NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Altar Seribu Pedang & Warisan Niat Pedang Senja

Air di dalam Kolam Sumsum Naga Hitam kini tampak bening bagai kaca setelah seluruh esensi emas-hitamnya terserap habis ke dalam tubuh Lin Xuan.

Ketika Lin Xuan melangkah keluar dari kolam sambil mengenakan kembali Jubah Kabut Malam-nya, suara jernih Ye Linglong bergema dari dalam ruang Lentera Abu Senja di lautan kesadarannya:

"Lin Xuan, jangan buru-buru pergi. Coba lihat dasar kolam tempat kepala Ular Darah Bermata Tiga itu jatuh tadi. Selama tiga ratus tahun aku tersegel di atas sana, aku merasakan ada fluktuasi pedang kuno yang tersembunyi tepat di bawah dasar kolam ini."

Lin Xuan menunduk menatap dasar kolam yang kini kering dari energi naga. Di tengah lantai batu dasar kolam tersebut, terdapat sebuah celah melingkar yang baru saja retak akibat hantaman tebasan Pedang Pemutus Takdir saat memenggal Ular Darah Bermata Tiga.

Lin Xuan mengalirkan Qi Meridian Dewa Purba ke telapak tangan kanannya, lalu menghantam dasar kolam itu satu kali!

DOOOOM!

Lantai batu dasar kolam itu runtuh ke bawah, memperlihatkan sebuah tangga batu melingkar yang mengarah ke sebuah ruang bawah tanah tersembunyi yang berbau logam tua dan tanaman obat spiritual!

Begitu Lin Xuan menuruni tangga tersebut, matanya disambut oleh pemandangan yang luar biasa.

Di sisi kiri ruangan itu, terdapat sepetak kebun obat spiritual yang disinari oleh batu matahari buatan di langit-langitnya. Karena tidak pernah disentuh manusia selama berabad-abad, sebagian besar tanaman di sana telah layu menjadi tanah, namun di sudut terdalam masih tumbuh subur tiga batang Bunga Teratai Darah Seribu Tahun, lima rumpun Rumput Bintang Hitam, dan sebutir buah berkilau keperakan yang disebut Buah Sumsum Giok!

"Bunga Teratai Darah dan Buah Sumsum Giok berusia seribu tahun!" seru Ye Linglong dari dalam lentera dengan nada terkejut. "Itu adalah dua dari tiga bahan utama untuk meracik Pil Pembangunan Fondasi Sempurna (Supreme Foundation Pill)! Kau hanya tinggal mencari satu bahan berunsur petir atau es murni di dunia luar untuk menembus Ranah Pembangunan Fondasi!"

Lin Xuan tersenyum tipis dan dengan hati-hati memetik seluruh tanaman obat berusia seribu tahun itu, menyimpannya ke dalam kotak giok di kantong penyimpanannya.

Setelah itu, pandangannya beralih ke sisi kanan ruangan.

Di sana, berdiri sebuah altar batu bundar yang ditancapi oleh seribu bilah pedang berkarat dari berbagai zaman. Seluruh ujung gagang dari seribu pedang itu tampak merunduk ke arah tengah altar—seolah-olah seribu prajurit sedang berlutut memberi hormat kepada sebuah Prasasti Batu Hitam setinggi manusia yang berdiri tegak di pusat altar!

Di permukaan Prasasti Batu Hitam itu, hanya terdapat satu bekas goresan pedang yang membelah prasasti secara miring dari kanan atas ke kiri bawah.

Namun saat mata Lin Xuan menatap bekas goresan pedang tersebut—

BZZZZT!

Dunia di sekeliling Lin Xuan mendadak lenyap!

Dalam penglihatan batinnya, ia tidak lagi berada di ruang bawah tanah, melainkan berdiri di tengah padang tandus saat matahari terbenam. Sesosok bayangan berjubah abu-abu berdiri membelakanginya, memegang sebilah pedang hitam yang persis sama dengan Pedang Pemutus Takdir di tangan Lin Xuan.

Sosok itu mengayunkan pedangnya satu kali ke arah cakrawala.

Tidak ada jurus yang rumit. Tidak ada kembang api spiritual yang mencolok. Namun dalam satu tebasan sederhana itu, cahaya siang dan kegelapan malam terbelah menjadi dua, dan langit senja itu sendiri tampak runtuh mengikuti arah mata pedangnya!

"Pedang biasa menebas daging. Pedang spiritual menebas Qi. Namun Niat Pedang Senja (Twilight Sword Intent)... menebas batas antara hidup dan mati!"

KLING!

Di dunia nyata, Pedang Pemutus Takdir di punggung Lin Xuan bergetar hebat mengeluarkan dengungan nyaring, dan seribu pedang berkarat yang menancap di sekeliling altar ikut bergetar serempak sebelum akhirnya hancur menjadi bubuk besi!

Seluruh sisa esensi Niat Pedang Senja yang tersimpan di dalam Prasasti Batu Hitam itu melesat keluar bagai naga abu-abu dan menyatu langsung ke dalam mata dan bilah pedang Lin Xuan!

Ketika Lin Xuan membuka matanya kembali,

sekilas cahaya pedang yang begitu tajam melintas di pupil matanya hingga menggores pilar batu di depannya sedalam satu inci hanya dengan tatapan mata!

"Niat Pedang Senja — Tingkat Awal," gumam Lin Xuan sambil merasakan lonjakan kekuatan yang luar biasa. Di seluruh Wilayah Timur Benua Canglan, bahkan para Tetua Ranah Inti Emas belum tentu mampu memahami Niat Pedang (Sword Intent) sejati. Dengan Niat Pedang Senja ini, daya hancur setiap tebasan Lin Xuan meningkat dua

1
Dan Kawan-Kawan
asyiiik cerita baru lagi
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!