NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia
Popularitas:16.7M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Kira-kira jam sepuluh malam, Talia baru terbangun dari tidurnya. Gadis itu mengusap wajahnya, berusaha mengusir kantuk yang masih tersisa. Tidur siangnya ternyata terlalu panjang. Ia menyalakan lampu meja dan melihat layar laptopnya masih terbuka. Talia mengedikan bahunya tidak peduli.

Perutnya keroncongan, jadi ia turun ke dapur untuk mencari makanan. Saat membuka kulkas, tiba-tiba dia teringat sesuatu.

Pria itu ...

Talia baru sadar dia tidak melihat Damian di ranjang tadi. Ia pun berbalik dengan cepat, berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Mencari Damian di mana-mana.

Talia mengerutkan kening. Hatinya mulai gelisah. Ia memeriksa kamar mandi, kosong. Balkon? Tidak ada siapa-siapa. Tetapi dia belum menyerah dan masih mencari.

"Ganteng? Helow, kamu di mana sih? Psstt, psstt ... Yuhu, spadaa ... Guk, guk!" panggilnya pelan dan jatohnya malah kayak panggil hewan. Ia belum tahu nama Damian jadi dia memanggil dengan random. Karena Damian ganteng, kata itu juga dia pakai sebagai panggilan.

Namun hanya ada kesunyian yang menjawab. Pria itu tidak ada di mana-mana. Talia menghembuskan nafas panjang, kemudian terpikir sesuatu.

"Apa karena aku tidur kayak kebo, nggak bangun-bangun sampe waktunya jam makan malam dia laper, aku gak bangun juga, jadi dia turun sendiri ke bawah nyari makan? Bahaya kalau bener, bisa ketahuan!"

Ia mulai mengira-ngira. Kemudian buru-buru keluar kamar, matanya menyapu seluruh lantai bawah. Ia berjalan cepat ke lorong, mengintip ke kamar tamu. Gelap dan kosong.

Lalu, samar-samar, ia mendengar suara.

Suara gemerisik dari luar.

Talia menelan ludah. Langkah kakinya melambat. Perasaannya tidak enak. Malam sudah larut dan sangat sepi. Auranya menakutkan. Begitu sampai di ruang tengah, matanya tertuju pada bayangan di dekat jendela.

Apa itu pria yang sedang dia cari? Begitu Talia sampai di dekat jendela yang terbuka itu, tiba-tiba seseorang muncul dari bawah dengan wajah mengerikan. Talia melompat kaget, orang itu juga.

"Hwaaaaa monsterrr!"

"Talia! Udah tengah malam gini teriak-teriak kayak orang mau melahirkan aja kamu."

Talia yang sudah siap-siap mau lari menghentikan langkahnya dan berbalik. Wajah mengerikan yang dia lihat tadi kini berubah menjadi kakaknya.

"Kakak?" Rasa takut Talia menghilang di ganti dengan wajah ganteng sang kakak. Lelaki berprofesi dokter itu berkacak pinggang sambil menatapnya dari luar sana.

Talia kembali mendekat ke arah jendela. Matanya mencari-cari dengan raut bingung.

"Kak Jason gak liat monster? Tadi aku liat ada monster tiba-tiba nongol depan jendela. Hihh, ngerti bener." seru Talia heboh. Bahunya bergidik ngeri.

Jason menarik nafas. Sesaat kemudian pria itu mengenakan topeng yang ada di tangannya.

"Maksud kamu ini monsternya?"

Talia menatap kakaknya dengan ekspresi campuran antara kesal dan lega. Giliran yang berkacak pinggang di depan sang kakak.

"Oh, jadi itu cuma topeng? Kakak sengaja mau bikin adek kakak yang jantungnya sehat ini kejang-kejang? Mau nambah pasien rumah sakit biar gaji kakak naik?!"

Jason melongo takjub mendengar kata-kata random adik satu-satunya, kemudian tertawa kecil mencubit hidungnya.

"Kamu itu ya, bener-bener. Gimana mama sama papa gak naik darah hadepin kamu tiap hari. Ngapain kamu ke luar malam-malam begini?"

Talia menghela napas panjang.

"Aku nyari seseorang, terus tiba-tiba muncul wajah serem gitu. Yang ternyata di prank sama kak Jason."

Jason mengangkat alis.

"Nyari seseorang?"

Talia langsung menutup mulutnya. Ia hampir keceplosan. Kalau Jason tahu soal dia sembunyiin laki-laki, bisa-bisa ia langsung di omel habis-habisan.

"Maksud aku seseekor!" otaknya berpikir cepat, jatohnya jawabannya malah jadi gak masuk akal.

Jason memicingkan mata, menatap adiknya penuh selidik.

"Seseekor? kamu nggak lulus bahasa Indonesia?

Talia tersenyum lebar menampilkan gigi-giginya yang berbaris rapi.

"Heheh," hanya itu yang keluar dari mulutnya namun otaknya terus berpikir mencari alasan lain.

"Kan aku orangnya ke bule-bulean. Makhlum bahasa Indonesianya kurang jelas bro, yo!" kata Talia dengan gerakan tubuh yang tidak jelas.

Jason di buat tercengang oleh gadis itu. Kadang dia masih tidak menyangka kenapa adiknya begitu banget modelnya.

"Talia, sekarang kamu tahu kan kenapa kakak suruh kamu cek kewarasan sebulan sekali di rumah sakit?" Canda Jason. Ia tertawa kecil begitu melihat perubahan di wajah adiknya.

Bahkan lebih lucu lagi melihat mulut Talia yang komat-kamit sendiri.

"Udah sana balik ke kamar kamu, tidur." kata Jason lagi.

"Hmph!" Talia membuang mukanya dari sang kakak dan berlari ke atas menuju kamarnya.

Di kamar, ia kembali mencari Damian sekali lagi. Tapi tidak menemukan di mana-mana. Setelah lelah mencari, gadis itu duduk di ranjang sambil menghembuskan nafas panjang.

"Apa dia sudah pergi? Nggak pake pamit? Tega bener. Gini-gini aku kan sudah berkontribusi sama keselamatannya dia. Harusnya kalo mau pergi itu pamitan, bilang terimakasih kek, sekalian kasih duit ucapan terimakasih gitu. Kan aku juga mau kalo dikasih duit. Masa pergi gitu aja. Mana kita belum kenalan lagi. Aku nggak tahu namanya pula. Kan aku pengen tahu, biar nanti kalo papasan di jalan aku gak cuekin dia cuma gara-gara gak tahu namanya. Kalau nanti gak sengaja ketemu terus aku nggak nyapa dan di bilang sombong sama dia, kan nama baik yang aku bangun selama ini bisa hancur. Tercoreng begitu saja." kata Talia dramatis.

1
Yuliana Purnomo
waduh gawat,,, pawang nya bisa ngamuk kalau Kamara terluka,, bule bakalan jadi perkedel 😄
ari sachio
welehhh....emang y....di mn2 bayakn org krjany pake emosi dulu ketika terkena masalah.otak pintery tiba2 pensiun dini.
ari sachio
msh hdp mo bikin masalah buat kael ....lg niat mah semangat 75 pas dikerjaain salah 7an g kuat nanggung malu bundir ...dah gitu metongpun msh bawa2 kael kemasalhmu herman bet y....tu ortuy pa g malu klo tau anky metong nanggung malu krn kelakuan blangsakny sdri
ari sachio
lah mandi dulu bang...bau tuh...😅😅😅
ari sachio
ziany kejauhan kempingy mpe ke kamar orang🤭🤭🤭
Weiii round 2 slps unboxing 😆 ganas o Kael
klu mak mu kar saja suka yg besar kerana penasaran, xkn ko kamara takut 🤭😆😆😆
Etty Sumaryanti
wah wah ngamuk in kael sm Damian liatin j cari gara" y 😡😡
Kamara, org kejar yg besar bikin sesak, ko lari 🤣🤣🤣
Atik Marwati
thor jangan bikin kamara sakit parah karena terbentur kepalanya ya🥺🥺🥺
LANY SUSANA: betul semoga otaknya ga tambah error ya
total 1 replies
Atik Marwati
wah....
Atik Marwati
Dady Damian datang tepat waktu..
Desyi Alawiyah
𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘮𝘢𝘳𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘱𝘪𝘯𝘨𝘶𝘪𝘯 𝘥𝘰𝘯𝘨 🤭...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Nayi Siti
wah kudu di hukum cara Daddy Damian neh orang
nia maryana
Ya ya. Damian banget
nia maryana
👍👍Gooll 🤣🤣
Dwi Winarni Wina
kael berhasil menghindari pukulan pria bule itu, kael sudah terlatih beladiri yg diajarin sama daddy damian...
pria bule itu tidak terima adiknya bunuh diri menyalahkan kael, dasar cewek bule edan cinta ditolak sampai bunuh diri
kael yg disalahin, daddy damian akhirnya pulang semoga masalah kael cepat kelar dan kael emang tidak bersalah...
belum tahu aja damian mantan ketua mafia siapa kenal namanya...

damian bersikap tenang pastinya punya jalan keluarnya dan solusinya, talia todak terima putra kesayangan dikatain pembunuh, dengan amarah dan emosi mom talia membela kael....
nia maryana
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Arin
Kalau sampai terjadi apa-apa sama Kamara harus bikin perhitungan sama kakak dari Julet.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!