NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Selepas selesai bekerja Ana langsung bersiap untuk pulang, beberapa kali Ana mendapatkan pertanyaan kenapa dirinya dipanggil oleh bos mereka.

Ana hanya menjawabnya dengan ia membuat kesalahan, dan ia mendapatkan surat teguran.

Ana berjalan keluar cafe dengan langkah pelan, ia membenci hal seperti ini.

" Ayo pulang "

Ana yang sejak tadi menundukkan kepalanya pun langsung mengangkat kepalanya, ia melihat Nathan yang berdiri dihadapannya.

" Aku naik ojek online aja "

" Engga usah, biar aku antar kamu pulang" Nathan memegang tangan Ana, mengajaknya untuk naik ke mobilnya

Begitu Ana masuk kedalam mobil Ana memilih untuk diam, bahkan ia lebih memilih menoleh kearah jalan.

Nathan mulai menyalakan mesin mobilnya, perlahan mobil itu mulai berjalan meninggalkan halaman cafe.

Nathan memutar radio untuk menghilangkan kesunyian.

" Aku belajar mencintaimu

Mencintai tanpa syarat apapun

Meski kau yang tersulit untukku

Tapi aku tak ragu

Kini kita sudah semakin jauh

Bahkan sulit untuk kembali

Ku beri semua yang ada padaku

Tanpa syarat apapun

Aku ingin terus ada di hatimu

Aku lelaki yang tak bisa mudah menggantimu

Meski aku takut akan kelemahanmu

Ku takkan lari karena cintaku sempurna "

Ana menoleh begitu Nathan ikut menyanyikan lagu yang diputar oleh radio, sedangkan Nathan ia terus menatap lurus kedepan.

Ana kembali meneteskan air mata, entah kenapa kali ini Ana merasa bersalah kepada Nathan.

Saat lampu berwarna merah, Nathan mengambil kesempatannya.

Nathan meraih tangan Ana, ia mengusap lembut punggung tangan Ana.

" Na.. " panggil Nathan pelan, hingga Ana pun menoleh

" Ya kenapa ? "

" Maaf untuk malam ini, aku ga berniat buat nyakitin kamu Na "

" Aku yang salah Nat, kalau aja aku dengerin penjelasan kamu mungkin ga akan kayak gini " ucap Ana sambil menggelengkan kepalanya

" Ana, aku berani sumpah Na kalau aku ga pernah macem macem sama perempuan lain. Aku sayang sama kamu Na, aku cuma mau kamu dihidup aku sekarang dan seterusnya Na "

Ana kembali menangis, dengan cepat Nathan menghapus air mata Ana.

" Kita jadiin semua ini sebagai pelajaran ya Na "

" Iyah Nat "

" Jangan nangis lagi Na, aku ga mau liat kamu nangis lagi "

Ana mengangguk, ia pun mulai tersenyum dan begitu juga dengan Nathan.

Saat hendak memasuki area rumah Ana, mendadak jalan ini sedang ada tenda yang tak bisa dilewati oleh mobil.

" Ga bisa lewat kayaknya Na " ucap Nathan

" Iyah, kayaknya ada yang mau nikah deh Nat "

" Kenapa ga di gedung aja sih nikahnya, kalau kayak gini kan bikin susah yang lain "

" Ga semua orang itu mampu nikah di gedung Nat, ya mungkin mereka mampunya dirumah. Yaudah aku turun aja ya, aku jalan kaki kesana "

" Jangan Na, kamu nginep ditempat aku aja ya "

" Tidur ditempat kamu ? "

" Iyah, aku janji ga macem macem Na "

" Hmm yaudah Nat "

Begitu Ana setuju, mobil Nathan berputar balik menuju apartemen milik Nathan.

Begitu tiba di apartemen milik Nathan, Nathan pun segera pergi ke dapur untuk mengambil minuman untuk Ana.

" Makasih Nat " ucap Ana dan Nathan mengangguk

Nathan mengusap pelan kepala Ana, ia merasa bersalah atas kejadian hari ini

" Kalau kamu mau ganti baju nanti pakai baju aku aja ya "

" Iyah Nat nanti aja "

Ana memeluk Nathan dengan erat, menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Nathan.

" Kamu kenapa beli cafe Nat ? "

" Karena kalau aku suruh kamu berhenti pasti kamu ga mau, ya jadi satu satunya aku jadi bos disana "

" Ternyata gabut nya orang kaya tuh aneh ya "

" Semua yang aku lakukan itu buat kamu Ana "

" Jangan kayak gini Nat, aku jadi mikir kalau aku jadi ga berguna buat kamu "

" Kata siapa kamu ga berguna buat aku ? Kamu itu sangat berguna dan berarti buat aku "

Ana memperbaiki duduknya, kini ia memposisikan dirinya untuk berhadapan dengan Nathan.

" Kamu nyebelin Nat "

" Nyebelin kenapa sayang ? "

" Ya nyebelin, kamu itu bisa dengan gampang bikin aku jatuh cinta "

" Ya bagus dong, berarti perasaan aku ga bertepuk sebelah tangan "

" Yaudah kamu sekarang istirahat ya, ayo aku antar ke kamar dan aku siapin baju untuk kamu ganti "

Ana mengangguk, ia pun mengikuti Nathan naik keatas menuju kamarnya.

" Kalau aku tidur disini, kamu tidur dimana Nat ? "

" Gampang, aku bisa tidur di sofa bawah sayang. Ini baju untuk kamu ganti malam ini, setelah itu kamu istirahat tidur ya. "

" Kamu disini aja Nat "

" Kenapa ? Ga ada hantu ko Na "

" Aku mau kamu disini Nat "

" Yaudah iya, yaudah kamu bersih bersih duluan sana "

Ana mengangguk, ia membawa baju milik Nathan untuk ia pakai.

Setelah selesai Ana keluar dan menghampiri Nathan, Nathan meneguk salivanya melihat penampilan Ana..

" Aku ganti baju dulu ya Na " ucap Nathan dan Ana mengangguk

Ana menunggu Nathan selesai, hingga akhirnya laki laki itu keluar dari dalam kamar mandi.

" Ayo tidur " ajak Nathan dan Ana mengangguk

Ana dan Nathan kini sudah berada diatas ranjang yang sama, keduanya saling menatap keatas langit langit kamar.

" Yang kamu bilang benar Nat, Reyhan suka sama aku "

Nathan menoleh kearah Ana, begitu juga dengan Ana yang ikut menoleh kearah Nathan

" Dia bilang kalau dia mau kenal aku lebih jauh, dan dia bilang kalau selama ini dia suka sama aku "

" Lalu kamu jawab apa Na ? "

" Aku ga jawab apapun, dia bilang kalau dia ga akan maksa aku buat suka sama dia yang terpenting aku tau kalau dia suka sama aku "

" Jangan pernah menaruh harapan kalau pada akhirnya harapan itu sia sia Ana, kalau memang tujuannya kamu tidak memilih kamu harus bisa dengan tegas mengatakan tidak "

" Aku tau pasti sakit rasanya, tapi lebih sakit lagi kamu buat dia punya harapan Na "

" Aku bisa liat dengan jelas Na, tatapan dia ke kamu itu tatapan orang yang jatuh cinta. "

" Tapi aku ga ada perasaan apapun Nat ke Reyhan, aku cuma anggap dia sebagai teman aja ga lebih "

" Ya itu bagi kamu Na, belum tentu bagi dia sama "

" Ikuti kata hati kamu Na "

" Dan terimakasih kamu udah cerita soal ini ke aku "

Ana mengusap lembut wajah Nathan, ia merasa yang tak pernah ia rasakan. Sebuah rasa takut, takut kehilangannya.

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!