NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog S2 [GOD OF RINGS]

PERAYAAN 100 HARI

Suasana pagi, di kota, memang selalu damai dibanding lantai mana pun. Seperti di First City dan Second City.

Tidak ada auman monster.

Tidak ada letusan gunung berapi.

Tidak ada bar HP dan MP yang sekarat.

Suara roda pedagang berbunyi pelan di jalan, tawa anak-anak NPC yang berlari di taman kota, serta aroma makanan hangat dari kedai-kedai yang baru saja buka.

Bagi sebagian player, First City adalah tempat terbaik uang mereka temui. Tidak sedikit dari mereka, yang meninggalkan tujuan demi berada di zona teraman. Kota ini sudah terasa, seperti rumah.

Dan untuk Guild RRX, kini berubah menjadi sesuatu yang sedikit lebih tertib dari sebelumnya.

Semuanya karena satu orang—

Virgo berdiri di dapur. Dia selalu bersiap dengan sikap tegak sempurna, tangan terlipat rapi di depan perut. Pakaian pelayannya yang berwarna hitam putih tampak terlalu bersih untuk ukuran rumah yang ditempati empat petualang dengan kebiasaan berantakan. Rambut perak pendeknya tertata sangat rapi, dan rantai tipis di lehernya memantulkan cahaya pagi yang masuk dari jendela.

Di depannya, tiga piring sarapan telah tertata sempurna.

Daging panggang.

Telur setengah matang.

Roti hangat.

Buah yang telah dipotong dengan ukuran nyaris identik. Dan satu teko teh hangat dengan uap tipis yang bergerak perlahan ke atas.

Virgo memeriksa semuanya sekali lagi, semua tampak detail.

Lalu, dengan nada datar namun sopan, ia berkata:

“Selamat pagi untuk Tuan dan Nyonya, pagi telah tiba. Sarapan untuk Tuan Marva, Tuan Muda Meriel, Tuan Muda Red, dan Nyonya Kaela telah selesai dipersiapkan.”

Tidak ada yang menjawab.

Virgo menoleh ke arah ruang tengah.

Lalu ke arah tangga.

Kemudian ke pintu kamar.

Ia mengangguk kecil, seolah sudah memperkirakan keadaan ini. “Kalau begitu,” katanya pelan, “Prosedur

membangunkan penghuni rumah akan dimulai.”

Di dalam kamar tamu sebelah kiri, Red Calder masih tidur dengan mulut sedikit terbuka, mendekap bantal seolah itu peti harta karun. Di kamar sebelah kanan, Meriel tertidur miring dengan posisi kaki hampir jatuh dari kasur. Sementara di lantai atas, Marva dan Kaela berada di kamarnya masing-masing. Virgo memulai dari yang paling mudah.

Ia membuka pintu kamar Red. “Tuan Muda Red.”

Tidak ada jawaban.

“Tuan Muda Red, sarapan sudah siap.”

Red bergumam dalam tidur. “Lima menit lagi…”

Virgo diam sejenak.

Lalu mengangkat tangan kanan.

Di atas kepalanya, kain tirai kamar langsung dibuka paksa. Sinar matahari masuk lurus ke wajah Red.

“TIDAK! TIDAK! SILAU!” Red langsung bangun dan duduk tegak. “Siapa yang menyerang?!”

Virgo berdiri di samping tempat tidurnya.

“Selamat pagi, Tuan Muda Red.”

Red menggoda Virgo. “Eh, Kekasih hatiku.”

Virgo hanya membungkuk dan kembali mengingatkan. “Silakan mandi dan bersiap. Jika

Tuan Muda Red terlambat lebih dari tujuh menit, daging nya akan menjadi dingin.”

Red sontak berdiri. “SIAP, DEMI WANITA TERCANTIK DAN CALON IBU BAGI ANAK-ANAK KU NANTI!”

Ia segera berlari ke kamar mandi.

Virgo menatap ke arahnya tanpa ekspresi.

“Calon Ibu?” gumamnya pelan.

Berikutnya, ia masuk ke kamar Meriel.

“Tuan Muda Meriel.”

Meriel mendengkur.

“Tuan Muda Meriel.”

Tidak ada reaksi.

Virgo mendekat. “Tu—”

Meriel tiba-tiba membuka mata. “VIRGO?!”

Ia segera bangun dan langsung memeluk Virgo. “Hohohoho, disinilah bersama ku selama nya Virgo.”

Red yang melihat Meriel sedang mememeluk Virgo, segera menerjangnya.

“JANGAN! PERNAH! SENTUH! PACARKU.......!”

Perkelahian pun terjadi diantara mereka. Virgo hanya acuh dan tidak memperdulikan perkelahian itu.

Kaela dan Marva terbangun karna keributan itu. “Ada apa ini?” tanya Marva.

“Kroco, tidak tahu diri ini! Ingin merebut Virgo dariku.....!!!” jawab Meriel.

“Siapa yang kau sebut kroco, anak baru! Virgo adalah pacarku, jangan pernah macam-macam padanya!!!!!” bantah Red.

Virgo lalu meninggalkan mereka dan pergi ke kamar Kaela.

Dari luar pintu, Virgo mengetuk. “Saya sudah menyuci dan membersihkan pakaian Nyonya. Jika berkenan, saya ingin menyetrika nya sekaligus menyusun.”

Kaela hanya terdiam sambil melirik ke kursi di sudut kamar nya.

Benar saja.

Pakaiannya sudah dicuci semua.

Di satu sisi, Kaela tidak suka dengan Virgo kalau selalu dekat dengan Marva. Tapi disisi lain juga, Kaela harus fair mengakui bahwa kerjaan Virgo memang sangat bagus.

Bahkan sarung tangan serta pedang yang sering dipakai Kaela latihan, sudah dibersihkan dan disusun rapi.

Kaela menutup wajahnya dengan tangan.

“Kenapa dia… sempurna banget sih…”

Virgo yang berada di luar pintu tidak mendengar jelas. “Nyonya Kaela berkata sesuatu?”

“Enggak!”

“Baik Nyonya. Panggil saya jika butuh sesuai, saya akan menunggu di bawah.”

Langkah Virgo menjauh.

Kaela menarik napas panjang lagi. “Tenang, Kaela,” gumamnya pada diri sendiri. “Dia cuma cincin. Dia cuma cincin. Dia cuma cincin…”

Beberapa detik kemudian, ia berdiri dan tetap ngedumel. “Tapi cincin yang terlalu cantik… aarrggghhhhhhhhh!!!!!”

Marva yang terbangun karna pertengkaran Red dan Meriel lalu menegur mereka. “Ingat Virgo itu milikku!”

Ia lalu turun dan pergi ke ruang makan. Red dan Meriel terdiam sejenak.

“Selamat pagi, Tuanku Marva.”

“Pagi, Virgo.”

Virgo menarik kursi untuknya. “Silakan duduk. Teh Anda telah disiapkan dengan suhu dan jumlah gula yang saya sesuaikan seperti kemarin malam.”

“Kamu… sampai memperhatikan hal itu?”

Virgo menjawab seperti biasa. “Itulah tugasku sebagai Pelayan, kepuasanmu adalah pujian bagiku Tuan.”

Red dan Meriel yang turun bersamaan, saling bertukar pandangan dengan penuh persaingan.

Kaela turun paling akhir.

Saat matanya bertemu dengan Virgo, ia sempat berhenti sesaat.

Virgo langsung membungkuk sedikit. “Silahkan makan Nyonya Kaela.”

Kaela menjawab singkat. “Ya!.”

Ia duduk di sebelah Marva, sedikit lebih dekat dari biasanya.

Marva menyadari itu, tapi ia memilih diam.

Red dan Meriel langsung mulai makan seperti orang kelaparan. Dalam lima detik pertama, keduanya sama-sama membeku.

Meriel menelan perlahan. “Ini…”

Red menunjuk piringnya. “Virgo.”

“Iya, Tuan Muda Red?”

“Kalau aku menikahimu, tentu aku akan makan seperti ini setiap hari kan?”

Kaela tersedak.

Marva menutup wajahnya.

Meriel langsung berdiri. “JANGAN MULAI LAGI SENPAI!”

Red ikut berdiri. “EMANK SALAH!”

“SENPAI BARU KENAL DIA BEBERAPA HARI!” bentak Meriel.

“JUSTRU CINTA BISA DATANG SAJA!” bentak Red kembali.

“CINTA! CINTA KAMU BILANG!” lanjut Meriel.

Seperti biasa, Virgo hanya menanggapi datar situasi itu. “Tuan Muda Meriel dan Tuan Muda Red tampaknya sedang memasuki fase konflik domestik.”

Aquarius langsung tertawa terbahak-bahak. “Konflik domestik! Hahaha! Bisa aja kamu Virgo, aku suka istilah itu!”

Leo juga ikut tertawa kecil.

Kaela sebenarnya ingin tertawa juga, tapi ia menahan nya. Kali ini mereka membiarkan Red dan Meriel bertengkar.

Marva lalu menatap Kaela dari samping. “Ada sesuatu Key?”

Kaela lalu menoleh. “Enggak ada apa-apa kok.”

“Yakin?”

Kaela menatap piring makanannya sebentar, lalu mulai meluapkan perasaannya. “Aku tahu Va… dia cantik banget.”

Marva langsung tersedak. “Maksudmu?”

“Kamu tahu maksudku Va.” Kaela menatapnya dengan serius.

“Hmmmm....” Marva memain-mainkan sendok dan garpu nya, seolah ingin menghindari pertanyaan itu.

“Kalau soal itu… Ya…”

Kaela menoleh cepat. “Ya apanya?”

“Ya… relatif si.”

Kaela menyipitkan mata.

Merasa terdesak, Marva langsung mengangkat tangan dan menyimpan Virgo kedalam Inventory nya. “Tapi dia cincin yank!”

Kaela masih memandangnya tanpa berkedip.

Marva menelan ludah.

“Tapi Cincin yang cantik kan!” lanjut Kaela.

“Itu dia masalahnya, tapi aku tidak ingin bohong hanya untuk menenangkan mu Key. Karna itu akan lebih menyakiti perasaan mu.” Marva jawab jujur.

Di sisi sebelah meja, Red dan Meriel masih sibuk berdebat, kali ini lebih absurd.

“VIRGO LEBIH COCOK DENGANKU KARENA AKU ORANG KAYA!” kata Red sambil menunjuk dirinya sendiri.

Meriel langsung membalas. “JUSTRU ITU! VIRGO BUTUH PRIA YANG MENGERTI PERJUANGAN HIDUP!”

“KAMU JUGA BUKAN PRIA PEKERJA KERAS! KAMU ITU TANKER!”

“LAH KAMU SUPPORT!”

Meriel dan Red sibuk bertengkar, Marva dan Kaela dilema soal cinta.

Aquarius terus tertawa di atas meja melihat situasi itu.

Kaela lalu pergi meninggalkan meja makan, pikiran nya masih berkecamuk.

Marva lalu menyusul nya, ingin meyakinkan bahwa Kaela tetap yang utama di hatinya.

Kaela yang berdiri dekat jendela melihat semua itu sambil melipat tangan di dada. Mata nya mulai berkaca-kaca.

Di sisi lain, ia merasa posisinya sebagai orang yang paling bisa diandalkan Marva mulai tergeser.

Virgo orang baru, bukanlah petarung apalagi pemimpin. Tapi kehadirannya, telah mengubah ritme pada guild ini.

Kaela menyadari itu, walaupun mereka baru bertemu kemarin.

Saat Marva mendekat, Kaela tidak menoleh.

“Kamu ada perasaan nggak sama cincin itu?” tanya Kaela tiba-tiba.

Seketika Marva kaget. “Dia hanya Cincin sayang, hanya cincin!”

“Ya cukup jawab saja, walaupun dia cincin!” Kaela tetap ngotot agar pertanyaan itu dijawab.

Marva lalu menghela napas. “Kalau dijawab jujur… Virgo emank cantik secara penampilan.”

“Nah kan, kok kamu tegah si Va.....”seketika airmata Kaela pecah.

“Aku belum selesai sayang! Memang Virgo itu cantik, tapi dia bukan manusia kaya kita. Emosi aja dia nggak punya. Bagaimana mungkin aku bias cinta sama sesuatu yang punya perasaan aja nggak dan paling penting, aku ingin menua bersamamu. Dan itu tidak mungkin aku lakukan dengan yang lain, hanya kamu Key. Hanya kamu seorang!” jawab Marva tegas.

Waktu terasa berhenti, Kaela terdiam.....

Setelah beberapa saat, Kaela menoleh ke arah Marva. Ia menatapnya dengan serius.

“Tolong Jaga Cinta ini Marva.”

Marva tertegun, lalu dengan senyum tulus di wajahnya. Ia menjawab: “Pasti Key, tidak akan ada yang menggantikan kamu di hatiku.”

Marva lalu memeluk Kaela.

Leo lalu muncul dan ikut menyakinkan Kaela. “Tenang aja Kaela, kalau Marva macam-macam, akan kubakar dia hidup-hidup.”

Seketika Kaela tersenyum, suasan pun cair.

Leo juga mengatakan: “Secara logika, Virgo sebenarnya adalah aset yang sangat berharga bagi guild kita.”

Virgo selalu masak dan mempersiapkan kebutuhan Guild.

Ia juga selalu beres-beres, mengurus inventory guild dan tentu hal yang selalu membuat Kaela jengkel, semua kebutuhan Marva dapat dipenuhi oleh Virgo.

Hampir setiap saat, Kaela terganggu karena Marva lebih sering bersama Virgo dan mencarinya, dibanding dia. Kaela selalu menghela napas panjang tiap Marva memanggil Virgo, walaupun mereka tahu, Virgo hanyalah cincin yang berbentuk manusia. Dia tidak punya keinginan, tidak punya tujuan apalagi emosi, selain mengabdi pada Tuannya.

Aquarius juga ikut menyahut. “Emank si, Virgo suka bersih-bersih tapi nggak semua juga donk dibersihin. Sampai aku pun jadi bersih mengkilat, seperti tinggal di istana yang selalu diawasi dan diurusi saja.”

Marva dan Kaela kembali tertawa kecil. “Harusnya kamu senang donk, sekarang serba teratur dan bersih.”

“Itu beda! Kebiasaan Virgo memang seperti itu, bahkan menatapku saja. Kaya lagi liat rak piring yang harus selalu dibersihkan.”

“Nah itu kamu tahu, kalau Adik kecil kan memang seperti itu. Ingat, dia tidak punya emosi, dia hanya seperti gadis kecil yang polos, dia hanya tahu kerja, kerja dan kerja.” ujar Leo.

Aquarius hanya mendengus.

Lalu—

WARNING! WARNING! WARNING!

Suara alarm dari sistem tiba-tiba menggema.

Bukan hanya dirumah mereka.

Tapi Seluruh kota, seluruh lantai, seluruh penjuru menara!

Cahaya merah memenuhi ruangan.

“Peringatan dari sistem terdeteksi.”

Marva lalu bersiap, Kaela refleks meraih senjata.

Red dan Meriel seketika berhenti dari pertengkaran nya.

Mereka lalu keluar dan mulai menatap langit, dimana notifikasi itu muncul.

Notifikasi besar muncul di depan mata mereka.

[ALL ACTIVE PLAYERS — MANDATORY SYSTEM RECALL]

Marva menatap serius notifikasi itu. “Semua player…?”

Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, lingkaran teleportasi muncul di bawah kaki mereka.

“Sial! Kejadian ini seperti di sekolah.” Ucap Marva mengingat kembali waktu pertama kali mereka ditarik kedunia ini.

Kaela menatap Marva.

Red langsung panik. “KITA MAU DIBAWAH KEMANA LAGI!”

Meriel memegang meja. “BAGAIMANA INI?!”

BLLUUUUFFFFF.......

Lalu suara sistem kembali muncul. Kali ini lebih Tenang.

“Selamat.”

Semua player menegang.

“Seratus hari telah berlalu sejak pemanggilan pertama dilakukan.”

Mata Marva sedikit menyempit.

Kaela menoleh padanya. “Seratus hari…”

“Sudah selama itu kita di sini?” ucap Meriel.

Red berbisik, hampir tak percaya. “Sepertinya iya …”

Notifikasi kembali muncul.

CELEBRATION FOR 100 DAYS IN THE TOWER

Lalu sistem kembali berbicara.

“Kepada seluruh peserta yang masih bertahan.”

“Untuk kalian yang telah melewati seratus hari pertama.”

“Sistem akan memberikan Quest Spesial untuk kalian.”

Semua player diam.

[SPECIAL EVENT]

CELEBRATION FOR 100 DAYS IN THE TOWER

Siap Dimulai!

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!