NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:948
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

_____🌺

Pertanyaan telak dari menantunya itu, sukses membuat sang nyonya rumah mematung seketika di tempatnya berdiri. Matanya berkedip cepat.

Otaknya yang tadinya dipenuhi semangat membela penderitaan anak, kini mulai mencerna realitas tagihan bulanan yang selalu dibayarkan tepat waktu oleh Dimas.

"Eh? Anu ... ya ... ya, kan Dimas bisa cari kerjaan lain yang lebih bagus gajinya, Nis. Rezeki itu ada di mana-mana, nggak cuma di pabrik mesin rongsokan itu aja," jawab mertua julid itu.

Suara yang mulai kehilangan nada tingginya, sedikit gelagapan tak berani menatap mata menantunya.

"Nyari kerja zaman sekarang itu susah banget, Ma! Apalagi Mas Dimas umurnya udah kepala tiga. Kalau bulan depan kita berdua nggak ada pemasukan uang sama sekali, jangankan buat beli jus delima Himalaya mahal, buat beli seblak level tiga aja kita harus ngutang dulu ke warung Kang Maman di depan kompleks!" balas Nisa.

Ia sengaja melebih-lebihkan keadaan, memberikan gertakan mental pada sang wanita sosialita yang sangat menjunjung tinggi nilai gengsi keluarga di mata tetangga.

Wajah wanita sosialita itu langsung pucat pasi. Membayangkan dirinya harus berutang ke tukang sayur keliling gara-gara anaknya menganggur adalah mimpi terburuk yang jauh lebih mengerikan daripada tidak punya cucu pertama. Harga dirinya di depan geng sosialita Bu Tejo dan Bu RW pasti bisa hancur berkeping-keping menjadi butiran debu kasar.

"Astaghfirullah! Jangan sampai kita ngutang ke Kang Maman dong, Nis! Nanti si ibu RW sombong itu bisa ketawa ngakak tujuh hari tujuh malam kalau sampai tahu nyonya Ratna ngutang beli sayur bayam!" pekik wanita itu panik luar biasa, tangannya langsung meremas kain daster batiknya kuat-kuat.

"Makanya itu, Ma. Lain kali kalau Mama mau ruqyah kamar atau nyembur bosnya Mas Dimas pakai omongan pedas, pikir panjang dulu soal tagihan kartu kredit Mama yang numpuk. Sekarang gimana nasib kita nih? Mas Dimas pasti dipecat beneran besok pagi sama bosnya," ucap Nisa sambil melipat kedua tangannya di dada, pura-pura memasang wajah sangat sedih dan hancur.

Ibunda Dimas mondar-mandir tak tenang di ruangan yang masih penuh asap bidara itu. Wajahnya terlihat sangat tegang memikirkan solusi dari masalah besar yang baru saja ia ciptakan sendiri pakai mulutnya.

"Dimas! Telepon bosmu sekarang juga! Bilang ke dia kalau tadi itu cuma simulasi latihan drama teater buat acara tujuh belasan! Atau bilang aja Mama tadi lagi kesurupan siluman nenek lampir dari gunung, makanya ngomongnya ngawur kasar nggak sadar diri! Cepat telepon bosmu sekarang, Dim! Mama nggak mau dapet malu kalau sampai kita bangkrut masuk koran!" perintah sang mertua dengan ide yang makin lama, makin tak masuk akal sehat.

Dimas menjatuhkan kepalanya ke atas meja kerja dengan bunyi gedebuk pelan.

"Ya Tuhan, cabut nyawa hamba sekarang juga Tuhan. Hamba lelah banget hidup di tengah-tengah komedi absurd ini tiap hari. Tolong hamba, Tuhan."

Nisa tak bisa menahan tawanya lagi. Ia tertawa terbahak-bahak melihat wajah suaminya yang pasrah total dan wajah mertuanya yang panik setengah mati memikirkan nasib cicilan kasur batu giok.

"Udah, Mas. Nyalain lagi aja aplikasinya sekarang. Kamu minta maaf baik-baik ke Pak Cokro ya. Bilang aja nyokapmu emang lagi kumat khawatir berlebihan karena tekanan mental dari tetangga kompleks yang julid."

_____🌺

Dimas mengangkat kepalanya dengan lesu. Ia kembali menyalakan aplikasi panggilan video tersebut dengan tangan gemetar ketakutan. Beruntung, Pak Cokro dan dua kliennya masih ada di ruang tunggu panggilan daring tersebut.

Saat wajah sang bos kembali muncul di layar monitor, Dimas langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam nyaris menyentuh papan ketik laptop.

"Pak Cokro, saya mohon ampun sebesar-besarnya atas kejadian barusan, Pak. Saya janji besok saya yang traktir makan siang bapak sebulan penuh, asal bapak jangan pecat saya hari ini juga. Mama saya memang kadang suka aneh-aneh kelakuannya kalau udah masuk urusan nanya cucu pertama, Pak," melas Dimas merana memohon belas kasihan sang atasan.

Di seberang sana, Pak Cokro menghela napas sangat panjang sampai terdengar ke mikrofon. Anehnya, bos galak itu tidak langsung berteriak marah-marah seperti biasanya saat di kantor.

"Ibumu itu sifatnya persis banget seperti mertua saya zaman dulu, Dimas. Bar-bar, galak, dan tak kenal takut sama siapa pun. Jujur saja, tadi saya sangat kaget, tapi klien Jepang kita malah tertawa setelah penerjemah menjelaskan situasinya. Mereka bilang ibumu itu wanita yang sangat protektif dan lucu."

Dimas dan Nisa saling berpandangan kaget tak percaya mendengar respon tersebut. Bahkan sang Nyonya Bratadikara yang sedari tadi bersembunyi takut di balik punggung Nisa langsung memunculkan kepalanya kembali dengan mata berbinar-binar cerah.

"Tuh kan, Dim! Apa Mama bilang barusan! Orang luar negeri aja paham dan ngerti sama kasih sayang seorang ibu ke anaknya! Memang bos kamu itu aja yang hatinya kurang peka dan pelit nurani!" celetuk wanita paruh baya itu merasa sangat bangga, langsung melupakan kepanikannya soal utang sayur di warung Kang Maman barusan.

"Ma! Udah ah, mending Mama diam aja sekarang! Mau Dimas putusin lagi panggilannya biar besok kita beneran jadi gembel kelaparan?!" ancam Dimas sangat galak, yang langsung membuat ibunya kicep ketakutan seketika dan mengunci mulutnya rapat-rapat dengan tangan.

Pak Cokro menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis ke arah kamera. "Sudah, sudah. Bersihkan sisa asap aneh di ruanganmu itu sekarang, Dimas. Kita lanjutkan rapat kita sepuluh menit lagi dari sekarang. Dan tolong, jauhkan ibumu dari jangkauan kamera sebelum saya berubah pikiran soal status pekerjaanmu di kantor ini."

_____🌺

Sepuluh Menit Kemudian.

Panggilan kembali dijeda sementara waktu. Dimas membuang napas lega yang seolah baru saja menahan beban berton-ton batu karang. Ia menoleh perlahan ke arah ibunya dengan tatapan memohon penuh keputusasaan yang sangat dalam. Ia menggiring ibunya keluar dari ruang kerja menuju ruang keluarga.

"Ma, tolong banget pengertiannya. Bawa keluar tungku sajen Mbah Surip palsu ini sekarang juga dari dalam kamarku. Kalau Mama masih nekat naruh ini di sini, Dimas besok pagi beneran milih berhenti kerja dan Mama yang harus bayar semua cicilan kasur batu giok itu sendirian dari uang arisan Mama!" ancam Dimas telak.

Mendengar ancaman potong uang arisan, sang wanita sosialita itu langsung menyambar tungku tanah liatnya dengan gerakan super cepat, tak peduli tangannya agak kepanasan sedikit terkena bara.

"Iya, iya, ini Mama bawa keluar sekarang juga! Kamu lanjut kerja yang bener aja, Dim! Jangan lupa kejar target jualan biar bulan depan bonusmu cair buat nambahin beli perhiasan kalung emas Mama! Ingat pesen Mama, kamu harus fokus kerja cari duit banyak!"

Nisa yang menyusul ke ruang keluarga langsung tertawa terpingkal-pingkal memegangi perutnya yang kram.

"Sumpah, Mas Dimas. Ibumu itu beneran juara satu sejagat raya. Bisa-bisanya dia berani nyembur Pak Cokro tanpa mikirin nasib tagihannya dulu. Gengsinya gede banget kayak gunung, tapi nyalinya langsung ciut mengecil pas diancam suruh bayar cicilan utang."

Dimas hanya bisa tersenyum miris meratapi nasib hidupnya.

"Tawain aja terus, Nis. Puas-puasin kamu ketawa hari ini. Besok-besok aku beneran daftar asuransi jiwa aja sekalian deh. Biar kalau aku mendadak mati jantungan."

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!