NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:448.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Semua Berkat Mamanya Anin

"Aku mencintaimu bukan karena anak, Ki."

"Lantas karena apa?"

"Tak ada alasan yang bisa aku jelaskan. Yang pasti aku sudah berusaha menelaah setiap inci isi hatiku. Jawabannya, aku benar-benar mencintaimu."

"Apa kamu juga mencintai Hana?"

Deg...

Aldo menelan salivanya dalam-dalam. Aldo pun dilema. Bukan karena ia tak bisa menjawab pertanyaan Kirana secara gamblang, tapi ia juga tak ingin mengumbar intern rumah tangganya dengan Hana pada orang lain. Walaupun Kirana berstatus sebagai istrinya juga.

"Kalau aku jawab enggak mencintai Hana, apa kamu percaya?"

"Enggak," sahut Kirana dengan cepat.

"Ya sudah, anggap saja seperti itu selamanya. Jadi hal ini tak membuat penghalang bagi kita bukan?"

"Tetap saja aku tak ingin sebagai pihak ketiga,"

"Kamu sama sekali bukan pihak ketiga, Ki."

Deep talk yang dilakuan keduanya berjalan cukup al0t. Kirana tetap ingin berpisah dari Aldo. Sedangkan Aldo tak ingin melakukannya.

Akhirnya Aldo memilih untuk menyudahi pembicaraan tersebut.

"Aku mau pulang, Al."

"Aku mohon, Ki. Malam ini tolong temani aku tidur. Asal kamu tau, Ki. Selama lima tahun ini tidurku sama sekali tak nyenyak," ungkap Aldo secara jujur.

Kirana menghela nafas beratnya.

"Aku tak akan melakukannya. Aku hanya ingin kamu tidur di sampingku," ujar Aldo yang berusaha menjelaskan agar Kirana tak salah paham dengannya atau merasa takut disetu_buhi saat tidur.

"Baiklah," ucap Kirana yang akhirnya memilih untuk mengiyakan.

Di sisi lain, Kirana tak tega melihat wajah Aldo yang memelas padanya. Terlihat gurat lelah bercampur rindu yang Kirana lihat di wajah Aldo.

Aldo berbaring miring dengan berbantalkan sebelah tangannya yang dilipat dan tangan yang lainya digunakannya untuk memeluk tubuh Kirana. Tak ada penolakan yang dilakukan oleh Kirana. Ia membiarkan tubuhnya didekap hangat oleh Aldo.

"Kamu tak ingin mengucapkan kata-kata untukku sebelum kita tidur?" cicit Aldo.

"Tak ada," jawab Kirana singkat.

"Selamat tidur, Sayangku." Aldo yang akhirnya mengucap kalimat manis sebelum ia memejamkan kedua matanya menuju ke alam mimpi.

"Selamat tidur, Al. Istirahatlah," batin Kirana menyahutinya.

Tak lama rasa kantuk seketika mendera Aldo. Padahal selama lima tahun terakhir ini Aldo sering mengalami gejala insomnia alias susah tidur.

Hal itu dikarenakan ia terus memikirkan tentang Kirana yang mendadak pergi tanpa pamit padanya. Menghilang bak ditelan bumi setelah melahirkan buah hati mereka.

Tak butuh waktu lama, suara dengkuran halus pun terdengar di telinga Kirana. Ia membuka kedua matanya, lalu menatap Aldo yang diyakininya sudah terlelap. Pertanda bahwa Aldo memasuki alam tidurnya.

Alam seakan memberikan sinyal bahwa di sisi Kirana, Aldo mendapatkan kenyamanan itu. Seakan Kirana adalah guling hidup yang diciptakan Tuhan hanya untuknya. Mampu menghipnotis seorang Aldo Bimantara Pamungkas dengan rasa cinta yang sesungguhnya.

☘️☘️

Keesokan paginya, ponsel Aldo mendadak berdering kencang.

Kring... Kring...

Aldo yang masih memejamkan matanya, tentu merasa tidurnya terusik. Ia pun meraba di atas nakas guna mencari ponselnya.

Setelah mendapatkannya, Aldo kemudian mengambilnya. Perlahan kedua mata Aldo terbuka dan menatap layar ponselnya. Tertera nama Hana yang ternyata meneleponnya. Saat ini jam menunjukkan pukul enam pagi.

"Hana. Untuk apa dia hubungi aku?" gumam Aldo di mana khas orang baru saja bangun tidur jadi nyawa di tubuhnya seakan belum lengkap. Mode jet lag cenderung linglung.

Aldo terlupa kalau semalam dirinya tak pulang ke rumah dan justru berakhir menginap di apartemen bersama Kirana. Tentu saja pagi-pagi sekali Hana menghubungi suaminya. Sebagai istri, dia pasti cemas. Hal yang lumrah.

"Kirana," gumam Aldo seketika teringat jika semalam dirinya menarik paksa istri keduanya itu dari tempat karaoke.

Aldo terbangun dengan duduk di ranjang, lalu mengedarkan pandangannya di kamarnya dan tak ada Kirana.

"Kirana !!" teriak Aldo seraya bergegas turun dari ranjang dan mencari keberadaan Kirana.

Hasilnya nihil. Kirana tak ditemukannya.

Aldo sudah mencari ke kamar mandi dan seluruh kamar di unit miliknya tersebut. Namun tak ada Kirana di sana.

"Arggh !!" desis Aldo terlihat frustasi hingga menyugar rambutnya sendiri dengan jari-jemarinya secara kasar.

"Di mana kamu, Ki?"

Aldo semakin bingung dan kembali merasa kehilangan belahan jiwanya yang berstatus sebagai istri keduanya itu. Sampai-sampai deringan ponselnya yakni telepon dari Hana, ia abaikan dan sengaja tak diangkat olehnya.

☘️☘️

Di seberang sana, Hana terus mengomel karena Aldo tak pulang sejak semalam dan sekarang panggilannya tak kunjung diangkat oleh sang suami.

"Mas Aldo ke mana sih? Baru kali ini dia sampai gak pulang ke rumah padahal gak keluar kota. Huft !!" keluh Hana.

Detik selanjutnya, mendadak pikiran Hana berseliweran praduga negatif terhadap suaminya sendiri.

"Apa Mas Aldo punya wanita lain di luar sana?" batin Hana.

"Ma, Papa mana?" sapa Kenzo yang mendadak berjalan ke meja makan di mana Hana berada saat ini. Sontak hal ini membuat lamunan Hana buyar dan terkejut.

"Eh, Sa_yang." Hana sedikit tergagap.

Namun, hal itu hanya sebentar saja. Setelah itu, ia justru terkejut melihat Kenzo yang tampak berbeda pagi ini.

"Aduh, anak bunda udah ganteng dan pinter. Baru saja bunda mau bantu Kenzo pakai seragam. Eh, udah rapi begini." Puji Hana seraya mengalihkan perhatian Kenzo perkara keberadaan Aldo yang tak ada di rumah pagi ini.

"Ya dong, Bun. Kenzo gitu loh," jawab Kenzo berbangga diri dan penuh semangat ia tunjukkan pada Hana. Kenzo bahkan menepuk-nepuk da_da nya dengan telapak tangannya.

"Nah, gitu dong. Anak bunda harus rajin belajar dan sekolah, biar Ken jadi anak hebat di masa depan."

"Semua berkat Mamanya Anin, Bun." Celetuk Kenzo.

"Loh, memangnya ibunya teman sekolahmu itu bilang apa ke kamu Nak?" cecar Hana yang mendadak didera penasaran.

Hana pikir Kenzo berubah dan menjadi semangat sekolah hari ini karena kemarin ia membelikan mainan kesukaannya. Setelah sehari sebelumnya terjadi drama uring-uringan Kenzo yang ingin bolos sekolah.

Kenzo begitu senang menerima hadiah dari Hana. Ia memeluk sayang tubuh Hana saat menerima mainan tersebut kemarin sepulang sekolah. Namun, ternyata bukan karena hal itu yang membuat Kenzo semangat sekolah pagi ini, melainkan orang lain yang tak dikenalnya.

Sebagai ibu yang membesarkan Kenzo, tentu di benak Hana timbul setitik rasa tak suka jika perhatian putranya itu beralih pada orang lain.

"Apa yang dilakukan Mamanya Anin sampai Kenzo mau rajin sekolah dan semangat begini, hem?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Iccha Risa
mungkin Kirana sosok perempuan tangguh, namun ada juga kekurangannya ancaman yg menurutnya bukan hanya melukai dirinya tapi org terkasih membuatnya lemah. mungkin bila ia saja yg diancam Kirana rela tuk berkorban... Dan akhirnya jalan takdir harus terungkap kebusukan Purba, pasti Aldo sudah tau yg memungkinkan Hana juga terlibat, kita liat faktanya... moga kebahagian menghampiri Kirana serta keluarga nya
Al Fatih
Dari sekian banyak tokoh karakter perempuan dari setiap karyanya bunda itu,, sosok kuat...,, meskipun pernah jatuh,, segera bangkit...,, jadi lebih kuat dan mandiri..., hanya mama Kinara saja nih yang ...,, bikin gemes bngt....,, berusaha menyimpan sendiri,, ga mau berbagi dengan orang lain...,, ...sok bisa menyelesaikan sendiri ,, padahal hasil akhirnya sama saja,, zonk.

Jadi please...,, mama Kinara...,, jujur jua sama papa Aldo....,, sampe kapan hidupmu begitu,..,, hidup d bawah bayang-bayang ketakutan sama si manusia prabu...,, sama Hana....
Maharani Rani
lanjutttt
Sugiharti Rusli
kenapa juga sih si Kirana seperti ragu mengatakan siapa si Purba itu ke Aldo yang sudah jelas" membuat keluarganya jadi jatuh miskin dulu, beruntung Aisha melihat mereka dan mendesak mbaknya buat jujur ke suaminya tentang sang sepupu itu,,,
Sugiharti Rusli
dan part saat Aldo masih di Akmil dan terlibat konfrontasi dengan Purba dan teman" nya ditampilkan lagi yah gara" mereka mengatakan kata" tak senonoh tentang ibunya Manda dan ibu sambungnya dr. Heni yang sangat baik,,,
Sugiharti Rusli
wah sepertinya doa Kenzo yang sedang sakit dan hampir pulih akan orang yang sudah memporak-porandakan keluarga mereka akan terjawab nih,,,
Nena Anwar
bener tuh apa yg dikatakan Aisyah sudah waktunya Aldo tau semuanya
Nena Anwar
semakin banyak penjelasan dari Kirana semakin banyak juga pertanyaan dari Kenzo
Suanti
hana jgn mati dlu aldo harus tau hana kerja sama dgn purba 🤭
muhammad ihsan
lanjut thor
Zuhril Witanto
ternyata purba masih saja mengancam,pasti ada hubungannya sama hana
Zuhril Witanto
jujur aja ki,dia itu biang masalahmu
Zuhril Witanto
loh dokter Heni nonton juga😁😁
Dew666
🪸🪻
Putri Dhamayanti
udah Ki, jujur ajah gk usah ada lg yg ditutupin. Ceritain semuanya ke Aldo
Yulia Dhanty
jujur lah kirana biar aldo n mertua mu membantu dr kejahatan manusia purba 😬
kaylla salsabella
pasti itu Aisha yang ngomong
Aslamiah Miah
Aisah aja udah gtahan ngerasain kejahatan purba loh Ki jujur aja Ki pada Aldo biyar semua cepat beres
Sunaryati
Kejahatan Hana dan Purba akan terungkap
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘦𝘶𝘯 𝘬𝘢💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!