NovelToon NovelToon
TIRAKAT 6

TIRAKAT 6

Status: tamat
Genre:Horor / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.

(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.

Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?

SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 "SUDAH MULAI KUAT TERNYATA..."

"Nisa...."

"Nisaaa... Bangunlah...."

Kelopak mata Nisa berkedip pelan, merespon sayup-sayup panggilan yang menembus pekatnya kegelapan.

Dan...

"AAAAAAAAAAAA!!!!! HAAHH... HAAHH... HAAHH..."

Nisa memekik histeris, tubuhnya langsung terhenyak duduk. Ia terkesiap hebat, seolah nyawanya baru saja ditarik paksa kembali ke dalam raganya. Dada Nisa naik turun dengan ekstrem, meraup oksigen sebanyak-banyaknya.

Seketika itu juga, dengan tangan yang bergetar hebat, Nisa meraba seluruh tubuhnya secara kalap.

Ia sentuh kedua tangannya, Utuh?

Ia raba kedua kakinya. Utuh?

Tangannya merayap ke arah perut yang dalam ingatannya baru saja dirobek paksa.

Rata. Tak ada luka. Tak terjadi apa-apa.

Semuanya utuh. Sempurna seperti sedia kala. Tak ada setetes darah pun yang menodai kulitnya.

Begitu menyadari fisiknya tak terluka, Nisa segera melempar pandangannya ke kanan dan ke kiri.

Sisa-sisa trauma masih mencengkeram erat jantungnya, takut jika ia kembali terbangun di tengah-tengah pasar dengan ribuan lelembut beringas yang siap mencabiknya lagi.

Akan tetapi... Nisa mendapati dirinya berada di tempat yang jauh berbeda. Sangat jauh berbeda.

Ia tak lagi berada di jalanan tanah berdebu. Kini, Nisa tengah berada di dalam sebuah bangunan luas, megah, tanpa dinding penutup, yang sangat identik dengan pendopo agung di sebuah keraton.

Di sekeliling pendopo itu, terhampar taman yang luar biasa indah, namun memancarkan aura ganjil. Taman itu dipenuhi oleh ribuan bunga dari berbagai jenis, namun tak ada satu pun yang merekah. Semuanya masih kuncup, seolah tertidur dan enggan menyapa dunia.

Perhatian Nisa lalu beralih ke bawah tubuhnya sendiri. Ternyata, ia sedang terduduk di atas sebuah ranjang kebesaran dari rangka kayu jati berukir rumit, dengan kelambu tipis yang tirainya dibiarkan terbuka lebar menjuntai.

Dan... sedetik kemudian...

Dayang Putri sudah berdiri anggun di hadapannya.

"Nisa..." panggil sosok itu pelan.

Dayang Putri masih mengenakan busana kebesaran layaknya seorang ratu keraton yang menyilaukan mata—persis seperti penampilannya sesaat sebelum Nisa dilempar ke dalam kerumunan lelembut tadi.

Sepasang matanya menatap Nisa dengan senyuman yang terukir lembut.

Namun, Nisa masih mematung layaknya orang linglung. Batinnya terlalu terguncang untuk sekadar memberikan respon.

"Nisa..." panggil Dayang Putri untuk kedua kalinya.

Bukannya tenang, Nisa justru merasa gentar menatap wajah itu. Meski ia tahu betul sosok itu adalah Dayang Putri, perewangan yang selama ini menjaganya, Nisa merasa seolah sedang berhadapan dengan entitas asing yang berbahaya.

Nisa membuang muka, menolak menatap mata sang lelembut, dan sedikit menggeser tubuhnya menjauh.

Lalu... Tiba-tiba...

Dari balik punggung Dayang Putri, melangkah keluar satu sosok lain yang sukses membuat Nisa terpaku.

Sosok itu... memiliki rupa yang sama persis!

Wajahnya serupa. Sorot matanya sama. Rambut hitam lurusnya yang menjuntai di punggung, sama. Bahkan, balutan busana ratu keraton berwarna emas yang membalut tubuhnya pun sama persis, tanpa cela.

Semuanya adalah kembaran identik dari Dayang Putri.

Sosok lain itu melengkungkan senyum sinis, lalu tertawa pelan. Ia melirik Dayang Putri yang berdiri kaku di sebelahnya.

"Hihihi... Sudah kubilang padamu, Dayang Putri, relung hatinya masih kosong... Hihihi..."

"Kau benar, Sekar Mayang..." jawab Dayang Putri tanpa menoleh, tatapannya tetap terkunci pada Nisa.

Ternyata... kembaran identik itu adalah wujud dari Sekar Mayang!

"Sampai kapan kau akan bersikap keras kepala, Dayang Putri? Apa kau tak merasa kasihan melihatnya tersiksa seperti itu?" ucap Sekar Mayang, kini memindahkan tatapan tajamnya ke arah Nisa.

Nisa masih saja terduduk kaku di atas ranjang pendopo itu. Pikirannya kosong. Jiwanya seolah melayang di antara realitas dan ilusi gaib.

"Jika kau mengizinkan, aku bisa turun tangan membantumu mengisinya..." tawar Sekar Mayang dengan nada yang membius.

"Tidak perlu. Bukankah kau sendiri yang menegaskan, bahwa sudah menjadi tugasku untuk menuntun dan mengisi kekosongan di batinnya?" tolak Dayang Putri dingin.

"Hahaha... Tentu saja. Tapi, melihat rapuhnya batinnya itu, sepertinya kau akan menemui kesulitan besar, Dayang Putri," balas Sekar Mayang, nada suaranya kini terdengar jelas sedang mencemooh kehebatan saudarinya sesama lelembut itu.

"Kau terlalu sombong. Kau tak bisa melihat gambaran masa depan," desis Dayang Putri membalas.

"Jangan berlagak kau, Dayang Putri. Justru eksistensiku lah yang lebih superior darimu, karena aku sanggup menembus dan melihat masa lalu," balas Sekar Mayang tak mau kalah.

Pertengkaran dua entitas lelembut kelas atas itu terus berdengung.

Namun, entah hidayah atau kekuatan dari mana yang tiba-tiba merangsek masuk ke dalam relung batin Nisa, gadis yang sedari tadi meringkuk ketakutan itu mendadak mengangkat kepalanya.

Matanya menatap tajam dua entitas di depannya, lalu dengan suara yang menggelegar dan memecah keheningan gaib, Nisa membentak.

"DIAM KALIAN!"

Sontak, perdebatan itu terputus.

Dayang Putri dan Sekar Mayang terdiam membisu, menoleh ke arah ranjang secara bersamaan dengan wajah terkejut. Ekspresi kedua lelembut itu persis seperti dua anak kembar identik yang baru saja disemprot habis-habisan oleh ibu mereka.

Kesadaran spiritual Nisa seolah mengambil alih kendali tubuhnya. Trauma dan ketakutannya menguap, digantikan oleh bara keberanian dan keteguhan iman yang menyala terang. Dengan nada tegas, lugas, dan tak terbantahkan, Nisa menjatuhkan titahnya sebagai seorang manusia.

"Kalian boleh menyombongkan kekuatan kalian masing-masing! Tapi ingat satu hal, sampai kapan pun, kekuatan kalian tak akan pernah bisa melebihi Kuasa Sang Pencipta!"

Gema ucapan berlandaskan tauhid itu seolah menampar ruang dimensi tersebut.

Kedua mata Dayang Putri seketika melebar. Senyumnya pudar, digantikan oleh tatapan lurus yang tajam dan tak terbaca ke arah Nisa.

Berbeda halnya dengan Sekar Mayang.

Sosok itu justru perlahan mengulas sebuah senyum penuh arti.

Matanya berkilat puas menatap kemarahan Nisa.

"Sudah mulai kuat ternyata... Hihihi...."

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Yuli juga bersyukur masih diberikan kesempatan hidup, jadi bisa penebusan dosa juga. klo misal matii nggak ada kesempatan tobat
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat zaky semoga setelah menuhi janji ke yuli, pengakuan dosa di makam wiwi dan ortunya, trauma masa lalu kmu bisa hilang ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Cemburu ke masa lalu apalagi orang nya udah nggak ada itu percuma ya niss, buang waktu, pasti kalah yg hidup ...
jadi ya gimana lagi? legowo saja zaky dulu punya almarhumah dek wiwi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Akhirnya... yuli memaafkan juga kepengecutan zaky. mudah ya padahal tapi kudu sesatt dulu
falea sezi
🤣🤣 masih aja belomm move on sama wiwi gadis sok poloss🤣🤣🤣 makanya jangan ngeyel pake nikahin wiwi gadis. lemah
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya ya, Kak...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astaga... lagi lagi nanggung....

Zaky lgi dipermainkan mental nya sama yuli, diingat ingat dosa masa lalu nya. yuli udah mati kok msh nyebelin ya wkwkwk nggak kasian lgi dehh
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
kebiasaan nanggung.

tapi patut diacungi jempol ki sukmo berjuang mempertahankan eksistensi nya sebagai dukunsaktii pesisir utara sampe titik darah penghabisan wkwkwk .

tapi tetep kasian sama yuli, dia yg sangat paling merugi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ : wkwkwk udah berasa nkri harga matii
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Kasian sama yuli
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Taha 69
falea sezi
berasa liat film horor🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Hehehe... Maaf ya Kak Falea, kalau adegannya agak kurang detail atau malah agak lebay... 🤭🤭🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
lahh nanggung ya...

mantap zaki Tirakat nya nggak sia sia, puasa apa ya ngableng? nggak pake ajian atw rapal mantap bwt ngelawan ki sukmo hanya dengan nur tauhid+kalamullah.

next
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
biar emosi juga tetep ya manggil Yuli Mbak, ini brarti msh ada rasa hormat ke kaka ipar. biasanya klo orang emosi ya manggil orang nama saja.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nggak berasa tetiba habis. next kak

next babb keknya klo mereka ketemu ki sukmo trs yuli trs zaky bnyk kosakata umpatan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
ishhhh vulgarrrr lahh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Astagfirullah 50 psk? seusia ibuku? ada sih, dandanan nya menor gitu nutupi kerutan tapi yg aku tau katanya yg udah sepuh gitu cuma bwt nemenin minum wkwkwk
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Ya namanya juga dunia gelap... 😰😰😰
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Wahh iya Tirakat zaky nggak sia sia, dari darah dendam, bisa melacak keberadaan yuli dan dukun nya.

tapi awas zaky jngn terburu buru, yuli juga dukun nya nggak kaleng kaleng
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nahh gitu itu namanya kmu punya persiapan Zakk... klo tetiba cuma pke apa itu nggak ketemu, untung ada feeling hubungi pakde mardi klo nggak bisa hbs waktu kmu keliling cirebon
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
ini yang ketemu yuli di terminal itu ya, yg lari ketakutan ngeliat yuli
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ : dapat apa klo betul?
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nanggung, next lah jngn lama lama

apa yg jadi pegangan zaky bwt nemuin yuli sama dukun itu? klo blom apa apa udah buntu.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Selamat datang di perang mu Zak... selesaikan utang dendam itu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!