NovelToon NovelToon
One Night Stand With Mafia Boss

One Night Stand With Mafia Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / Psikopat itu cintaku / Mafia / Roman-Angst Mafia / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ririnamaku

Bijaklah dalam memilih bacaan.
Cerita ini hanya fiksi belaka!
-------------------------

Megan Ford, seorang agen elit CIA, mengira ia memiliki kendali penuh saat menodongkan pistol ke pelipis Bradley Brown, bos mafia berdarah dingin yang licin.

Namun, dalam hitungan detik, keadaan berbalik. Bradley,seorang manipulatif yang cerdas menaklukkan Megan dalam sebuah One Night Stand yang bukan didasari gairah, melainkan dominasi dan penghancuran harga diri.
Malam itu berakhir dengan kehancuran total bagi harga diri Megan.

Bradley memiliki bukti video yang bisa mengakhiri karier Megan di Langley kapan saja. Terjebak dalam pemerasan, Megan dipaksa hidup dalam "sangkar emas" Bradley.
Mampukah Megan dengan jiwa intelnya melarikan diri dari tahanan Bradley Brown?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririnamaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

Namun kalimat itu tercekat di tenggorokan, dunia seolah berhenti berputar saat mata Megan Ford terpaku pada layar tablet yang masih menyala. Di sana, di tengah gemerlap lampu New York yang tertangkap kamera tersembunyi, Arthur Ford sedang tertawa lepas.

Pria yang selama ini ia puja sebagai pahlawan, kini tampak begitu asing saat mengecup bahu Alice dengan penuh gairah.

Suara panggilan dari CIA di hadapannya terdengar seperti dengungan lebah yang jauh. Megan merasa oksigen di sekitarnya mendadak hilang.

"PAPA! LIHAT AKU! AKU DI SINI!" Suara itu menjerit keras di dalam kepalanya, mencabik-cabik kerongkongannya dengan rasa rindu yang membakar. Megan ingin berteriak hingga seluruh hotel ini runtuh, ingin merobek penyamarannya, dan membiarkan rekan-rekan agennya menyeret Bradley Brown ke neraka paling dalam.

Namun, bibirnya membeku.

Setiap kali ia ingin membuka mulut, bayangan wajah ayahnya yang sedang berbahagia di layar itu menghantamnya. Satu kata saja darinya, maka video itu akan menyebar ke seluruh jaringan berita dunia.

Karir ayahnya, martabat keluarganya, dan sisa-sisa kehormatan nama Ford akan hancur menjadi debu dalam hitungan detik. Bradley tidak hanya menculiknya; pria itu telah menjadikannya sandera atas aib ayahnya sendiri.

"Nona? Anda baik-baik saja?"

Suara agen di depannya memaksa Megan kembali ke realitas yang kejam. Ia merasakan tangan dingin Bradley mendarat ringan di bahunya, sebuah sentuhan yang tampak protektif bagi orang luar, namun terasa seperti cengkeraman maut bagi Megan.

"Nora, Sayang? Sersan ini sedang menunggu jawabanmu," bisik Bradley, suaranya lembut di depan para agen namun setajam silet di telinga Megan.

Megan menelan ludah yang terasa sepahit empedu. Ia tak berani menatap mata rekan-rekannya.

"Kalian... salah orang," suara Megan terdengar lirih, parau, dan hampa. "Nama saya Nora Alexander. Saya hanya seorang turis warga Negara Inggris yang sedang berlibur bersama suami saya."

Detik itu juga, Megan merasa ada sesuatu yang mati di dalam dadanya. Ia baru saja membunuh identitasnya sendiri demi melindungi pria yang bahkan tidak tahu bahwa putrinya sedang meregang nyawa di depan matanya.

“Kami tahu anda sedang berbohong, anda sedang di bawah ancaman Brown, bukan?” Desak petugas itu melirik ke arah Bradley yang kini berdiri santai memasukan jarinya ke dalam saku celananya.

“Silahkan anda cek paspor dan visa saya jika anda masih meragukan kami.” Kali ini suara Megan terdengar sangat meyakinkan.

Agen itu tertegun. Ia mengambil paspor itu, memeriksanya di perangkat biometrik genggam.

VERIFIED: NORA ALEXANDER (UNITED KINGDOM).

Agen itu sedikit ragu, karena ia bisa mengenali wajah Bradley sebagai mafia target CIA yang kini masih dalam penyelidikan, namun belum menemukan bukti nyata atas kejahatan pria itu.

"S-saya minta maaf, Nyonya Alexander," agen itu tampak bingung dengan kejanggalan itu. "Kami menerima laporan identitas yang salah. Maaf telah mengganggu waktu istirahat Anda."

Begitu pintu tertutup kembali dan para agen itu pergi, Megan jatuh terduduk di lantai. Ia terisak tanpa suara, meratapi harga dirinya yang baru saja ia jual demi melindungi rahasia busuk ayahnya.

Bradley berlutut di depannya, menutup tablet itu dengan gerakan anggun. "Pilihan yang cerdas, Sayang. Kau baru saja menyelamatkan martabat Ayahmu, meskipun dia sendiri sedang sibuk mengkhianati ingatan ibumu di New York."

****

Suasana di dalam Presidential Suite itu berubah menjadi sangat mencekam. Bradley berdiri mematung dengan rahang mengeras, jemarinya mengelus permukaan dingin senjata api miliknya dengan gerakan yang sangat mematikan.

"Peter," panggil Bradley dingin.

Peter melangkah masuk dengan sigap. "Ya, Tuan?"

"Kau tahu tugasmu selanjutnya terhadap tikus kecil di bandara itu."

Megan, yang masih terduduk di lantai dengan sisa-sisa kehancuran mentalnya, seketika bangkit. Ketakutan baru menjalar di nadinya saat menyadari Bradley sedang merencanakan sesuatu yang brutal.

"Siap, Tuan. Seseorang sudah dalam perjalanan menuju rumah Nelson," jawab Peter patuh.

"Brad, hentikan... jangan sakiti Nelson!" Megan melangkah maju, mencoba meraih lengan Bradley.

Bradley menyunggingkan senyum sinis yang meremehkan. "Seseorang yang sudah berani mengacaukan rencanaku harus siap menerima akibatnya, Meg."

"Nelson tidak salah, Brad! Dia hanya mengkhawatirkanku! Semua orang akan melakukan hal yang sama jika melihat teman mereka dalam bahaya!"

"Bahaya?" Bradley berbalik, menatap Megan dengan intensitas yang meluap. "Apa menurutnya beradaamu di sisiku adalah sebuah bahaya? Katakan padaku, Meg... apa aku pernah benar-benar menyakitimu? Apa aku melukaimu secara fisik? Aku hanya ingin kau berada di sampingku!"

"Bajingan sepertimu tidak akan pernah menyadari kesalahannya, Brad! Kau sudah menghancurkan hidupku, merampas masa depanku, dan kau masih berani bilang kau tidak menyakitiku?!"

Dalam gerakan yang secepat kilat, Megan menyambar senjata api yang tergeletak di atas meja di depan Bradley. Tanpa ragu, ia menodongkan moncong senjata itu tepat ke arah jantung Bradley.

Peter yang terkejut langsung mencabut senjatanya dan menodong Megan. "Nona, hentikan!"

"Turunkan senjatamu, Pet!" perintah Bradley tegas tanpa mengalihkan pandangan dari mata Megan.

"Tapi, Tuan—"

"KELUAR!" teriak Bradley menggelegar.

Peter terpaksa melangkah mundur dan keluar, namun ia tidak benar-benar pergi. Ia berdiri tepat di balik pintu, siap mendobrak masuk jika mendengar sesuatu yang buruk.

Bradley perlahan mengangkat kedua tangannya, lalu melangkah maju mendekati ujung pistol Megan. "Tarik pelatuknya, Meg. Jika menurutmu membunuhku bisa membuatmu bebas, lakukan sekarang."

"Aku akan membunuhmu, Brown! Jangan kau pikir aku tidak punya nyali untuk menghabisi nyawamu!" Megan berteriak dengan tangan gemetar.

Bradley maju satu langkah lagi, hingga ujung pistol itu menekan dadanya. Ia bahkan ikut memegang tangan Megan yang memegang senjata, seolah ia sedang membantu Megan membidik jantungnya sendiri. "Tarik, Meg. Kau ingin aku mati, bukan?"

Bradley kemudian berlutut di depan Megan, menatap wanita itu dengan sorot mata yang seolah menantang maut. Di bawah tekanan emosi yang meluap dan tangan yang bergetar hebat, Megan akhirnya menarik pelatuk itu.

DOOOORRRRR!

Dan sekali lagi terdengar suara yang sama namun tembakan kedua di ikuti suara cermin yang hancur,

PYAAAARRRRRR!

Ledakan senjata api itu memekakkan telinga, memutus keheningan malam di lantai lima belas Tysons Corner. Peluru yang dilepaskan Megan menghantam tepat pada pangkal rantai lampu kristal raksasa di langit-langit.

Dalam hitungan detik, arus pendek terjadi. Percikan api menyambar, disusul suara ledakan kecil dari sirkuit listrik yang membuat seluruh lampu di suite itu padam seketika.

Hanya ada kegelapan selama dua detik, sebelum akhirnya sistem darurat mengambil alih. Lampu-lampu kecil di sudut plafon menyala temaram, memuntahkan semburat cahaya kemerahan yang mencekam.

"Lampu kristal seberat puluhan kilogram itu jatuh. Bradley, dengan insting predator yang sudah menyatu dalam darahnya, tidak lari menyelamatkan diri. Ia justru menerjang ke arah Megan. Secepat kilat, ia merengkuh tubuh Megan, menariknya ke dalam dekapan yang begitu erat hingga Megan bisa merasakan detak jantung Bradley yang berdetak lebih cepat di balik dadanya.

CRAASSSHHHH!

Suara hantaman itu memekakkan telinga. Lampu kristal itu hancur tepat di punggung Bradley. Serpihan kaca tajam meledak, berhamburan ke segala arah seperti hujan meteor.

Bradley tidak mengerang. Ia hanya tersentak, rahangnya mengatup rapat memperlihatkan urat-urat lehernya. menahan hantaman logam dan tusukan kaca yang merobek kemeja mahalnya hingga menembus kulitnya.

Hantaman itu begitu kuat hingga memicu sensor kebakaran di langit-langit.

SSTTTTTTTTT!

Sistem sprinkler pecah, menyemburkan air deras yang langsung mengguyur ruangan dalam sekejap.

Di ambang pintu, Peter membeku sesaat. Pemandangannya sungguh mengerikan, Bosnya bersimpuh di tengah rongsokan kristal, memeluk Megan di bawah guyuran air, sementara cahaya merah darurat memantul pada genangan darah yang mulai mengalir dari punggung Bradley, bercampur dengan air yang membanjiri lantai marmer.

Kau gila, Brad! Kenapa kau lakukan itu?!" teriak Megan di balik dekapan Bradley yang menyesakkan. Suaranya pecah di antara raungan alarm dan guyuran air.

"Setidaknya jika kau tidak mati di tanganku, biarkan aku yang mati! Aku tidak sudi berhutang nyawa padamu! Aku membencimu, Brad! Aku membencimu!"

Megan meronta, namun ia bisa merasakan tubuh Bradley bergetar hebat. Bradley tidak mengeluh, bahkan saat darah segar mulai merembas keluar, membasahi kemeja mahalnya menjadi merah pekat yang mengerikan. Darah itu luruh ke lantai, menciptakan aliran merah di bawah guyuran sprinkler.

Bradley perlahan melonggarkan pelukannya. Matanya yang sayu menatap Megan di bawah cahaya merah darurat yang temaram.

"Aku... hanya menjaga milikku, Meg," bisik Bradley terbata. Napasnya tersengal, panas tubuhnya perlahan menguap digantikan dingin yang membuat tubuhnya menggigil.

Cengkeraman tangan Bradley di bahu Megan merosot, namun ia sempat meraih tangan Megan, menggenggamnya kuat seolah takut wanita itu akan lari ke dalam kegelapan.

Sedetik kemudian, kelopak mata Bradley tertutup. Ia terkulai lemas, jatuh ke pelukan Megan.

"Brad? Brad! Bangun, bajingan!" Megan berteriak histeris. Wajahnya yang basah kuyup kini bercampur antara air, keringat, dan air mata frustrasi.

1
Senja
eh kali ini bener kata Bradley
Senja
sekarang aja udah stress mala jadi ibu dari anak2, katanya 😔 bener kata Matthew& Clara, emang gila Bradley 😭
Senja
Aduh😭😭😭😭
Bintang Kejora
wah gila sih Arthur Ford... beneran megan menyelamatkam kehormatan ayahnya dengan memgorbankan dirinya
😔
Bintang Kejora
kayak nonton film action hollywood 🤭
Bintang Kejora
Tuh kan bener jadi begini kan? Bradley ga tau megan mempertaruhkan nyawanya demi mencari jawaban tapi bradley tetap ga mau kasih tahu. teka teki banget sih thor
Bintang Kejora
Nekat amat Megan. memilih nyelamitin bradley dari pada Bayinya 😪
Senja
Astaga... Megan benar2 benci sama Bradley sampe2 dia ga mikirin nyawanya sendiri. lebih baik mati 😭
Senja
Apalah Bradley selalu punya cara buat ngikat Megan...😔
Senja
ya ampun ini dari drama ngidam mangga muda sampe ngidam rawon... rawon go international 🤭😄 Anaknya Brad emang agak lain..
Senja
😄😄😄 Hantu London takluk sama mangga muda...
Senja
Ayo kesempatan kabur Megan 😄
Senja
Jadi gadis yang ada di bayangan Bradley itu, Alice kah? Tadi Alice nangis juga di rumah Arthur... benangnya kusut banget. Aku beneran ga bisa nebak. 🤭
Mawar Berduri
kamu itu sebenarnya siapa nya Megan sih Brad? kadang kalem kadang garang🤔🤔
Mawar Berduri
Megan mati❎
Megan hamil ✅
🤭🤭
Bintang Kejora
Ihh Bradley ini siapa sih? misterius banget. kamu kenal megan?
SarSari_
baca juga ceritaku ya kak, suamiku ternyata janji masa kecilku.🙏
Mawar Berduri
Wah ada apa dengan Bradley? kenapa mendadak berubah setelah mendengar cerita Megan?
Senja
Alpha Male si Bradley, bagus aku suka novel dengan genre mafia psikopat. Semoga ke depan lebih menantang.
Mawar Berduri
Bagus untuk openingnya, melibatkan Agen dan Mafia. Lanjut author untuk aksi menegangkan di next chapter. Semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!