Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pilihan Untuk Herman
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
Jam 19.00. Rapat darurat di gudang nomor 7, tapi bukan untuk belajar huruf. Untuk perang.
Di dalam gudang itu sekarang ada Queen, King, Daniel, Leila, Lucas, Bruno, dan yang lain nya, 10 mantan anak buah Herman dan Russo, dan Paman Cito. Di tengah meja ada peta Genoa besar.
" Herman kabur jam 14.00. Sekarang jam 19.00. 5 jam. Dalam 5 jam, dia bisa di mana saja," kata Lucas, buka laptop, cek CCTV pelabuhan.
CCTV terakhir yang tangkap Herman jam 14.30, di dekat tempat sampah pelabuhan, Herman keluar dari truk sampah, pakai baju tahanan orange, penuh sampah, bau, tapi dia lari. Ada mobil hitam jemput dia. Mobil hitam yang sama yang parkir di depan Hotel Excelsior dan di depan pelabuhan waktu bom. Mobil Al-Rashid Group.
"Jadi Herman sekarang sama Al-Rashid Group," kata King. "Mereka selamatkan Herman untuk pakai Herman bunuh kita." Lanjut King.
Queen menatap Stella yang tertidur di pojok gudang, kelelahan karena sidang seharian. Stella tidak tahu Kakak tiri nya yang jahat kabur.
"Queen, kita harus bawa Stella dan 30 anak pergi dari Genoa malam ini juga. Pergi ke biara Vatikan di Palermo, seperti rencana kemarin," kata Daniel. Queen menggeleng.
"Tidak. Kalau kita lari, Herman akan bakar lagi sekolah ini. Dan dia akan kejar kita sampai Palermo. Herman tidak akan berhenti. Herman obsesif. Dulu dia obsesif pada Mommy Amanda sampai dia bunuh Mommy. Sekarang dia obsesif pada aku, karena aku yang penjarakan dia. Dia akan kejar aku sampai mati." Ujar Queen.
King mengepalkan tangan, bekas luka bakar di leher nya memerah. "Biar aku yang hadapi Herman. Aku yang dulu hampir mati di tangan Herman di laut. Sekarang giliran aku yang buat Herman mati di laut." Ucap King.
"Tidak," kata Queen. "Kita tidak akan bunuh Herman lagi. Kita sudah janji jadi keluarga yang tidak bunuh. Vonis ratu kita dulu adalah penjara seumur hidup, bukan mati. Kita harus pegang janji itu." Lanjut Queen.
Leila mengangkat tangan. "Aku punya ide. Ayah saya di penjara Tripoli. Tapi ayah saya masih punya 50 juta dollar di rekening rahasia di Swiss. Uang itu uang hasil jual senjata dulu. Aku tahu password nya. Kalau kita bisa pakai uang itu untuk... Sewa tentara bayaran? Atau bayar polisi?" Ucap Leila.
Queen menggeleng. "Tidak, Leila. Kita tidak lawan Herman dengan uang kotor ayah mu lagi. Kita lawan Herman dengan cara Mommy." Ucap Queen.
"Cara Mommy?" tanya semua.
Queen tersenyum. Cara Mommy adalah... Bikin musuh jadi keluarga. Tapi Herman bukan Daniel. Herman tidak bisa jadi keluarga. Herman sudah terlalu rusak.
Tapi Queen ingat satu hal. Satu kelemahan Herman yang tidak pernah hilang. Kelemahan yang ada di video USB emas ibu nya.
Herman obsesif pada Amanda. Herman cinta Amanda sampai gila.
" Herman tidak akan datang untuk bunuh aku dulu," kata Queen pelan. " Herman akan datang untuk... kuburan Mommy." Lanjut Queen. Semua terdiam.
Kuburan Nyonya Amanda ada di bukit pemakaman keluarga Alessandro, di atas pelabuhan. Kuburan itu di jaga 24 jam oleh Paman Cito. Tapi malam ini, penjaga kuburan izin pulang karena anak nya sakit. Kuburan kosong.
" Herman kabur, hal pertama yang dia lakukan pasti ziarah ke kuburan Amanda. Karena di penjara 6 bulan, dia pasti mimpiin Mommy. Dia pasti mau minta maaf atau mau marah di depan kuburan Mommy. Itu kebiasaan Herman. Setiap kali dia kalah, dia selalu ke kuburan Mommy." Ucap Queen.
King mengangguk. "Benar. Waktu daddy meninggal, Herman juga pertama lari ke kuburan Daddy, bukan ke rumah." Ujar King. Queen membuat rencana. Rencana tanpa senjata. Rencana ratu.
Jam 21.00. Bukit Pemakaman Keluarga Alessandro. Hujan gerimis. Kuburan Ratu Amanda sederhana. Batu nisan putih, tulisan: * AMANDA DEWI ALLESANDRO- 1978-2021 - ISTRI, IBU, RATU*. Di atas kuburan ada mawar putih segar yang Queen taruh pagi tadi.
Di bawah pohon besar dekat kuburan, ada sosok pria kurus, baju orange tahanan penuh sampah, rambut gondrong berantakan, muka penuh luka karena berantem di penjara. Dia berlutut di depan kuburan Nyonya Amanda. Dia adalah Tuan Herman.
Tuan Herman menangis. Bukan tangis buaya. Tangis pria yang benar-benar hancur.
" Amanda... Aku... Aku kabur... aku... aku kangen kau..." bisik Herman, menyentuh batu nisan dingin itu. "Aku... aku salah... aku bunuh kau... tapi aku cinta kau... aku..."lanjut nya.
Herman mengeluarkan sesuatu dari balik baju tahanan nya. Bukan pisau. Tapi... sebuah kotak kecil beludru merah. Kotak cincin.
Herman membuka kotak itu. Di dalam nya ada cincin berlian. Cincin yang sama yang Tuan Steven kasih ke Amanda tahun 1998.
" Manda... aku... aku beli cincin ini 6 bulan lalu di penjara... dari uang hasil jual rokok... aku mau... aku mau lamar kau lagi... di depan kuburan... biar kau maafkan aku..." Ucap Herman.
Gila. Herman benar-benar gila karena cinta obsesif. Mau lamar kuburan.
Tepat saat Herman mau pasang cincin itu di atas batu nisan, dari belakang pohon, muncul cahaya lilin kecil.
Satu lilin. Dua lilin. Sepuluh lilin. Seratus lilin.
Queen, King, Daniel, Leila, Bruno, Lucas, Paman Cito, dan 30 anak sekolah, semua bawa lilin, berjalan pelan dari bawah bukit ke atas bukit, menuju kuburan Amanda. Mereka tidak bawa senjata. Mereka bawa lilin.
Stella yang paling depan, bawa lilin paling kecil, hampir padam karena hujan gerimis.
Herman melihat rombongan lilin itu, langsung berdiri, mau lari. Tapi King sudah di belakang nya.
"Kau mau lari lagi, Paman Herman?" kata King, tidak pakai linggis, hanya pakai tangan kosong.
Herman menatap King, lalu Queen. Wajah nya penuh takut dan malu. "Queen... King... jangan... jangan bunuh aku... aku... aku hanya mau lihat Amanda..." Ucap Herman.
Queen berjalan pelan, bawa lilin, berdiri di depan Herman, di depan kuburan ibu nya.
" Herman, kami tidak akan bunuh kau. Kami tidak akan penjarakan kau lagi dengan cara curang. Kami datang ke sini untuk... kasih kau pilihan." Ucap Queen.
Queen menyuruh Stella maju. Stella, anak 5 tahun, adik seibu Queen dan King, adik tiri Herman? Bukan, keponakan tiri? Silsilah nya rumit. Tapi Stella adalah darah Amanda, darah yang Herman obsesif.
Stella menatap Herman, pria bau sampah itu. "Om Herman?" kata Stella polos. "Om yang di foto Mommy? Yang Mommy bilang nakal?" sambung Stella.
Herman melihat Stella, anak kecil berambut keriting mirip Amanda. Air mata Herman jatuh lagi."Stella... kau... kau anak Amanda..." Ucap Herman.
Deg//
********
Happy Reading Guys. 🥰🤗