NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Loh! Kok Gitu?

Ayara pun terdiam, ia tidak tahu harus meresponnya bagaimana. Ayara mencoba sibuk dengan memilih beberapa oleh-oleh yang ada didepannya, dan Althaf tahu hal itu.

"Saya serius, kamu harus panggil saya dengan panggilan Mas," ucap Althaf.

"Kenapa?" tanya Ayara.

"Karena kamu spesial," jawab Althaf.

Ayara kembali terdiam, ia tidak ingin melanjutkan obrolannya. "A-aku mau pilih-pilih dulu," ucap Ayara. lalu pergi ke lorong lain.

Dengan sabar, Althaf mengikuti kemana langkah kaki Ayara. "Kalau kamu mau beli yang lain, beli aja. Jangan ikut aku terus," ucap Ayara.

"Saya nggak beli, saya temenin kamu," ucap Althaf.

"Saya bisa bawa keranjangnya sendiri," ucap Ayara, hendak meraih keranjang yang dipegang Althaf. Namun, Althaf segera menahan tangan Ayara.

"Saya bilang, saya yang pegang. Kamu ambil saja, biar saya yang pegang," balas Althaf, tidak ingin dibantah lagi.

Akhirnya Ayara pun ikut apa yang dikatakan Althaf, ia memilih beberapa oleh-oleh keripik. "Udah ini aja," ucap Ayara.

"Cuma tiga?" tanya Althaf.

"Iya, nggak usah banyak-banyak," jawab Ayara.

"Tambah lagi," ucap Althaf, lalu mengambil beberapa cemilan lagi hingga keranjang yang ia pegang penuh.

"Althaf, ini kebanyakan," ucap Ayara.

"Mas, Ayara! Aku nggak suka kamu panggil nama kayak gitu," tegur Althaf.

"I-iya, maksudku Mas Althaf. Ini kebanyakan, aku ambil tiga aja," balas Ayara.

"Ambil ini semua, ayo bayar!" ajak Althaf.

'Gimana bayarnya kalau sebanyak itu? Aku cuma bisa beli tiga aja, kalau aku beli sebanyak itu, bisa-bisa uang buat bulan depan berkurang,' batin Ayara.

Sesampainya di kasir, Ayara pun segera mengambil dompet di dalam tasnya untuk membayar belanjaannya. Namun, sebelum sempat ia mengeluarkan selembar uang pun, Althaf bergerak lebih dulu.

​Pria itu meletakkan seluruh keranjang belanjaan yang sudah penuh dengan berbagai macam keripik dan camilan di atas meja kasir. Tanpa ragu, Althaf menyerahkan kartu debitnya kepada petugas kasir untuk melunasi seluruh total belanjaan tersebut.

​"Mas Althaf, biar aku aja yang bayar," protes Ayara spontan, merasa tidak enak hati.

​Althaf menoleh sekilas, menatap Ayara dengan sorot mata tenang namun tegas. "Sudah, tidak apa-apa. Anggap saja ini oleh-oleh dari saya untuk kamu," ucapnya.

​Ayara terdiam, ia tahu menolak juga percuma. Namun, nominal belanjaannya tentu bukanlah jumlah yang sedikit untuk ukuran dompet seorang buruh pabrik seperti Ayara, ada rasa sungkan yang ia rasakan.

​Setelah transaksi selesai, petugas kasir menyerahkan kantong belanjaan besar berisi penuh oleh-oleh tersebut kepada Althaf. Pria itu membawanya dengan mudah, lalu mengajak Ayara keluar untuk menunggu teman-teman Ayara yang tengah memilih oleh-oleh.

"Kamu duduk aja, aku taruh oleh-olehnya di bagasi dulu," ucap Althaf, lalu meninggalkan Ayara yang duduk di kursi tunggu di luar tempat oleh-oleh.

Ayara berdiri mematung di samping kursi tunggu, maniknya menatap lurus ke arah pintu mobil Althaf yang baru saja ditutup rapat. Kantong belanjaan besar berisi penuh oleh-oleh pilihan Althaf itu sudah tersimpan rapi di dalam bagasi belakang.

​Tak lama berselang, Maura, Clara, Linda, Stevi, Adel dan Diana berjalan mendekat dengan senyum yang tertahan. Mereka baru saja menyelesaikan belanjaan mereka dan langsung mengerumuni Ayara dengan tatapan penuh selidik.

​"Wah, wah, wah... dibayarin nih ye sama Althaf!" goda Maura menyenggol lengan Ayara dengan nada berbisik yang sengaja dilebay-lebaykan.

​"Parah sih, Ra. Perhatiannya itu loh! Kalau modelan kayak Althaf yang ngegebet, gue bakal langsung bilang yes tanpa pikir panjang!" timpal Clara terkikik geli.

​Ayara merona merah, ia buru-buru menggelengkan kepala seraya melotot pelan ke arah sahabat-sahabatnya. "Kalian apa-apaan sih, jangan ngawur, deh! Dia cuma niat bantu aja."

​"Bantu apanya, dia milihnya banyak banget, Ra. Dia juga bayarin kamu loh," sahut Stevi tak mau kalah.

​Sebelum Ayara sempat melayangkan pembelaan diri lebih jauh, suara deheman tegas namun halus terdengar dari arah belakang mereka. Althaf sudah berdiri tegak dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku jaketnya, menatap rombongan wanita itu dengan sorot mata yang tenang dan berwibawa.

​"Semua belanjaannya sudah beres? Kalau sudah, kita bisa melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung," ucap Althaf lembut, menghentikan ledekan teman-teman Ayara seketika.

​"Iya, ini udah selesai!" jawab Linda mewakili teman-temannya dengan senyum penuh arti.

​Mereka pun bergegas menuju kendaraan masing-masing. Maura dan Clara langsung masuk ke kursi belakang mobil sedan Althaf, sementara Ayara dengan langkah berat dan rasa canggung yang luar biasa terpaksa kembali duduk di kursi penumpang depan.

​Meski perjalanan pulang menempuh waktu berjam-jam membelah jalanan lintas provinsi, suasana di dalam mobil Althaf terasa jauh lebih cair berkat celotehan-celotehan kecil dari Maura dan Clara di kursi belakang. Althaf sesekali menanggapi obrolan mereka dengan sopan dan sesekali melempar senyum, namun fokus utamanya tetap pada kemudi di jalan raya.

"Oh ya, nanti pas sampai Bandung. Kita berdua pindah ke mobilnya Stevi, soalnya rumah kita searah sama rumahnya Stevi. Jadi, nanti tinggal antar Ayara aja," ucap Maura.

"Loh! Kok gitu?" protes Ayara.

"Kan rumah kita emang searah sama rumahnya Stevi, kalau ke rumah lo dulu nanti kita belok dan harus putar balik lagi," balas Maura.

"Iya, mumpung ada Althaf. Jadi, lo bisa sekalian pulang sama dia," sahut Clara.

"Tapi kan aku...,"

"Nanti biar saya antar kamu. Tenang saja, saya tidak akan makan kamu, jadi kamu tidak perlu takut," potong Althaf.

​Mobil sedan hitam mewah yang dikemudikan Althaf meluncur mulus membelah jalanan kota Bandung yang mulai basah diguyur sisa hujan sore. Lampu-lampu jalanan mulai berpendar, memantulkan cahaya keemasan di atas aspal yang basah.

​Di kursi depan, Ayara hanya bisa terdiam kaku. Setelah Maura dan Clara benar-benar berpindah ke mobil Stevi sesampainya di titik kumpul transit tadi, kini di dalam kabin mobil hanya tinggal tersisa dirinya dan Althaf. Kesunyian yang tercipta di antara mereka terasa begitu intens, hanya ditemani alunan musik instrumental piano berirama lembut dari radio mobil.

​"Kamu mau langsung pulang ke rumah atau mau mampir dulu untuk makan malam?" tanya Althaf memecah keheningan, suaranya terdengar begitu tenang tanpa sedikit pun tekanan.

​Ayara menoleh sekilas, lalu buru-buru menggelengkan kepala. "Langsung pulang saja, Mas Althaf."

"Di rumah kamu ada siapa saja?" tanya Althaf.

"Ada Ibu sama Adik, Mas," jawab Ayara.

"Kita berhenti beli martabak dulu ya," ucap Althaf.

"Mas Althaf pengen martabak?" tanya Ayara.

"Iya," jawab Althaf.

Setelah membeli martabak, Althaf kembali melanjutkan perjalanannya untuk mengantar Ayara pulang.

"Mas, nanti berhenti di gang depan rumah aja ya," ucap Ayara.

"Kenapa?" tanya Althaf.

"Jalanan rumahku sempit, Mas," jawab Ayara.

"Tapi, buat mobil bisa?" tanya Althaf.

"Bisa, Mas. Tapi, sempit. Nanti mobil Mas Althaf lecet," jawab Ayara.

"Nggak apa-apa, cuma mobil aja," balas Althaf.

.

.

.

Bersambung.....

1
Asni Mariati
cieeee yg udah punya pacar
merry yuliana
crazy up kak thir💪💪💪🙏🙏🙏😍😍😍
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!