Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".
Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.
Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.
"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mata Air Dua Warna
Lorong di depan mereka semakin sempit dan menurun curam. Anehnya, suhu udara di sini tidak lagi sekadar panas menyengat. Setiap sepuluh langkah, suhu berubah drastis dari panas membara menjadi dingin menusuk tulang, lalu kembali panas lagi.
"Tempat apa ini?" Long Tian memeluk tubuhnya sendiri, giginya bergemerutuk saat gelombang dingin menerpa. "Rasanya seperti demam, tapi di luar tubuh."
"Ini adalah Zona Kekacauan Elemen," jelas Han Luo, matanya menatap lurus ke depan. "Biasanya terjadi jika ada dua sumber energi berlawanan yang bocor dan bertemu di satu titik."
Han Luo mempercepat langkahnya. Getaran di saku bajunya semakin gila. Ulat sutranya sangat kelaparan akan energi ini.
Mereka sampai di ujung lorong. Sebuah pintu batu yang hancur setengahnya menganga lebar.
Han Luo dan Long Tian melangkah masuk.
Pemandangan di dalam membuat mata mereka terbelalak.
Ini adalah gua alami yang luas di bawah struktur makam buatan. Di tengah gua, terdapat sebuah kolam berdiameter tiga meter.
Air di kolam itu terbagi menjadi dua warna yang tidak bercampur. Sisi kiri berwarna putih susu yang mendidih dan melepaskan uap panas. Sisi kanan berwarna hitam pekat yang tenang namun membekukan udara di atasnya menjadi kristal es.
Di tengah-tengahnya, di garis perbatasan antara putih dan hitam, tumbuh satu batang bunga teratai yang kelopaknya setengah kristal, setengah api.
Mata Air Yin-Yang. Teratai Hati Ganda.
"Energi di sini..." Long Tian terpesona. "Sangat murni. Jika aku berkultivasi di sini, aku bisa memulihkan Penyimpangan Qi-ku sepenuhnya!"
Han Luo menyipitkan mata. Tentu saja. Ini adalah kolam penyembuhan legendaris yang dilewatkan Long Tian di novel karena dia sibuk melawan Golem di ruang sebelah.
Han Luo menepuk bahu Long Tian.
"Long Tian, kau benar. Tempat ini bagus untukmu. Tapi... lihat ke sekeliling."
Han Luo menunjuk ke sudut-sudut gua yang gelap. Ada tumpukan tulang belulang binatang buas yang mati membeku atau hangus.
"Energi di sini terlalu liar. Jika kau masuk ke kolam itu dalam kondisimu yang tidak stabil sekarang, energi Yin dan Yang akan bertabrakan di dalam tubuhmu dan meledakkan dantian-mu yang baru saja pulih."
Wajah Long Tian memucat. "Benarkah?"
"Ya. Kau butuh seseorang untuk menstabilkan energi di sekitarmu agar kau bisa menyerap uapnya saja dari jarak aman. Dan seseorang itu... harus masuk ke dalam kolam untuk menjadi 'Penyaring'."
Han Luo memasang wajah pengorbanan suci.
"Aku akan masuk, Long Tian. Aku akan menahan arus liar itu. Kau duduklah di dekat pintu masuk dan serap uap murninya. Tapi ingat, jaga pintu itu. Jangan biarkan apapun masuk. Jika konsentrasiku terganggu, kita berdua mati."
Mata Long Tian berkaca-kaca. "Saudara Han... kau rela mengambil risiko itu demi aku?"
"Kita rekan, kan?" Han Luo tersenyum tipis (sangat meyakinkan). "Cepatlah. Waktu kita tidak banyak sebelum Liu Ming bangun."
Long Tian mengangguk tegas. Dia berlari ke pintu masuk, mencabut pedangnya, dan berdiri tegak membelakangi kolam. "Aku akan menjaga nyawamu dengan nyawaku, Saudara Han!"
Han Luo berbalik menghadap kolam. Senyumnya berubah menjadi seringai lebar.
Bodoh yang berguna.
Han Luo tidak berniat menjadi filter. Dia berniat memonopoli kolam ini.
Dia melepas jubah luarnya, menyisakan pakaian dalam sutra pelindung. Dia mengeluarkan kotak Ulat Sutra Es-Api.
"Makanlah sepuasmu, kecil."
Han Luo melempar ulat itu ke tengah kolam.
Plung!
Ulat itu menjerit kegirangan (suara mendecit frekuensi tinggi). Ia berenang ke perbatasan Yin dan Yang, menyerap kedua energi itu dengan rakus. Tubuhnya mulai bersinar terang, berganti-ganti warna dengan cepat.
Han Luo juga masuk ke dalam kolam. Rasanya seperti disiksa. Kulit kirinya terbakar, kulit kanannya membeku.
Sutra Seribu Wajah - Aktivasi Penuh.
Dia menggunakan rasa sakit ini untuk menempa ulang struktur otot dan kulitnya. Energi Yin-Yang ini jauh lebih baik daripada sekadar Pil Pembersih Sumsum. Ini adalah energi asal mula dunia.
Saat Han Luo bermeditasi, Ulat Sutra itu mulai memintal kepompong raksasa di sekitar Teratai Hati Ganda. Ia tidak memakan teratai itu, melainkan menyatu dengannya.
Satu jam berlalu.
Kepompong itu kini berdenyut seperti jantung. Warnanya abu-abu kusam, menyerap semua cahaya di sekitarnya.
Retak.
Suara retakan terdengar.
Han Luo membuka matanya. "Evolusi?"
Kepompong itu pecah.
Bukan kupu-kupu cantik yang keluar.
Yang keluar adalah seekor makhluk yang tampak seperti mimpi buruk indah.
Bentuknya masih ulat, tapi kini memiliki enam pasang sayap transparan tipis di punggungnya. Tubuhnya dilapisi zirah chitin berwarna hitam metalik dengan pola api biru yang bergerak-gerak. Di kepalanya, tumbuh satu tanduk kristal kecil.
Raja Ulat Sutra Mimpi Buruk. Tingkat: 3 Awal (Mutasi). Kemampuan Baru: Benang Ilusi & Racun Yin-Yang.
Han Luo mengulurkan tangannya. Makhluk itu terbang (melayang dengan sayap barunya) dan mendarat di telapak tangannya. Terasa berat dan dingin.
"Kau bukan lagi penghasil sutra biasa," bisik Han Luo kagum. "Kau adalah senjata pembunuh."
Dengan tanduk itu, ulat ini bisa menembus perisai Qi. Dengan benangnya, dia bisa menciptakan ilusi optik.
Sementara itu, di pintu masuk, Long Tian sedang merasakan manfaatnya. Uap yang keluar dari kolam (sisa metabolisme Han Luo dan si Ulat) benar-benar murni. Dantian Long Tian terasa hangat dan nyaman. Racun halus dari obat Peri Lin sedikit terdorong keluar melalui keringat.
"Saudara Han hebat sekali," batin Long Tian kagum. "Dia menahan semua energi jahat itu sendirian."
Tiba-tiba, tanah bergetar hebat.
DUAR!
Suara ledakan datang dari kedalaman makam, dari arah lorong kanan (Ruang Tungku Utama).
Han Luo tersentak kaget. Dia melompat keluar dari kolam, mengenakan jubahnya dengan cepat. Ulat barunya menyelinap masuk ke dalam lengan bajunya, menyamar menjadi gelang hitam.
"Ledakan itu..." Han Luo menatap dinding gua.
Getarannya kuat. Itu bukan ledakan jebakan biasa.
"Seseorang sedang bertarung melawan Golem Penjaga di Ruang Tungku Utama," analisis Han Luo. "Tapi siapa? Liu Ming masih pingsan. Long Tian ada di sini bersamaku."
Hanya ada satu kemungkinan.
Mata-mata itu.
Orang yang mengawasi Long Tian. Dia mengambil kesempatan saat semua orang sibuk.
"Long Tian! Siap-siap!" teriak Han Luo.
"Ada apa, Saudara Han?"
"Ada tamu tak diundang yang sedang mencoba meruntuhkan makam ini di atas kepala kita. Kita harus pergi ke sumber ledakan itu."
"Kenapa? Bukankah berbahaya?"
Han Luo menyeringai dingin.
"Karena jika orang itu berhasil, keseimbangan energi makam ini akan runtuh dan kita akan terkubur hidup-hidup. Kita harus... 'membantunya'." (Kita harus merampoknya saat dia sekarat melawan Golem).
Han Luo dan Long Tian berlari keluar dari gua kolam, meninggalkan Mata Air Yin-Yang yang kini warnanya pudar (energinya tersedot habis oleh si Ulat).
Mereka menuju ke jantung bahaya. Ke tempat di mana api yang sesungguhnya menunggu.
selalu ditunggu lanjutannya 💪💪💪👍👍👍