NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Tok tok tok....

Suga dan gea saling memandang mereka sama² terheran siapa yang pagi- pagi datang ke sini, kalaupun itu perawat tapi saat itu bukan jam nya perawat untuk memeriksa mamanya gea.

Gea segera membukakan pintu dan ternyata hyunjin dan mamanya yang datang berkunjung.

"Saayyaanngg bagaimana kabarmu nak? Kondisi mamamu apakah sudah membaik, bibi membawakan sarapan untuk mu" Ucap ny. Hwang dan menaruh rantang makanan Di atas meja.

"mama sudah membaik bi, cuman belum sadarkan diri saja" Jawab gea.

"Dan ini siapa...? " Ucap ny.Hwang menanyakan keberadaan suga kepada gea.

"Ini teman gea bi, dia yang semalam membawa mama ke rumah sakit" Jawab gea dengan tersenyum.

"Saya suga " Ucap suga sambil membungkuk sedikit.

Tatapan Ny.hwang nampak tak senang dengan keberadaan suga. Ia takut jika anaknya hyunjin tak jadi berjodoh dengan gea, bukan tanpa alasan Ny Hwang ingin anaknya bersama gea, ia hanya ingin menginginkan harta dari tuan gerald, dengan anak mereka bersama yang jelas tuan Gerald akan memberi beberapa sahamnya ke perusahaan tuan Hwang.

"Eemm hyunjin-ah sayang kau temani gea ya" Ucap Ny.Hwang dengan mendorong tubuh hyunjin ke arah gea.

"Maaa... " Ucap hyunjin dengan tatapan tak suka.

"Bibi pamit ya gea, hubungi bibi jika mamamu sudah sadar,untuk kau hyunjin tak usah mengantar mama, karna mama ada acara arisan" Ucap Ny Hwang dengan tatapan liciknya.

Setelah kepergian Ny.Hwang, hyunjin merasa tak enak dengan gea dan suga.

"Maafkan mamaku ya, dia memang seperti itu" Ucap hyunjin.

"Tak apa, mari kita sarapan bersama" Ucap suga dengan senyum ramah.

*********

Saat ini yoona sedang di dalam bus menuju rumah sakit tempat hana di rawat.

Hari itu bus cukup ramai hingga ia tak kebagian tempat duduk. Cukup melelahkan jika harus berdiri selama 20 menit.

Hingga bus tiba-tiba berhenti ngerem mendadak, yoona pun terjatuh ke salah satu bangku yang di tempati seorang pemuda memakai topi. Ia segera sadar ternyata itu hajun setelah ia mengamati dengan tajam.

"kaaakkkk.... " Teriak yoona.

"Ssstttt... Duduk lah di sini" Jawab hajun memperingati yoona untuk tidak berisik dan ia mempersilahkan yoona untuk duduk di tempatnya.

"Aahh iiii... Iiyyaaa"

Cukup mengejutkan bagi yoona karna sudah banyak tahun ia tak berjumpa dengan hajun, dan tumben sekali ia naik bus heran yoona sampai memenuhi pikirannya.

Sesampainya mereka di halte depan rumah sakit, mereka turun bersama, yoona semakin heran untuk apa hajun turun di sini.

"kakak mau kemana? Kenapa turun di sini? Kapan kakak kembali? " Pertanyaan beruntun yang luncurkan yoona yang memenuhi otaknya sedari tadi.

"Kau ini berisik sekali seperti wartawan, aku ingin menjenguk temanku" Jawab hajun.

"Teman atau pacar? kak hajun yang ku kenal tak akan perduli jika temannya sakit" Ucap yoona menggoda hajun.

"Kau juga ada apa kesini, apa pacarmu sakit? " Jawab hajun dengan meledek kembali hingga akhirnya bus mereka berhenti di halte dekat rumah sakit dan hajun segera turun dari bus itu ia memilih berjalan cepat meninggalkan yoona daripada harus mendengar semua ocehannya yang membuat telinga pengar.

"Yyyaaakkk kak hajun tunggu aku.. " Ucap yoona sambil berlari mengikuti hajun.

Sesampainya di depan ruangan hana, Lagi-lagi yoona sudah merangkai pertanyaan di otaknya, namun hajun sudah lebih dulu masuk ketimbang harus meladeni yoona.

"Selamat pagi semuanya, maaf mengganggu" Ucap hajun.

"Kka.. Kkaauu hajun si penulis novel yang terkenal itu kan? " Ucap hyunjin dengan kagetnya sampai a berdiri.

"Selamat siang.. " Jawab hajun dengan mengangguk.

"Duduk lah kak!! " Pinta suga.

"HAAHHHH kak?? Jadi kalian kakak beradik? Dan bagaimana kalian mengenal gea dan yoona kenapa kau di sini? " Ucap hyunjin.

"Sepertinya kau dengan yoona berjodoh, pertanyaan mu banyak sekali seperti yoona " Ucap hajun dengan tertawa.

"TTIIIDDAAAKKKK siapa juga yang mau dengan pria dingin ini, aku tak mau" Jawab yoona dengan spontan.

"Hey anak kecil, aku juga tak mau denganmu, dasar penyebalkan, aku pamit dulu gea, aku tak suka kalau ada dia di sini" Ucap hyunjin sambil berlalu meninggalkan ruangan vip itu.

"Dihhh kenapa itu anak, kesurupan setan atau gimana? " Ucap yoona.

"Awas loh kalian kalau bertengkar terus nanti bisa saling jatuh cinta" Ledek gea.

"Iihh amit -amit aku suka sama manusia itu, melihat nya pun tak sudi" Jawab yoona sambil duduk di samping hajun.

Di sela-sela obrolan mereka , sudah waktunya hana di periksa, yang jelas jadwal sift pagi doona yang mengisi. Gea cukup mengeraskan hatinya untuk sementara untuk kesembuhan mamanya.

Ya walaupun ada perasaan tidak suka jika suga akrab dengan wanita itu walaupun mereka hanya berteman tapi kedekatan mereka seperti sangat intens entah itu perasaannya saja atau apa, gea tak mau memikirkan nya dulu.

Tok tok tok. ....

"Permisi, saya dokter doona akan memeriksa Ny.Hana" Ucapnya kepada orang-orang yang berada di ruangan tersebut.

Doona tak sendiri ada seorang perawat yang mengikuti nya di belakang.

Setelah beberapa menit memeriksa, keadaan hana semakin membaik itu yang doona simpulkan dari hasil pemeriksaan.

"Doona!! Apakah dia akan baik-baik saja" Tanya suga dengan kwatir.

"Ny.hana semakin membaik , mungkin tak lama ia akan tersadar dari masa kritisnya" Jawab doona sambil menatap suga intens.

Gea yang menahan dirinya untuk tidak cemburu tapi melihat mereka berdua seperti itu, dirinya semakin tak bisa menahan nya.

Hajun yang menyadari nya langsung sigap memeluk tubuh Gea.

"Apa kabar doona, lama tak bertemu? " Ucap hajun.

"Ha....Hajun , where are you? Lama sekali kita tak bertemu? Bagaimana keadaan mu eemm" Jawab doona sambil bersalaman dengan hajun.

"Baik, aku tak menyangka jika bertemu denganmu di sini?" Jawab hajun.

"Dan ini... " Ucap doona menanyakan hubungan hajun dengan Gea dengan kode gerakan mata.

"Ini dia pacar suga" Jawab hajun dengan mendorong tubuh Gea ke arah suga.

Suga yang menyadari Gea akan terjatuh karna terkejut di dorong oleh hajun, spontan menangkap tubuh gea.

Tatapan keduanya cukup lama hingga gea menyadarkan lamunan keduanya.

"Maaf maaf aku mendorong nya terlalu keras ya? " Ucap hajun dengan kwatir.

"Aku tidak papa kak" Jawba gea.

"Kak, kau ini apa- apaan, kenapa mendorong nya sperti itu? " Tanya suga.

Hajun memang sengaja berbuat sperti itu karna kasihan kepada Gea, mungkin Gea tak tahu jika suga dan doona dulu hampir menjadi sepasang kekasih namun gagal karena suga memilih tetap akan menjaga hatinya untuk Gea.

"kak kita keluar saja, bibi sedang istirahat tak sopan jika kita ribut di sini" Ajak yoona ke hajun untuk mencairkan suasana.

"Baiklah saya akan keluar untuk memeriksa pasien lain, permisi dan ini resep yang harus segera di tebus agar segera di berikan ke Ny.hana" Pamit doona sambil menaruh kertas resep di meja dan berlalu meninggalkan ruangan.

"Aaarrggghh!!!! Sakit sekali pukulan mu" Ucap hajun yang memegang lengannya yang kesakitan akibat di pukul oleh yoona.

"Tak bisakah kau diam saja tak mencampuri urusan orang lain hah, lihatlah Gea hampir terjatuh akibat kelakuan mu" Yoona terus mengomel hingga mulutnya di masuki makanan oleh hajun barulah ia berhenti.

"Diam lebih baik kan " Ucap hajun sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

"Kau tak apakan, duduk lah dulu, aku akan ke apotik untuk menebus obat bibi" Ucap suga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!