NovelToon NovelToon
5 Tahun Kemudian

5 Tahun Kemudian

Status: tamat
Genre:Cerai / Obsesi / Pengganti / Tamat
Popularitas:828.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: sayonk

Clarissa Binar, seorang wanita yang terus mengabdi pada suaminya. Mencintai suaminya meskipun lima ahun ini suaminya tidak menoleh padanya, hanya menoleh pada putranya Abra.

Namun dalam lima tahun ini dia harus dihadapkan kenyataan pahit. Tiba-tiba seseorang masa lalu dari Adam, suaminya datang dan membawa seorang anak berumur lima tahun.

Akankah Binar memaksa pernikahannya bertahan atau justru memilih pergi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Pengakuan Adam

Tangan gembul baby Abra meraba wajah Adam, lalu memukulnya dengan keras dan membuat bocah kecil itu tertawa.

"Sayang, jangan seperti itu, nanti wajah Papa sakit,"

"Pa... Pa.." Seperti tidak setuju, baby Abra kembali memukul wajah Adam dan membuatnya kembali tertawa.

"Sudah biarkan saja, o iya tidak mau membuatkan aku kopi?" tanya Adam.

Binar tersenyum, "Aku akan membuatkannya," ucap Binar.

Adam menghabiskan waktunya dengan Abra, selama seminggu ini ia tidak pernah menghubungi siapa pun termasuk anak pertamanya dengan Ayu, dia selalu menolak kunjungan mereka ke rumahnya.

"Ini," ucap Binar sambil menaruh kopi yang panas itu di depan Adam. "Biar aku yang memangku Abra, minumlah dulu selagi hangat."

"Biarlah dulu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."

Adam menyerahkan Abra pada Bi Lia, lalu mengecup pipi gembulnya. "Sama Bibi dulu ya sayang, Papa ada urusan dengan Mama."

Adam beralih menatap Binar, dia pun berjongkok dan menggenggam kedua tangan Binar. Menunduk lekat dan merasakan bait-bait di hatinya yang ingin ia keluarkan.

"Maafkan aku, selama ini aku tidak menjadi suami yang baik, aku menelantarkan kalian dan berpangku pada masa lalu." Adam mengangkat wajahnya, menatap lekat kedua kelopak yang mekar itu. Ada sebuah cinta di dalam sana untuknya dan sebuah kekecewaan. "Aku mencintai mu, Binar."

Deg

Kedua mata Binar meremang ada rasa senang di hatinya Adam mencintainya, jadi selama 5 tahun ini perjuangannya tidak sia-sia, tapi semuanya sudah berbeda. Keadaannya sudah berbeda tidak seperti dulu, menggenggam cinta dan rasa sakit, dan sakitnya bertambah seiringnya dengan cinta.

Dia menarik kedua tangannya dan membuat wajah pria itu sayu.

"Kenapa? kau tidak mencintai ku lagi? apa kau menyerah dengan perjuangan mu selama ini?"

"Apa aku tidak pantas di beri kesempatan kedua?"

"Kamu pantas Mas, tapi semuanya sudah berbeda. Ada seorang anak yang membutuhkan mu."

"Dia butuh pengakuan mu,"

Adam meraih kembali kedua tangan Binar, dia mengecup berulang kali kedua tangan itu dengan bergantian. Lalu merebahkan kepalanya di kedua tangan Binar.

"Aku tahu, sekalipun dia memang anak ku, aku tidak akan meninggalkan kalian berdua. Susah senang, kalian ada untuk ku. Kau begitu sabar membuat ku bangkit. Masalah Andra, kau tidak perlu khawatir. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan menikahinya. Hanya Andra yang butuh pengakuan kan, aku hanya mengakui Andra."

"Tapi Andra butuh sosok seorang ibu," ucap Binar.

"Kau ibunya Binar, aku yakin Andra akan mengakui mu." Adam meraba pipi mulus Binar di ikuti hati yang bergetar, dirinya selalu menjadi alasan air matanya yang tumpah beberapa tahun ini.

"Percaya pada ku, selama seminggu ini aku sadar. Aku merenungi diriku, ternyata posisi Ayu telah di gantikan oleh mu."

"Aku mohon, jangan melepaskan aku dengan mudah. Kau ingin membalas ku, balas lah, asalkan jangan meninggalkan aku. It's oke, aku tidak akan menyentuh mu atau aku akan melakukan sesuatu dengan ijin mu," ucap Adam memohon. Dia berharap Binar mau kembali bersamanya. Ia tidak bisa tanpa Binar, jiwanya benar-benar kosong.

"Abra juga butuh sosok diriku."

"Mas,, Aku mencintai mu, tapi aku butuh waktu untuk melupakan kekecewaan ku."

"Tidak apa sayang, aku akan berusaha menyembuhkannya."

Adam langsung memeluk Binar, dia akan menjaga Binar dengan baik, mencintainya dengan dalam. Ia tidak akan mengecewakannya lagi, sekalipun Binar berbuat jahat, dia akan menerimanya.

Adam mencium kening Binar begitu lama, lalu mengelus bibirnya dan mencium serta melu.matnya. "Aku mencintai mu, Binar."

Dia kembali memeluk Binar dan merasakan kepuasan dia hatinya, air matanya mengalir seiringnya dengan rasa bahagia di hatinya.

Sedangkan di tempat yang lain.

Di waktu yang sama, Ayu tengah memandang fotonya dengan Adam. Dia sengaja membuat foto yang berukuran besar agar putranya tahu kalau dia adalah papanya.

"Selama seminggu ini kau tidak menghubungi kami Mas, apa Andra tidak berarti untuk mu?" Ayu menghapus air matanya. "Tidak, setelah Andra terbukti anak mu, kau tidak bisa meninggalkan kami."

"Ma," sapa Andra dengan wajah lesu, dia melangkah dengan lemas dan menaiki ranjang sang Mama.

"Kenapa sayang?" tanya Ayu mendekat, dia berjongkok di depan Andra dan menggenggam kedua tangannya.

"Kenapa Papa tidak menghubungi kita? apa Papa tidak sayang kita lagi?"

"Tidak sayang, kau berhak. Kau putra Papa satu-satunya, hanya saja ada anak lain yang merebut papa mu dari mu dan Mama, maka kita harus berjuang untuk mendapatkan milik kita," ucap Ayu meyakinkan Andra dan membuat anak itu mengangguk dengan cepat.

Ayu tersenyum dan memeluk putranya, dia akan melakukan apa saja demi putranya Andra, karena Andra juga berhak memiliki Adam.

1
Woro Hestiningsih
cerita nya menarik
faizha al-husna
good
Evy
Untuk binar mungkin obat tidur dan untuk suaminya obat perangsang.. Ayu ingin mencoba peruntungan dengan menjebak Ayah biologis anaknya..
Evy
Astaga... semoga Andra berterus-terang pada Papanya...dan tidak melakukan yang diperintahkan oleh mamanya..
Umun Munawaroh
Luar biasa
Siti solikah
lanjut
Siti solikah
dasar ibu ga tahu diri,malah menanamkan kebencian di hati anaknya
Siti solikah
nanti kalau ada ayu dan Andra jadi berubah lagi hatinya
Siti solikah
syukurin kau adam
Siti solikah
pergi saja yang jauh binar,mulai lah kehidupan baru ditempat yang baru
Siti solikah
duh laki2 macam Adam ini pantas di bumi hanguskan
Siti solikah
jadi pusing sendiri kan
Siti solikah
bagus
Siti solikah
bagus binar
Siti solikah
punya jantung tapi tak punya hati itu memang pantas untukmu adam
Siti solikah
bagus binar
Siti solikah
sedih thor
Soraya
karyanya👍
Soraya
Adam sama Binar salah harusnya dia nanya langsung sama Aldri soal obat itu
Soraya
Ayu slalu bilang mertua pdhl blm nikah aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!