NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Time Travel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

merayu sang ayah

"Tapi aku harus tau tentang dia, kenapa Ayah tidak mau memberitahu? Ayah tidak mendukungku?." Rengek Elena.

"Pfttt hahahahaha, dia bukan pria yang baik Elena. Mungkin saat kecil dia anak yang polos, tapi sekarang dia sudah tumbuh besar dan sifatnya sudah berubah." Ucap Duke.

"Ayah mengenal nya? siapa namanya?." Tanya Elena mendesak.

"Sudah cukup sampai disini, Ayah masih memiliki banyak urusan. Beristirahat lah dengan nyaman, setelah kau sembuh kau boleh berjalan-jalan atau melakukan apapun yang kau inginkan. Tapi ingat, tidak boleh membahayakan diri sendiri." Ucap Duke.

"Hmm Baiklah Ayah." Elena mendesah lesu.

Setelah Duke keluar kamar, Elena buru-buru duduk di meja, mengambil kertas dan pena. Dia harus menulis nama-nama yang harus dirinya ingat, terutama yang berhubungan langsung dengan plot utama.

1. Theor George Van Delon.

2. Putra Mahkota Daniel Van Delon.

3. Isabella

Tiga nama yang akan terus di sebutkan dalam plot. Fokus Elena adalah mengejar Theor agar dia tidak mengenal Isabella tukang bohong, dia harus tau sejak awal jika gadis yang dirinya cari adalah Elena.

Elena harus menikah dengan Theor dan hidup sebagai Grand Duches, baru setelah itu dia perlahan mengubah gaya hidup Theor. Setelah Theor berada di genggaman, dia baru akan masuk ke dalam plot yang mungkin akan di ubah oleh Isabella.

Karena seperti ucapan Bumi, Isabella suka menjadi pusat perhatian pria dan ingin merebut semua pria tampan yang di dambakan para wanita. Elena tau meskipun dia menghilang dari plot, Isabella tetap akan mengusik Theor.

"Apalagi Theor itu anjing putra mahkota, pasti dia sering bolak balik ke istana kan? kalo sampe Isabella ketemu Theor duluan, kacau dong." Gumam Elena.

Karena pusing, Elena memilih diam memulihkan diri dan setelah sembuh dia langsung datang pada Ayahnya untuk merengek. Dia harus segera bertemu dengan Theor, Theor harus tau jika gadis yang dirinya cari adalah Elena bukan Isabella.

Bahkan Isabella sudah sengaja membeli gaun dengan bagian belakang terbuka untuk memperlihatkan punggungnya. Luka sayatan pedang yang dalam itu sudah di tutup sebuah Tatu bunga yang indah, tapi tetap saja bekasnya masih terlihat jika di lihat dengan benar.

Elena menemui Ayahnya di ruang kerja, karena sejak kemarin Ayahnya ini sibuk ke istana dan pulang larut malam. Elena akhirnya bisa bertemu siang ini, itupun hanya sebentar.

"Ayah, aku tidak akan membuang waktu. Aku ingin bertemu dengan anak itu, jika dia jahat aku tidak akan merengek lagi. Tapi setidaknya biarkan aku bertemu dengannya walau sekali." Ucap Elena memaksa.

"Kau akan menyesal jika bertemu dengannya Elena." Duke memijat pangkal hidungnya pusing.

"Ayah, aku tidak akan membuat onar lagi. Aku hanya akan melihat dari jauh, aku tidak akan melakukan hal yang akan mempermalukan Ayah." Ucap Elena berjanji, dia mengangkat satu tangannya.

"Hahhhh.... benar-benar keras kepala. Saat seperti ini kau benar-benar mirip dengan Ibumu." Ucap Duke mendesah lelah.

Deg.

"Ibu? dimana dia?." Elena mendadak keringat dingin, dia trauma dengan panggilan Ibu.

"Tenanglah Elena, Ibumu sudah tenang di surga. Dia memang meninggal karena terlalu sedih kehilangan mu, tapi ini semua bukan salahmu." Ucap Duke menghibur Elena.

"Syukurlah aku tidak punya Ibu." Batin Elena aneh.

"Kau sebegitu inginnya bertemu dengan anak itu? Ayah akan memberikan mu satu kesempatan, jika diantara kita ada yang dirugikan maka Ayah tidak akan memberikanmu izin lagi." Ucap Duke tegas.

"Ya!! Janji!." Elena berbinar cerah, akhirnya kesempatan nya datang.

"Anak itu bernama Theor George Van Delon, sepupu putra mahkota Daniel. Usia mereka berbeda 3 tahun, Putra mahkota adalah anak bungsu Kaisar sedangakan Theor anak tunggal." Ucap Duke.

"Kenapa justru anak bungsu yang menjadi putra mahkota?." Heran Elena, salah fokus.

"Karena dia satu-satunya anak laki-laki Kaisar saat ini. Jadi kau tetap ingin bertemu dengan Theor?." Ucap Duke.

"Ya!." Elena mengangguk.

"Kalau begitu cepat bersiap, Ayah akan pergi ke istana sebentar lagi. Kau bisa bertemu dengan bocah itu di sana, tapi ingatlah untuk tidak mendekat dan cukup lihat dari jauh saja." Ucap Duke menasihati.

"Baiklah, terimakasih Ayah, aku sayang Ayah!!!." Ucap Elena berlari pergi dengan ceria.

Elena bersiap di kamarnya dengan hati gembira. Dia memakai gaun yang sudah dirinya siapkan dari jauh-jauh hari, akhirnya hari ini tiba juga. Apakah Theor asli dengan yang ada di lukisan akan mirip? Elena jadi penasaran sampai berdebar.

Elena naik kereta kuda, ikut Ayahnya ke istana. Sampai di istana banyak pelayan yang terang-terangan menyingkir saat melihatnya. Elena tidak peduli, dia tetap berjalan dengan anggun dan pergi ke kursi taman yang Ayahnya arahkan.

Elena duduk diam, dia harus tenang dan hanya mencuri pandang sedikit nanti. Semoga saja Theor akan muncul hari ini, dia sudah menggunakan gaun yang memperlihatkan bekas pedang di punggungnya, meskipun sudah tertutup tatto tapi tetap saja itu terlihat jelas.

Karena merasa bosan, Elena akhirnya berjalan-jalan di tengah taman. Dia merasa tenang dan hatinya menghangat, sampai suara tawa yang merdu terdengar di telinganya.

Elena menoleh, dia melihat seorang wanita cantik berambut blonde. Memakai gaun yang terlihat seperti anak-anak, mungkin agar terkesan imut atau semacamnya. Di sebelahnya ada dua pria tampan, satunya sama-sama blonde dan satunya lagi berambut hitam yang hanya bisa menatap dari jarak 1 meter di belakang.

Deg.

"Dia... Theor?." Jantung Elena berdebar tidak karuan, matanya terpaku pada Theor.

"Siapa kau?."

Eh?

Elena langsung terkesiap dan tersadar, dia melihat mereka sudah berada di depannya. Elena jadi merasa canggung dan linglung, bukannya memberi salam dia malah berbalik dan berlari pergi menjauh.

Theor melihat punggung Elena, dia melotot samar. Matanya terkunci pada sosok Elena yang berlari pergi begitu cepat, meskipun terlihat samar tapi Theor yakin dia melihat sayatan pedang yang familiar.

"Astaga, apa dia terkejut?." Ucap si blonde, yang ternyata Isabella.

"Entahlah, mungkin dia anak bangsawan yang sedang ikut Ayahnya kesini." Ucap Daniel.

"Kau tidak marah dengan sikapnya kan? mungkin ini pertama kalinya dia bertemu dengan mu." Ucap Isabella dengan polos.

"Tentu saja Bella, karena kau yang memintaku untuk tidak marah." Ucap Daniel bucin.

"Ahahahaha, Theor kenapa kau diam saja? kau jatuh hati pada gadis tadi?." Isabella menarik Theor dalam obrolan.

"Saya harus pergi karena ada urusan yang mulia." Ucap Theor, izin undur diri.

"Hmm? cepat sekali, lain kali datanglah lebih cepat agar bisa menemani Isabella lebih lama." Ucap Daniel.

"Tentu yang mulia." Theor membungkuk hormat.

"Kau ini, aku sudah bilang untuk memanggilku Kakak." Daniel menepuk pundak Theor.

"Saya merasa tidak pantas." Jawab Theor menolak.

"ckk.. dasar bocah ini, yasudah pergi lah." Ucap Daniel tidak puas.

Theor pergi dari sana dengan buru-buru, dia berniat mengejar Elena tapi sepertinya dia kehilangan jejaknya dengan cepat. Theor ingin memastikan apakah yang tadi dirinya lihat itu benar? atau hanya ilusi matanya saja?.

1
Namika
mampir kesiniii
zhuyan 🙊🙊
sehat² ya kk
Sribundanya Gifran
yah sayang sekali, ceritanya bagus loh thor, bawa santai aja thor moga lekas sehat
kami tunggu karya selanjutnya💪💪💪💪
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
selalu suka cerita nya, dengan mc yang baddas dan cerdas.
terbaik thor 😍
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
santai thor, selalu ditunggu kehadiran mu.
tetap semangat, semoga cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala.
utamakan kesehatan 🥰
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
walaupun susah, tapi lebih baik belajar mengikhlaskan daripada menyimpan dendam
Herlina Susanty
semoga cepet sehat thor
biar bisa berkarya lagi😍
Evi Marena
Aduhhhh sayang sx klo cerita ini tidak dilanjut thorrr....padahal bagus banget....tp kesehatan lebih penting dr segalanya kita bisa melakukan apa pun jika sehat....ok thorrr moga stress othorrrr bisa pulih ...dan bisa melanjutkan cerite ini...Krn masih banyak org yg menanti kisah kisah ini begitu juga dgn q thorrrr😌lov u thorrrr.... semangat 😘😘
Elda Elda
thor kami menunggu kelanjutan cerita ini, , jangan membuat kami kecamatan, , atau kami akan menangis 7 hari 7 malam👍👍😌😌😌
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sulit sih kalo di posisi Theor sekarang
Sribundanya Gifran
lanjut
zhuyan 🙊🙊
sifat aslinya menyeramkan banget ayo elena buat theor berubah setidaknya ga jadi psikofat
Evi Marena
CK.....sifat asli theor keluar Krn sudah dikandang asli😌ya....mudah2 an theor mau turuti permintaan elena walaupun dgn imbalan elena tetap disisi theorrr....bukankah memang harus begitu kan permintaan si bumi ke elena🤔lanjut thorrr😘😘😘😘
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
pasti masih ada rahasia di balik semua ini, ayo ungkap semuanya Lena
Mellisa Gottardo: /Applaud/
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
melihat anak nya tumbuh dengan sehat dan bahagia, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya bagi orang tua
Mellisa Gottardo: betyul
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ajal mu sudah tiba kakek peyot, mang enak
Mellisa Gottardo: mampus😈
total 1 replies
Evi Marena
oh....sayang q theorrrr.....peluk digital dr q sayang😘😘yg sabar elena dan aq selalu ada untuk mu cinta😌lanjut thorrrr lov u😘😘
Mellisa Gottardo: /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
sedih banget kisah theor 😭😭😭
Mellisa Gottardo: jadi pengen peluk 🥰
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Mellisa Gottardo: /Slight//Slight/
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!