NovelToon NovelToon
Beda Umur, Sama Rasa (Katanya!)

Beda Umur, Sama Rasa (Katanya!)

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Rengganis, seorang dokter spesialis kandungan yang sukses namun skeptis terhadap cinta, merasa hidupnya sudah "terlambat" untuk urusan asmara. Di usianya yang matang, ia dikejutkan oleh wasiat perjodohan sang ayah dengan Permadi, putra sahabat ayahnya yang merupakan seorang CEO muda yang sedang naik daun.
​Bagi Rengganis, perbedaan usia mereka bukan sekadar angka, melainkan jurang rasa tidak percaya diri. Ia merasa tidak pantas bersanding dengan "berondong" yang memiliki masa depan panjang, sementara dunianya hanya berputar di ruang persalinan. Di sisi lain, Permadi yang visioner justru melihat Rengganis sebagai sosok wanita yang selama ini ia cari.
​Pernikahan mereka pun menjadi medan tempur. Bukan hanya soal ego dan rasa minder Rengganis, tapi juga hantaman dari luar: keluarga yang menuntut keturunan dengan cepat, cemoohan sosial tentang "wanita matang dan lelaki muda", hingga munculnya sosok dari masa lalu Permadi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Bel rumah berbunyi nyaring, memecah suasana tenang di dalam kamar. Permadi mengernyitkan dahi.

Belum sempat ia memeriksa lewat interkom, terdengar suara tawa yang sangat ia kenali dari lantai bawah, disusul suara langkah kaki yang mantap menaiki tangga.

Pintu kamar terbuka, dan munculah Papa Baskoro—ayah Rengganis—beserta orang tua Permadi. Wajah mereka tampak berseri-seri, seolah baru saja memenangkan lotre besar.

"Selamat! Selamat untuk pengantin baru kita yang akhirnya benar-benar sah secara lahir dan batin!" seru Papa Baskoro sambil tertawa lebar, sementara ibu Permadi langsung menghampiri Rengganis yang masih terduduk di ranjang.

Wajah Rengganis seketika memanas. Ia menarik selimutnya hingga ke dagu.

"Papa! Ini, sangat memalukan!" keluhnya dengan suara tertahan.

Bagaimana bisa berita "belah duren" itu sampai ke telinga para orang tua secepat ini?

"Apa yang memalukan, Ganis? Itu tandanya suamimu laki-laki normal," goda Papa Baskoro santai.

Kemudian ia mengeluarkan sebuah amplop tebal dari saku jasnya dan meletakkannya di atas pangkuan Rengganis.

"Ini hadiah dari Papa dan besan. Tiket bulan madu ke Labuan Bajo. Berangkat malam nanti."

Mata Rengganis membelalak. "Malam nanti? Tapi Pa, aku tidak bisa meninggalkan rumah sakit begitu saja. Pasienku—"

"Urusan rumah sakit sudah Papa bereskan. Semuanya sudah diserahkan kepada Dokter Zaky selama seminggu ke depan," potong Papa Baskoro tegas namun penuh kasih.

"Tapi Pa..."

Papa Baskoro mengangkat sebelah alisnya, menunjukkan wibawanya sebagai petinggi rumah sakit.

"Ganis, bukankah Papa pemilik rumah sakitnya? Sekali-sekali, gunakan hak istimewamu sebagai anak pemilik untuk menikmati hidup bersama suamimu. Kamu sudah terlalu banyak bekerja."

Rengganis menoleh ke arah Permadi, mencari pembelaan. Namun, suaminya itu justru tampak sangat tenang.

Permadi menganggukkan kepalanya dengan senyum penuh kemenangan.

"Aku setuju dengan Papa, Ganis," sahut Permadi sambil melirik istrinya dengan nakal.

"Lagipula, Labuan Bajo punya pemandangan yang sangat bagus untuk pemulihan fisik."

Ibu Permadi mendekat dan mengelus rambut Rengganis.

"Sudah, Sayang. Siapkan baju-bajumu. Kami ingin segera mendengar kabar baik berupa cucu sepulang kalian dari sana."

Rengganis hanya bisa menghela napas pasrah. Di bawah pengawasan dua keluarga besar yang sangat kompak ini, ia tidak punya ruang untuk membantah. Sepertinya, seminggu ke depan akan menjadi petualangan baru yang jauh lebih intens daripada sekadar makan malam di rumah.

Setelah mengantar kedua orang tua mereka sampai ke depan pintu dengan janji akan menjaga kesehatan dan fokus pada proyek cucu.

Permadi menutup pintu rumah rapat-rapat. Ia mengunci pintu, lalu kembali menaiki tangga dengan langkah lebar yang bersemangat.

Rengganis masih terduduk di ranjang, menatap amplop tiket ke Labuan Bajo itu dengan perasaan campur aduk.

Ia senang, tapi juga gugup membayangkan seminggu penuh berduaan saja dengan Permadi tanpa gangguan pekerjaan.

Bruk!

Permadi menjatuhkan tubuhnya di samping Rengganis dan langsung melingkarkan lengannya, memeluk tubuh istrinya dari samping hingga kepala Rengganis bersandar di dada bidangnya lagi.

"Siap bulan madu, Ibu Dokter?" bisik Permadi tepat di telinganya, suaranya terdengar berat dan penuh maksud.

Rengganis menghela napas, mencoba menenangkan jantungnya.

"Mau tidak mau, kan? Papa sudah memegang kendali rumah sakit. Aku tidak punya pilihan selain ikut."

Permadi terkekeh, lalu ia sedikit menjauhkan wajahnya untuk menatap Rengganis dengan binar mata yang sangat nakal.

"Bagus kalau begitu. Karena aku sudah menyiapkan rencana besar. Di Labuan Bajo nanti, aku ingin mencoba gaya baru."

"Gaya apa lagi? Kamu jangan aneh-aneh ya, Mas," sahut Rengganis curiga.

"Hmm... Aku ingin mencoba gaya kupu-kupu, gaya helikopter, gaya apa lagi ya sayang? Ah, gaya free dive di dalam kamar juga boleh," ucap Permadi tanpa dosa, menghitung dengan jari-jarinya seolah sedang merencanakan strategi bisnis kelas dunia.

"MAAASSS!!!"

Rengganis spontan mengambil bantal dan memukulkannya ke arah wajah suaminya. Wajahnya sudah merah padam sampai ke leher.

"Kamu ini direktur utama atau apa sih? Kenapa pikirannya isinya cuma gaya-gaya aneh begitu!"

Permadi tertawa terbahak-bahak sampai terguling di atas ranjang, menghindari serangan bantal dari istrinya.

Ia sangat menikmati reaksi Rengganis yang selalu terlihat menggemaskan jika sedang kehilangan wibawa dokternya.

"Aduh, ampun Sayang! Itu kan bagian dari edukasi kesehatan reproduksi," goda Permadi sambil menangkap kedua pergelangan tangan Rengganis, menariknya hingga wanita itu jatuh ke dalam dekapannya lagi.

"Berhenti tertawa, Mas Permadi!" gerutu Rengganis, meski akhirnya ia ikut tersenyum kecil melihat kebahagiaan suaminya yang begitu tulus.

"Iya, iya, maaf," ucap Permadi sambil menyeka air mata karena terlalu banyak tertawa.

"Sekarang istirahatlah sebentar lagi. Nanti sore aku bantu siapkan koper. Kita akan buat Labuan Bajo menjadi saksi kalau perawan tua yang kamu bilang itu, sebenarnya adalah bidadari yang bikin aku gila."

Rengganis hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Permadi, pasrah dengan nasibnya yang akan "dihajar" habis-habisan selama seminggu ke depan oleh suaminya yang penuh energi itu.

Permadi tidak membiarkan Rengganis bersembunyi terlalu lama.

Ia bangkit sedikit, menopang tubuhnya dengan siku sehingga posisinya kini mengurung Rengganis.

Matanya berkilat jenaka, mengingatkan pada sebuah janji yang sempat mereka buat sebelum pernikahan ini terjadi.

"Sayang, jadi kamu kalah dalam taruhan kemarin," ucap Permadi dengan nada rendah yang menggoda.

Rengganis mencoba mengalihkan pandangan, jantungnya kembali berdebar tak karuan.

"Taruhan? Taruhan yang mana? Aku tidak ingat," tanya Ganis pura-pura lupa, suaranya sedikit bergetar.

Permadi semakin mendekat, hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.

Aroma maskulin suaminya kembali menyerbu indra penciuman Rengganis.

"Jangan pura-pura amnesia, Ibu Dokter," bisik Permadi.

"Bukankah kontrak kita bilang, jika dalam satu tahun kamu tidak mencintaiku, berarti kamu menang dan aku akan melepaskanmu? Tapi lihat sekarang, dalam hitungan hari saja belum lewat, dan kamu sudah memanggilku 'Mas' dengan suara semanis itu."

Permadi tersenyum penuh kemenangan. "Kamu sudah jatuh cinta, sayang. Kamu kalah telak."

Rengganis seketika menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Rasa malu yang luar biasa menghujamnya dam benar apa yang dikatakan Permadi.

Dulu ia begitu angkuh, merasa benteng pertahanannya sebagai wanita matang tidak akan bisa ditembus oleh pria 'berondong' seperti Permadi. Ia pikir ia hanya akan menjalankan pernikahan ini sebagai tugas formalitas.

Tapi semalam, dan semua perhatian Permadi pagi ini, telah meruntuhkan segalanya.

"Hayo, tidak boleh curang. Akui saja," goda Permadi lagi sambil mencoba menjauhkan tangan Rengganis dari wajahnya.

"Iya, iya! Aku kalah! Puas?" seru Rengganis dari balik tangannya, suaranya teredam namun penuh pengakuan.

"Kamu memang menyebalkan, Mas Permadi. Kamu tahu persis cara membuatku tidak berdaya."

Permadi tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari istrinya.

Ia menarik tangan Rengganis, lalu mencium telapak tangan itu dengan penuh perasaan.

"Aku tidak ingin membuatmu tidak berdaya, Ganis. Aku hanya ingin membuatmu merasa dimiliki. Dan karena kamu kalah taruhan..."

Permadi menggantung kalimatnya, membuat Rengganis menatapnya dengan waspada.

"Hukuman bagi yang kalah adalah selama di Labuan Bajo nanti, kamu tidak boleh menolak satu pun permintaanku. Bagaimana?"

Rengganis membelalakkan mata. "Itu bukan taruhan, itu eksploitasi namanya!"

"Keputusan hakim tidak bisa diganggu gugat," sahut Permadi sambil mengedipkan matanya.

Kemudian ia bangkit untuk mulai menarik koper dari atas lemari, meninggalkan Rengganis yang hanya bisa meratapi kekalahannya yang terasa sangat manis itu.

1
falea sezi
hyper ne bahaya bgt lo klo dia g puas biasa sih selingkuh
Ita Putri
hyoer seksual dapat nya Tante" umur 40 th
falea sezi
lanjut
Rais Raisya
lanjut ka
falea sezi
Permadi jaga nafsu deh istrimu bukan gadis abg di ajak. gaya gaya demi nafsu egois gk sih
Ita Putri
ya jelas la wong masih 25 th
Endang Sulistia
asem si Permadi 🤭
Endang Sulistia
modus 🤦🤦
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Fitra Sari
lanjut KK
awesome moment
👍😄👍😄
Fitra Sari
lanjut donk KK doubel
Ita Putri
seru banget thor😄😄
Fitra Sari
makasihh Thor ...update selalu ..pkoknya lope2 seneng banget 🤣🤣😍
Fitra Sari
lanjut KK doubel up donkk 🤣😍😍😍😍
my name is pho: ok kak
sabar 🥰
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut KK doubel2 up donk ..syuka banget sama karya2 KK ...seru banget pkok ya greget banget 🤣😍😍
my name is pho: ok kak
🥰
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut lagi kk 😍😍😍
my name is pho: siap kak🥰
total 1 replies
Sherin Loren
lanjut thor😎
Fitra Sari
lanjut KK ...serius bagus banget ..doubel2 pkoknya 🙏🙏😘
Fitra Sari
lanjut doubel donk KK
my name is pho: sudah kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!