NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

“Noah,” ujarnya singkat. “Apa saja jadwal yang harus aku lakukan hari ini?”

Noah yang masih setia menatapnya keheranan segera tersadar. Ia segera meraih tablet di tas kerjanya, memeriksa jadwal yang sudah disetujui malam sebelumnya. “Agenda pagi ini ada rapat dewan direksi pukul sembilan. Masalah akuisisi cabang pelabuhan masih menemui hambatan dari pihak konsorsium.”

Kay mengangguk tipis. “Batalkan makan siang. Kita selesaikan hari ini.”

“Oke, siap aku mengerti.” Balas Noah melanjutkan acara sarapannya yang sempat tertunda karena adegan tak terduga yang Kay lakukan.

“Bagaimana dengan jadwalmu?” Kay bertanya pada Spencer.

“Aku akan pergi ke wilayah timur,” kata Spencer singkat. “Orang-orangku mendapat petunjuk tentang para pembuat masalah itu.”

Tak perlu penjelasan lebih lanjut. Semua orang tahu itu berarti urusan internal keluarga mafia ayahnya yang harus di selesaikan. Dan seperti yang sudah diberikan dan disepakati, Kay hanya akan fokus membantu masalah di perusahaan. Sementara Spencer yang akan menangani masalah dalam klan. Mereka sudah setuju membagi tugas serta misi masing-masing selama berada di Negara B.

“Berhati-hatilah, jangan sampai mati dulu,” balas Kay datar.

Spencer tersenyum miring. “Sialan kau! Aku sudah pernah hampir mati sekali, mana mungkin aku tidak berhati-hati jika menyangkut masalah klan.”

Seolah itu hanya percakapan biasa antara dua pria yang terbiasa hidup di tepi bahaya. Namun ketenangan pagi itu retak oleh suara kecil yang tiba-tiba memecah ruang makan. Tanpa di sadari oleh yang lainnya, Hezlyn sudah menyelesaikan sarapannya sejak beberapa saat yang lalu.

“Elyn mau ikut Papah!”

Semua kepala menoleh. Adik kecil Spencer segera beranjak dari tempat duduknya, sudut bibirnya yang sedikit berantakan karena sisa makanannya, dan lihat mata bulatnya yang penuh tekad. Ia berjalan cepat menghampiri Kay dan menarik ujung jasnya, pertanda ingin berada dalam pangkuannya.

“Elyn mau ikut ke perucahaan, Papah!”

Spencer mengerutkan dahi. “Tidak.”

“Kenapa? Papah Kay lebih ceru daripada ikut Kakak ke tempat yang isinya om-om galak semua!”

Para pelayan dan pengawal, kecuali Axlyn terbatuk pelan, berusaha menahan tawa dengan tingkah lucu dan menggemaskan dari Nona kecilnya itu. Kay hanya diam sesaat sembari menatap bocah itu lama. Tatapan yang biasanya membuat para direktur gemetar kini justru melembut tanpa ia sadari.

Sedangkan Noah sudah berusaha memberikan isyarat agar Kay langsung menolaknya. Cukup dirinya di recoki oleh Hezlyn selama di Mansion, jangan sampai di perusahaan juga. Bisa-bisa nyawanya semakin cepat memendek menghadapi bocah ajaib itu.

“Perusahaan bukan taman bermain, Hezlyn! Kau tetap di rumah bersama dengan Kakak pelayan dan pengawal, mengerti?” Spencer menegaskan.

“Elyn bica diam. Elyn janji ndak nakal, Papah!” Bocah itu mengangkat tiga jari dengan ekspresi serius yang menggelikan.

Keheningan singkat, lalu Spencer bersiap untuk melayangkan penolakan lagi. Namun entah dorongan apa, Kay tiba-tiba berkata, “Baiklah, tapi jangan mengganggu dan harus bersikap baik selama di perusahaan.”

“Oke, Papah!” sahut Hezlyn dengan penuh kemenangan.

Sorot mata Spencer berubah tajam. “Kau serius ingin membawanya ke perusahaan?”

“Dia akan lebih aman bersamaku. Lagipula kita belum menemukan titik terang dengan musuh yang harus kita hadapi kali in. Jika kau sudah menemukan petunjuk yang lebih pasti, aku tidak akan berani membawanya keluar dari Mansion.”

Kalimat itu terdengar wajar, begitu logis dan profesional. Tidak ada yang tahu betapa nalurinya berbicara lebih dulu daripada pikirannya. Hingga akhirnya membuat Spencer setuju saja, karena ia percaya adiknya akan aman berada disisi Kay maupun Noah. Meski Noah terlihat sangat tidak menyukai Hezlyn, tetapi Spencer yakin ia yang akan menjadi orang pertama melindungi adiknya.

Di sudut ruangan, Axlyn bersama rekannya berdiri dengan pakaian hitam rapi. Setelan pengawal yang membingkai tubuhnya dengan sempurna. Wajahnya setenang permukaan danau, tapi jemarinya tanpa sadar menggenggam perutnya yang masih rata. Pada akhirnya Axlyn tidak melanjutkan sarapannya, meski makanannya sudah diganti oleh pelayan.

Sebab pemandangan dihadapannya ini sudah cukup membuatnya kenyang menelan kekecewaan yang tak bisa ia ungkapkan. Kay terlihat begitu menyayangi Hezlyn, tanpa tahu dua anak di dalam perutnya juga menginginkan hal yang sama.

“Kay… andai saja kau tahu bahwa aku selalu menunggumu kembali mengingat semua tentangku. Tentang keberadaan anak kita yang kini tumbuh di dalam perutku. Apakah kau juga akan menyayangi mereka, seperti kau menyayangi Hezlyn.” Dan kini… kehidupan kecil yang tumbuh diam-diam di dalam rahimnya.

“Kalau begitu kalian juga ikut,” ucap Kay tegas pada para pengawal, termasuk Axlyn.

Axlyn segera tersadar dan menoleh. “Tentu saja. Kami pengawalnya, tugas kami adalah melindungi Nona Kecil dari bahaya apapun.”

Kay mengangguk singkat, meski hatinya merasa sesak saat bertatapan dengan sorot mata Axlyn yang seperti penuh akan kekecewaan. Tak ada yang bisa membaca getaran halus di dadanya. Namun, Kay menyimpulkan bahwa Axlyn pasti marah karena makanannya ia rebut begitu saja. Bahkan wanita itu tidak menyentuh makanan pengganti yang diberikan oleh pelayan.

Tak ada yang tahu bahwa kekecewaan yang Axlyn rasakan adalah jarak beberapa langkah dari Kay yang terasa jauh sekaligus menyakitkan.

...****************...

Beberapa saat kemudian, mobil hitam panjang meluncur meninggalkan halaman. Noah duduk di kursi depan. Kay di kursi belakang, laptop terbuka di pangkuannya. Di sebelahnya, Hezlyn sibuk bertanya tanpa henti membuat Kay tidak fokus dengan pekerjaannya.

“Papah, kenapa gedung perucahaan milikmu tinggi cekali?”

“Papah… Papah punya berapa karyawan?”

“Papah, nanti Elyn boleh duduk di kursi bos?”

“Tentu saja, itu ‘kan perusahaan milik Papahmu.” Kay menjawab seperlunya, singkat, namun tidak benar-benar mengabaikan.

Di sisi lain, Axlyn duduk disamping Hezlyn hingga posisi gadis kecil itu berada diantara keduanya. Mata waspada memantau sekitar. Namun sesekali tatapannya tanpa sengaja jatuh pada pemandangan di depannya.

Seorang pria dengan aura dingin yang tanpa sadar membiarkan seorang anak kecil bersandar di lengannya. Sinar matahari pagi menembus kaca mobil, menciptakan siluet hangat. Mereka terlihat… seperti keluarga yang lengkap di mata Noah yang diam-diam memperhatikan ketiganya melalui kaca mobil.

“Andai saja kejadian di Kota Xennor tidak memisahkan kalian berdua… tidak membuat Kay melupakan segala tentang Axlyn. Mungkin sekarang mereka berdua sudah menjadi pasangan yang paling serasi dan memiliki anak yang hampir seusia Hezlyn. Sayang sekali, takdir begitu kejam kepada kalian berdua,” ucap Noah dalam hatinya.

Ya, jika saja Kay mengingat kejadian lima tahun yang lalu. Jika saja Kay tahu bahwa wanita yang duduk satu mobil dengannya sedang mengandung anaknya. Jika saja rahasia itu tidak menjadi tembok tak terlihat di antara mereka.

Bersambung ….

1
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
Mulaini
Tunggu ingatan mu kembali tentang Axlyn, Kay.
Mulaini
Luca tidak langsung menyalahkan Kay justru ingin mendengar langsung dari Kay.
Mulaini
Noah kamu yang merasakan ngidam dan Axlyn yang hamil.
Shee_👚
bukan tak mau memikirkan tapi pikirannya yang menolak untuk memikirkan 🤭
Desyi Alawiyah: 𝘉𝘦𝘵𝘶𝘭.. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Mulaini
Calon baby twins Axlyn ayahnya adalah Kay kakak Sherin.
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dispencer❤❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!