Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Firasat Nando
Nando menghisap rokok yang ada di tangan dengan sangat nikmat sambil duduk di bawah pohon beringin yang begitu rindang, di sebelah nya ada Ferdian yang selama ini selalu menjadi teman dia dan tidak pernah cekcok dengan Nando karena mereka memang sudah bersama sejak kecil dulu sampai kemudian telah berumah tangga seperti sekarang ini.
Ferdian tahu bahwa sekarang Nando sedang bingung memikirkan apa yang telah terjadi kepada Yuli, sakit yang di alami oleh istri Nando sudah buka rahasia lagi karena para teman juga sering datang untuk melihat keadaan Yuli namun mereka semua tidak ada yang berani melihat secara langsung akibat tidak sanggup menahan bau itu.
Memang penyakit Yuli begitu aneh dan juga tidak masuk akal bila hanya karena penyakit kulit biasa, namun anda tidak putus asa dan terus mengobatkan kepada dokter kulit karena dia beranggapan bahwa sang istri suatu saat pasti bisa sembuh bila memang itu hanya penyakit kulit biasa.
Namun itu sudah berlangsung begitu lama dan sampai sekarang sama sekali tidak ada perubahan walau hanya sedikit saja, mungkin bagi seorang pria sudah ada rasa bosan dan jenuh di dalam hati karena sang istri sudah tidak bisa memberikan pelayanan baik itu di ranjang atau bahkan di dapur sehingga Nando mulai merasa jenuh.
Ferdian tahu bahwa Nando butuh pelampiasan juga namun dia tidak berani untuk menawarkan sesuatu yang di larang oleh agama, tapi bila di lihat dari wajah saja maka Nando terlihat begitu kusam dan berat sekali pemikiran pria satu ini sehingga Ferdian merasa kasihan juga kepada sang teman sehingga ingin membantu walau hanya sedikit saja.
"Yuli apa masih tetap seperti itu?" Ferdian bertanya terlebih dahulu.
Nando mengangguk dan dia merasa sungkan sekali untuk mengatakan apa yang telah terjadi sekarang ini, seolah bila ada di luar maka dia ingin membicarakan hal lain agar tidak terus fokus kepada sang istri yang hanya bisa merintih di atas ranjang karena merasakan sakit dan juga panas di tubuh dia.
"Kau cerita saja bila memang ada yang mengganjal di dalam hati mu itu." Ferdian berkata sambil menghisap rokok.
"Sudah terlalu banyak yang mengganjal di dalam hati ini, aku sampai tidak tahu harus bercerita dari mana." jawab Nando sambil menghembuskan nafas kasar.
"Jangan terlalu di ini'in Bro, apa lah nama nya." Ferdian ingin mengajak Nando bergurau agar dia lupa dengan batin yang begitu berat.
"Apa lah kau ini, tidak jelas pula berbicara apa." Nando membuang muka karena dia tidak ingin bercanda untuk saat ini karena beban sangat berat.
Ferdian bingung harus menghibur dengan cara apa karena sekarang semakin terlihat bahwa Nando begitu sulit sekali untuk menceritakan beban yang ada di dalam hati, mungkin saja memang semua pria akan seperti ini ketika sang istri sedang sakit keras seperti yang sedang di alami oleh Yuli karena dia tidak pernah sakit selama ini.
Ada kemungkinan bila seorang pria bingung ketika melihat sang istri yang sedang sakit keras seperti Yuli, antara dia merasa kasihan karena sang istri tercinta tengah menderita dengan penderitaan begitu besar, atau bisa juga dia merasa sudah muak untuk mengurus sang istri karena menganggap itu semua hanya beban semata.
"Sebenarnya aku sudah mulai curiga bahwa mungkin saja di Yuli itu melakukan kesalahan besar." Nando berkata pelan.
"Kau mulai percaya dengan omongan orang bahwa dia kena santet!" Ferdian agak kaget karena arah pembicaraan Nando justru ke arah sana.
"Bukan yang itu, aku hanya merasa curiga bahwa itu adalah penyakit menular HIV." jelas Nando.
"Gila!" Ferdian sampai tidak bisa untuk berkata apa-apa lagi.
"Kau jangan berburuk sangka kepada aku dulu, bukan aku yang memberi penyakit itu kepada dia tapi mungkin saja selama ini dia telah melakukan hubungan dengan pria lain." jelas Nando.
"Ya ini yang aku bilang gila, kau sendiri tahu bahwa istrimu itu tidak pernah keluar dari rumah dan dia tidak mungkin bersikap seperti itu!" Ferdian langsung menyangkal prasangka yang tumbuh di dalam hati Nando.
"Penampilan luar itu sekarang tidak menjamin karena kita tidak tahu apa yang ada di dalam hati dia." Nando tetap yakin dengan isi pikiran dia saat ini.
"Ini sungguh gila sih, aku sama sekali tidak menyangka kalau kau malah kepikiran ke arah sana." ujar Ferdian sambil berulang kali menggelengkan kepala.
"Sebab penyakit dia aneh dan aku merasa mungkin saja ini ada sangkut paut dengan hal itu, aku akan membawa dia ke dokter spesialis kelamin." tekad Nando.
Sudah tidak bisa lagi Ferdian mau membantah ucapan teman dia ini karena semakin dibantah makanan doakan semakin yakin bahwa bisa saja Yuli memang telah terkena penyakit itu, entah apa yang membuat Dia sangat yakin dengan firasat tersebut karena Ferdian saja merasa tidak percaya bahwa Yuli akan melakukan hal buruk seperti itu.
Tapi ini Nando malah serasa sangat yakin bahwa Yuli memang melakukan hubungan gelap dengan pria lain sehingga sampai tertular penyakit seperti itu, melihat Nando yang sudah sangat yakin begitu maka Ferdian pun mulai goyah karena dia menganggap bahwa firasat suami tidak pernah salah dan kemungkinan besar Yuli memang telah berkhianat.
"Jadi nanti bagaimana pula cara kau bertanya kepada dia?" tanya Ferdian menatap Nando.
"Untuk apa lagi aku bertanya kepada dia, akan langsung aku bawa ke rumah sakit itu saja." putus Nando.
"Tapi bila dia tidak melakukan hal itu dan tidak terbukti bahwa dia terkena penyakit menular maka itu akan menyinggung perasaan Yuli." cemas Ferdian yang masih memikirkan perasaan wanita tersebut.
"Ah tidak usah kau pikirkan soal itu karena aku tidak mungkin salah!" Nando sudah sangat yakin dengan firasat ini.
Jadi Ferdian memang sudah tidak punya hal untuk membantah lagi karena mungkin memang itu adalah hal yang benar, lagi pula dia hanya seorang teman dan memberi arahan tapi bila tidak di terima maka sudah tidak ada hak untuk berbicara panjang lebar karena nanti yang ada Nando akan semakin kesal kepada Ferdian saja.
"Ya aku doakan kalau itu bukan hal yang benar karena nanti kau akan sakit hati." harap Ferdian.
"Entah lah, aku rasa sudah begitu lelah untuk mengurus Yuli terus seperti itu." keluh Nando.
Nando memang sudah mulai masuk di titik lelah dan bosan karena dia terus mengurus istri yang sakit di atas ranjang, mana bau Yuli juga begitu menyengat sehingga sudah pasti Nando kadang tidak sanggup untuk memakan makanan yang ada di dalam rumah tersebut.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...