NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 Sudah Sah Jadi Boleh

Setelah proses ijab kabul berjalan dengan lancar dan kemudian Ezra bersama dengan tamu undangan yang lainnya tampak berdoa. Ezra benar-benar tidak menyangka jika saat ini dia telah mempersunting wanita yang membuatnya penasaran yang menganggap dirinya pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Ezra baru bisa bernafas lega ketika menyelesaikan ijab kabul tersebut dan sebelumnya jantungnya berdebar begitu kencang, ini hal pertama dalam hidupnya, perasaannya benar-benar aneh dan tidak terkontrol, semuanya ternyata terlewati mesti sudah sampai keringat dingin.

Ketika proses ijab kabul berlangsung dengan sangat baik dan juga ditutup dengan doa. Akhirnya seluruh mata tamu undangan tertuju pada pengantin wanita yang sudah disiapkan sejak tadi yang baru dikeluarkan ketika ijab kabul tersebut selesai.

"Ezra berdirilah, istri kamu sudah datang," ucap Tio.

Pandangan mata Ezra langsung tertuju pada calon istrinya yang sangat cantik.

Refisha berjalan begitu anggun yang dituntun oleh ibu dan adik perempuannya. Balutan dress pengantin busana muslim yang sangat cocok dia gunakan, warnanya putih yang mampu membuat wajah Refisha benar-benar sangat cerah dan aura pengantinnya sangat kelihatan.

Balutan hijab teruntai rapi menutup auratnya, ditambah dengan mahkota di bagian kepalanya, Refisha benar-benar sangat cantik membuat Ezra tersenyum.

Matanya sejak tadi tidak berkedip, wanita yang sudah hampir satu bulan lebih tidak ditemuinya itu dan bahkan tidak mendengar suaranya sekarang melangkah semakin dekat kepadanya.

Terakhir kali Ezra melihat wajah dari istrinya itu sangat jutek dan sekarang terlihat tersenyum, senyum itu bahkan tulus memancarkan kebahagiaan.

Refisha semakin gugup ketika sudah berdiri di hadapan pria yang sudah menjadi suaminya. Ezra masih terus menatap dengan kesulitan menelan ludah dan sementara Refisha sudah sedikit menundukkan kepalanya yang ingin mencium punggung tangan Ezra.

Ezra harus disenggol dulu oleh sang ayah agar terbuyar dari lamunannya yang sangat kelihatan terus menatap istrinya sampai-sampai tidak menyadari apa yang diinginkan Refisha dan kemudian Ezra memberikan punggung tangannya yang sangat dingin dan kemudian dicium lembut oleh Refisha.

Ezra juga memegang kepala Refisha dan tampak bibirnya komat-kamit dan entahlah apa yang saat ini dia bacakan.

Setelah itu kedua pasangan pengantin baru itu juga saling bertukar cincin. Ezra memasukkan cincin yang telah disiapkan ke jari manis Refisha dan begitu juga dengan Refisha melakukan hal yang sama dan kemudian Mereka tampak mengambil foto.

Refisha masih menjaga jarak, tetapi Ezra yang benar-benar tengil mendekatkan dirinya, apa pedulinya, wanita yang di sebelahnya itu adalah istrinya.

Refisha harus sabar-sabar menghadapi Ezra yang benar-benar agresif, bahkan seperti sengaja.

Mila sebagai seorang ibu terlihat begitu terharu.

"Ya Allah, terima kasih atas kebahagiaan ini yang telah engkau berikan, hamba tidak menyangka ternyata putri hamba saat ini sudah mengenakan pakaian pengantin di depan hamba, terlihat wajahnya mengeluarkan senyum lebar, sungguh ya Allah hikmah yang engkau berikan benar-benar sangat besar," batin Mila sampai meneteskan air mata.

"Paling juga hanya beberapa bulan dan setelah itu akan mendengar kabar bahwa sudah menjadi janda," batin Laudya dengan prasangkanya yang buruk terhadap pernikahan Kakak dan Kakak iparnya.

******

Setelah melanjutkan proses pernikahan, sungkem kepada kedua orang tua dan juga adat yang juga dilaksanakan keluarga mempelai pria dan wanita, bersalaman dengan tamu undangan.

Saat ini Refisha dan Ezra melipir sebentar untuk mengambil sesi foto di ruangan yang telah disediakan, mereka memang tidak memiliki foto prewedding, jadi harus ada foto pernikahan.

Terlihat beberapa kru fotografer sudah berada di dalam ruangan yang sejak tadi mengarahkan bagaimana pasangan itu untuk mengambil sesi foto yang tadinya sendiri-sendiri dan sekarang sudah berdua.

Refisha saat ini tampak sedang duduk dengan memegang bucket bunga dan sementara Ezra berdiri di belakangnya sesuai dengan arahan fotografer dan kru wanita yang sejak tadi membantu mengembangkan dressnya agar estetik.

"Oke, 1, 2, 3!" ucap pria tersebut dengan cipratan kamera yang menerpa wajah keduanya.

"Baiklah kita ganti gaya dulu, coba pengantin baru berdiri dan saling berhadapan," titah fotografer tersebut yang dituruti oleh Refisha dan Ezra.

Keduanya saat ini berdiri berhadapan dengan berjarak, keduanya melihat ke arah kamera.

"Terlalu formal, coba lebih dekat lagi jaraknya!"

Ezra mendekatkan diri, dan Refisha yang justru merasa tidak nyaman, mungkin malu karena banyak orang.

"Tuan, tangannya sebaiknya berada di pinggang istrinya!"

Ezra dengan senang hati melakukan hal itu, Refisha semakin gugup terlihat wajahnya tampak memerah yang sejak tadi tidak berani menatap Ezra yang padahal sudah menjadi suaminya dan Refisha sejak tadi hanya sibuk memalingkan wajah.

"Refisha saya itu sudah suami kamu, kenapa sih dari tadi tidak berani melihat saya, apa kamu melihat sosok Dajjal di wajah saya!" goda Ezra bisik-bisik pada istrinya itu.

"Menjauh lah sedikit!" tegur Refisha justru semakin menjauhkan dirinya.

Bagi Ezra perintah adalah larangan dan lihatlah apa yang dia lakukan, membawa Refisha lebih dekat kepadanya dan bahkan Refisha menabrak dada Ezra yang membuat wajah mereka tidak berjarak sama sekali dengan tatapan mata mereka yang akhirnya bertemu.

"Oke bagus!"

Refisha kesulitan menelan ludah, Ezra benar-benar semakin mendekatkan wajahnya dan bahkan sengaja menempelkan hidung mereka, terlihat Refisha sangat gugup.

"Ketika sudah menjadi istri jadi tidak apa-apa seperti ini, ini yang dinamakan halal," ucap Ezra semakin menyombongkan dirinya seolah-olah mendapatkan apa yang telah dia mau.

"Pengantin wanita, melihat ke arah kamera dan sementara pengantin pria menatap pengantin wanitanya," titah photography.

Refisha menuruti arahan fotografer tersebut Ezra ternyata sangat membantu fotografer yang sangat tahu bagaimana cara berfoto romantis dan lihatlah apa yang dia lakukan, jika tadi hanya menempelkan hidungnya pada hidung Refisha dan saat ini dia sangat berani mencium pipi Refisha.

Refisha bahkan tidak bisa menolak, ingin mencubit Ezra, tetapi harus tahu saat ini mereka sedang dikelilingi banyak orang yang membantu proses pre-wedding tersebut.

"Oke bagus, kita ganti gaya lain!"

Ezra semakin menjadi-jadi, benar-benar tengil, sepertinya kekesalan istrinya adalah kebahagiaan untuknya, bagaimana tidak, Refisha yang masih malu-malu dan terus menjauh dan sementara Ezra dengan sangat percaya diri mendekatkan dirinya.

"Coba saling berhadapan kembali dengan jarak wajah yang dekat!" titah fotografi.

Refisha semakin gugup, Ezra sudah pasti menatapnya, tangannya sejak tadi memegang pinggang istrinya itu yang tidak boleh kemana-mana.

"Kita ambil selayar agar terlihat estetik," fotografer tersebut kembali mengarahkan saat ini keduanya saling berhadapan, wajah tanpa jarak dan Ezra pasti sedikit menunduk karena istrinya lebih pendek dibandingkan dirinya, slayer transparan itu dapat melihat bagaimana keromantisan pasangan pengantin baru itu.

Ezra benar-benar nakal, bahkan saat ini menempelkan bibirnya pada Refisha. Ezra benar-benar sangat agresif, ini baru di tempat umum dan bagaimana jika sudah berduaan, mungkin Refisha harus banyak bersabar pada Ezra yang sungguh sangat luar biasa sangat agresif dan tampak tidak sabaran.

Ezra lebih seperti menyombongkan dirinya yang akhirnya berhasil menikah dengan Refisha, jadi Refisha tidak bisa menolak apapun yang dia inginkan, tidak ada cerita bukan mahram lagi karena mereka sudah halal dan masa bodoh Ezra harus dekat-dekat dan apalagi mencium pipi dan menempelkan bibirnya, meski itu hanya tempelan saja untuk menjadi estetik dalam foto pernikahan mereka.

Bersambung .....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!