NovelToon NovelToon
Love Ribbon

Love Ribbon

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Marsanda Marsanda

Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mirip lee min-ho

Beberapa menit kemudian, semua murid di kelas mereka satu persatu keluar dari dalam kelas, mereka berjalan-jalan mengelilingi sekolahan tersebut, ada yang ke toilet ada yang ke perpustakaan, bahkan ada yang mengunjungi satu persatu klub yang akan menjadi kegiatan mereka selama bersekolah disana.

Sedangkan zea dan chacha memutuskan untuk mencari kantin, karena sejak tadi perut mereka sudah keroncongan untuk minta diisi. Mereka berjalan melangkah mencari lokasi kantin sambil melihat-lihat fasilitas yang ada di sana.

"Kantinnya dimana sih? capek banget sumpah, dari tadi nggak ketemu-ketemu, gue udah haus banget nih." omel chacha sambil memegang tenggorokannya.

Zea melihat ke arah chacha yang sedang menampilkan ekspresi memelas. "Iya, gue juga haus." jawab zea sambil celingak-celinguk melihat sekeliling mereka.

"Wahai kantin datanglah! tunjukkan wujud aslimu." ucap chacha, sambil merentangkan tangannya dan menutup kedua matanya.

Zea menggelengkan kepala, matanya menyipit dan wajahnya menampilkan ekspresi julid.

"Lo persis kayak orang setres." sarkas zea.

"Sembarangan." ujar chacha.

"Dimana sih, gue capekk...." lanjut chacha.

"Bentar, gue cari orang dulu buat nanya." ujar zea menatap kesekeliling mereka namun tidak ada satupun orang yang lewat di sana.

"Bisa jadi gurun pasir tenggorokan gue, kalo nggak cepet-cepet diguyur sama minuman segar." ucap chacha.

"Sabar cha! lo nggak liat nih, gue juga lagi sekarat karna haus, bibir gue juga udah kering banget." timbal zea sambil memegang bibirnya yang tampak kering.

"Lagian mana ada tenggorokan bisa jadi gurun pasir, aneh lo!" lanjut zea sambil menggelengkan kepalanya.

Sedangkan chacha, ia hanya menampilkan wajah cemberutnya tanpa berbicara.

Namun tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan seorang gadis berambut panjang berwarna hitam legam, ia menghampiri mereka berdua dengan tersenyum rama.

"Hai." sapa gadis itu.

Zea dan chacha memandang gadis berbadan tinggi semampai dan rambut panjang yang sengaja digeraikan.

"Hai, sorry....siapa ya?" tanya zea dengan kaget dan sedikit penasaran, sambil memandang gadis itu dengan lekat.

"Kenalin gue angel, angelica putri aulia." gadis itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum dengan rama.

Zea dan chacha saling pandang, lalu mereka kembali menatap gadis tersebut.

"Ohh, salam kenal gue zea, bifolla queen zealia." ucap zea, ia mengulurkan tangannya juga.

"Gue chacha jelika putri, lo bisa panggil gue chacha." kata chacha.

"Oh iya, gue satu kelas sama lo berdua." kata angel.

"Serius?" tanya zea.

"Iya! tadi dikelas gue juga memperkenalkan diri."

"Sorry kita nggak tau, lagian kita berdua nggak terlalu memperhatikan semua murid." ucap zea.

"It's okay, itu wajar kok! gue juga belum banyak kenal sama murid lainnya." jawab angel.

"Iya sih, lo bener juga." ujar chacha.

"Lo berdua lagi cari apa? dari tadi gue perhatiin kayak lagi cari sesuatu deh." ujar angel sambil melihat ke arah kedua teman barunya dengan sedikit penasaran.

"Kita lagi cari kantin." jawab chacha sambil menampilkan wajah memelasnya.

"Ohh...kebetulan gue tau lokasi kantinnya dimana, kalo lo berdua mau, gue bisa antar kalian kesana sekalian gue juga mau makan nih." kata angel sambil tersenyum.

"Boleh, kita ke kantin yuk." ajak zea.

"Akhirnya....dari tadi gue udah nahan laper sama haus." nimbrung chacha sambil menghela nafas pelan.

****

Setibanya dikantin mereka dikejutkan dengan ramainya siswa-siswi di sana untuk makan siang. Ketiga gadis itu mencari meja kosong disana, takut tidak ada tempat untuk duduk.

"Waw, kantinya rame juga ya." kata chacha menatap kagum.

"Kita duduk di pojok sana aja yuk! nggak ada lagi tempat kosong." ujar angel sembari menunjuk meja kosong di paling pojok. Zea dan chacha mengangguk mengikuti angel menuju meja tersebut.

Baru saja akan duduk dan memesan makanan, seketika mereka dikagetkan dengan kedatangan dua cowok yang langsung nyelonong duduk disana tanpa permisi.

"Kosong nih, disini aja!" ujar salah satu dari mereka dan langsung duduk tanpa memperdulikan ketiga gadis di hadapan mereka.

"WOII! LE, DAN, SINI!!" teriak salah satu dari mereka.

Zea dan chacha menatap tajam kearah mereka berdua. Sementara angel, ia menatap malas kedua cowok tersebut, ditambah lagi mendengar teriakkan cempreng dari cowok itu.

"Kalian bisa cari meja lain nggak? meja ini kita yang dapat duluan!" sarkas angel judes.

Kedua cowok tersebut beralih menatap ketiga gadis di hadapan mereka. "Sorry nih, tapi kita yang duluan duduk, lagian siapa cepat dia dapat kan?" kata salah satu dari mereka.

"Tapi kita yang duluan datang." sarkas chacha.

"Kita berdua yang duluan duduk, jadi ini punya kita." jawab cowok itu.

"Dimana-mana cowok itu selalu ngalah sama cewek." ujar chacha sambil melengos.

"Kalo gua nggak mau?" timbal salah satu cowok tersebut dengan tengil.

Chacha menatap tajam cowok itu dengan wajah yang sedikit memerah pertanda ia sedang menahan kekesalan.

"Berarti lo bencong." celetuk chacha.

"Woi, tuh mulut mau gua sekap? gini-gini gua normal." timbal cowok tersebut.

"Gue nggak bilang kalo lo ga normal, gue cuman bilang kalo lo b-e-n-c-o-n-g, BENCONG."

"Lo-

"STOPP...."

Angel memotong perdebatan kedua orang yang berbeda jenis kelamin itu, kedua tangannya mengepal, matanya melotot kerah cowok tersebut dengan kesal, amarahnya yang sejak tadi menggejola di dalam dirinya.

"KAK DIGO! lo masih tetap nggak berubah ya, dari dulu tetap aja nyebelin!" kata angel.

"Lo-

Cowok yang dipanggil digo menjeda ucapannya, ia menunjuk angel sambil mengingat-ingat.

"Angel kan? lo masuk sini?" tanya cowok satunya tadi yang masih berdiri disamping digo dengan terkejut.

"Hah? angel?" ujar digo.

"Iya dia angel sepupunya leo, lo nggak ingat?"

Cowok itu mengulurkan tangannya kepada angel sambil tersenyum manis.

"Gua sony sahabatnya leo, masih ingat nggak? yang sering manjat pohon jambu biji ditaman belakang rumah leo." kata sony.

"Oh iya temannya monkey itu kan?" ujar angel dengan judes dan ia tidak menyambut uluran tangan sony malah tangannya ia lipat didepan dada.

Zea dan chacha yang awalnya terlihat bingung dengan situasi tersebut, tiba-tiba saja meledak dalam tawa setelah mendengar kalimat pedas yang angel lontarkan kepada cowok di depan mereka.

Sedangkan sony hanya tersenyum sambil menahan malu.

"Gimana kabar lo selama ini? sekarang udah banyak berubah ya." tanya digo dengan tersenyum antusias.

"Kabar gue sangat baik sebelum lo berdua datang dan mencuri meja kita, tapi SEKARANG! kabar gue jadi BURUK! karena harus liat muka lo berdua." geram angel dengan kesal sambil melototi kedua cowok tersebut.

Digo dan sony saling pandang, bukannya takut mereka malah tertawa terbahak-bahak melihat angel yang sedang marah namun terkesan lucu bagi mereka.

"HUAHAHA...."

"Lo tambah lucu aja ngel." sarkas digo yang masih tertawa.

Angel memilih diam sambil menatap tajam kearah kedua cowok gila di hadapan mereka.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!