NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 CALM MEET CHAOS

Hujan itu kayak punya agenda sendiri.

Dateng

tanpa izin,

tanpa aba-aba.

Sore itu.

Taehyung dan Jungkook baru keluar dari toko alat musik.

Kantong belanjaan di tangan Taehyung cukup banyak.

Jungkook bawa sebagian.

“Kayaknya hujan,” Taehyung ngomong sambil nengok langit.

Belum selesai kalimatnya—

DERES.

“Anjir,” Jungkook refleks.

“Lari.”

Mereka lari ke arah selasar fakultas.

Basah dikit.

Napas agak ngos-ngosan.

Dan mereka ketawa.

Bukan ketawa heboh.

Ketawa kecil… karena kebersamaan.

Mereka berhenti di ujung selasar.

Sepi.

Cuma suara hujan jatuh ke lantai.

Taehyung berdiri di samping Jungkook.

Bahunya basah dikit.

“Lo dingin?” Jungkook nanya.

“Enggak,” Taehyung jawab.

“Biasa aja”

Jungkook buka hoodie-nya.

Tanpa ngomong.

Disampirin ke bahu Taehyung.

“Eh—” Taehyung kaget kecil.

“Diam,” Jungkook senyum.

“Ini bentuk orang Chaos peduli.”

Taehyung nyengir.

“Norak.”

Tapi dia gak nolak.

Hening lagi.

Bukan canggung.

Tapi tegang…

dengan cara yang aneh.

Taehyung megang kantong belanjaan.

Salah satu hampir jatuh.

Jungkook refleks narik.

Dan tanpa sadar—

tangan mereka ketemu.

Jari Jungkook nyentuh jari Taehyung.

Hangat.

Diam.

Sepersekian detik yang kerasa lama.

Taehyung gak narik tangannya.

Jungkook juga enggak.

“Taehyung…”

suara Jungkook pelan.

“Hmm?”

“Kalau gue—”

Jungkook berhenti.

Tangannya masih di situ.

Taehyung menoleh.

Tatapan mereka ketemu.

“Kalau lo takut,” Taehyung bilang pelan,

“lo boleh bilang lain waktu”

Jungkook senyum kecil.

“Tapi tangan lo jangan dilepas.”

Dan Jungkook…

menggenggam.

Pelan.

Hati-hati.

Seolah nanya izin.

Taehyung balas genggaman itu.

Kecil.

Tapi jelas.

Hujan makin deras.

Dunia seolah nyempit

cuma selebar selasar itu.

“Gue deg-degan,” Jungkook ngaku.

Taehyung ketawa kecil.

“Gue juga.”

“Ini pegangan tangan pertama gue yang gak ribut.”

Taehyung nyenggol pelan.

“Lebay”

Jungkook nyengir.

Dari kejauhan…

Mingyu dan Jimin lagi lari nyari tempat berteduh.

Mereka berhenti mendadak.

“BRO,” Mingyu melotot.

“PEGANGAN TANGAN.”

Jimin nutup mata.

“Gue gak siap.”

Hoseok muncul dari belakang.

“Foto.”

“JANGAN,” Namjoon langsung nyegah.

“Biar moment ini cuma punya mereka.”

Dan mereka mundur pelan.

__

Hujan mulai reda.

Taehyung nengok tangan mereka.

“…udah gak hujan.”

“Iya,” Jungkook jawab.

Tapi…

genggamannya gak lepas.

“Lo mau pulang?” Jungkook nanya.

Taehyung mikir sebentar.

“…antar gue.”

Jungkook senyum.

“Dengan senang hati.”

Mereka jalan.

Masih gandengan.

Gak sembunyi.

Gak pamer.

Cuma… jujur.

Di depan gedung asrama Taehyung.

Mereka berhenti.

Taehyung melepaskan tangan lebih dulu.

Jungkook ngerasa…

kosong.

“Thanks,” Taehyung bilang.

“Untuk hujannya?” Jungkook bercanda.

“Untuk keberaniannya”

Jungkook menatap Taehyung lama.

“Taehyung,” katanya.

“Hmm?”

“Besok…

gue pengen ngomong serius.”

Taehyung jantungnya berdetak lebih kencang.

“…oke.”

Dia masuk.

Jungkook masih berdiri sendirian di sana

Hujan udah berhenti.

Tapi dadanya masih rame.

Mereka baru aja pegangan tangan.

Dan besok—

semua yang “hampir”

mungkin bakal jadi pasti.

___

Pagi itu…

Jungkook bangun dengan satu pikiran:

hari ini gue harus ngomong.

Masalahnya—

dia gak sempet.

Belum juga jam delapan…

“WOI.”

Pintu kamar Jungkook diketok brutal.

“BUKA, ATAU GUE DOBRAK,” suara Mingyu.

Jungkook buka pintu sambil setengah ngantuk.

Enam orang Chaos langsung masuk.

“Ini intervensi,” Jimin bilang.

“Ini pengadilan,” Hoseok nambah.

“Ini reality show,” Mingyu sok serius.

Jungkook nutup pintu.

“Apaan sih.”

Namjoon nyender ke meja.

“Lo sama Taehyung.”

Jungkook menghela napas.

“Kenapa?”

“Status lo apa?” Seokmin nanya polos.

“Gue… belum tau.”

Semua Chaos serempak:

“HAH?”

Di waktu yang sama…

Geng Calm kumpul di kafe kecil dekat kampus.

Taehyung lagi ngaduk minumannya.

“Lo keliatan gelisah,” Seokjin komentar.

Taehyung pura-pura santai.

“Biasa aja.”

Yoongi nyeruput kopi.

“Hari ini dia ngomong, atau enggak?”

Taehyung diem.

“…katanya mau.”

Wonwoo melirik.

“Dan kalau enggak?”

Taehyung menatap meja.

“…gue gak maksa.”

Jisoo senyum tipis.

“Itu jawaban yang Calm banget.”

Kampus makin rame.

Gosip baru naik.

PEGANGAN TANGAN CHAOS X CALM TERLIHAT KEMARIN

Chaos makin kepo.

Calm makin tegang.

__

Siang hari.

Lapangan kampus.

Kedua geng ketemu.

Tanpa janjian.

Tanpa salam.

Mingyu buka suara duluan.

“Jadi… ini mau dibawa ke mana?”

Taehyung kaget.

Jungkook maju selangkah.

“Bukan urusan kalian.”

Yoongi angkat alis.

“Justru karena ini urusan lo berdua,

kami gak mau ada yang tersakiti.”

Seokjin nengok ke Jungkook.

“Lo serius gak sama dia?”

Jungkook langsung jawab.

“Iya.”

Tanpa ragu.

Taehyung kaget.

“Terus kenapa belum pacaran?” Mingyu nyeletuk.

Jungkook menelan ludah.

“Karena gue mau ngomong bener” katanya.

“Bukan karena ditekan.”

Hoseok nyeletuk,

“Romantis juga Chaos satu ini.”

Suasana tegang.

Orang-orang mulai ngelirik.

Taehyung melangkah maju.

“Gue gak butuh kepastian hari ini,” katanya tenang.“Gue butuh kejujuran.”

Jungkook menoleh.

Tatapan mereka ketemu.

“Gue jujur,” Jungkook bilang pelan.

“Gue cuma takut.”

Taehyung angkat alis.

“Takut apa?”

“Takut kalau gue bilang sekarang,

gue bakal ngerusak tenang lo.”

Sunyi.

“Dan gue gak mau,” Jungkook lanjut.

“Kalau nanti lo ninggalin gue,

gue pengen itu karena lo milih—

bukan karena gue maksa.”

Taehyung menelan napas.

Chaos bengong.

Calm terdiam.

Yoongi senyum tipis.

“Jawaban aman.”

Seokjin ngangguk.

“Jawaban dewasa.”

Taehyung mendekat.

Satu langkah.

Jarak mereka tinggal sejengkal.

“Kalau gitu,” Taehyung bilang pelan,

“nanti sore… ngomong sama gue.”

Jungkook mengangguk.

“Jam berapa?”

“Setelah hujan,” Taehyung jawab.

Jungkook senyum kecil.

“Lo yakin sore ini bakal hujan?”

Taehyung nyengir.

“Yakin”

Dua geng bubar.

Dengan satu kesimpulan sama:

malam ini penentuan.

Jungkook berdiri sendirian di lapangan.

Tangannya gemetar sedikit.

Chaos yang dulu bakal ketawa.

Sekarang?

Dia nunggu.

Dengan jantung penuh.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!