Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mas Zayn selingkuh?
“Bu Raras.”
Raras menoleh saat menuruni anak tangga. “Ada apa bi?”
“Bu ini ada lipstik di jas kerja Bapak, kelupaan kayaknya.” Bi Inem memberikan lipstik yang tak Raras kenali.
Meski begitu Raras mengambilnya dengan raut bingung yang tak bisa dijelaskan. “Bibi seneng banget bu, sekarang pak Zayn udah mulai membuka hati.” Ucapnya sambil tertawa kecil.
“Maksudnya bi?”
“Iya. Hal kecil gini aja pak Zayn perhatian, ngantongin lipstik ibu, mungkin untuk obat rindu.” sahutnya terkekeh menggoda.
“Ah masa sih bi.” Ucap Raras sambil jalan ke meja makan. “Tapi ini bukan punyaku bi.”
“Hah? Maksud ibu, terus ini punya siapa dong?”
Raras menggeleng pelan sambil menatap lipstik merah dihadapannya. “Apa mungkin mas Zayn selingkuh?”
“Oh mungkin saja pak Zayn sengaja beliin ini untuk ibu, tapi lupa belum kasih.” ucap Bi Inem mencoba menghibur majikannya dengan prasangka baiknya.
Raras tersenyum tipis. “Hmm, mungkin saja.”
“Ya sudah, mending ibu sarapan dulu, bibi siapkan ya.”
“Iya bi, makasih ya.” Raras mencoba tak peduli, meski pikirannya sibuk menerka kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Raras sarapan seorang diri, Zayn sedang berada diluar kota sejak kemarin. Dan kebetulan hari ini hari libur, Raras memutuskan untuk bertemu sahabatnya.
Setelah sarapan dan membersihkan diri, Raras segera berangkat untuk bertemu Gita di kafe favorit mereka. Saat tiba, sahabatnya sudah menunggu dengan secangkir kopi di mejanya.
Gita melihat ekspresi wajah Raras yang kurang baik. "Kenapa? Kayak ada beban aja muka lo."
Raras menghela nafas lalu duduk di depan Gita. Dia mengeluarkan lipstik merah dari tasnya dan menaruh nya di atas meja. "Lihat ini."
Gita mengambilnya dan melihat dengan cermat. "Wah, merek mahal lho. Ini punya lo?" Tanya Gita antusias, melihat isi didalamnya. “Tapi tumben lo suka warna beginian?” Tanya Gita mengerutkan kening, warna yang dia lihat adalah merah menyala yang sangat Raras tak sukai.
"Ya kali gue pake lipstik warna gitu. Bi Inem temukan ini di saku jas mas Zayn kemarin pagi." jawab Raras terlihat murung. "Tapi ini bukan lipstik gue Git, lagian ngapain mas Zayn ngantongin lipstick, bukan tipe dia banget."
Gita mengangguk-anggukan kepalanya. "Jangan bilang lo mikir mas Zayn selingkuh?"
"Gue pengen berpikir positif, tapi gimana lagi? Dia lagi keluar kota, terus ada lipstik orang lain di jasnya," ucap Raras sambil menekuk bibirnya kedalam.
“Tapi bukan tipe mas Zayn juga kalau dia selingkuh Ras. Lo pikir aja kulkas 12 pintu dan secuek itu tiba-tiba selingkuh. Apa gak gonjang ganjing ini dunia.” Jawab Gita mendramatisir.
“Lebay lo!”
Gita menepuk bahu Raras dengan lembut. "Jangan langsung mikir negatif. Mungkin itu cuma barang salah tempat aja, atau mungkin dia beliin buat lo tapi belum sempat kasih?"
Raras menghembuskan nafas kasar. "Kamu juga bilang begitu sama Bi Inem. Tapi warnanya gak banget Git, gue kan lebih suka warna yang lebih soft kayak pink atau nude," kata Raras dengan suara yang semakin pelan. “Ya kali gue suruh pakai itu, idih!”
"Aduh lo ihi. Kalau lo penasaran, kenapa gak langsung telpon aja mas Zayn dan tanya?" sarankan Gita. "Daripada kamu mikir-mikir sendiri disini, kan lebih baik cari tahu langsung dari sumbernya."
Raras terdiam sejenak, berpikir tentang saran sahabatnya. "Gue takut Git. Kalau benar dia selingkuh, gue gak tau harus gimana."
"Kalau benar juga lebih baik lo tahu sekarang daripada terus tutup mata kan? Selain itu, kamu kenal mas Zayn kan? Dia bukan orang yang suka main-main?" ucap Gita sambil memberikan dorongan pada Raras.
Raras menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, kepalanya mendadak pusing memikirkan yang belum pasti kebenarannya.
“Sekarang gue tanya, ada gak sikap mas Zayn yang tiba-tiba berubah sama lo?” Tanya Gita sambil mengunyah.
Raras terdiam sejenak, lalu menggeleng. “Gak kayaknya, dia masih dingin gitu aja.”
“Gue tanya sekali lagi, kapan terakhir kali mas Zayn nyentuh lo?”
Raras mendelik. “Ngapain tanya-tanya? Kepo banget!” Cemberutnya.
“Jawab doang sih, sewot bener.”
Raras memutar bola matanya, mengingat sentuhan panas suaminya malam itu. “Mm, kemarin malam sebelum dia keluar kota.” Cicitnya menahan malu.
Gita senyum-senyum menggoda. “Kiw.. Kiw.. Sentuhan panas, kan?” Godanya.
“Diem gak!” Raras melotot, tapi kedua pipinya merona jelas.
“Menurut lo mungkin gak mas Zayn selingkuh, secara dia nyentuh lo sa…..”
“Berisik!” Raras langsung membekap mulut sahabatnya, kadang-kadang Gita ngomong gak pakai filter dan membuatnya malu.
Keduanya tertawa bersama. “Ras, jangan-jangan…”
“Jangan-jangan apa?” Tanya Raras menatap sahabatnya serius.
“Jangan-jangan lo udah cinta sama mas Zayn.”
“Gak ya!” Sahut Raras cepat.
Gita mengerutkan kening, “Lo yakin, gak ada perasaan apa-apa?”
“Yakin!” Jawab Raras lugas.
Gita berpikir sejenak. “Tapi kok lo marah banget, nuduh-nuduh mas Zayn selingkuh juga. Ngapain lo segitunya kalau gak ada perasaan?” Cercanya.
Raras terdiam.
“Mau suami lo tidur sama cewek kek, mau dia jalan sama siapa kek. Kenapa lo yang pusing Ras, harusnya kan lo biasa aja.”
“Ya gak bisa gitu lah, gue setia dia juga harus setia. Meski pernikahan ini gak ada cinta tapi janganlah kalo kaya gitu, sama aja itu kayak mainin pernikahan.” Jawab Raras lesu. “Gue anggap pernikahan itu ikatan suci dan gue gak mau ada noda sekecil apapun itu di pernikahan gue.” lanjutnya.
Gita mengangguk-anggukan kepalanya. “Benar. Gue setuju.”
“Bayangin gue di sentuh pake tangan yang baru aja menyentuh wanita lain, gue dicium bekas bibir cewek lain. Menjijikan!” Geram Raras tanpa sadar memukul meja.
“Idih, benar juga ya.” sahut Gita bergidik.
Kini keduanya sama-sama terdiam, berperang dengan pikiran liar masing-masing.
“Gita..”
“Hmm..”
“Gue mau cerai.”
Bersambung…