Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 ( Mencari bukti )
"Monica, kamu tidak bisa sembarangan melakukan pelanggaran hukum sekarang, kamu bisa jadi tahanan kota karena kamu mengaku sakit kanker dan bukti yang di ajukan Adven kurang kuat, tapi bisa saja petugas kepolisian tahu kalau kamu berbohong" ucap pengacara Monica yang bernama Budi
"Jangan khawatir pak, lagipula bukti mereka hanya video yang bisa kita akui sebagai editan, bukti lain dan saksi tidak ada makanya saya hanya terbukti melakukan penganiayaan saja pada Axel dan Paramitha" jawab Monica
"Kenapa kamu menjebak Tsania?" tanya Budi
"Dia ternyata mengkhianati kita di belakang, dia juga menyimpan banyak bukti kejahatanku makanya aku jebak dia supaya aku bisa mencari bukti itu di rumah Tsania yang lama" jawab Monica.
"Apa kamu yakin buktinya ada di sana?" tanya Budi
"Aku yakin, Om Luis bilang Tsania sering ke sana saat jam kerja Adam, bahkan si Burhan juga ke sana" jawab Monica
"Ternyata wajah lugu Tsania mampu menipu Adam sampai sepuluh tahun" ucap Budi
"Kamu benar, jika Adam tidak bertemu Anita, dan Anita tidak menceritakan apa yang menimpanya, Adam tidak akan curiga" jawab Monica
"Kamu sendiri? kamu sudah tidak di akui Adven lagi, apa itu tidak membuat kamu sakit hati?" tanya Budi.
"Aku tidak akan marah padanya, dia itu tetap kekasihku, hanya saja saat ini dia sedang terhasut iblis Paramitha" kesal Monica
"Jangan emosi, tidak akan ada yang bejalan lancar saat kamu emosi, sebaiknya jaga kandungan kamu saat ini, bukanlah ini anak Adven" bujuk Budi langsung di tatap tajam Monica.
Tiga bulan yang lalu, Monica terpaksa menyerahkan dirinya pada Budi supaya Budi membantunya untuk menghabisi Paramitha, tapi belum sempat rencana itu terlaksana, Monica sudah di laporkan Adven dan Paramitha ke polisi, bahkan sekarang dia sedang hamil anak dari Budi.
"Aku ngidam ingin membunuh Paramitha"
"Tidak, anakku harus jadi orang baik seperti aku, aku tidak mau dia terpengaruh sifat buruk kamu itu" ucap Budi
"Aku yakin kamu sengaja membuat aku hamil untuk membuat aku tidak bisa apa apa kan!" sinis Monica
"Ya, aku menyukai kamu Monica sudah sejak lama dan aku akan membuat kamu jadi tahananku sekarang, tak hanya tahanan kota, aku akan membuat kamu jadi tahanan rumah" jawab Budi membuat Monica terbelalak.
"Bajingan kamu!" teriak Monica tapi bibir Monica langsung di bungkam dengan bibir Budi.
"Mhhhfff... lepaskan!" teriak Monica
"Percuma, tidak akan ada yang menolong kamu, di rumah ini semuanya adalah anak buahku dan mereka hanya tunduk padaku" bisik Budi menggendong Monica ke arah kamarnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Di perusahaan Alkhatiri konstruksi.
"Mas, jam pulang Axel sudah dekat, sudah telepon mommy?" tanya Paramitha yang sedang menemani Adven meeting bersama rekan bisnisnya
"Sudah, mommy bilang Axel sudah sampai di rumah" jawab Adven
"Pak Adven, saya sudah melihat di televisi tentang pernikahan Anda dan hilangnya istri anda selama Lima tahun, awalnya saya tidak percaya, tapi melihat Anda begitu lembut berbicara pada bu Paramitha, saya jadi percaya" ungkap rekan bisnisnya Adven
"Kami dulu terpisah karena istri saya kecelakaan, di angkat anak oleh seseorang dan hilang ingatan, sekarang istri saya sudah kembali dan mulai mengingat semuanya" jawab Adven
"Saya ikut bahagia dengan pertemuan kembali anda dan istri anda" ungkapnya
"Terima kasih pak, saya harap apa yang jadi pemberitaan di publik itu tidak mempengaruhi kerja sama perusahaan kita" ungkap Adven
"Tentu saja tidak, anda tidak sedang berselingkuh, tidak masalah" jawabnya menepuk bahu Adven
Pertemuan itu sudah selesai, mereka sepakat untuk bekerja sama dan kliennya langsung pamit setelah menandatangani kontrak kerja sama mereka.
Tapi Adven tidak kembali ke kantor, dia ke rumah lama Tsania yang menurut Akhtar masih menyimpan banyak barang ataupun bukti kejahatan Tsania dan Monica di masa lalu, jadi Adven membawa Paramitha ke sana untuk secara diam diam mencari bukti lain supaya bisa membuat Monica juga di penjara.
"Lihat mas, ada mobil dan orang juga di dalam rumah itu, siapa ya" ucap Paramitha
Adven melihat ke arah yang di tunjukkan Paramitha, terdapat mobil SUV hitam di depan halaman rumah lama Tsania, ada Luis juga di depan teras sedang mengobrol dengan seseorang yang merupakan anak buah Monica.
Adven mengenali mereka karena semua anak buah Monica memiliki tato anjing ditangannya. Dan menurut Monica itu dia lakukan supaya anak buahnya tahu posisi mereka di kelompok Monica.
"Aku heran Mitha, harusnya kan Om Luis membela Tsania, tapi kenapa sekarang malah bersama anak buah Monica" gumam Adven terlihat heran.
"Apa mungkin mereka juga bekerja sama mas" ucap Paramitha