan Nabila namanya jika dia tidak tahu jika pramugari itu tidak menyukainya.
"Maaff, apa es krim yang tadi masih ada??" ucap Nabila yang masih ramah.
Reynaldo sedang fokus menatap telepon genggamnya, namun telinganya mampu mendengar suara Nabila.
"Es krimnya sudah habis.." ucap pramugari itu tidak menyebutkan 'Nyonya' ataupun 'Nona' untuk menghormati Nabila.
"Oke baiklah.." ucap Nabila kini menatap pasta yang baru saja diantar pramugari itu.
Nabila berdiri ingin pergi meninggalkan tempat itu.
"Mau ke mana??" ucap Reynaldo datar tapi masih fokus ke layar teleponnya.
"Kamar mandi.. kenapa, mau ikut??" ucap Nabila ketus.
"Boleh kalau kamu mau.." ucap Reynaldo kini menatap Nabila.
"Shittt!! DASAR KADAL MESUMM!" teriak Nabila kepada Reynaldo kini melangkah ke arah toilet jet itu.
Saat hendak ingin membuka pintu itu, seorang pramugari yang tadi mengatakannya jalang kini datang menemui Nabila.
"Apa yang ingin kamu lakukan di situ jalang!" ucap pramugari itu sinis.
"Pengen karaoke!!" ucap Nabila sinis, namun saat hendak membuka pintu toilet itu, pintu itu ditahan oleh pramugari itu.
"Awass, aku ingin buang air kecil!" ucap Nabila ketus.
"Kamu lihat ini kamar mandi khusus Tuan Reynaldo, kamu tidak boleh masuk ke sini, kamu boleh memakai toilet pengawal.."
"Siapa kamu melarangku memakai ini, lagipula sama saja ini toilet! Minggir atau ku patahkan tanganmu!"
Pramugari itu menarik rambut Nabila dengan kasar, hingga kepala Nabila sampai mendongak ke atas.
"Anjinggg!! Sialannn kepalaku bangsaatt!!" pekik Nabila kini juga menarik cepolan rambut pramugari itu.
"Lepaskan kepalaku atau kamu tahu rasanya kehilangan pekerjaan ini!" ucap Nabila mencoba menahan tangan pramugari itu.
"Hahaha siapa kamu? Apa statusmu di sini sampai aku harus menuruti perintahmu?" ucap pramugari itu sinis. Jelas Nabila kalah tinggi dari pramugari itu. Jika Nabila dengan tinggi 160 cm, maka pramugari itu mencapai 170 cm. Nabila yang geram kini menampar keras wajah pramugari itu, terlihat jelas darah mengalir dari sudut bibir pramugari itu.
"Sialann!! Kamu tahu perawatan kepalaku itu mahal dan kamu pikir aku takut padamu!" ucap Nabila sinis.
"Kamu kemari jalang, akan ku bikin kamu menyadari posisimu! Kamu harus tahu Tuan Reynaldo akan menjadi milikku nanti.."
"Hahahah masih nanti kan, belumm sekarang!" ucap Nabila menatap sinis ke arah pramugari itu.
"Diam di situ, masalah kita belum selesai!!" ucap Nabila kini masuk ke kamar mandi itu untuk menyelesaikan gejala alamnya.
Saat Nabila keluar, dia heran karena kini pramugari itu bersama dengan pramugari yang tadi bersikap ramah di depan Reynaldo, bahkan yang membuat Nabila merasa jijik, ketika pramugari itu berusaha memamerkan "bukit kembarnya" kepada Reynaldo, namun Reynaldo terlihat tidak peduli.
"Aku heran mengapa Reynaldo mempekerjakan pramugari model kalian..!" ucap Nabila kini sambil mengikat rambutnya.
"Hahah berani-beraninya kamu menyebut nama depan Tuan Reynaldo, dia mungkin akan membunuh orang yang mengucapkan nama depannya! Aku rasa kamu akan mati hahah" sinis pramugari itu.
"Kamu yakin Reynaldo akan membunuhku, atau mungkin kamu yang akan ditendang oleh Reynaldo dari jet ini!"
"Hahahah kamu sangat sombong gadis kecil, kamu masih terlalu muda menjadi seorang wanita jalang, seharusnya kamu menyelesaikan kuliahmu terlebih dulu!" ucap pramugari itu menasihati namun terlihat sangat ingin menjatuhkan.
"Baiklah, kalian ingin bermain rupanya!" cicit Nabila pelan ingin duduk di kursi penumpang saat tadi dia duduk dengan Reynaldo.
Namun saat ingin pergi, pramugari itu menarik gaun putih Nabila hingga robek.
"Sialannn apa yang kamu lakukan dengan bajuku bangsat!" pekik Nabila kini dengan tajam, yah kali ini Nabila sudah di batas kesadarannya.
"Upss, sengaja, kami hanya ingin bermain"
"Bermain katamu? Baiklahh! Kalian akan menyesal setelah ini!" teriak Nabila kini membuat Bram tersentak.
"Siap-siap melihat "kodamnya" marah" gumam Bram dalam hati sambil mematikan tabletnya.
"Geser kalian wanita rendahan! Penggoda suami orang!!" pekik Nabila kini menendang keras tulang kering kaki kedua pramugari itu. Nabila berusaha untuk menutupi bagian atas tubuhnya karena pakaian gaunnya telah robek akibat dua pramugari itu.
"Hahah suami? Siapa yang kamu katakan suami? Tuan Reynaldo? Hahaha bangun woii! Bangunn! Ngacaaa!!!!! Tuan Reynaldo menikah denganmu? Kamu terlalu banyak bicara.." ucap pramugari itu mengejek Nabila.
"Hahahahhahah, kenapa? Kalian tidak percaya? Apa kalian tidak pernah tahu berlian jika ditaruh dalam lumpur akan tetap menjadi berlian, sedangkan Tai jika ditaruh di atas Berlian air cukup untuk menghempaskan Tai itu!!" ucap Nabila tidak jelas dengan mode absurdnya.
Reynaldo yang mendengar keributan itu, dia teringat dengan Nabila yang tak muncul-muncul sejak sedari Nabila mengatakan ingin ke kamar mandi, hampir 30 menit Nabila tidak muncul.
Reynaldo yang panik karena tidak melihat Nabila, dia juga terkejut mendengar suara teriakan Nabila.
"Nabila.." ucap Reynaldo terkejut kala melihat Nabila yang kini berantakan bahkan bajunya robek.
Dia yang menatap seluruh mata pengawal menatap kulit mulus Nabila, dengan cepat menatap sinis para pengawal. Para pengawal mengerti akan hal itu mereka memutuskan untuk berbalik badan.
"Reynaldo.." ucap Nabila lembut dan memasang wajah memelas sebagai korban paling menyedihkan.
"Ada apa denganmu.." ucap Reynaldo menutup tubuh Nabila dengan jas yang dia gunakan.
"Siapa yang melakukan ini?" ucap Reynaldo kini menatap kedua pramugari itu.
"Ka-kamiii tuan! Kami hanya memperingatkan jalang ini bahwa kamar kecil toilet ini hanya mampu dipakai oleh orang-orang penting" ucap pramugari itu dengan wajah waspada.
"Tunggu, kamu bilang apa ?? jalang? Kamu tahu dari mana dia seorang jalang?
"Tuan maafkan kami tapi wanita sialan ini yang memulai duluan."
"Diam kalian babi-babi hutan! Sedari tadi mulut kalian sepertinya kurang diajari berbicara! Siapa yang kamu katakan Jalang hahhh??! Gosah ngomong sialan-sialan! Kalian tahu sesama sialan jangan menyialankan dong!! Sadar diri ngacaaa! Sudah pakai baju itu, gunung melebar sana melebar sinii! Mau ngasih kesiapan?? Ke priaaa inii!!" teriak Nabila kini dengan ocehan seribu mautnya.
Reynaldo sampai menahan tangan Nabila.
"Kamu diamm biar aku yang berbicara! Sedari tadi aku sudah muak dengan ocehan mereka.. lihat bajuku sampai rusak! Mereka pikir baju ini murahan kaya mereka.. Harganya saja mencapai jutaan dolar." umpat Nabila kini memarahi Reynaldo yang mencoba menenangkannya.
"Tenangkan dirimu Nabila.." ucap Reynaldo datar.
"Tenang kamu BILANGG!! Baiklah aku akan tenang setelah aku memberi tahu mereka siapa aku! Kaliann!!! Siapa yang kalian bilang tadi bermimpi? Hahh?? Aku?? Woiii babi-babi penggoda kadal airku! Kalian tahu pria ini REYNALDO WIJAYA MAHKOTA ini adalah Suamiku! Sekali lagi aku perjelas pria ini adalah SU-A-MIKU!! Kamu lihatt ini Cincin, lihat ini, masih kurang jelas!!" ucap Nabila kini menatap tajam kedua wanita itu.
Jelas perkataan Nabila membuat mereka terkejut. Mereka terkejut karena cincin yang ditunjukkan Nabila dengan menunjukkan jari manisnya dan menarik tangan Reynaldo yang terdapat cincin yang bermodel couple itu.
"Kalian! Apa kalian bosan hidup!!" ucap Reynaldo kini menatap tajam ke arah pramugari itu, terlebih tatapan intimidasi dari Reynaldo membuat kedua pramugari itu tidak mampu berbuat apa-apa.
"Maa-maaafkan kami Tuan dan Nyonya, kami tidak tahu kalau wanita ini adalah Nyonya Mahkota.." ucap salah satu pramugari itu ketakutan. Bagaimanapun tidak akan mudah lepas dari hukuman Reynaldo.
"Maaf maaf, kalian pikir setelah meminta maaf kalian bisa membayar baju ini! Tadi aku diam karena aku malas berdebat denganmu.. Dan kalian pikir aku tidak tahu es krim yang tadi aku tanya sebenarnya masih adakan.. Di depan Bram dan Reynaldo kalian bersikap manis, sedangkan kepadaku kalian menatap sinis! Sekalipun ada orang lain yang pergi bersama Reynaldo kalian harus menghargai orang tersebut..! Bukan menatap rendah. Lama-lama ku gantung juga kalian di sayap jet ini!" gerutu Nabila.
"Kamu bisa melakukannya! Lakukan jika itu membuatmu senang!" ucap Reynaldo datar.
Perkataan Reynaldo membuat semua orang terkejut, terutama dua pramugari itu dan Nabila.
"Ti-tiiidakk Nyonya.. maafkan kami.." ucap kedua pramugari itu ketakutan, karena perkataan Reynaldo tidak akan pernah terjadi selama dia memerintah, maka semua terjadi sesuai maunya.
Nabila mendekat ke arah Reynaldo berbisik kepada Reynaldo.
"Kamu bercanda kan, aku tadi hanya menggertak saja, kasihan mereka jika harus digantung di sayap jet ini.." bisik Nabila.
"Aku tidak bercanda Nabila, bagaimana mereka digantung saat hendak kembali ke Kota Perak, lagipula untuk apa mengasihani mereka?"
"Tidakk jangan, masih ada hukuman lain.." ucap Nabila.
"Kaliaann dengarkan aku! Aku masih berbaik hati pada kalian, dan satu lagi ganti pakaian kalian, apa kalian akan menggoda semua pria di sini!" cetus Nabila menarik lengan Reynaldo untuk kembali duduk di tempat mereka tadi.
"Hufffft!" Nabila menghempaskan bokongnya di kursi empuk jet itu kemudian langsung memakan pasta yang sudah disediakan tadi.
"Pelan-pelan nanti kamu tersedak!" ucap Reynaldo lembut.
"Hem.."
"Sepertinya kamu sangat lapar.." cicit Reynaldo pelan.
"Sangat lapar sampai-sampai aku ingin memakan mereka!"
"Monyet tidak akan bisa memakan manusia, seharusnya kamu memakan pisang" ucap Reynaldo dengan polosnya.
"Kamu betull, aku harus memakan pisang! Tapi aku perlu pisangnya kemudian aku potong-potong dan kemudian aku haluskan dengan blender.." ucap Nabila sambil mengunyah makanannya.
Reynaldo yang menyadari perkataan Nabila langsung tersadar tujuan pembahasan. Dengan cepat dia menutup Vano Junior dengan tangannya.
"Mengapa kamu selalu mengancam adik kecilku Nabila, setelah kamu membuatnya bangun, kamu malah ingin menyakitinya?" ucap Reynaldo dengan dramanya.
"Uhuukkk..uhukkkk!" Nabila terbatuk saat mendengar Reynaldo berkata seperti itu, Nabila teringat ulah bodohnya tadi.
Reynaldo yang melihat Nabila terbatuk dengan cepat dia memberikan air mineral yang tersedia di jet itu kemudian memberikan kepada Nabila.
"Pelan-pelan.." ucap Reynaldo dengan polosnya.
"Bangsaaat!! Kamu yang membuatku terbatuk!! Bagaimana bisa otak sepertimu semesum itu kadal air!"
"Aku memang seperti ini, lagipula kamu yang bersalah, tahunya menodai saja tapi tidak bertanggung jawab." ucap Reynaldo menatap nakal ke arah Nabila.
"Kamu ingin tanggung jawab??"
"Pastinya!" ucap Reynaldo.
"Baiklah aku akan bertanggung jawab! Kamu ingin aku apa?"
"Selesaikan ketanggungan yang tertunda tadi!"
"Whatttt!! Otak mesumm, kamu pedofil!! Bagaimana mungkin kamu menyuruh anak di bawah umur untukk??.. ohh tidakk.. Tolong aku Tuhan Yesus.." ucap Nabila merasa geli dengan segala bayangannya.
"Kamu nanti akan menikmatinya Nabila.." ucap Reynaldo tersenyum.
"Tidakkk.. tidakkkk!!" ucap Nabila menggelengkan kepalanya.
"Bukankah kamu mengatakan tadi ingin bertanggung jawab??"
"Tidak jadi, aku menarik kata-kataku .. .!" cetus Nabila kembali menyantap pastanya.
"Yahh maaf Adik kecil.. ternyata Mommy Nabila tidak menepati janji" ucap Reynaldo sedih berbicara dengan Vano Juniornya.
Nabila yang melihat itu pun langsung merasa geli, "Dasar kadal Air, otak mesumm" cetus Nabila sinis.