Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 4
"Kalian harus akur dan bekerja sama dengan baik dalam pekerjaan. Ingat Elea, kemanapun Gahzi pergi kamu harus ikut! Karwna kamu adalah asisten pribadinya sekaligus istrinya. Dan kamu Zein! Awas saja kalau kamu berani membohongiku lagi! Bukan hanya ku pecat, tapi aku kan bilang kepada kedua orang tuamu kalau pekerjaan kamu di sini sering menutupi kebohongan Ghazi sering pergi bersama dengan para wanita dengan pakaian kurang bahan itu! Kau tahu apa yang akan di lakukan kedua orang tuamu karena mendukung kebohongan!" ancam Papi Reno kepada Zain yang bertugas sebagai asisten Ghazi.
"Iya Pak! Saja janji tak kan berbohong lagi!" jawab Zain takut kalau di laporkan kepada kedua orang tuanya.
"Apalagi aku tahu jika kamu juga mendapat uang sogokan setiap anak ini pergi dengan para wanita itu! Memalukan!" kesal Papi Reno membuat wajah Zain semakin pucat.
"Pi, tapi aku itu pergi bersama mereka juga tidak melakukan apapun. Hanya makan malam atau sekedar pergi ke acara-acara saja! Nggak usah heboh dan berlebihan gitu deh! Lebay banget sih Pi! Pake segala harus di nikahin sama wanita modelan gini!" kesal Ghazi sambil melirik sinis ke arah Elea yang duduk di depannya.
"Eh di jaga ya cangkemnya! Kamu fikir aku wanita apakah? Wanita ondel-ondel gitu? Pake Ngomong seperti itu! Dan kamu fikir kamu itu paling gandeng di dunia ini gitu? Sampai sok kecakepan dengan mengatakan banyak wanita antri untuk di ajak ngedate dan post di sosmed mereka gitu?" kesal Elea yang sedari tadi anteng dan adem ayem malah di senggol oleh suaminya.
Sudah tahu istrinya itu mode darting, dikit-dikit emosi. Malah di pancing-pancing, cari perkara emang nih Ghazi. Mana perempuan kalau mood nya jelek akan kebawa sampai mau tidur. Siap-siap saja Ghazi menghadapi Elea mode senggol ba-cok.
"Eh, kamu yang bilang begitu ya, bukan aku! Berarti kamu emang merasa seperti ondel-ondel!" jawab Ghazi tak mau kalah.
"Mana ada ondel-ondel polos tanpa make-up begini hah! Cari perkara saja kamu ini! Suami nggak punya akhlak kau, Ghazi!" emosi Elea.
"Panggil yang bener! Aku suami kamu dan umurku lebih tua! Emang pantas apa manggil nama begitu!" jawab Gahzi enteng.
"Idih ogah! Gatel banget mulutku nantinya!" kesal Elea brigidig.
Tiga pria yang ada di sana terlihat saling pandang dan kedua ayah mereka tepok jidat mendengar keduanya ternyata seperti Tom and Jerry. Sedangkan Zain melongo tak percaya karena akhirnya Ghazi menemukan lawan seimbang untuk berdebat. Biasanya atasannya itu tak memiliki lawan debat seperti ini, semua orang akan iya, iya saja saat Ghazi berbicara. Tapi sekarang nyonya Ghazi mengimbangi.
"Mampus kau Ghazi! Tiap hari bakalan berantem mulu, kalau gini mana bisa kamu pergi dengan para wanita itu!" batin Zain.
"Diamlah! Papi pusing dengar kalian berdebat seperti ini!" ucap apapun Reno menghentikan perdebatan mereka berdua.
"Ghazi mana kartu-kartu kamu?" tanya Papi Reno.
"Buat apaan sih Pi?" tanya Ghazi merengut sambil mengeluarkan dompetnya.
"Minta bagian keuangan untuk mengubah semua sandinya. Dan berikan kepada Elea. Semua keuangan akan di atur oleh istri. Batasi juga transaksi banking Ghazi. Semua transaksi harus lewat banking Elea! Termasuk gaji dia masukkan ke rekening istrinya langsung. Biar Elea yang atur akan menjatah berapa uang bulanan untuk suaminya. Karena Aku tak sudi jika sampai sepeserpun uang perusahaan aku di gunakan untuk para wanita itu! Lebih baik aku berikan kepada panti asuhan!" omel Papi Reno membuat Ghazi melongo sedangkan Zain meringis.
Ghazi bahkan tak sanggup berkata-kata mendengar semua ucapan ayahnya. Semua keuangan di atur Elea, termasuk uang gaji dia di perusahaan? Apa-apaan ini, bagaimana dia bisa mengajak mereka pergi?
"Nih kartu debit untukmu! Isinya aku berikan lima juta untuk satu bulan kedepan! Pengeluaran uang perusahaan juga harus Acc dari Elea dan aku! Aku tak mau kalau sampai kamu dan kamu curang!" tambah Papi Reno sambil menunjuk Ghazi dan Zain.
"Kok aku di bawa Pak?" tanya Zain bingung.
"Karena kamu temannya dia! Kamu pasti akan membantu apalagi kalau Samapi dia mengancam kamu! Dia tak punya duit lagi, jangan takut kalau di ancam! Yang punya kuasa sekarang istrinya, jadi takutlah sama Elea, paham kamu Zain?" jawab Papi Zain membuat Elea tersenyum sambil mengibaskan rambut panjangnya dan menaik turunkan kedua alisnya. Tengil sekali sikap Elea membuat Ghazi kesal saja kepadanya.
"Tak ada pertanyaan lain kan? Apa semuanya sudah jelas?" tanya Papi Reno.
"Ini nggak adil Pi, masa semua fasilitas keuangan aku di batasi Pi?" protes Ghazi pada akhirnya setelah beberapa lama sedikit syok.
"Karena sekarang kamu sebagai seorang suami, kepala keluarga dan punya tanggung jawab kepada Elea, istrimu di dunia dan di akhirat. Bahagia istrimu akan menjadi keberkahan dalam usahamu! Itulah yang selama ini Papi lakukan. Apa kamu pernah lihat Papi memengang banyak uang? Tidak, karena semua uang yang pegang ibumu, mami percayakan keuangan ruang tangga kepada Mami! Makanya Papi bisa sukses begini, apalagi Papi tidak sering main perempuan seperti kamu!"
"Karena mereka! Para wanita di luar sana yang kamu anggap wanita paling cantik dan membuat kamu bangga bisa membawanya kemana-mana! Mereka hanya melihat kamu punya banyak duit! Coba kalau kamu gak punya duit seperti sekarang? Apa mereka akan berlomba mendekati kamu?" jelas Papi Reno.
"Ada Pi, mereka yang ingin terkenal karena bisa dekat dengan seorang wakil CEO perusahaan yang playboy itu. Mereka yang cuma haus akan validasi kalau mereka adalah salah satu wanita incaran Dia! Astaga, aku nggak tahu mimpi apa bisa punya suami pemain seperti ini! Padahal aku selalu berdoa bisa dapat suami yang setia seperti ayah dan bisa menjaga pandangan hanya untuk istrinya. Eh ini dapatnya malah kebalikannya! Suami mata keranjang! Nggak bisa liat yang bening dikit, ini besar walau sedikit melorot balonnya. Baju segini sampe kelihatan segitiga birunya. Entah berapa kali mata dia ternoda. Musibah udah ini mah dapat suami modelan gini!", celoteh Elea membuat Ghazi semakin membulatkan matanya.
Bahkan istrinya itu sampai memperagakan penampilan semua wanita yang pernah dia ajak kencan di depan kedua ayah mereka. Bahkan dia mengatakan menikah dengannya adalah Musibah? Apa yang salah? seorang pria wajar kan suka melihat wanita yang cantik dan memiliki body yang sexy? Itu normal kok! Elea saja yang heboh dan terlalu berlebihan.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan