NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-31

Sialll!!!

Demian mengumpat saat tangan Indri mulai menari nari di atas pahanya, apalagi saat Indri mendongak kan kepalanya seraya tersenyum sensual ke arahnya.

Namun bukannya tergoda, Demian malah menepis tangan Indri dengan dingin lalu bangun dari tempatnya duduk.

"Tidurlah, seperti nya kehadiran ku malah membuat mu tidak bisa tidur..." ucapnya lalu melegang pergi meninggalkan Indri dengan seribu kekesalannya.

"Lihat saja! Aku tidak akan pernah melepaskan mu Demian! Karena aku sangat membutuhkan mu agar aku bisa mendapatkan saham keluarga Manopo!"

Yah Indri sudah mengetahui tentang persyaratan saham yang akan diwariskan kepadanya dari keluarga Manopo, dia dan Hajeera sama-sama mendapatkan bagian yang rata dari keluarga Manopo, namun yang membedakan kekuasaan nya adalah siapa yang bisa menikahi keluarga Benedict maka dialah yang bisa memutuskan sesuatu di dalam perusahaan, alias bisa meneruskan perusahaan meskipun sahamnya dengan Hajeera berjumlah imbang, karena jika di tambah kan dengan keluarga Dirgantara sahamnya lebih unggul, saat ia mendapatkan 40% saham Manopo group begitupun dengan Hajeera sama dengan miliknya hanya mendapatkan 40% dari jumlah saham milik keluarga Manopo, dan 20% nya lagi milik keluarga Dirgantara jika bisa menikahi salah satu dari mereka.

Pagi harinya, Hajeera bangun pagi pagi sekali perutnya terasa keroncongan, dan matanya memaksanya terbuka lebih dahulu.

Namun ia lebih dulu memilih mandi lalu melaksanakan solat subuh terdahulu, setelah nya pukul setengah enam pagi ia baru turun ke dapur rumahnya mengambil beberapa bahan seadanya dan memilih untuk membuat nasi goreng sayuran saja.

Di tengah tengah kesibukannya i Imas datang menghampirinya saat ia tengah berkutat dengan masakannya.

"Masak apa non? Ini masih pagi loh? Biar bibi ajah udah..." ucap bi Imas tak enak hati saat putri bungsu majikannya memasak sendiri.

"Its okey Bi, sebentar lagi juga selesai, udah mulai wangi nih..." ujar Hajeera menolak bantuan bi Imas.

Aroma nasi goreng yang dimasaknya memabukkan indra penciuman siapapun yang menciumnya, pak Benedict yang baru saja selesai mandi langsung keluar dari kamar dan melihat siapa gerangan yang memasak nasi goreng hingga tercium begitu khas dan familiar.

"Sayang, biar bisa Imas ajah yang masak, kamu udah cantik masa harus bau dapur?" ujar pak Benedick pada putri bungsunya.

"Gak masalah pah, jera bisa lap tubuh lagi biar gak bau..."

"Selesai.." ucapnya, mematikan kompornya lalu mengambil sepiring nasi goreng untuk dirinya santap.

"Bi Imas, makan sinih..." ajaknya pada bi Imas yang baru saja turun dari lantai atas setelah mendapat panggilan dari telepon rumah.

"Enggak ah non, bibi mah makan yang lain ajah, takut gak cukup..." tolak bi Imas halus.

"Aku cuman ngambil segini doang, masih ada untuk beberapa orang lagi..." ujar Hajeera menyuapkan nasi goreng buatannya ke dalam mulutnya dengan ekspresi nikmat yang mendalami.

"Enggak non, tuan muda bilang dia mau masakan ini non..." ucap bi Imas yang sontak saja membuat Hajeera berdecih sebal.

"Jangan, saya mau kasih ke temen saya,.. Tolong Masukin ke tempat makan Tupperware semuanya bi..." titah jera yang membuat bi Imas melongo bimbang, ia bingung harus menuruti siapa, tuan muda atau nona mudanya.

"Cepetan, sampe penuh sepenuh Tupperware itu... Saya ke atas dulu ganti baju.."

"Pak Darso, kita berangkat sekarang!!!" teriak nya pada pak Darso yang tengah menyeduh kopi.

"Siap nona..." jawab pak Darso mengangguk setuju.

Bu Imas hanya bisa menuruti keinginan nona mudanya, memasukkan nasi goreng buatan nona mudanya ke dalam Tupperware yang cukup besar.

"Ini yang di piring masukin juga jangan dar?" tanya bi Imas pada pak Darso yang lebih muda darinya.

"Enggak tahu tuh bi, kalo gak dimasukin non bilangnya suruh semuanya masuk, kalo dimasukin ya kali bi temennya makan nasi sisa nona muda?" jawab pak Darso yang merasa bingung juga dengan perseteruan kedua putra putri bos nya.

"Tapi kamu tahu gak bi? Semalam mereka masih~~~...."

"Ayok pak Darso, saya males ketemu para pezina..." ucap Hajeera menyambar kotak bekal di tangan Bi Imas yang sudah rapih hingga ucapan pak Darso terlupakan.

"Mah pah, jera duluan, banyak tugas di sekolah..." pamitnya singkat pada Bu Selyn dan pak Benedick di dalam kamar.

"Hati hati di jalan sayang..." tak ingin berbicara panjang lebar mereka mengizinkan Hajeera untuk berangkat lebih pagi dari biasanya.

Tak lama setelah mobil yang ditumpangi Hajeera pergi, Aaron melangkah turun dari tangga satu persatu.

"Pagi mah, pah,..." sapanya pada Bu Selyn dan pak Benedict yang kebetulan baru saja keluar dari dalam kamarnya.

"Pagi sayang..." jawab Bu Selyn sedikit lebay sedangkan pak Benedict hanya menjawab dengan deheman saja dengan acuh tak acuh.

"Mana nasi goreng saya bi?" tanyanya pada bi Imas yang tengah menyiapkan makanan nya.

Bi Imas kikuk, ia tidak tahu harus menjawab apa, karena Aaron tidak boleh tahu jika nasi goreng yang sering di santapnya hingga menjadi makanan favorit nya adalah nasi goreng buatan Hajeera.

"Ma-maaf Tuan muda, nasi goreng nya sudah habis Tuan,..." jawabnya tertunduk dan takut emosi Aaron meledak.

Benar saja, wajah Aaron memerah, rasa lapar yang ditahannya karena tidak tidur semalaman membuatnya mudah terpancing emosi.

"Bukankah saya sudah bilang? Saya mau!!" ujar nya dengan nada menekan.

"Maaf tuan, yang lain tidak tahu jika tuan meminta..." jawabnya menyalahkan pekerja yang lain yang sontak membuat yang lain sedikit terkejut namun buru buru ekspresi terkejut mereka berubah menjadi biasa saja, karena ini bukan hal biasa, lebih baik mereka yang disalahkan daripada nona kecil mereka yang disalahkan dan akhirnya dibuat kesempatan oleh nona pertama mereka.

"Huftttt... Sudahlah.." ucapnya lesu, lalu menarik salah satu kursi dan duduk di sana.

"Makanlah yang lain Aron, biasanya kamu hanya makan sehelai roti di pagi hari..." ucap Bu Selyn.

"Tapi kan tadi wangi nasi goreng..." ucapnya.

"Makan yang ada saja, sekarang ada rapat di kantor, bukankah kamu menginginkan proyek kota elite? Jangan sampai terlambat datang.." ucap pak Benedict mengingatkan putranya, tentu saja Demian hanya tertunduk lesu mengambil sehelai roti namun sesaat matanya menangkap satu piring nasi goreng yang baru di makan setengah nya di dekat selai strawberry.

"Ini bekas siapa bi?" tanyanya pada bi Imas.

"Jera!!!" jawab pak Benedict yang langsung mendapat cubitan di pahanya dari istri tercinta.

"Aishhh... Sial! Pagi ini sangat sial!!!" umpatnya menatap nanar pada nasi goreng di depannya.

"Jangan seperti itu, dia adikmu... Berbaik hatilah padanya, bisa jadi dia yang membantumu mendapatkan proyek kota elite..." ujar pak Benedick yang membuat Aaron mencebik kesal

Tangannya meski lemas terpaksa mengoleskan selai strawberry ke roti miliknya, namun matanya tak lepas dari tumpukan nasi goreng bekas di atas piring.

"Ah siall!!!"

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Kanza: terimakasih bunda sudah mau meninggalkan jejak untuk menyemangati saya, dukung terus yah Bun❤️
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!