NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga & Kasih Sayang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama kok sedih?

"Mamaaa!"

Arel melompat ke Dira begitu mamanya sampai. Anak itu selalu ceria kalau mamanya pulang. Karena banyak oleh-oleh dan bisa peluk-peluk mamanya.

Dira meletakkan belanjaannya di atas meja dan menggendong Arel. Pandangannya berhenti ke perempuan yang beberapa tahun lebih tua darinya. Babysitter bayarannya. Nama wanita itu Ella. Orangnya baik dan dewasa. Sabar merawat anak kecil juga serta penyayang.

"Makasih ya mbak Ella." ucap Dira.

"Iya Dir. Kalau begitu mbak pulang dulu yah." Dira mengangguk.

"Dada Arel ganteng." Arel melambaikan tangannya ke Ella.

"Paman Raka belum pulang?" Dira bertanya ke bocah lima tahun itu. Arel mengangguk kuat.

"Mungkin paman Raka diem-diem makan candy di belakang Arel? Terus kentut-kentut terus jadi paman Raka takut pulang, biar nggak ketahuan?"

Dira tertawa, mencubit gemas pipi bocah itu.

"Anak mama kok lucu sekaliii..."

Cup cup cup...

Dira mencium pipi Arel bertubi-tubi dan menggelitikinya begitu duduk di sofa. Arel tertawa kencang. Kemudian bercerita panjang kali lebar yang membuat Dira sempat terdiam.

"Mama, sekarang Arel punya banyaak banget temen. Terus temen-temen Arel tanya. Arel punya papa nggak? Karena tiap kali Arel cerita, ceritanya kebanyakan cuma mama sama paman Raka aja."

Dira terdiam. Tapi tetap menjaga ekspresinya di depan anaknya.

"Terus Arel jawabnya apa?"

"Arel jawab, papa Arel udah pergi, perginya jauuuh bangeet. Terus temen-temen Arel bilang kalo perginya jauh banget itu katanya papa Arel pasti perginya ke surga. Kalo papa Arel pergi ke surga, katanya gak bisa balik lagi. Kayak temen Arel yang satunya lagi, papanya juga udah pergi ke surga. Beneran mama? Surga itu jauh banget sampe papa Arel gak bisa balik lagi?"

Nafas Dira tercekat mendengarnya. Dia hampir tidak bisa menahan air matanya, tapi cepat-cepat dia tahan. Dia takut bikin Arel sedih. Takut bocah kecil itu khawatir lihat dia menangis. Rasanya sesak sekali. Dia pikir, segampang itu membesarkan anak tanpa ayahnya. Namun yang dia tidak pernah pikirkan adalah, anak-anak akan selalu penasaran dan punya banyak sekali pertanyaan di benak mereka. Pertanyaan yang kadang tidak bisa di jawab, seperti sekarang ini. Dira bingung harus jawab bagaimana.

Papanya jelas-jelas masih ada. Masih hidup dengan baik, dan amat sangat baik malah. Tapi pria itu tidak pernah tahu kalau dia sudah punya anak.

"Mama, mama kok sedih? Mama sedih karena papa Arel beneran gak bisa balik lagi?" Arel menangkup wajah mamanya.

Dira berusaha tertawa agar tidak keliatan sedih.

"Siapa bilang papa kamu pergi ke surga? Papa kamu ada, tapi belum bisa ketemu sama kamu."

"Kenapa?"

Dira lagi-lagi terdiam.

"Mm…" Dira menarik napas pelan, lalu meraih tangan kecil Arel dan menggenggamnya hangat.

"Kadang orang dewasa punya keadaan yang rumit, Sayang. Bukan karena papa Arel nggak mau ketemu kamu." Arel mengernyit, jelas belum puas.

"Keadaannya kayak apa?"

Dira tersenyum tipis, mengusap rambut anaknya.

"Kayak … mama waktu lagi kerja jauh. Mama sayang Arel, tapi tetap harus pergi sebentar supaya nanti bisa pulang bawa yang terbaik buat Arel."

"Berarti papa Arel juga kerja jauh?" mata Arel berbinar, seolah menemukan harapan.

"Kurang lebih begitu," jawab Dira lembut.

"Bedanya, mama tahu kapan pulangnya. Papa Arel … belum."

Arel terdiam, lalu memeluk leher Dira erat.

"Papa Arel tau nggak kalo Arel anak baik? Tau nggak kalo Arel pinter dan sayang mama?"

Pertanyaan itu menghantam dada Dira. Ia memejamkan mata sejenak, menahan perih yang naik ke tenggorokan.

"Mama yakin, kalau papa kamu tahu… dia bakal bangga sekali sama kamu."

"Kalau suatu hari papa Arel ketemu Arel," lanjut bocah itu polos,

"Papa bakal tinggal sama kita nggak?"

Dira membuka mata, menatap wajah kecil itu. Ada harapan murni di sana.

"Mama nggak bisa janji," katanya jujur tapi lembut.

"Tapi mama janji satu hal."

"Apa?" Arel menatap penuh antusias.

"Mama nggak akan ninggalin Arel. Mama akan selalu ada, apa pun yang terjadi."

Arel tersenyum lebar, lalu mengangguk mantap.

"Berarti Arel punya mama doang juga gak apa-apa. Soalnya mama udah cukup."

Air mata akhirnya lolos. Satu tetes jatuh di pipi Dira, cepat ia hapus. Ia memeluk Arel lebih erat, mencium ubun-ubun kecil itu.

"Makasih, sayang. Tapi ingat ya … kamu pantas dapat semua cinta di dunia. Termasuk dari papa kamu."

Arel menguap kecil, kepalanya bersandar di dada Dira sampai akhirnya tertidur. Dira mendesah berat. Ingatannya kembali pada Ethan tadi. Dari sikap pria itu yang masih membencinya, mana mungkin dia akan menyukai kehadiran Arel di dunia ini.

Apalagi Ethan sudah punya kekasih baru. Namanya Liana. Mirip dengan nama bos-nya. Orangnya juga sama-sama ramah dan menyenangkan. Zora dalam versi kalem, sedangkan Liana kekasih Ethan jauh lebih berekspresi. Wanita itu tampak baik. Ethan lebih cocok dengan wanita jenis begitu. Karena Dira pendiam. Tidak terlalu berekspresi. Intinya dirinya membosankan.

"Papamu, sudah punya kekasih baru sayang. Mama nggak mungkin ngasih tahu keberadaan kamu di dunia ini sama papa kamu. Mama udah bikin kesalahan besar, papa kamu udah benci dan kecewa banget sama mama, maafin mama ya, sayang." gumamnya mengecup ubun-ubun Arel lagi dengan mata sendu.

Ia memindahkan Arel ke kamar, lalu kembali ke ruang tamu memutar televisi. Raka belum pulang. Ia selalu menunggu adiknya pulang baru tidur. Mungkin karena terbiasa.

Saat layar itu menyala, Dira langsung di suguhkan dengan berita tentang profesor Lianna Zhou yang masih muda dan berbakat. Dira tersenyum tipis. Entah kenapa dia merasa menyukai jenis wanita seperti Zora. Cantik, kalem, tidak banyak bicara tapi jenius, dan satu lagi, wanita itu memiliki pesona yang luar biasa. Dia punya semuanya yang jarang wanita lain punya.

Jika dibandingkan dirinya, mereka gak langit dan bumi.

1
andi_wathy
sering² upload juga yg ini thorrr jgn kelamaan soalnya aku gampang lupa alurnya apa lagi novelmu byk pollll
lovely_day
lama bgt nunggu up ny thor
zahrahaifa
tembak aje palanye rel.... iri dia tuh sm aurora karna bisa deket2 sm lu
Ida Wahyuni
lama banget upload nya
Halimatun Saadiah
lanjut dong
Riska Baelah
gak nyangka dri 3 mafia Damian matt kisah cinta ethan yg paling rumit bin ribet,, mna si dira gak tertolong lg karakter ny,,
klu bukan karna ethan udh pasti males bnget baca ny ,,,
Lilik Juhariah
kak Ariel Kok kuat gak minta balasan
Lilik Juhariah
Ariel bikin sensasi , di depannya Gisel tidur , suka tantangan
Lilik Juhariah
nekat banget Kak Komandan ini
Lilik Juhariah
Ariel Nekat🤣🤣 Rora dah bikin candu
Lilik Juhariah
😍😍😍😍semangat Areeil
Lilik Juhariah
lama punya kak Mae
Dian Rohmat Firdaus
ini novel sedih banget
Roza Ozaa
kpan lanjut nih
K.A
lanjut thor
Hanima
Lanjuttt
Magichand01 86
up teruusss
Rita
Arel bahaya🔥🔥🔥🔥
lovely_day
arel.. lihat situasi dong.. main gass aja
Ari Nuryanti
aurora pelepasan pertama ditempat yg kurang tepat bangggggg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!