"Kamu sudah menganggap anak kita adalah sebuah kutukan, maka suatu hari nanti dia akan benar benar menjadi sebuah kutukan untuk keluarga kamu mas!"
Itu adalah kata kata terkahir Riyanti yang bisa di dengar oleh suaminya Raditya ketika di tepi jurang.
Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa bisa seseorang bisa menjadi terkutuk?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shaquilla cemburu
Malam tiba, Gita terlihat gesit membantu asisten rumah tangga menyiapkan makan malam di atas meja makan rumah Adrian karena Gita terus menangis di pondok santriwati hingga Zia memindahkan Gita ke rumah Adrian atas permintaan Adrian langsung. Sementara yang melihat itu meminta Gita untuk tidak melakukan apapun karena khawatir dengan kondisinya, apalagi Shaquilla yang terus menatap ketus Gita di sadari oleh Kanaya.
"Gita, kamu tamu disini, tidak perlu melakukan apapun" ucap Abidzar
"Tidak apa apa Kiai, saya harus melakukan sesuatu disini, agar saya tidak merasa bosan, lagipula saya sudah terbiasa melakukan ini di rumah bibi" ucap Gita
"Tidak, kamu duduk saja, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan berat, lihat kondisi kamu saat ini tidak memungkinkan" ucap Sultan tegas
"Kalau dia yang mau kenapa di larang kak, biarkan saja, orang yang sakit itu kan harus kita dukung, jadi agar dia tidak banyak pikiran, biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau, dokter juga pasti mengatakan agar pasien di jaga dan tidak boleh terlalu banyak beban pikiran" ungkap Irsyad
"Tapi.."
"Iya kak, tidak apa apa ko" jawab Gita tersenyum senang.
"Tuh kan kak, lihat dia senang, biarkan saja dia melakukan itu, Asal dia tetap aman, iya kan Gita?" Tanya Shaquilla dan Gita mengangguk
"Ngomong ngomong, sampai kapan Gita tinggal disini? Kalau kamu masih disini, Qilla juga mau menginap disini" tanya Shaquilla.
"Tidak akan lama ko, sampai aku sembuh dan punya pekerjaan, aku akan pergi" jawab Gita menunduk
"Qilla kamu tidak boleh seperti itu, Gita terluka karena aku, jadi aku harus bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan" ucap Sultan mengusap rambut Shaquilla sedangkan Adrian hanya menatap interaksi mereka sambil santai makan.
Gerhana hanya terus menatap aura Sultan yang terlihat berbeda, Sultan ini dingin pada semua perempuan kecuali Shaquilla, galak dan tidak pernah peduli pada orang lain selain keluarganya, tapi melihat perlakuan Sultan pada Gita, Gerhana sedikit curiga.
"Ayo duduk, kita mulai makan malam, Gita juga duduklah" perintah Sultan
Shaquilla hanya diam saja, dia benar benar tidak suka dengan keberadaan Gita disana, tapi dia tidak bisa menentang Sultan, karena Sultan pasti tidak akan mendukungnya melihat perlakuan Sultan pada Gita barusan.
"Qilla, aku mau makan ayam kecap" ucap Kanaya menatap Shaquilla.
"Biar aku ambilkan ya" ucap Gita
"Tidak perlu, biar saya saja" potong Gerhana.
"Kak Sultan mau makan apa?" Tanya Shaquilla
"Aku sama dengan Kanaya saja, tapi aku mau tambah sayur capcay" jawab Sultan
Shaquilla mengambilkan apa yang diminta Sultan, dia juga mengambilkan untuk Gita agar Sultan tidak protes padanya karena tidak bersikap sopan. Adrian yang kurang nyaman dengan adanya perempuan asing untuknya meminta Gerhana untuk membawa Kanaya juga teman temannya tinggal di salah satu rumah ustad yang sudah di bersihkan karena rumah itu kosong setelah ustad yang mengajar di pesantren itu pindah ke kampung halamannya.
Gita juga di sana dan kebetulan di sana ada banyak kamar karena dulu ustadz tersebut punya lima anak dan Gita tidur sendiri di kamar yang sudah di pilihkan oleh Sultan
Setelah selesai membereskan pakaian, mereka bersantai di ruang keluarga, Gita juga ikut mengobrol disana tentang kehidupannya yang katanya hanya tinggal dengan bibinya yang jahat dan sering memperlakukan dia dengan kasar.
"Tega sekali bibimu itu, kalau kamu butuh bantuan hukum, kamu tinggal katakan saja, Saya akan bantu kamu sebisa saya" ucap Sultan
"Terima kasih kak, diijinkan tinggal sementara disini saja saya sudah senang" jawab Gita
"Berapa usiamu?" Tanya Shaquilla
"Saya delapan belas tahun kak" jawab Gita
"Panggil kami dengan santai saja, jangan sungkan" ucap Sultan membuat Shaquilla cemberut karena dia yang menginap karena ingin bermanja Sultan malah Sultan sibuk dengan perempuan lain.
"Iya kak" jawab Gita dengan mata berkaca-kaca
"Kamu punya ijazah sekolah?" Tanya Kanaya
"Saya tidak tamat sekolah karena biaya kak, bibi bilang perempuan akan berakhir di dapur jadi tidak perlu sekolah tinggi" jawab Gita
"Pemikiran apa itu, kamu selesaikan saja sekolahmu"
"Masalah biaya biar saya yang tanggung, kamu bisa masuk sekolah saat tahun ajaran baru di mulai" ucap Sultan
"Tidak kak, kalau bisa carikan saya pekerjaan saja, saya tidak apa apa jadi asisten rumah tangga juga, saya tidak mau merepotkan" ungkap Gita
"Lagipula saya malu kalau sekolah SMP di usia saya sekarang"
"Kamu bisa sekolah paket, kamu bisa punya ijazah bahkan sampai SMA, banyak yang lebih tua dari kamu juga sekolah paket, agar mereka punya ijazah" ucap Irsyad
"Iya Irsyad benar, kamu sekolah paket saja kalau malu, untuk pekerjaan, kamu bisa bekerja disini membantu Kanaya dan Shaquilla kalau kamu tidak keberatan karena katanya rumah ini sudah lama tidak di tempati" ucap Sultan
"Iya kak saya mau" jawab Gita terlihat berbinar.
"Masih waras ternyata pacar kamu, dia tidak angkat Gita jadi adiknya, jadi kamu tidak perlu khawatir perhatian pacar kamu terbagi, mungkin Gita itu memang perlu bantuan" bisik Kanaya
"Tetap saja aku nggak suka, sekarang kamu malah perhatian sama dia, mungkin nanti Irsyad juga akan bela dia!" kesal Shaquilla pergi dari sana dan masuk ke kamarnya.
"Shaquilla ngambek kak, Kanaya susul dulu ya" ucap Kanaya
"Iya kamu bujuk dia, dia manja sekali bahkan hari ini juga dia aneh" jawab Sultan tersenyum canggung pada Gita agar dia tidak curiga.
"Jangan aneh dengan Shaquilla, dia memang terbiasa tidur dengan Kanaya karena dia penakut dan tidak bisa tidur sendirian, makanya semakin manja" ucap Sultan saat Gita menatap serius Shaquilla.
"Iya kak, Gita ngerti ko, apalagi jaman sekarang kan orang pacaran saja sudah tinggal satu rumah, anak bibi saya juga begitu" jawab Gita gugup.
"Iya, pergaulan anak sekarang memang kebanyakan terlalu bebas, itu sebabnya saya menjaga Shaquilla setiap saat" jawab Sultan
"Kak.." bisik Irsyad supaya Sultan tidak mengungkapkan jati dirinya.
"Sepertinya dia baik, tidak apa apa" bisik Sultan
"Tetap diam dan jadilah mahasiswa seperti Kanaya juga Shaquilla" ucap Gerhana dan Sultan mengangguk.
"Tidurlah Gita, sudah malam lagipula ini di area pesantren, tidak baik perempuan bersama laki laki yang bukan mahrom mengobrol tanpa ada perempuan lain" ucap Gerhana
"Tapi kita satu rumah kak" ucap Sultan
"Rumah ini pintunya di buka dua puluh empat jam, siapapun akan masuk untuk mengecek ke sini jadi kita aman, Abah yai katanya akan kirim Kiai Aryasatya untuk mengecek ke sini setiap tiga jam sekali" jawab Gerhana dan Sultan mengangguk.
"Saya pamit ke kamar, selamat malam semuanya" pamit Gita
"Selamat malam" jawab Sultan tapi tidak dengan Irsyad dan Gerhana.
Gass Sahara godain aja tuh Raditya biar Eva keluar tanduknya 😄