NovelToon NovelToon
Mantan Suami Istri

Mantan Suami Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: TK

Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eleven

Vote sebelum membaca 😘

.

.

Ara mengerang membuka matanya perlahan saat merasakan cahaya matahari mengganggu tidurnya. Wanita itu kemudian duduk menyender di kepala ranjang.

Ia baru sadar jika dirinya ada di apartemen pria itu, siapa lagi kalau bukan Arion.

Akhirnya Ara bangkit dari sana, tapi wanita itu terkejut saat melihat bajunya telah berganti menjadi kaos putih dengan celana pendek. Meringis apakah Arion yang mengganti pakaiannya? Astaga.

Menghembuskan nafasnya kasar, Ara lalu keluar dari kamar itu. Saat baru keluar Ia malah langsung di suguhkan dengan pemandangan pagi yang membuatnya terpana.

Di dapur terlihat Arion yang sedang menyiapkan sarapan, tampan. penampilan pria itu yang santai malah membuatnya terpesona. Hah apa yang Ia pikirkan?!

"Kau sudah bangun?"

Ara langsung mengangkat kepalanya, kemudian mengangguk kecil.

"Kemarilah, aku sudah siapkan sarapan."

"Em gue mau pulang."

Arion terdiam lalu melangkah mendekati Ara. "Boleh pulang kalau udah sarapan!"

"Gak, gue mau pulang aja."

Saat Arabelle akan kembali ke kamar untuk berganti pakaian, pergelangan tangannya malah di tahan.

"Makan Ara, jangan buat aku marah." Desis Arion.

Melihat sikap Arion yang seperti itu selalu membuat Ara takut, apalagi dengan tatapan tajam itu. Kembali teringat kejadian kemarin yang membuatnya merinding. "O-oke tapi lepasin tangan gue."

Arion tak melepas tangan Ara, Ia malah menarik wanita itu untuk duduk di kursi makan. Ara menatap nasi goreng seafood di meja makan, selalu saja jika menyangkut makanan dirinya selalu kalah.

"Makanlah, kau masih suka kan makanan itu?"

"Hm."

Akhirnya Ara menyerah, Ia mulai memakan sarapannya dengan tenang. Rasanya enak, tapi apa benar Arion yang memasak?

"Biar nanti aku anter pulang."

"Gak usah."

"Gak ada penolakan, lagi pula saya mau lihat putra saya."

Ukhuk!

Ara tersedak makanannya dan saat melihat gelas berisi air di sodorkan padanya, Ia langsung merebut dan minum dengan terburu-buru.

Arion mengusap punggung Ara. "Pelan-pelan minumnya."

Ara menoleh dan menatap tajam pria itu yang duduk di sampingnya. "Gak!"

"Kenapa? Dia harus tahu kalau saya ayahnya."

Ara mengernyit, Ia baru sadar jika Arion berbicara dengan bahasa yang halus, tak seperti dulu dengan arogan dan ketus. Bahkan pria itu berbicara Aku-Kamu, aneh.

"Kamu tuh udah pisahin saya sama anak saya bertahun-tahun, kamu sadar gak itu adalah perbuatan kejam?"

"Saya bisa aja menjarain kamu, tapi saya masih baik hati karena kamu sudah menjaga putra saya selama ini."

Ara terdiam sesaat, lalu dengan polosnya berucap dingin. "Lo sakit ya?"

"Hah?"

"Kok lo ngomong formal banget sama gue, aneh tau gak?"

Arion mendengus sebal, serba salah ternyata. Ia bersikap kasar salah, sekarang saat Ia berbicara dengan baik malah dianggap aneh. Dasar wanita!

"Terserahlah! Pokonya gue anterin lo pulang gak ada penolakan!"

Tuhkan muncul lagi monsternya.

"Ck." Ara berdecak lalu kembali melanjutkan sarapannya. Percuma juga Ia menolak, pria itu pasti punya seribu cara untuk memaksanya.

       

***

Jujur sebenarnya Ara bingung dan bimbang, apakah ini waktu yang tepat untuk memgungkapkan semua kenyataan itu?

Ara tak tahu apakah Arionbenar-benar ingin bertanggung jawab, tapi Ia belum yakin.

Ia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Finn, saat bertemu dengan ayah kandungnya.

"Dimana rumahmu?"

Arion menoleh saat tak mendapat sahutan, pria itu mengusap rambut Ara. "Hei jangan melamun!"

Ara menepis tangan itu kasar. "Jangan sok perhatian deh lo!" Ketusnya.

Sial, umpat Arion dalam hati.

Ternyata susah juga meyakinkan Arabelle, wanita itu sangat keras kepala. Tak berubah, padahal mereka bukan anak kecil lagi.

"Oke, rumah lo dimana?"

"Gue turun aja disini."

"Gak! Gue mau liat anak gue!"

"Gak boleh!"

"Kenapa?"

"Y-ya gak boleh."

Arion langsung menghentikan mobilnya di samping trotoar. Pria itu kemudian memukul setir mobil dengan keras, dan itu tentu saja membuat Ara terkejut.

"JANGAN MENGHINDAR LAGI ARA!"

"Ap-apasih?"

Arion menatap tajam Ara lalu mencengkram bahu wanita itu erat. "SELAMA INI LO UDAH SEMBUNYIIN DIA DARI GUE, APA LO GAK TAHU KALAU GUE MERASA BERSALAH HAH!"

Ara ketakutan, belum pernah Ia mendapat bentakan itu. Pria ini sangat mengerikan. Tanpa terasa air mata menetes di pipinya, sifat cengengnya kembali lagi.

Dan Arion membelakan matanya melihat wanita itu menangis, apa Ia terlalu kasar?

"Hei lo-"

"Gue mau pulang." Bisik Ara sambil membalikan tubuhnya duduk memunggungi Arion.

Menghembuskan nafasnya berat, Arion lalu kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.

"Kita kemana sekarang?"

"Jalan Setiabudi raya no 2."

"Oke."

***

Arion mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang berukuran sedang ini. Walaupum kamar ini tak terlalu besar, tapi apartemen yang di tinggali Arabelle sangat rapih juga bersih, dan entah kenapa membuatnya nyaman.

Perhatian Arion teralih pada pigura-pigura kecil di samping televisi. Membawa salah satu pigura disana, saat melihatnya Ia langsung tersenyum.

Di foto itu ada Arabelle sedang mencium pipi Finn yang sedang merayakan ulang tahun entah keberapa. Sangat manis, dan Ia iri karena tak bisa merasakan moment bahagia itu.

"Kenapa masih disini?"

Arion berbalik, menatap heran Ara yang sudah mengganti pakaiannya. Tak lupa rambut yang di cepol membuat leher putih itu terlihat sangat menggoda di matanya.

"Emang gak boleh?"

"Ya gak lah, sana pulang!"

Dasar!

Huh wanita itu benar-benar harus di beri pelajaran, kurang ajar sekali pada bosnya sendiri.

"Gak mau, gue mau nunggu Finn."

Ara berdecak lalu melihat jam di dinding. "Dia masih lama pulangnya, udah sana pulang!"

Seolah tuli Arion malah tak peduli dan duduk di sofa lalu menyalakan televisi. Kaki pria itu di angkat ke meja seolah ini adalah rumahnya sendiri.

Lain halnya dengan Ara, wanita itu mencoba bersabar melihat tingkah semena-mena Arion. Memang susah mengatur pria si keras kepala!

"Buatin gue minum."

"Apa?"

"Jus mangga aja."

"Jangan terlalu manis."

"O iya kalau ada ramen jangan lupa buatin ya, gue laper."

Dengan penuh amarah, Ara mendekat dan memukul kepala pria itu dari belakang.

Plak

"YAKKK!!"

Arion berdiri menatap tajam Ara sambil mengusap kepalanya yang baru saja di pukul, sialan wanita itu sangat kasar.

"Apa?" Tanya Ara santai seolah merasa tak bersalah.

"Lo!" Tunjuk Arion, tapi tangannya langsung di tepis kasar.

"Sana pulang! Enak aja emang gue pembantu apa? Ini bukan rumah lo!"

Sial, sial, sial. Kenapa susah sekali meluluhkan hati Arabelle. Arion frustasi sendiri di buatnya.

Melihat Arion yang sedang terdiam membuat Ara langsung mendorong pria itu agar keluar dari apartement nya. Sedangkan Arion mencoba melawan, tapi sayang saat sudah di luar wanita itu langsung menutup pintu dengan kasar tepat di depan wajahnya.

"Shit!"

Mungkin sekarang bukan waktunya, Arion harus mengulur waktu. Ia akan kembali, memperjuangkan apa yang menjadi haknya. Ya Ia tak akan menyerah begitu saja, untuk meluluhkam hati Arabelle juga putranya, Finn Kaili.

                                 

1
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Ray Aza
sifat dasar cowok itu pemburu bukan yg diburu. dr masih cindil sdh diintilin trs yg ada bikin ilfeel. ksh ruang dan waktu utk finn, kl mmg finn pny rasa sm kamu pasti dia akan kehilangan dan berusaha nyari kamu. tp kl finn ga ada rasa juga ya sudah. tutup buku cari yang baru. cinta boleh bodoh jangan, jgn prnh maksa perasaan ujung2nya km yg akan terluka.
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
USWA ,: sejauh ini hanya ini yg paling jauh bang...
total 1 replies
Ce Habibah
ara kamu jngn egois dong kasihan fin biarlah dia merasa kasih sayang orang lain (papanya)selain mamanya
Alif
jahat betul fin sama tasya ya.. klo memang g mau sama lila minimal fin g macarin teman dekatnya, bgt jg tasya kamu kan sahabatnya knpa kamu terima teman macam apa kamu tasya hnya krna cwok kamu tega sama sahabatmu
Mezuke Holee
Luar biasa
Mezuke Holee
Lumayan
reiga1911
mantap
Ria Dardiri
menarikkk
Alanna Th
aq jg tdk brjdh dg cinta prtmq yg kandas n mmalukn 😵😥💔💔
Alanna Th
pasti bgt, shg lilia pth hati doble", akhirnya mmbw hatiny yg hancur k aussie. stlh lilia pergi, barulh finn mrasa khilangan 🤔😱😰
Alanna Th
skrg tgl 7-7'23 , thor aq baca yg k 3 x nya 👍😘😍😂🤣💗😉
Alanna Th
sdh prnh baca, tp lupa critanya n kpn bacanya. mo baca ulang, thor 🤔👍👍👍😍😂🤣
Aranel T: Hehe mantap Kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Menarik lanjuut
RithaMartinE
sukaa visualnnya 😍😍
@azza
novel romantis
Nuranita
wah bocil ini....emg minta d ungsikan ke palestina kayake
Nuranita
aqila and michael.....lebih seru kyake
Nuranita
deep conversation..nih bocil akhirx luluh juga......good girl
Nuranita
bocil reseh ini mah....
.
Nuranita
alysiax kurang cantik thor.....maaf y.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!