NovelToon NovelToon
Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Indah R Y

Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.

"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.

"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.

Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.

Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Tanpa menunggu lama Safa langsung berangkat kerumah sakit. Tak lupa ia membawa tas beserta dompet dan juga mengunci pintu rumah.

Di perjalanan Safa merenung, ia memikirkan tentang kecelakaan yang menimpa ibunya. Ini pasti ada sangkut pautnya dengan Kakak tirinya Sara..

Motor metik yang ia tumpangi berhenti di pinggir jalan, tepat di depan gerbang rumah sakit dimana ibunya di rawat. Safa melepaskan helmnya dan memberikan pada sang sopir tak lupa ia membayar ongkos.

"Makasih ya Pak" ucap Safa dengan sopan.

Safa sedikit berlari memasuki rumah sakit itu, ia bertanya dimana ruangan sang ibu, setelah mendapatkan nya Safa langsung menuju kesana.

"Kamu apakan ibuku hah ?" tanya Safa pada seorang laki-laki paruh baya yang menjabat sebagai Ayah tiri Safa.

Laki-laki itu tampak terkejut dengan pertanyaan yang Safa lontarkan, namun sebisa mungkin Ia berusaha tenang.

"Kamu ngomong apa sih ? saya tidak melakukan apa-apa. Ibumu jatuh sendiri di tangga itu" jawab Erlan Ayah tiri Safa.

"Bohong" Hardik Safa lagi, tentu saja ia tak akan percaya dengan omongan pria bejat itu.

"Kamu pasti melakukan sesuatu kan pada Ibuku ? tidak mungkin ibu bisa jatuh di tangga kalau tak ada penyebabnya" sambung Safa lagi.

Endri hendak marah, namun ucapan seseorang berhasil membuat kedua orang itu terdiam "Kamu jangan asal nuduh Safa, lagian apa untungnya Ayah ku melakukan itu. Ibumu jatuh karena keteledoran dia sendiri"

Safa menoleh, ia menatap kakak tirinya dengan tajam. "Kalian jahat !! aku gak percaya kalau ibuku jatuh kalau tidak kalian apakan"

"Terserah !! lagian kau tanya aja langsung sama ibumu, dia kan sudah sadarkan diri" ucap Sara enteng.

Mendengar hal itu Safa langsung masuk kedalam ruangan ibunya dirawat. Benar saja kalau wanita paruh baya yang sangat Safa sayangi sudah membuka matanya.

"Ibu " panggil Safa pelan.

Namun sayangnya Wina tak menyambut kedatangan Safa, ia malah tersenyum kearah Sara.

"Dia ngapain kesini Sar ?? siapa yang ngasih tau dia ?" tanya Wina pada Sara.

"Sara juga tidak tau Bu, tadi dia datang langsung marah-marah dan menuduh Ayah yang menyebabkan ibu masuk rumah sakit"

Mendengar itu Wina langsung menatap tajam kearah Safa.

"Kurang ajar sekali kamu menuduh suami ku seperti itu ? kamu sadar gak kalau dia sekarang Ayah mu ?" ucap Wina dengan geram.

Safa menggeleng "Dia bukan Ayah ku Bu, sampai kapanpun Ayah ku tetap Ayah Hardi.. Sedang kan dia.." Safa menunjuk kearah Endri "Dia hanya orang jahat yang sedang memanfaatkan Ibu"

"Cukup Safa !!!" bentak Wina, dan semua itu membuat Sara tersenyum licik. Ia begitu bahagia melihat saudara tirinya itu menderita.

"Kau memang anak durhaka ! pergi kau dari sini !!" Teriak Wina.

"Ibu sabar bu !! ibukan masih sakit, jangan teriak-teriak, kontrol emosi ibu" ucap Sara menenangkan.

Safa menatap kearah Sara, ia sangat geram dan jijik dengan kelakuan wanita itu.. Dengan gerakan cepat Safa berjalan kearah Sara lalu menghempaskan tangan Sara di pundak ibunya.

"Awwww" pekik Sara.

"Jangan sentuh ibuku !!" ucap Safa geram.

"Safa cukup !! dia kakak mu, jangan kasar sama dia !!" sahut Wina

"Ciiihh, sejak kapan aku punya kakak, bukan kah selama ini ibu hanya melahirkan seorang anak yaitu aku" balas Safa dengan tawa mengejek.

"Ibu... kenapa Safa selalu jahat sama aku Bu ? padahal kan selama ini aku baik sama dia, aku nganggap dia saudara sendiri" air mata palsu sudah Sara keluarkan.

Safa benar-benar jijik mendengar semua itu, rasanya ia ingin sekali menjahit dan mencincang mulut wanita itu dengan cepat.

"Ibu gak pernah mendidik kamu seperti ini Safa !!" Wina menatap sang Safa dengan tatapan tak bisa di artikan.

"Kenapa kamu keras kepala, dan kenapa kamu selalu membantah ibu, iya memang dulu ibu pernah melahirkan kamu, tapi mulai sekarang kamu bukan anak Ibu lagi, anak Ibu cuman satu yaitu Sara"

Duuuuaaaaarrrr...

Langit seakan runtuh begitu saja, ribuan panah menusuk jantung Safa, sakit sungguh begitu sakit mendengar ucapan sang Ibu yang lebih menganggap anak orang lain adalah anaknya sendiri. Sementara Safa ??

Air mata Safa sudah cukup deras membanjiri pipi wanita itu, dadanya terasa sangat sesak, punggung nya naik turun seiring dengan tangisa yang ia keluarkan.

"Ibu benar-benar jahat !! ibu tega ngebuang aku hanya demi dia yang bukan darah daging ibu" balas Safa dengan lirih, entahlah rasanya tenaganya habis untuk berkata lagi

"Kamu yang jahat Safa, kamu gak pernah nurut sama ibu, kamu selalu membantah ibu dan kamu selalu bersikap kasar terhadap Ayah dan Kakak tirimu padahal mereka sangat baik padamu" balas Wina kemudian.

Tak sanggup lagi berkata Safa langsung berlari pergi, di luar ruangan ia melihat Endri sedang tersenyum. Safa yakin kalau laki-laki itu menertawakan dirinya.

Akan tetapi Safa tak peduli, ia kembali berlari meninggalkan rumah sakit itu, sesekali ia memukuli dadanya akibat rasa sesak yang kian menggebu.

Mungkin karena terlalu buru-buru Safa tak sengaja menabrak seseorang, beruntung orang itu berhasil menangkap tubuhnya yang mungil karena kalau tidak Safa pasti akan jatuh di depan orang banyak seperti ini.

"Maaf saya gak senga...." belum selesai Safa melanjutkan ucapan nya, mulut Safa langsung menganga saat menatap seseorang yang ia tabrak adalah Febri.

"Safa .." ucap Febri terkejut.

"Lepasin !!" pinta Safa, karena di lihatin orang banyak Febri langsung melepaskan tubuh Safa.

Safa kembali berlari dan meninggalkan Febri, rasanya Febri ingin mengejar namun ia sadar kalau saat ini dirinya sedang berada di rumah sakit.

"Dia ngapain kesini ? dan sepertinya dia habis menangis tapi ada masalah apa ?" batin Febri.

---

"Hiks--Hiks--Hiks.. Ibu jahat !! dia rela buang aku demi anak yang bukan darah dagingnya"

Masih enggak percaya kalau Ibunya sampai mengucapkan kata itu, kakinya terasa sangat kaku dan sudah tak sanggup untuk berlari, ada begitu banyak yang menatap kearahnya. Namun Safa berusaha tak peduli.

Satu-satunya tempat yang ingin Safa datangi adalah makam sang Ayah, ia ingin bercerita dan mengungkapkan apa yang saat ini dia rasakan.

"Ayah...." Safa kembali berucap lirih.

Langit menampakan awan hitam, suara gemuruh mulai bersahutan, Safa sangat menginginkan hal ini karena dengan datangnya hujan ia bisa menyembunyikan air mata yang kian menderas.

"Safa kangen Ayah ..."

Kini kakinya benar-benar kaku, Safa mendudukan diri di trotoar jalan. Kepala gadis itu di telungkupkan di kedua lutut yang ia tekuk.

"Turunlah Hujan !! basahi tubuhku dengan aliran mu !! aku ingin menyembunyikan kesedihan ini, karena percuma aku menunjukan tangisan ku, tidak akan ada yang akan kasihan dengan ku, sekarang aku tak punya siapa-siapa lagi, Ayahku telah pergi dan Ibuku telah membuangku !"

---

...LIKE DAN KOMEN...

...ADD FAVORIT...

...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...

1
Rina Rina
bener Thor biar kan Safa bahagia kasian dri awal nangis trus
Rina Rina
keren
Rina Rina
sama aq juga setuju
Rina Rina
rasakan itu masih ada di sia2kan
Rina Rina
betul itu kk
Rina Rina
bodoh udah dibilang pigi aja
Rina Rina
aq setuju pergi aja untuk apa cinta klo trsiksa
Rina Rina
klo aq jdi Safa pergi aja bawa anak nya biar gk sakit hati trus
Ray Jepara
Kecewa
Awind Widayanti
ga suka safa yg terlalu lemas sama kk tirinya
Awind Widayanti
kan udah liat d foto
Li Tho
Luar biasa
Starry💫
antara kasihan sama Desi dan juga kasihan sama Safa, tapi pingin banget menenggelamkan Febri di danau Sunter 😠
Nani Mardiani
Makanya wat kaum perempuan jangan mau dinikahi siri, rugi banget.
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.
Enung Samsiah
naaahhh akhirnya ketauan juga di sembunyikan d mn pun akn ketauan juga,,,,
Enung Samsiah
aduuhh sipebi pdhl jngn bilng mau mkn berdua kan ibu hmil snsitif sedih jdinya,,
Enung Samsiah
aaaahhh rumah tangga kacau klu udh begini,,, ayo jdi siapa yg d salahkan,,,,
Enung Samsiah
rasa takut seorang istri pasti ada, semua istri pasti gitu
Dila Ayu
semangat y thor..
Jeany Cutex
ceritanya seru kayak di sinetron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!