Ciluk ba...
"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.
"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.
"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.
Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.
Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.
Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikahlah
"Pak Luis, anda harus menyelidiki Ibu Amira. Kepala bagian divisi keuangan. Ada transaksi yang janggal," ucap Emma tiba-tiba setelah menyampaikan beberapa laporan yang sudah diperiksanya.
"Ibu Amira? Ada apa dengannya? Bukan kah semua baik-baik saja? Terakhir bulan kemarin, sudah cek semua transaksi juga aman." tanya Luis dengan tatapan bingungnya.
Benar kata Erlan, Emma akan bersikap profesional ketika sudah berada di kantor. Tak terlihat sama sekali gurat benci atau kesal padanya karena kejadian di restorant tadi. Padahal ia sendiri merasa sedikit bersalah karena menyinggung urusan pribadi sekretarisnya itu.
"Ada beberapa kesalahan fatal dalam laporan keuangan perusahaan bulan ini. Tadi Ibu Amira menyerahkan laporan keuangan, namun setelah saya cek ada yang janggal. Setelah saya konfirmasi, katanya salah ketik. Itu sangat tidak masuk akal, apalagi salah pengetikan nama supplier bahan baku perusahaan." ucap Emma dengan tegas.
"Jika typo satu atau dua huruf, itu maklum. Tapi ini full dan ada beberapa transaksi janggal lainnya juga. Tak lupa ada transfer uang atas nama supplier itu dari rekening perusahaan kita pada tanggal 11," lanjutnya menjelaskan.
"Sebentar, saya cek dulu mutasi rekening perusahaan." Luis segera memeriksa transaksi selama satu bulan ini.
Luis begitu fokus, sedangkan Emma memilih memeriksa jadwal Luis esok hari. Ia harus menyiapkan detail agenda rapat dan laporan apa saja yang harus sudah ada di meja Luis untuk esok hari. Begitu detail, itu lah Emma yang mendapatkan julukan sekretaris sempurna.
"Benar. Pembelian apa ini? Kok nominalnya di atas seratus juta? PT Karya Sakti? Bukan kah kita tidak pernah bekerjasama dengan mereka? Semua bahan baku yang dijual itu sangat mahal dan tidak sesuai denagn kualitasnya saat dulu kita mengeceknya langsung," tanya Luis setelah memeriksa semuanya.
"Benar. Kita tidak pernah bekerjasama dengan mereka. Entah bagaimana Ibu Amira bisa menuliskan nama itu," ucap Emma sambil menggelengkan kepalanya.
"Biar saya yang urus," ucap Luis yang langsung menghubungi bagian keuangan perusahaan.
Ceklek...
Luis yang tengah menghubungi karyawannya, mengalihkan pandangannya ke arah pintu ruang kerja yang dibuka. Luis ingin marah karena orang itu langsung masuk, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Terlihat seorang pria tua datang dengan raut wajah datarnya. Dia adalah Kakek Regan.
Melihat ada tamu yang tiba-tiba masuk, Emma segera berdiri kemudian menyambutnya dengan senyum ramah. Ia yakin orang yang masuk ruang kerja Luis tanpa mengetuk pintu itu adalah orang terdekat atasannya. Luis mendengus sebal melihat Kakek Regan datang ke perusahaannya.
"Ada apa sampai Kakek datang ke kantor Luis yang kecil ini? Apa ada hal penting?" tanya Luis setelah menutup panggilannya.
"Saya permisi keluar, Pak." ucap Emma yang merasa jika mereka berdua hendak berbicara serius.
"Tidak perlu. Kamu di sini saja," cegah Kakek Regan saat merasakan sesuatu yang berbeda ketika dekat dengan Emma.
"Duduk sini," ajak Kakek Regan sambil menunjuk pada kursi di sampingnya. Emma melihat sebentar ke arah Luis untuk meminta persetujuan.
"Duduk lah, Emma." Emma segera duduk di hadapan Luis, berdampingan dengan Kakek Regan.
"Kamu sekretaris Luis?" tanya Kakek Regan pada Emma.
"Iya, Tuan. Saya sekretaris Pak Luis," jawab Emma seadanya.
Kalian, menikahlah.
Eh...
Keduanya langsung terkejut mendengar ucapan tiba-tiba dari Kakek Regan. Padahal sebelumnya, Kakek Regan hanya menanyakan tentang status Emma di perusahaan ini. Namun terlihat sekali jika Kakek Regan menyukai tingkah dan sikap Emma saat bertemu dengannya. Padahal baru bertemu sekali, namun Kakek Regan sudah bisa menilai perempuan seperti apa Emma itu.
"Kakek, jangan bercanda. Emma itu sekretaris Luis. Sebenarnya Kakek ini mau ngapain di sini?" ucap Luis memperingatkan Kakek Regan.
"Suka-suka Kakek mau ngapain di sini. Terus kenapa kalau dia sekretarismu? Sekretaris atau apapun itu, Kakek minta kamu menikah dengannya." ucap Kakek Regan dengan yakin.
"Emma, kamu mau kan menikah dengan Luis? Kakek akan jamin, kalau kamu bisa bahagia jika bersama Luis," lanjutnya sambil menatap ke arah Emma.
"Ma Maaf, Tuan. Saya tidak paham dengan situasi ini," Emma benar-benar terkejut dan pandangannya kosong.
Tidak ada omongan apa-apa, namun sekarang malah diminta menikah dengan atasannya. Apalagi ia baru bertemu dengan Kakek atasannya itu sekali. Seharusnya Kakek Regan mencari tahu asal usul calon istri yang akan dijodohkan dengan Luis. Bukan asal menunjuk orang seperti itu.
"Emma, kamu keluar dulu. Biar saya bicara sama Kakek. Mungkin tadi kepalanya habis kepentok pohon durian, makanya bicara ngelantur." ucap Luis.
Emma menganggukkan kepalanya mengerti. Ia menuruti perintah dari Luis. Ia tidak kebingungan dengan keadaan ini. Tiba-tiba malah dilamar oleh Kakek Regan untuk cucunya. Bahkan untuk kepikiran akan menikah lagi saja, dia masih belum memikirkannya. Ada banyak pertimbangan setelah pernikahan pertamanya hancur.
"Ada-ada saja itu Kakeknya Pak Luis. Masa asal minta perempuan menikah dengan cucunya. Kalau perempuan itu matre dan jahat bagaimana?" gumam Emma yang masih tak habis pikir dengan Kakek Regan.
***
"Ayo jajan, Tante Celine." seru Aiko sambil menarik tangan Celine agar segera keluar dari rumah.
"Sebentar, Aiko. Ini tontonan dramanya Tante baru bagus-bagusnya lho," seru Celine menolak pergi di saat sedang menonton drama yang viral.
"Tante, itu nanti selesaina juga sama semua. Sudah teltebak akhilna," seru Aiko seakan tahu apa ending dari drama yang ditonton oleh Celine.
"Apa?" tanya Celine dengan tatapan penasarannya.
"Lopis gelna nanti menikah sama bosnya. Ini nanti kaya celitana Mama. Mama akan menikah sama Om bos," seru Aiko dengan antusiasnya.
Office girl, bukan lopis.
Astaga...
Terus apa tadi? Mamamu akan menikah dengan atasannya?
Celine yang mendengar ucapan Aiko pun sangat terkejut. Mama dari Aiko akan menikah dengan Om bos? Siapa Om bos yang dimaksud? Celine belum diberitahu oleh Emma mengenai hal ini. Tentu saja ini berita sangat heboh.
"Om bos siapa?" tanya Celine dengan tatapan penasarannya.
"Kata Mama, ndak boleh ajak anak kecil gosip."
"Jadi ayo jajan," seru Aiko yang kemudian menarik tangan Celine.
"Yang mulai mau gosip tadi kan kamu, Aiko. Hihhhh... Gemas banget aku," gerutu Celine saat tak mendapatkan jawaban apapun dari Aiko.
"Tante belikan kamu jajan apapun asalkan jawab dulu pertanyaan Tante," lanjutnya.
Namun sepertinya Aiko tak mau membahas lagi masalah Om bos dan Mamanya. Celine yang masih penasaran, nanti akan mencari tahu lewat Emma sendiri. Percuma juga berbicara pada Aiko, ia takkan paham urusan orang dewasa.
Jajan seribu saja,
Celibu? Dapat apa itu? Cilok dapat dua biji doang,
Selatus libu,
Heh... Mau buat beli apa seratus ribu? Banyak amat,
Beli omongan tetangga yang suka gosipin Mamana Aiko,
Eh...
ini buktinya🤣🤣
dengan itu om bos ,kalau gak tertarik mending buat kakek Regan aja😂
Emma lihat tuh kak Luis dan Aiko sangat kompak bukan ,sangat pantas dan cocok jadi suami mu 😂
Luis kapan ngajakin nikah 🤣
serius aku nanya😂
nanti tambah gak tumbuh tumbuh rambut nya Kim kalau sama Celine hahaha
tapi bener juga siapa tau cocok😂
Cie Luis berharap jadi pasangan suami istri 🤭