NovelToon NovelToon
Hot Daddy Favorite

Hot Daddy Favorite

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Janda / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Queenvyy27

***++++++++

" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.


Mari nantikan kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lo Belum Di Bobol ??

 Rea mengepal kan tangan nya erat, rahang nya menegang menahan amarah dan penyesalan yang bercampur jadi satu, dia tertawa kecut di dalam hati, merasa bodoh karena bisa bisanya dia tertipu oleh sikap manis dan perhatian palsu dari Dean, pria yang dia kira selama ini tulus mencintai nya.

  " Sial Dean !!! ." desis nya lirih, lalu menunduk sambil menggelengkan kepala nya ." gue pasti bakal di ketawain Sinta sama Lita kalau tau gue menikahi pria brengsek kaya dia."

  Dia menghembuskan napas panjang, lalu mengepalkan tangan nya lagi lebih kuat, seolah sedang menahan perih yang mendesak di dadanya.

  Sudah jelas, Sinta dan Lita akan menertawakan nya habis habisan, mereka pasti tak habis pikir kenapa Rea sampai berani menikahi Dean tanpa memberi tahu mereka terlebih dahulu.

  " Ah biarkan saja Sinta dan Lita mau tertawa sepuas nya." gumam Rea pelan sambil menatap ke luar jendela taksi, senyum tipis muncul di sudut bibir nya meski hati nya masih terasa getir.

  " Setidak nya aku belum kehilangan sesuatu yang sangat berharga." lanjut nya lirih, lebih ke pada diri nya sendiri, ada sedikit kelegaan di sana, pahit tapi nyata.

  " Lalu dia menarik napas panjang. " dan lagi aku bisa jadi janda kapan saja." ucap nya setengah berbisik. " karena pernikahan kami belum resmi di mata negara."

  untuk pertama kali nya sejak malam itu, Rea merasa sedikit lebih ringan, senyum lega yang sempat hilang perlahan kembali, meski hanya sesaat ~~ seperti sinar matahari yang menembus awan lembut di pagi hari.

  Taksi online yang di tumpangi Rea akhir nya berhenti di depan gedung apartemen tempat dia tinggal bersama dua sahabatnya, Sinta dan Lita , tanpa membuang waktu, Rea langsung turun, membayar ongkos, lalu melangkah cepat menuju lobi.

  Dia menekan tombol lift ke lantai tempat apartemen nya berada dan menatap pantulan wajah nya di dinding logam, wajah cantik itu tampak lelah, tapi di balik mata nya tersimpan tekad yang tak biasa, begitu pintu lift terbuka di lantai unit nya, Rea keluar dan menuju pintu apartemennya.

  Dengan cepat dia mengetik sandi pintu digital, dan suara klik terdengar sebelum pintu terbuka.

  Begitu masuk, pemandangan khas pagi pemalas langsung menyambut nya, di tengah ruang tengah, Lita selonjoran di sofa sambil memainkan ponsel, sedangkan Sinta sibuk mengunyah kripik sambil menonton drama china yang lagi trend.

  " Wow !!! Pengantin baru akhir nya nongol juga." seru Sinta begitu melihat Rea muncul di ambang pintu, senyumnya nakal, mata nya berkilat menggoda.

  " Gimana rasa nya malam pertama?? Enak gak Re ??? ." goda nya dengan tawa kecil.

  Rea tidak langsung menanggapi candaan Sinta, dia hanya menghela napas pelan, lalu membanting tubuh nya ke sofa di samping lita, wajah nya datar, tapi jelas terlihat hati nya kalau tidak tenang.

  " Aneh banget sih lu !! ." celetuk Sinta sambil menyender santai di sandaran sofa. " Seharus nya pengantin baru itu lagi kelonan sama suami, bukan nongol ke apartemen pagi pagi begini, secara tadi malam kan, malam pertama kalian berdua."

  Dia menyipitkan mata, lalu bertanya dengan nada usil. " perasaan lu baik baik aja re, jangan jangan lu belum di bobol ya sama suami lu." Rea langsung mendengus kesal menatap Sinta dengan tatapan tajam.

  " Udah deh, kalian jangan ngeledek gue, lagi males gue tanggapi candaan kalian." ucapnya dengan dingin. " Gue cuma pengen istirahat sebentar, btw kenapa kalian malas malasan ??? Gimana keadaan restoran?? Jangan bilang semua kacau gara gara gue gak ada." lita dan Sinta saling pandang, lalu serempak memutar bola mata mereka dengan reaksi malas.

   " Enak aja!! jangan ngeremehi kita berdua ya." sahut lita sambil menepuk lutut nya. " Walau pun lu gak ada, bisnis kita tetap berjalan lancar kok, yang aneh tu Lo, tiba tiba ngilang, ehhh tau tau udah tiba tiba jadi istri orang aja."

  Sinta menanggapi dengan cibiran halus. " Terus ngapain Lo pagi pagi sudah ke sini?? Jangan jangan lu gak bahagia dengan pernikahan dadakan itu ya."

Rea mendengus pelan, rahang nya mengeras menahan emosi, dia tau, sahabat sahabat nya tak sepenuh nya salah, tapi saat ini yang dia butuh kan adalah ketenangan bukan sindiran.

" Kayanya keputusan gue buat nikah kemarin itu salah." ucap Rea pelan, menatap kosong meja ruang tamu. " Niat awal nya cuma pengen balas Budi sama Tante Dea, kalian tau kan selama ini Tante Dea sudah lama bantu gue, lagi pula gue juga pengen mewujudkan keinginan almarhum mama."

Dia menarik nafas suara nya bergetar halus. " Tapi entah lah, rasa nya gue gak bisa bertahan lama di pernikahan ini, doain aja ya, semoga gue bisa mengatasi semua nya."

Lita dan Sinta saling pandang, wajah mereka sama sama menunjukan rasa heran.

" Memang nya ada apa, Re ???? Bukan nya kalian berdua setuju untuk menikah?? kenapa baru sehari semalam sudah menyesal ??." tanya Lita hati hati. " jangan sampai Lo pemecah rekor nikah cuma 2 hari terus cerai."

Sinta menimpali dengan gaya khas nya yang blak blakan, " Iya Lo tu nikah kaya tahu bulat~ dadakan betul !!! Terus sekarang tiba tiba bilang gak cocok!! Emang nya pernikahan itu permainan, Re ??."

Rea menghela nafas lalu menatap sahabat nya dengan mata sendu.

" Udah lah, perasaan gue tuh Gak bisa di bohongin, gue terlalu peka sama hal hal lain." dia menggigit bibir nya sebentar, menahan emosi yang hampir pecah. " seperti nya suami gue bukan pria baik baik."

Lita dan Sinta langsung menegakkan tubuh nya, ekspresi mereka berubah serius.

" Loh maksud nya apa ." tanya Lita cepat.

Rea menatap ke dua nya dengan getir. " untung aja tadi malam gue belum sempat di bobol, kalau sampai kejadian gue bakal nyesal seumur hidup."

Ruangan tiba tiba terasa hening, Lita dan Sinta saling pandang, mencoba mencerna ucapan sahabatnya yang penuh tanda tanya, ada sesuatu yang jelas di sembunyikan Rea, dan mereka tau cerita yang akan keluar dari mulut gadis itu bukan lah cerita biasa.

Rea menarik nafas dalam dalam sebelum akhir nya bicara. " aku tau gak, gue sama suami gue udah pindah ke rumah baru di rumah itu ada dua pelayan, yang satu perempuan tua kayanya sudah lama kerja di situ dan satu lagi cewek mudah, tapi sumpah dari cara ngomong dan penampilannya dia tuh gak kelihatan kaya pelayan, cantik, rapi dan gayanya, yah gak sopan sopan amat untuk ukuran pembantu."

Lita dan Sinta saling melirik, mulai menangkap nada janggal dari suara Rea.

Rea melanjutkan kini nada suara nya tegas dan penuh emosi.

" Dan yang bikin gue makin curiga, semalam waktu gue sama Dean sialan itu mau ngelakuin malam pertama dia malah jatuh dari tangga, kata nya kepala nya bocor, padahal cuma lecet kecil, terus dia merengek minta di antar ke rumah sakit, ya sudah gue suruh aja si Dean brengsek itu nganter, gue panik gue kira jatuh nya benar benar parah, sumpah gue khawatir banget sampai gak bisa tidur nunggu mereka." Rea mengepal, wajah nya menegang menahan emosi.

" Lo tau apa yang buat gue emosi?? Rumah sakit itu cuma setengah jam dari rumah!!! Tapi mereka baru balik jam 3 pagi, mereka berangkat jam 10 malam lit, sin !! Dan pas pagi tadi gue liat di bawah telinga Dean ada tanda merah." dia mendengus mata nya berkaca kaca penuh amarah.

" Gue yakin mereka ada main, liat aja nanti, dua dua nya akan gue kasih pelajaran yang gak akan mereka lupain seumur hidup." Lita dan Sinta menelan ludah mereka bersamaan suasana mendadak tegang.

" Gila Re, baru sehari semalam lo sudah di selingkuhi ." ucap Lita tak percaya.

Sinta menepuk dahi sambil berseru. " Apes banget sih hidup Lo, kaya apa sih bentukan suami Lo sampai harus gatel sama pembantu."

Rea hanya menatap kosong ke depan, senyum nya getir. " makanya kita, Sinta jangan pernah percaya sama wajah manis dan sikap perhatian cowok kaya dia." ucap Rea yang membuat Sinta dan Lita terkekeh.

" Ya kan lu yang tertipu sama tampang polos, ngapain jadi ngingetin kita berdua." ucap sinta yang membuat kita tertawa terbahak bahak.

" Terus sekarang, gimana rencana Lo." tanya Sinta, penuh rasa ingin tau.

Rea menatap langit langit sesaat, lalu menjawab dengan tenang namun dingin. " Gue bakal bersikap biasa saja di depan mereka, gak bikin kecurigaan, tapi di balik itu gue bakal cari bukti~ bukti yang cukup buat bikin cowok sinting itu gak berani lagi ngelak."

dia menggertak kan gigi nya. " nanti juga gue akan tunjukan ke tante Dea, biar dia tau siapa sebenarnya putra kebanggan nya itu, jijik gue liat muka cowok itu."

setengah menghela nafas, Rea menambahkan. " udah deh jangan di bahas lagi, gue mau tidur seharian di sini nanti sore baru pulang, gue muak kalau harus melihat muka pembantu jadi jadian itu." dengan gerakan cepat dia melepas Jaket nya lalu menjatuhkan diri nya ke atas kasur lantai, menutup mata nya rapat rapat , berpura pura tertidur sambil pikiran nya sudah sibuk menyusun langkah demi langkah untuk mengungkap semua nya.

1
Fani Sugihwarni
labraklah usir mereka
D_wiwied
bye bye Dean selamat menikmati kesengsaraan mu sebentar lg 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!