NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir di Puncak Es Salju

​Benua Timur adalah arena berdarah. Di tanah yang bergetar oleh benturan Qi para pendekar ini, hukum rimba menjadi satu-satunya kebenaran. Tiga pilar raksasa menguasai benua: Sekte Pedang Langit di utara, Sekte Awan di selatan, dan Sekte Teratai yang berdiri angkuh di atas Puncak Es Salju.

​Meski tampak berdiri kokoh bagai gunung abadi, Sekte Teratai sebenarnya berada di mata angin. Intrik politik internal dan perebutan takhta sekte tak pernah benar-benar padam. Demi menjaga posisinya, para petinggi sekte sangat bergantung pada aliansi diplomasi dan perjodohan politik.

​Di tengah situasi senyap yang penuh intrik itulah, Puncak Es Salju mendadak geger.

​Qian Renxue—Tetua termuda berusia dua puluh tahun sekaligus figur suci dan jenius legendaris Sekte Teratai—baru saja kembali dari perjalanan luar. Bukannya membawa draft perjanjian sekutu, ia justru turun dari atas awan seraya memeluk seorang bayi mungil berbalut kain perak.

​Kehebohan menjalar cepat dari gerbang luar hingga ke Aula Utama.

​Dua belas Tetua Senior duduk berjejer di atas kursi kebesaran. Bisik-bisik kasak-kusuk membakar ruangan: Apakah Sang Wanita Suci telah ternoda? Apakah ini anak haram dari hubungan gelap? Atau sengaja dibawa untuk menggagalkan perjodohan politik yang dirancang para tetua?

​TAK!

​Hantaman tongkat kayu cendana ke lantai pualam membungkam seluruh kegaduhan. Tetua Gu—pria berjanggut putih paling senior—menatap tajam ke tengah aula. Di sana, Qian Renxue berdiri tenang tanpa menguraikan raut bersalah sedikit pun.

​"Qian Renxue," suara berat Tetua Gu menggetarkan uap dingin di udara. "Tindakanmu membawa bayi ini menimbulkan kegemparan. Dari mana asal-usul anak itu?"

​Qian Renxue menyapu pandangan dinginnya ke jajaran kursi atas. Jawabannya keluar begitu datar dan santai, "Aku menemukannya di Hutan Terlarang. Saat itu, aku memergoki pertarungan bandit dan seorang kasim yang mengaku dari Kerajaan Timur—wilayah Klan Hu."

​Ia menunduk sejenak. Bayi di dekapannya mendongak, menatapnya dengan mata hitam jernih tanpa dosa.

​"Karena kasim itu menyebut nama Kerajaan Hu, aku menamainya Hu Jin. Sekadar nama acak. Siapa orang tua kandungnya, aku tidak tahu dan tidak peduli."

​Jawaban asal-asalan itu membuat aula hening seketika. Para tetua saling pandang canggung. Ternyata bayi itu bukan anak haram Qian Renxue, melainkan cuma bayi buangan dari dunia fana.

​Namun, ketenangan itu hancur saat seorang pria berjubah ungu bangkit berdiri. Wajahnya memerah menahan amarah. Tetua Liao—pria ambisius yang bertekad menjodohkan putra kandungnya dengan Qian Renxue demi mencaplok Puncak Es.

​"Omong kosong!" bentak Tetua Liao bergelegar. "Kau pikir kami bisa dibodohi, Qian Renxue?! Hanya karena ocehan kasim fana, kau membawa bayi berdarah kotor ke tanah suci ini?!"

​Ia melangkah maju dua tindak, menunjuk Hu Jin dengan telunjuk yang gemetar.

​"Sekte sedang dihimpit musuh dari segala sisi! Kami menguras pikiran mencari jodoh paling menguntungkan untukmu, tapi kau... kau sengaja membawa bayi tak jelas ini sebagai cangkang untuk menolak perjodohan, kan?!"

​Qian Renxue bahkan tidak mengedipkan mata. "Aku tidak butuh cangkang atau alasan untuk menolak perjodohan yang tidak kukendaki, Tetua Liao. Dan anak ini... aku yang menemukannya, jadi aku yang memutuskannya."

​"Kau tidak punya hak memutuskan ini sendiri!" tukas Tetua Liao sengit, lalu berbalik menatap Tetua Gu untuk menghasut. "Ingat nama baik Sekte Teratai! Jika sekte tetangga mendengar Wanita Suci kita mengasuh anak buangan fana, di mana kita menaruh muka?! Bayi ini harus dibuang dari gunung!"

​Perdebatan langsung pecah di dalam aula.

​"Tetua Liao ada benarnya," puji salah satu tetua faksi pendukungnya. "Membawa anak dari luar bisa memicu rumor sampah yang merusak posisi tawar sekte."

​"Tunggu dulu," sela seorang tetua wanita berkipas giok dengan nada tenang. "Renxue adalah Pemilik Puncak Es. Secara hukum sekte, tiap Tetua berhak mengasuh satu murid pribadi tanpa campur tangan aula utama."

​"Murid?!" potong Tetua Liao pedas. "Bayi dari kerajaan fana mana punya bakat kultivasi?! Jangan buang-buang sumber daya sekte untuk membesarkan sampah!"

​Di tengah sengitnya adu mulut para penguasa itu, Qian Renxue tetap mematung bagaikan patung es.

​Namun perlahan, uap dingin tebal mulai merambat dari bawah kakinya, meretakkan lantai pualam dan membekukan udara di dalam aula.

​Ia merengkuh Hu Jin sedikit lebih rapat, lalu mengarahkan matanya yang kini bersinar tajam bagai pendar es mematikan ke arah Tetua Liao.

​"Aku tidak meminta sumber daya sekte sepeser pun untuk anak ini," suara Qian Renxue menggema dingin, menusuk hingga ke tulang dan membungkam seluruh ruangan dalam sekejap. "Hu Jin akan tinggal di Puncak Es milikku. Ia makan dari apa yang kupunya, dan belajar dari apa yang kukuasai. Jika ada di antara kalian yang merasa keberatan..."

​SRING!

​Bilah pedang es tipis terbentuk mendadak di udara, melayang tepat di samping pelipis Qian Renxue dengan aura membunuh yang sangat pekat.

​"...kalian boleh mencoba mengusirnya sendiri dari Puncak Es."

​Atmosfer aula mendadak begitu berat hingga beberapa tetua berlevel rendah kesulitan menarik napas. Tetua Liao mengepalkan tangan rapat-rapat. Gigi-giginya berkerotok menahan malu dan amarah, namun ia sadar—menantang Qian Renxue berduel di sini hanya akan mempermudah wanita itu memenggal kepalanya.

​Tetua Gu mendesah berat. Ia mengibaskan tangan untuk mencairkan tekanan Qi yang membekukan ruangan.

​"Cukup," putus Tetua Gu tegas. "Anak itu boleh tinggal di Puncak Es bersamamu. Namun ingat, Renxue—ia tidak akan mendapat status murid resmi sampai berhasil membuktikan bakatnya di Ujian Tulang saat berusia sepuluh tahun nanti. Jika ternyata ia tidak memiliki bakat kultivasi, ia harus angkat kaki."

​"Adil," jawab Qian Renxue singkat.

​Tanpa membungkuk atau memberi hormat lebih lanjut, Qian Renxue berbalik. Jubah putihnya melambai anggun saat ia melangkah pergi dari aula yang membisu, membawa Hu Jin kecil meninggalkan para tetua yang dipenuhi kedengkian.

​Di dalam dekapan yang hangat itu, Hu Jin kecil memejamkan mata. Pangeran Kerajaan Timur yang terbuang itu telah menemukan tempat bernaung baru—di tempat paling dingin sekaligus paling aman di benua tersebut.

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!