NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Dapur rumah itu pagi itu terasa lebih ramai dari biasanya. Aroma mentega yang dilelehkan bercampur wangi vanila memenuhi udara. Loyang-loyang kue kering tersusun di meja. Mixer berbunyi pelan, diselingi tawa kecil yang sesekali pecah.

Azalea mengenakan apron bermotif bunga kecil. Tangannya lincah mengaduk adonan nastar, sementara Bi Minah sibuk mencetak kue putri salju di sisi lain meja.

“Elora, jangan dekat-dekat oven, Sayang,” ujar Azalea lembut.

“Tapi aku mau bantu, Mommy!” rengek Elora sambil berdiri berjinjit, mencoba melihat isi mangkuk besar.

Erza yang berdiri di samping pintu dapur langsung menggeleng tegas. “Elora nanti cuma berantakin saja.”

“Aku tidak berantakin!” protes Elora, bibirnya mengerucut.

“Sudah, sudah,” Azalea tersenyum. “Semua boleh bantu. Tapi harus gantian dan rapi.”

Elora langsung tersenyum lebar. “Aku duluan!”

Erza menghela napas, tapi tak membantah.

Azalea mengambil sedikit adonan dan membentuk bola kecil. “Ini bagian Elora. Bikin kue versi kamu sendiri, ya.”

“Di sini?” tanya Elora.

“Di teras samping saja. Biar tidak terlalu penuh di dapur.”

Elora membawa adonan kecil itu dengan hati-hati, seperti membawa harta karun. Di teras samping, ia duduk di bangku kecil dan mulai membentuk adonan seenaknya, ada yang bulat, ada yang gepeng, bahkan ada yang mirip hati.

Erza berdiri memperhatikan dari pintu. “Itu bukan bentuk kue.”

“Ini kue spesial,” balas Elora yakin.

Azalea yang melihat dari dalam dapur tersenyum. Baginya, bukan hasilnya yang penting, tapi kebersamaan itu.

Sementara itu, di ruang keluarga, Enzo duduk di lantai dengan beberapa kardus besar di hadapannya. Ia sedang menyusun parsel lebaran sirup, biskuit kaleng, kurma, dan beberapa kebutuhan pokok.

Erza menghampirinya. “Daddy lagi apa?”

“Menyiapkan parsel untuk tetangga dan satpam kompleks,” jawab Enzo.

“Boleh aku bantu?”

Enzo tersenyum bangga. “Boleh. Ambilkan pita itu.”

Dengan penuh semangat, Erza membantu memasukkan barang-barang ke dalam keranjang anyaman dan mengikatnya dengan pita emas.

“Kenapa kita kasih ke tetangga, Dad?”

“Karena lebaran bukan cuma tentang kita. Tapi tentang berbagi.”

Erza mengangguk pelan, mencoba memahami.

Beberapa jam kemudian, Erza ikut Enzo mengantarkan parsel dari rumah ke rumah.

“Wah, terima kasih, Pak Enzo,” ucap salah satu tetangga.

Erza berdiri tegak di samping ayahnya, merasa bangga.

Di perjalanan pulang, ia berkata pelan, “Rasanya senang, ya, Dad?”

“Iya,” jawab Enzo. “Memberi itu lebih menyenangkan daripada menerima.”

Erza tersenyum. Ia mulai mengerti.

Hari-hari terakhir Ramadan berlalu cepat. Erza sangat bangga pada dirinya karena bisa puasa full satu bulan.

“Kakak memang hebat!” puji Azalea.

“Daddy kasih reward buat Kak Erza,” lanjut Enzo memberikan sebuah amplop cukup tebal.

“Asyik ... eh, Alhamdulillah. Terima kasih, Daddy!” Erza memeluk Enzo.

“Daddy, aku juga mau dikasih,” ucap Elora dengan ekspresi memelas. Dia tahu dirinya tidak puasa seperti sang kakak, tetapi mau mendapatkan hadiah.

“Ini untuk Elora yang rajin pergi ke masjid dan ikut sahur,” kata Enzo memberikan sebuah amplop.

"Yey, asyik dapat juga!” seru Elora. “Alhamdulillah.” Gadis kecil itu mengangkat kedua tangannya, lalu mengusap ke wajahnya.

Malam takbiran pun tiba. “Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

Suara takbir menggema dari masjid dan rumah-rumah sekitar. Lampu-lampu rumah menyala terang. Untuk pertama kalinya, Enzo dan Erza ikut takbiran di masjid. Erza mengenakan koko putih dan peci kecil. Ia berjalan di samping ayahnya dengan langkah ringan.

“Dad, ramai sekali.”

“Iya. Semua orang bergembira.”

Di dalam masjid, suara takbir bergema kuat. Enzo ikut mengangkat tangan, mengucapkan takbir bersama jamaah lain. Dadanya terasa penuh. Sudah lama ia tidak merasakan suasana seperti ini.

Di rumah, Azalea dan Bi Minah masih sibuk di dapur. Ketupat baru saja matang, digantung rapi. Lemper ketan isi abon sapi tersusun di nampan.

Elora yang awalnya ingin membantu, kini tertidur pulas di sofa ruang keluarga. Perutnya kekenyangan karena terlalu banyak mencicipi kue. Azalea keluar dari dapur sebentar, menyelimuti Elora dengan kain tipis.

Mami Elsa duduk tak jauh dari situ, sibuk berbincang di telepon. “Iya, nanti habis lebaran kita arisan di rumahku saja,” ucapnya santai, seolah tak peduli pada kesibukan di sekitarnya.

Azalea hanya tersenyum kecil. Ia tidak ingin merusak malam penuh berkah itu.

Pagi Idulfitri, udara terasa segar. Matahari baru saja naik. Anak-anak sudah bangun sejak subuh.

“Mommy! Lihat aku!” Elora berputar kecil di depan cermin, mengenakan gamis sage dan jilbab serasi.

“Kamu cantik sekali,” puji Azalea tulus.

Erza berdiri rapi dengan koko senada dengan Enzo. “Kita seragam, ya!”

Enzo keluar dari kamar, mengenakan koko dan celana panjang yang sama warnanya. Pandangannya berhenti pada Azalea.

Istrinya mengenakan gamis panjang dengan potongan elegan, jilbab yang rapi, dan make-up natural yang membuat wajahnya tampak lembut.

Untuk beberapa detik, Enzo hanya menatap.

“Kok, Daddy lihat Mommy terus?” goda Elora.

Enzo tersenyum tipis. “Karena Mommy cantik.”

Azalea menunduk malu. Jantungnya berdetak kencang.

Mereka pun pergi salat Ied ke lapangan terdekat. Ribuan orang berkumpul, suara takbir kembali menggema. Erza berdiri di samping ayahnya. Elora di samping Azalea.

Saat khutbah berkumandang, Azalea menoleh sekilas pada anak-anaknya. Inilah yang dulu ia impikan. Keluarga, kebersamaan, dan ibadah bersama.

Sepulang dari salat Ied, tradisi sungkeman dimulai. Azalea lebih dulu mendekati Mami Elsa. Ia berlutut, mencium tangan wanita paruh baya itu. “Mohon maaf lahir dan batin, Mami.”

Mami Elsa memasang wajah dingin. “Iya,” jawabnya singkat, nada suaranya ketus.

Azalea menerima itu dengan lapang dada. Kemudian ia berbalik menghadap Enzo. Dadanya bergetar. Tahun lalu, di hari yang sama, ia merayakan Idulfitri seorang diri. Tanpa keluarga dan tanpa kehangatan yang kini dia rasakan. Kini, wanita itu berlutut di hadapan suaminya.

“Mas, maafkan segala salah Azalea.” Suaranya sedikit bergetar.

Enzo menatapnya. Ada sesuatu yang mencengkeram dadanya. Ia teringat perjalanan mereka, yang terkesan dingin, lalu penyesuaian, hingga perlahan menjadi keluarga utuh.

Dengan lembut, Enzo mengangkat Azalea. Hal yang tak terduga terjadi. Ia menunduk dan mencium kening Azalea.

Ruangan mendadak hening. Erza dan Elora saling pandang lalu tersenyum-senyum.

“Eheeem, Daddy mencium Mommy,” bisik Elora sambil cekikikan kecil.

Berbeda dengan Mami Elsa yang melotot tak suka melihat pemandangan itu.

Namun Enzo tidak peduli. Ia menatap Azalea dengan tulus. “Terima kasih sudah menjaga anak-anak dan aku.”

Mata Azalea berkaca-kaca.

Rumah itu dipenuhi aroma ketupat dan opor. Tawa anak-anak terdengar riang. Tetangga mulai berdatangan.

Di tengah segala kesederhanaan dan sedikit ketegangan yang masih tersisa, kebahagiaan itu nyata. Lebaran tahun ini hati mereka telah menemukan tempatnya. Dan bagi Azalea, ketika Enzo menggenggam tangannya di depan anak-anak mereka, ia tahu sekarang tidak lagi sendiri.

***

1
Ernawati
👍cerita nya bagus aku suka👍👍
Farida Dalle
Itulah makanya kita tdk boleh langsung mengambil keputusan tanpa cek n ricek kebenarannya, krn klu semua sdh terjadi, sesalpun tak ada lg gunanya, ayo bangkit Enzo, ceritakan semuanta secara jujur ke Azalea, dan jadikan pelajaran utk kehidupan rumah tanggamu ke depannya
Farida Dalle
Ternyata oh ternyata🤭.... kematian Jasmin sungguh sngat tragis🥹
Farida Dalle
Ada2 aja si Reza ini, bikin darting... apa mungkin orng sdh nikah dn bahagia bisa balikan??? mikir pake otak Reza, meskipun blm punya suami klu kisahnya sprti hubungan Reza dn Azalea kiyakin tdk ada kata balikan, mendong kamu fokus sm si Nadia, perbaiki hubunganmu, jngn sampai ditinggalkan baru nyesal lg, iya kan....
Farida Dalle
Thor, knp mereka tdk dinikahkan sj, drpda berlarut2bikin dosa...
Farida Dalle
Reza, penyesalan
itu mmng datangnya selalu belakangan, makanya kita hrs ttp mensyukuri apa yg kita miliki, ayo move on ... nikmatilh kehidupanmu bersama Delia, semoga km jg mendapatkan kebahagiaan
Farida Dalle
Selamat yah Lea dan Enzo, jerja lemburnya tdk sia2.. hm kadihan mas Enzo hrs berpuada sampai trimester ke2, kira2 sanggupngak yahtp tenang mas Enzo kn tdk lama lg, sekarang kan kehamilannya sdh 9 minggu, jadi tahan2 sj dulu, tp klu gak sanggup, bisa icip2, haha.....
Farida Dalle
Benar itu mas Enzo, Azalea sakit akibat sering mandi malam, wkwk.... psti ada khabar gembira nih🤩🤗
Farida Dalle
Tempat bulan madunya bagus, mengambil lokasi yg ada di Indonesia, jd yg baca bisa jd tahu... oh ternyata di negeriku tercinta bnyk jg tempat2 yg indah, tdk kalah dg yg di luar negeri, jadi bisa jd acuan jg buat para pembaca, siapa tahu ada minat jln2 ke sana buat menikmati keindahan ciptaan Allah Swt🥰😍🤩
Farida Dalle
waalaikumussalam, turut berduka cita thor, semoga uwa nya mendapatka. terbaik di sisiNya, diterima segala amal ibadahnya dan author diberi ketabahan dan kesabaran, aamiin🤲😇
Farida Dalle
Romntis banged soh pak Enzo, semoga doanya cpt dikabukkan yah Lea🤗🙏tp ttp berusaha lbh giat lg, wkwk
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Insya Allah, perlahan tp pasti akan tumbuh benih2 cinta di antara kalian, biar waktu yg bicara...
itin
kenapa harus ada pertanyaan. bagaimana mas enzo? ya dinikahi kamu biar leluasa dgn kedua ponakanmu lea dan si nyonya besar biar ga semena mena. gituloh. dapatin duda aplg mantan kk ipar lgsg bicara cinta mah itu nonsense
Yati Susilawati
dunia benar2 sempit
Ayuwandira
adik si omah biasa aja, ngibulin cucunya. 🤭🤭
Ayuwandira
ahirnya si nyonya lunak jg hatinya😍
Ayuwandira
boleh banget ka, aku paling suka cerita yang bikin termehek mehek.
Rosiana Rosiana
Karimun Jawa daerah mna sih🙏🙏 maaf blum tau🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!