NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolak perjodohan

"Sudah kubilang, aku ga mau!" rengek gadis di balik pintu.

Dia bersandar dalam posisi jongkok, tubuh kurusnya terlihat kesusahan menahan papan kayu tersebut,

Sedangkan di sisi lain, ayahnya terus mengetuk pintu dengan keras sambil mendorong paksa, "Nila, buka pintunya! Ayah mau bicara."

"Enggak mau! Kenapa sih, ayah keras kepala banget?" mengeratkan kepalan tangan, Nila berganti posisi. Membalikkan tubuhnya ke depan lalu mendorong ke arah berlawanan, 

"Cepet buka!!" pintanya mulai kesal,

Brak! Setelah cukup lama akhirnya pria itu berhasil masuk, alisnya bersatu menatap Nila dengan rasa geram.

"Nila, kamu bukan anak kecil lagi!" sontaknya memarahi gadis yang menunduk dengan nafas tersenggal.

"Ya lagian, ayah terus-terusan maksa aku buat menikah. Sudah kubilang, aku gak mau.." mendengus,

Pria itu menghela nafas panjang melihat Nila yang begitu bersikeras, perlahan mencubit pangkal hidungnya yang berdenyut.

"Kamu lupa atau pura-pura gak ingat, berapa umurmu?"

Nila menekuk bibir, mengalihkan pandangan ke arah lain seakan risih mendengar pertanyaan tadi. "Kenapa harus bawa-bawa umur?"

"Ya iyalah! Bulan ini kamu itu udah 30 tahun dan belum menikah. Pacar aja ga punya! Lihat teman seusiamu udah pada beranak," pekiknya kehilangan kesabaran,

"Mauku juga punya pacar! Tapi gimana lagi, jodohnya belum ketemu..." Nila mencibir santai, semakin mengundang kekesalan ayahnya.

"Mangkanya dicari! Kalau gak mau nyari, biar ayah jodohin kamu, suapat cepet dapet suami."

"Gak mau, ah! Aku tuh udah capek!"

"Coba hitung berapa kali ayah jodohin aku? Semuanya ga ada yang bener," seru Nila tegas menolak, mengingat semua pengalaman buruk yang telah dia dapat.

Entah kenapa akhir-akhir ini ayahnya terlihat cemas dan bertingkah aneh. Hampir setiap hari membahas tentang pentingnya memiliki pasangan serta membangun sebuah keluarga,

Bukannya tidak mau mencari, tapi Nila masih enggan memulai hubungan setelah putus dari mantan pacarnya. Bagaimana tidak? Hubungan itu berakhir dan telah menciptakan trauma mendalam yang membuat Nila susah membuka hati,

Meski begitu, sebelum ini dia menuruti permintaan untuk menemui beberapa orang, berpikir itu mungkin bisa menyenangkan ayahnya.

Tapi siapa sangka? Ternyata rencana itu tidak berjalan dengan lancar. Mungkin sebab umur Nila yang tak muda lagi, ayahnya hanya fokus mencari pria yang bersedia menikah tanpa berpikir soal selera, 

Terakhir kali dia dijodohkan dengan pemilik tambak yang masih satu kota dengan mereka. Orangnya terkenal sopan dan dermawan, kabarnya sih sering memberi santunan bagi warga lanjut usia yang tidak mampu bekerja,

Hanya saja pria tersebut memiliki tubuh pendek berisi dengan kulit hitam, giginya sedikit maju ditambah behel yang memperparah keadaan.

"Minimal nyari yang tingginya se aku," gumam Nila bergidik ngeri, 

Walau dianggap sebagai perawan tua, jangan pikir Nila sebagai cewek gampangan. Tentu saja dia masih memikirkan gen untuk keturunannya nanti,  

"Jangan pilih-pilih. Fisik bisa berubah karena usia, yang penting cari pria baik terus tanggung jawab."

"Lagian ayah sudah tua. Kalau kamu belum menikah, nanti siapa yang nemenin setelah ayah meninggal?"

Tanpa sengaja ucapan itu justru membuat Nila geram, keningnya mengernyit sambil menggertakkan gigi.

"Kenapa ayah bilang gitu?! Itu gak akan terjadi."

"Ayah gak boleh ninggalin aku!"

"Udah ah aku mau berangkat kerja, kenapa sih jadi bahas mati segala..." pamitnya meraih tas pundak yang tergeletak di atas kasur, dengan cepat melangkah pergi keluar ruangan.

Melewati pria yang diam mematung, sekilas ditolehnya punggung Nila mulai menjauh.

Melihat reaksi putrinya dia merasa menyesal, tak seharusnya melukai Nila dengan perkataan tadi.

"Hhh," sekali lagi menghela nafas panjang,

Dia beralih menghampiri meja rias putrinya yang berada di sudut kamar. Berhias sebuah foto keluarga yang diambil saat kelulusan Nila,

"Bagaimana caranya agar Nila mengerti maksudku," bergumam lirih, diusapnya pelan wajah mendiang istrinya yang tersenyum hangat.

Sudah 10 tahun ibu Nila meninggal dunia, saat itu orang tuanya terlibat kecelakaan. Beruntung ayah Nila berhasil selamat walau kedua pundaknya sempat mengalami cedera patah tulang yang cukup parah,

Setelahnya dia tidak bisa lagi melakukan pekerjaan berat. Nila yang baru saja duduk di bangku kuliah memilih untuk berhenti dan bekerja demi membantu ekonomi keluarga mereka, apalagi Nila diharuskan untuk merawat ayahnya hingga sembuh.

Mengingat betapa sulitnya situasi yang telah dihadapi, pria itu bersyukur memiliki putri berbakti seperti Nila.

"Padahal dia sangat cantik sepertimu.."

"Andai kamu masih hidup, pasti kamu akan mencarikan pria tampan untuk anak kita."

Di sisi lain,

Terlihat barisan pria berjas hitam tengah berdiri rapi di sebuah lapangan luas kosong. Mereka diam membusungkan dada, tubuh tegap itu memandang suara helikopter yang terdengar semakin mendekat,

Debu-debu bertebaran ditiup angin baling yang menciptakan gejolak udara, membersihkan sisa daun yang ada di tanah.

Sebuah helikopter mendarat, dibarengi kemunculan pria dari balik pintu kendaraan. Hentakan sepatunya menginjak bumi, menjadi pusat perhatian semua orang.

"Akhirnya setelah 10 tahun," gumam seorang pria yang berada paling depan.

Terlihat begitu senang, tak henti tersenyum memandangi tuannya yang berjalan mendekat, penampilannya gagah bersetelan jas cream.

Raut tegas menunjukkan wibawa seorang pria sejati. Ketampanannya juga tak kalah terpancar, membuat semua mata takjub dengan kedatangannya yang telah lama mengasingkan diri.

"Karena kecelakaan itu, Tuan harus tinggal di luar negeri dengan alasan mengobati matanya."

"Padahal diam-diam membangun perusahaan DaungGroup dan berhasil mengembangkannya sampai menduduki peringkat teratas di pasar global."

"Elang Cakra Wijaya telah kembali." 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!