NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25 Cinta di Sepertiga Malam

Perlahan, Rina mengangkat tangannya yang lemah dan mengusap pipi Azkar dengan ujung jarinya. Sentuhan itu sangat lembut, seolah ia sedang menyentuh sesuatu yang paling berharga di dunia.

Gangguan Kecil

Namun, momen haru itu terinterupsi oleh rasa tidak nyaman di perut bawahnya. Rina menggigit bibirnya, ia merasa sangat ingin ke kamar mandi.

"Mas... Mas Azkar..." bisik Rina parau, mencoba membangunkan suaminya.

Azkar yang memang tidurnya sangat tidak nyenyak karena terus waspada, langsung tersentak bangun. Matanya yang merah karena kantuk langsung terbuka lebar.

"Rina? Kenapa, Sayang? Ada yang sakit? Dada kamu sesak lagi?" tanya Azkar bertubi-tubi dengan nada panik, tangannya langsung meraba kening Rina.

Rina menggeleng pelan, wajahnya sedikit memerah karena malu. "Enggak Mas... Rina... Rina mau pipis."

Azkar tertegun sejenak, lalu ia mengembuskan napas lega yang sangat panjang. Ia tersenyum, sebuah senyum tulus yang baru kali ini Rina lihat begitu dekat.

"Alhamdulillah... Mas kaget, Mas kira kamu kenapa-kenapa."

Azkar segera berdiri, meski kakinya sedikit kesemutan. "Bisa bangun? Atau mau Mas bantu pakai pispot di sini saja?"

Rina langsung menggeleng cepat, "Enggak mau! Mau ke kamar mandi aja, Mas."

____________________________________________________

Momen ini menjadi interaksi manis pertama mereka tanpa ada amarah.

____________________________________________________

Rina menggeleng cepat dengan wajah merona. "Enggak mau pispot, Mas! Malu... Mau ke kamar mandi aja," pintanya lirih.

Gus Azkar melihat kaki Rina yang masih gemetar dan tubuhnya yang sangat lemah. Tanpa banyak bicara, ia menyibakkan selimut yang menutupi kaki Rina.

"Mas... Mas mau ngapain?" Rina tersentak kecil saat melihat Azkar mulai merunduk ke arahnya.

"Kaki kamu masih lemas, Sayang. Jangan dipaksa jalan, nanti jatuh," jawab Azkar dengan suara rendah yang menenangkan.

Gendongan di Sepertiga Malam

Dengan gerakan yang sangat lembut namun cekatan, Gus Azkar menyusupkan satu lengannya di bawah leher Rina dan lengan lainnya di bawah lipatan lutut istrinya. Dalam satu gerakan mantap, ia mengangkat tubuh Rina yang terasa begitu ringan—jauh lebih ringan dari yang ia ingat, sebuah tanda betapa banyak berat badan Rina turun selama masa depresi ini.

Hup!

Rina secara refleks mengalungkan kedua tangannya ke leher Azkar agar tidak terjatuh. Wajah mereka kini hanya berjarak beberapa sentimeter. Rina bisa merasakan hembusan napas Azkar di keningnya, dan aroma parfum suaminya yang bercampur dengan wangi sabun bayi—mungkin Azkar sempat membasuh wajahnya tadi.

Rina menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya, menyembunyikan pipinya yang terasa panas. Di sana, ia bisa mendengar detak jantung Azkar yang berdegup kencang, sama kencangnya dengan jantungnya sendiri.

"Pegangan yang erat, Mas nggak akan biarkan kamu jatuh lagi," bisik Azkar sambil berjalan perlahan menuju kamar mandi di dalam ruang ICU tersebut, memastikan selang infus Rina tidak tertarik.

Langkah kaki Azkar terasa begitu kokoh dan melindungi. Di dalam gendongan itu, Rina merasa dunia yang tadinya begitu menakutkan dan ingin ia tinggalkan, tiba-tiba terasa jauh lebih aman.

Kehangatan tubuh Azkar seolah menyalurkan energi kehidupan baru ke dalam raganya yang sempat layu.

Sesampainya di depan pintu kamar mandi, Azkar tidak langsung menurunkannya. Ia menatap mata Rina dalam-dalam di bawah cahaya lampu remang-remang.

"Terima kasih sudah memilih bangun, Rin. Mas janji, gendongan ini akan selalu ada setiap kali kamu merasa tidak sanggup melangkah," ucap Azkar tulus sebelum perlahan menurunkan kaki Rina ke lantai dengan sangat hati-hati.

Rina hanya bisa mengangguk kecil dengan kepala tertunduk, tak berani menatap mata suaminya yang begitu penuh dengan cinta dan penyesalan.

____________________________________________________Suasana romantis ini mulai mencairkan es di hati Rina.

____________________________________________________

Gus Azkar menurunkan Rina ke ranjang dengan sangat hati-hati, memastikan bantal di belakang punggung istrinya sudah nyaman. Suasana sepertiga malam itu memang sangat sunyi, hanya ada suara dengung halus dari pendingin ruangan dan detak mesin monitor yang monoton.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!