NovelToon NovelToon
Warisan Pedang Naga

Warisan Pedang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

Serial ini mengisahkan perjalanan Chen Feng, seorang pemuda yang menjadi satu-satunya keturunan keluarga pemburu naga setelah desa kecilnya di Tanah Seribu Pegunungan dibakar dan orang tuanya terbunuh oleh Sekte Ular Hitam. Dengan bimbingan Ye Linglong, putri dari klan pemburu naga terkemuka, Feng belajar mengendalikan kekuatan naga yang mengalir dalam dirinya—kekuatan yang tidak hanya berasal dari kemarahan akan kehilangan, melainkan dari kedamaian dan pemahaman tentang cinta serta tanggung jawab.

Melalui serangkaian ujian yang menguji keberanian, pengendalian diri, dan pemahaman tentang cinta serta masa lalu, Feng harus menghadapi dendam yang telah berlangsung berabad-abad antara keluarganya dengan Sekte Ular Hitam. Ia menemukan bahwa kekuatan sebenarnya bukanlah dari kemarahan atau kekerasan, melainkan dari kemampuan untuk menerima rasa sakit, menyatukan apa yang terpisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21: Serangan Di Desa Baik Bulan

Jalan menuju Desa Baik Bulan diliputi kabut tebal yang dingin dan menyakitkan. Pasukan Perhimpunan Pemburu Naga bergerak dengan hati-hati, langkah mereka teredam oleh tanah yang lembap dan rerumputan yang tinggi. Udara terasa berat dengan energi gelap yang menyebar, membuat beberapa prajurit yang kurang berpengalaman merasa pusing dan lemah.

“Jaga diri kalian!” teriak Ye Chen dari bagian depan kolom. “Energi ini bisa mempengaruhi pikiran dan tubuh jika kalian tidak tetap fokus pada tujuan kita!”

Feng berjalan di tengah rombongan, Pedang Naga di tangannya menyala dengan cahaya keemasan yang stabil—cahaya itu menjadi sumber penghangatan dan kejelasan di tengah kegelapan yang mengerikan. Dia merasakan getaran kuat dari tanah di bawah kakinya, seolah ada sesuatu yang besar sedang bangun dari kedalaman bumi.

Ketika mereka akhirnya mencapai Desa Baik Bulan, pemandangan yang ada di depan mata membuat semua orang terkejut dan marah. Rumah-rumah kayu yang dulunya hangat dan penuh kehidupan kini hancur berkeping-keping, dengan bekas bakar yang masih menyala merah di beberapa sudut desa. Tanah di sekitarnya berubah warna menjadi hitam pekat, dan udara dipenuhi dengan bau menyengat seperti logam yang terbakar.

Di tengah desa, struktur piramida hitam yang besar berdiri dengan kokoh. Energi gelap menyala seperti kilat di permukaannya, dan garis-garis cahaya hitam menyebar dari dasar piramida ke segala arah, menusuk tanah seperti akar yang sedang tumbuh liar. Di sekeliling piramida, ratusan anggota Sekte Ular Hitam berpakaian jubah hitam berdiri dengan sikap tegak, dengan Hei Yu berdiri di puncak piramida bersama dengan sosok tinggi yang wajahnya tertutup oleh tudung hitam.

“Hei Yu!” teriak Feng dengan suara yang jelas menyilang kebisingan angin yang mulai bertiup kencang. “Berhentilah sebelum terlambat! Kau tidak tahu apa yang kamu lakukan!”

Hei Yu hanya menyeringai, wajahnya penuh dengan kegilaan yang mengerikan. “Aku tahu persis apa yang aku lakukan, Chen Feng! Hari ini aku akan membuka segel dan melepaskan kekuatan yang akan membawa dunia baru—dunia yang berada di tangan mereka yang benar-benar kuat!”

Tanpa berlama-lama, sosok tertutup tudung itu mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya. Energi gelap mulai terkonsentrasi di atas piramida, membentuk bola hitam yang besar dan mengeluarkan suara gemuruh yang menusuk telinga. Tanah mulai bergoyang dengan kuat, dan suara seperti teriakan ribuan jiwa terdengar dari kedalaman bumi.

“Pasukan siap tempur!” perintah Ye Chen dengan suara yang kuat. Pasukan Perhimpunan Pemburu Naga segera membentuk formasi pertahanan yang teratur—Klan Naga Merah di depan dengan perisai yang menyala api, Klan Naga Biru di sisi untuk mengendalikan aliran energi, Klan Naga Hijau di belakang untuk menyembuhkan luka-luka dan memperkuat tanah, sedangkan prajurit Keluarga Ye siap untuk menyerang.

Pertempuran pecah dengan kekuatan yang luar biasa. Anggota Sekte Ular Hitam menyerang dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya—energi gelap menyala di tangan mereka, dan setiap serangan bisa menghancurkan batu dan kayu dengan mudah. Namun pasukan Perhimpunan Pemburu Naga tidak tinggal diam.

Klan Naga Merah mengeluarkan tembakan bola api yang terkendali, membakar energi gelap tanpa menyakiti tanah atau makhluk hidup yang tidak bersalah. Klan Naga Biru mengendalikan aliran air dari sungai dekat, membentuk tembok air yang melindungi pasukan dan membasahi tanah yang terbakar. Klan Naga Hijau menyemburkan benih-benih ajaib yang tumbuh menjadi pagar tumbuhan yang kuat, membatasi gerakan musuh dan menyembuhkan luka-luka pada prajurit yang terluka.

Feng sendiri melesat ke arah puncak piramida, dengan Linglong dan para pemimpin klan mengikutinya. Mereka menghadang serangan dari anggota Sekte Ular Hitam yang lebih kuat, dengan Feng menggunakan Pedang Naga untuk memantulkan energi gelap dan mengirimkannya kembali ke arah penyerang.

“Hei Yu, kau masih bisa berhenti!” teriak Feng saat menghindari serangan dari sosok tertutup tudung itu. “Kekuatan yang kamu bangunkan akan menghancurkanmu juga!”

“Kamu tidak mengerti apa-apa!” balik Hei Yu dengan suara yang penuh kemarahan. Dia menarik pedang hitamnya yang besar, dan energi gelap menyala seperti nyala api di bilahnya. “Keluarga mu telah menyembunyikan kebenaran dariku selama berabad-abad! Sekarang waktuku telah tiba!”

Pertempuran antara Feng dan Hei Yu pecah dengan intensitas yang luar biasa. Setiap benturan pedang menghasilkan percikan cahaya keemasan dan gelap yang menyembur ke segala arah, membuat tanah di sekitar mereka terkoyak dan udara bergoyang seperti badai.

Sementara itu, Liu Hai dan Li Mei berhasil mencapai dasar piramida. Mereka bekerja bersama untuk menghentikan aliran energi gelap yang masuk ke dalam struktur itu—Liu Hai menggunakan kekuatan air untuk membekukan bagian bawah piramida, sedangkan Li Mei menggunakan kekuatan api untuk membakar energi gelap yang menyebar.

Namun struktur itu terlalu kuat. Energi gelap mulai keluar dengan paksa, melemparkan Liu Hai dan Li Mei ke belakang dengan kekuatan yang besar. Lin Xia segera datang untuk menyembuhkan mereka, menggunakan kekuatan tanah untuk membuat bidang perlindungan yang kuat di sekitar mereka.

“Kita tidak bisa menghentikannya dengan kekuatan biasa!” teriak Lin Xia dengan suara yang penuh kekhawatiran. “Kita perlu mencari cara untuk memutus sumber energi yang masuk ke dalam piramida itu!”

Feng mendengar kata-katanya sambil masih berjuang dengan Hei Yu. Dia melihat ke bawah dan menemukan bahwa garis-garis energi gelap yang menyebar dari piramida ternyata terhubung ke empat titik di sekeliling desa—empat batu kuno yang telah diubah menjadi sumber energi gelap.

“Kita harus menghancurkan empat batu itu!” teriak Feng kepada pasukan. “Itulah sumber kekuatan mereka!”

Tanpa menunggu jawaban, Feng menggunakan kecepatannya yang luar biasa untuk menghindari serangan Hei Yu dan melesat ke arah batu pertama. Pedang Naga menyala dengan cahaya keemasan yang sangat terang, dan dengan satu pukulan kuat, dia menghancurkan batu itu menjadi serpihan. Energi gelap yang keluar dari batu itu langsung diserap oleh Pedang Naga, yang kemudian mengeluarkan cahaya yang lebih terang.

Melihat itu, para pemimpin klan segera bertindak. Ye Chen menghancurkan batu kedua dengan pedangnya yang menyala energi emas, Li Mei menghancurkan batu ketiga dengan bola api yang murni, sedangkan Liu Hai dan Lin Xia bekerja bersama untuk menghancurkan batu keempat dengan kombinasi kekuatan air dan tanah.

Ketika keempat batu itu hancur, energi gelap yang masuk ke piramida mulai berkurang. Struktur itu mulai bergetar dengan kuat, dan suara seperti teriakan menyakitkan terdengar dari dalamnya. Sosok tertutup tudung itu akhirnya melepas tudungnya, menunjukkan wajah yang membuat semua orang terkejut—ia adalah leluhur dari keluarga Hei yang sama sekali tidak dikenal, yang telah hidup selama berabad-abad dengan menggunakan kekuatan gelap.

“Kalian tidak bisa menghentikan apa yang sudah dimulai!” teriaknya dengan suara yang pecah. “Segel akan terbuka, dan dunia akan menerima takdirnya!”

Dengan kekuatan terakhirnya, dia menyerang Feng dengan serangan yang penuh dengan energi gelap. Feng menghadapinya dengan tenang, mengumpulkan seluruh kekuatan dari Pedang Naga dan dari pasukannya. Cahaya keemasan menyala dengan sangat terang, membungkus seluruh desa dan menghancurkan energi gelap yang tersisa.

Ketika cahaya mulai mereda, piramida hitam telah lenyap, dan sebagian besar anggota Sekte Ular Hitam telah terluka atau menyerah. Hei Yu terbaring lemah di tanah, dengan energi gelap yang menyelimuti dirinya mulai menghilang. Leluhur keluarga Hei juga menghilang, lenyap bersama dengan kekuatan gelap yang dia gunakan.

Feng mendekati Hei Yu dengan hati-hati. Wajahnya tidak penuh kemarahan, melainkan belas kasihan. “Kau telah dikhianati oleh kekuatan yang kamu percayai,” ujarnya dengan suara yang lembut. “Namun masih ada harapan untukmu. Kau bisa memilih jalan yang berbeda.”

Hei Yu melihatnya dengan mata yang penuh dengan kesedihan dan pemahaman. “Aku telah melakukan banyak kesalahan,” bisiknya dengan suara yang lemah. “Aku berpikir bahwa kekuatan adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan keadilan, tapi aku hanya membawa lebih banyak penderitaan.”

Feng mengangguk dengan penuh pengertian. “Kita semua pernah melakukan kesalahan,” katanya. “Yang penting adalah kita punya keberanian untuk mengubah diri dan melakukan yang benar.”

Malam itu, pasukan Perhimpunan Pemburu Naga mulai membersihkan desa dan merawat mereka yang terluka—baik dari pasukan mereka maupun dari anggota Sekte Ular Hitam yang masih hidup. Klan Naga Hijau menggunakan kekuatan mereka untuk menyembuhkan tanah yang tercemar, membuat tunas hijau mulai tumbuh kembali dari tanah yang tadinya hitam pekat.

Feng berdiri di tepi desa yang mulai pulih, melihat ke arah langit yang penuh bintang. Dia tahu bahwa pertempuran ini hanya permulaan—kekuatan gelap yang mereka lawan hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya ada di balik segel. Namun kini dia merasa lebih kuat dari sebelumnya, karena dia tahu bahwa dia tidak sendirian. Bersama dengan pasukannya dan dengan kekuatan yang benar, dia siap menghadapi apa pun yang akan datang untuk melindungi tanah airnya dan membawa perdamaian yang sesungguhnya bagi Tanah Seribu Pegunungan.

1
andi
luar biasa
sambo
👌👌👌
lukman
krren
ciko
luar biasa
bara
mantap
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Untungnya Ye Fang masih selamat
adul
kerrn
adul
lanjut
zaka
kerrn
dfos
mantap
fajar
👍👍👍
fajar
✊️✊️✊️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!