NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:270.8k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Semua Berkat Mamanya Anin

"Aku mencintaimu bukan karena anak, Ki."

"Lantas karena apa?"

"Tak ada alasan yang bisa aku jelaskan. Yang pasti aku sudah berusaha menelaah setiap inci isi hatiku. Jawabannya, aku benar-benar mencintaimu."

"Apa kamu juga mencintai Hana?"

Deg...

Aldo menelan salivanya dalam-dalam. Aldo pun dilema. Bukan karena ia tak bisa menjawab pertanyaan Kirana secara gamblang, tapi ia juga tak ingin mengumbar intern rumah tangganya dengan Hana pada orang lain. Walaupun Kirana berstatus sebagai istrinya juga.

"Kalau aku jawab enggak mencintai Hana, apa kamu percaya?"

"Enggak," sahut Kirana dengan cepat.

"Ya sudah, anggap saja seperti itu selamanya. Jadi hal ini tak membuat penghalang bagi kita bukan?"

"Tetap saja aku tak ingin sebagai pihak ketiga,"

"Kamu sama sekali bukan pihak ketiga, Ki."

Deep talk yang dilakuan keduanya berjalan cukup al0t. Kirana tetap ingin berpisah dari Aldo. Sedangkan Aldo tak ingin melakukannya.

Akhirnya Aldo memilih untuk menyudahi pembicaraan tersebut.

"Aku mau pulang, Al."

"Aku mohon, Ki. Malam ini tolong temani aku tidur. Asal kamu tau, Ki. Selama lima tahun ini tidurku sama sekali tak nyenyak," ungkap Aldo secara jujur.

Kirana menghela nafas beratnya.

"Aku tak akan melakukannya. Aku hanya ingin kamu tidur di sampingku," ujar Aldo yang berusaha menjelaskan agar Kirana tak salah paham dengannya atau merasa takut disetu_buhi saat tidur.

"Baiklah," ucap Kirana yang akhirnya memilih untuk mengiyakan.

Di sisi lain, Kirana tak tega melihat wajah Aldo yang memelas padanya. Terlihat gurat lelah bercampur rindu yang Kirana lihat di wajah Aldo.

Aldo berbaring miring dengan berbantalkan sebelah tangannya yang dilipat dan tangan yang lainya digunakannya untuk memeluk tubuh Kirana. Tak ada penolakan yang dilakukan oleh Kirana. Ia membiarkan tubuhnya didekap hangat oleh Aldo.

"Kamu tak ingin mengucapkan kata-kata untukku sebelum kita tidur?" cicit Aldo.

"Tak ada," jawab Kirana singkat.

"Selamat tidur, Sayangku." Aldo yang akhirnya mengucap kalimat manis sebelum ia memejamkan kedua matanya menuju ke alam mimpi.

"Selamat tidur, Al. Istirahatlah," batin Kirana menyahutinya.

Tak lama rasa kantuk seketika mendera Aldo. Padahal selama lima tahun terakhir ini Aldo sering mengalami gejala insomnia alias susah tidur.

Hal itu dikarenakan ia terus memikirkan tentang Kirana yang mendadak pergi tanpa pamit padanya. Menghilang bak ditelan bumi setelah melahirkan buah hati mereka.

Tak butuh waktu lama, suara dengkuran halus pun terdengar di telinga Kirana. Ia membuka kedua matanya, lalu menatap Aldo yang diyakininya sudah terlelap. Pertanda bahwa Aldo memasuki alam tidurnya.

Alam seakan memberikan sinyal bahwa di sisi Kirana, Aldo mendapatkan kenyamanan itu. Seakan Kirana adalah guling hidup yang diciptakan Tuhan hanya untuknya. Mampu menghipnotis seorang Aldo Bimantara Pamungkas dengan rasa cinta yang sesungguhnya.

☘️☘️

Keesokan paginya, ponsel Aldo mendadak berdering kencang.

Kring... Kring...

Aldo yang masih memejamkan matanya, tentu merasa tidurnya terusik. Ia pun meraba di atas nakas guna mencari ponselnya.

Setelah mendapatkannya, Aldo kemudian mengambilnya. Perlahan kedua mata Aldo terbuka dan menatap layar ponselnya. Tertera nama Hana yang ternyata meneleponnya. Saat ini jam menunjukkan pukul enam pagi.

"Hana. Untuk apa dia hubungi aku?" gumam Aldo di mana khas orang baru saja bangun tidur jadi nyawa di tubuhnya seakan belum lengkap. Mode jet lag cenderung linglung.

Aldo terlupa kalau semalam dirinya tak pulang ke rumah dan justru berakhir menginap di apartemen bersama Kirana. Tentu saja pagi-pagi sekali Hana menghubungi suaminya. Sebagai istri, dia pasti cemas. Hal yang lumrah.

"Kirana," gumam Aldo seketika teringat jika semalam dirinya menarik paksa istri keduanya itu dari tempat karaoke.

Aldo terbangun dengan duduk di ranjang, lalu mengedarkan pandangannya di kamarnya dan tak ada Kirana.

"Kirana !!" teriak Aldo seraya bergegas turun dari ranjang dan mencari keberadaan Kirana.

Hasilnya nihil. Kirana tak ditemukannya.

Aldo sudah mencari ke kamar mandi dan seluruh kamar di unit miliknya tersebut. Namun tak ada Kirana di sana.

"Arggh !!" desis Aldo terlihat frustasi hingga menyugar rambutnya sendiri dengan jari-jemarinya secara kasar.

"Di mana kamu, Ki?"

Aldo semakin bingung dan kembali merasa kehilangan belahan jiwanya yang berstatus sebagai istri keduanya itu. Sampai-sampai deringan ponselnya yakni telepon dari Hana, ia abaikan dan sengaja tak diangkat olehnya.

☘️☘️

Di seberang sana, Hana terus mengomel karena Aldo tak pulang sejak semalam dan sekarang panggilannya tak kunjung diangkat oleh sang suami.

"Mas Aldo ke mana sih? Baru kali ini dia sampai gak pulang ke rumah padahal gak keluar kota. Huft !!" keluh Hana.

Detik selanjutnya, mendadak pikiran Hana berseliweran praduga negatif terhadap suaminya sendiri.

"Apa Mas Aldo punya wanita lain di luar sana?" batin Hana.

"Ma, Papa mana?" sapa Kenzo yang mendadak berjalan ke meja makan di mana Hana berada saat ini. Sontak hal ini membuat lamunan Hana buyar dan terkejut.

"Eh, Sa_yang." Hana sedikit tergagap.

Namun, hal itu hanya sebentar saja. Setelah itu, ia justru terkejut melihat Kenzo yang tampak berbeda pagi ini.

"Aduh, anak bunda udah ganteng dan pinter. Baru saja bunda mau bantu Kenzo pakai seragam. Eh, udah rapi begini." Puji Hana seraya mengalihkan perhatian Kenzo perkara keberadaan Aldo yang tak ada di rumah pagi ini.

"Ya dong, Bun. Kenzo gitu loh," jawab Kenzo berbangga diri dan penuh semangat ia tunjukkan pada Hana. Kenzo bahkan menepuk-nepuk da_da nya dengan telapak tangannya.

"Nah, gitu dong. Anak bunda harus rajin belajar dan sekolah, biar Ken jadi anak hebat di masa depan."

"Semua berkat Mamanya Anin, Bun." Celetuk Kenzo.

"Loh, memangnya ibunya teman sekolahmu itu bilang apa ke kamu Nak?" cecar Hana yang mendadak didera penasaran.

Hana pikir Kenzo berubah dan menjadi semangat sekolah hari ini karena kemarin ia membelikan mainan kesukaannya. Setelah sehari sebelumnya terjadi drama uring-uringan Kenzo yang ingin bolos sekolah.

Kenzo begitu senang menerima hadiah dari Hana. Ia memeluk sayang tubuh Hana saat menerima mainan tersebut kemarin sepulang sekolah. Namun, ternyata bukan karena hal itu yang membuat Kenzo semangat sekolah pagi ini, melainkan orang lain yang tak dikenalnya.

Sebagai ibu yang membesarkan Kenzo, tentu di benak Hana timbul setitik rasa tak suka jika perhatian putranya itu beralih pada orang lain.

"Apa yang dilakukan Mamanya Anin sampai Kenzo mau rajin sekolah dan semangat begini, hem?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Bastian tak akan bisa meraih hati anin
Tutik Karlos
pasti soal perceraian....Aldo harus menceraikan Kirana ...
karna Bastian jatuh cinta PD kirana
oyen
syarat nya mungkin kudu cere sama kirana
Zuhril Witanto
apa syaratnya harus bercerai
Zuhril Witanto
sibuk tidur 😂😂
Sunaryati
Lanjuut emak tunggu
Sunaryati
Bastian suka sama ibunya saja, karena Kirana ada Anin terpaksa belajar suka dengan Anin, tapi sepertinya Aldo tidak akan melepas Kirana, apalagi Anin. Namun biarkan jika bersama Bastian agar Aldo sadar jika Kirana tidak mau jadi madu, tahu rasanya cemburu, jadi juga bisa merasakan diduakan itu tidak enak. Dan Kirana sadar tindakannya salah, walau istri pertama tidak bisa menjalankan perannya sebagai istri secara utuh, terutama tentang kebutuhan batin.
Anonymous: aldo ini tipe yang harus di gebukin dulu baru sadar
total 1 replies
Indriani Kartini
jangan terhasut Kirana, kmu juga jangan egois dan keras kepala, pentingkan kesembuhan anin
Indriani Kartini
jangan egois Kirana,
Teh Euis Tea
bastian jgn bilang syarat ketemu anin aldo suruh cerai sm kirana awas aj tak jewer kupingmu
Helnita Febriana
aldo bukan orang begok bastian, bisa jadi lu sendiri yang akan diancam ma aldo, apalagi aldo dah tau kebenaran tentang anin
Ari Atik
bastian/Curse//Curse//Curse/
Ayesha Almira
tp aldo dh tau keberadaan anin..
Iccha Risa
Bastian ini mah buat keuntungan diri sendiri, licik pantes Anin ga sukaa... Kirana peka doong nie org suka kamu... halangan buat bersama selalu ada
Jumi Nar
toloooong othor solehot syaratnya jngan tanda tangan surat cerai please🙏🙏🙏
Nena Anwar
bocil aja tau ya mana yg tulus dan mana yg modus, keren Anin udah antisipasi duluan
Nena Anwar
ikatan bathin sungguh kuat si kembar pun tantrum barengan dengan alasan yg sama yaitu Papa Aldo
Putri Dhamayanti
syaratnya harus mau bercerai dg Kirana, gt?? cih... bnr² minta dilempar ke laut nih si kuceL...

Anin pinter, jangan mau dideketin sm kucel ndak tampan 🤣 ... gak suka anak² om itu
Linda Yohana
Bagus novelnya
Tuti Tyastuti
𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘴𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘰𝘬 𝘣𝘢𝘬𝘸𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘣𝘢𝘴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!