NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tirai Kematian

Hutan yang tadinya rimbun kini telah berubah menjadi gurun abu yang luas. Pilar energi kehancuran milik Rias Gremory telah menguapkan segalanya dalam radius seratus meter—pohon, tanah, bahkan udara seolah-olah terbakar habis oleh kemarahan sang putri rambut merah. Suara gemuruh dari ledakan tersebut masih terngiang di telinga, meninggalkan kesunyian yang mencekam sekaligus menyesakkan.

Rias berdiri dengan napas yang terputus-putus. Tangannya masih terulur ke depan, gemetar hebat karena telah memeras setiap tetes energi iblis yang tersisa di dalam tubuhnya. Matanya yang biru jernih menatap nanar ke arah pusat ledakan, mencari tanda-tanda kemenangan atau setidaknya sisa-sisa keberadaan lawannya.

"Sudah... berakhir?" bisiknya parau.

Namun, asap hitam pekat itu tidak menghilang secara alami. Sebaliknya, asap itu mulai berputar, seolah-olah ada sesuatu yang sedang menyedotnya dari tengah.

Sring—

Sebuah bunyi dentingan halus terdengar, disusul dengan kemunculan nyala api biru yang sangat jernih di tengah kabut hitam. Perlahan, sesosok bayangan melangkah keluar dengan santai.

Riser Phenex muncul dari pusat kehancuran. Pakaian di bagian tubuh atasnya memang sudah hancur, menampakkan dada bidang yang dihiasi tanda kegelapan yang semakin pekat, namun kulitnya... tidak memiliki satu goresan pun. Api biru-hitam menari-nari di bahunya, menjilat luka-luka yang seharusnya ada dan menghilangkannya dalam hitungan mikrodetik.

"Sihir kehancuran yang mengesankan, Rias," suara Riser memecah kesunyian, terdengar begitu dingin dan jernih tanpa sedikit pun kelelahan. "Tapi sayangnya, kehancuranmu tidak cukup cepat untuk melampaui keabadianku yang baru."

[ Status Pengguna: Optimal ]

[ Regenerasi Tori Tori no Mi: Aktif ]

[ Efek Serangan Musuh: Terserap 90% ]

Rias mundur selangkah, kakinya terasa lemas. "Tidak mungkin... Aku menggunakan seluruh kekuatanku... Bagaimana kau bisa...?"

"Karena kau menyerang dengan emosi, bukan dengan niat," Riser melangkah mendekat, setiap injakan kakinya di atas tanah yang menghitam menimbulkan suara retakan yang intimidatif. "Kau ingin menghancurkanku karena kau benci padaku, bukan karena kau ingin menang. Itu adalah perbedaan besar dalam dunia iblis."

Riser berhenti tepat di depan Rias. Dia bisa melihat pantulan dirinya di mata Rias yang kini dipenuhi oleh ketakutan dan keputusasaan. Gadis yang biasanya berdiri dengan penuh martabat itu kini tampak begitu kecil di hadapannya.

[ Sinkronisasi Jiwa: 52% ]

[ Membuka Skill: Intimidation Aura ]

[ Komentar Yui: Lihat wajahnya. Dia sudah hancur secara mental. Kamu benar-benar tipe pria yang kejam, ya? ]

Ini adalah pelajaran yang harus dia terima, Yui. Dunia bawah tidak akan memberikan ampunan hanya karena dia seorang wanita cantik, batin Riser.

Riser mengangkat tangannya, perlahan menyentuh helai rambut merah Rias yang berantakan. Rias tersentak, namun dia tidak memiliki kekuatan lagi untuk melawan. Dia hanya bisa menatap Riser dengan bibir yang bergetar.

"Dengar, Rias," Riser merendahkan suaranya, membisikkan kata-kata yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Hari ini, dunia melihatmu jatuh. Issei yang kau banggakan jatuh. Peerage-mu yang kau cintai jatuh. Semuanya hancur karena kau terlalu naif untuk melihat realita kekuatan."

Tiba-tiba, Riser menarik tangannya dan membalikkan badan, menatap ke arah kamera sihir yang melayang di udara. Dia tahu seluruh petinggi Iblis, termasuk kakak Rias, Sirzechs Lucifer, sedang menonton adegan ini.

"Permainan ini membosankan," ucap Riser keras-keras.

Dia mengepalkan tangan, dan seketika, api biru-hitam meledak hebat dari tubuhnya, membubung tinggi ke langit hingga menembus awan buatan di arena tersebut. Tekanan energinya begitu kuat hingga membuat sistem arena mulai mengalami error.

[ Peringatan: Integritas Arena Menurun ]

[ Deteksi Energi: Di luar batas Rating Game kelas menengah ]

"Yubelluna! Saeko! Shizuka!" Riser memanggil nama-nama pengikutnya. "Kembali ke sisiku. Kita akan mengakhiri lelucon ini sekarang juga."

Dalam hitungan detik, ketiga wanita itu muncul di belakang Riser. Saeko dengan pedang yang masih meneteskan energi merah, Yubelluna dengan aura sihir yang masih stabil, dan Shizuka yang tampak masih segar seolah-olah baru saja bangun tidur.

Rias menatap pemandangan itu dengan hati yang hancur. Di depannya berdiri sebuah kekuatan baru yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Bukan hanya Riser, tapi seluruh pengikutnya telah melampaui batas yang wajar.

"Aku... aku menyerah," suara Rias terdengar sangat pelan, hampir tertelan oleh suara api Riser.

[ Pengumuman: Rias Gremory menyatakan menyerah. ]

[ Pemenang Rating Game: Riser Phenex. ]

Cahaya transportasi mulai menyelimuti mereka semua untuk membawa mereka kembali ke dunia nyata. Namun, sebelum mereka benar-benar menghilang, Riser menoleh sedikit ke arah Rias yang masih terduduk lemas.

"Jangan menangis, Rias. Simpan air matamu untuk hari di mana kau benar-benar menyadari bahwa dunia ini jauh lebih kejam daripada sekadar pernikahan paksa."

Cahaya putih dari sihir transportasi perlahan memudar, menggantikan pemandangan hutan yang hangus dengan kemegahan aula utama di gedung pertemuan petinggi Iblis. Karpet merah beludru yang tebal menyambut langkah kaki Riser yang tetap mantap, meski sebagian pakaian atasnya telah hilang. Di belakangnya, Saeko, Yubelluna, dan Shizuka berdiri seperti barisan malaikat maut yang baru saja menyelesaikan tugas mereka di dunia fana.

Suasana aula yang biasanya penuh dengan obrolan politik dan tawa palsu para bangsawan mendadak sunyi senyap. Ribuan mata iblis kelas tinggi tertuju pada sosok Riser. Mereka tidak melihat lagi pemuda flamboyan yang haus akan pengakuan, melainkan seorang predator yang baru saja menunjukkan taringnya kepada dunia.

Di ujung aula, di atas podium tertinggi, berdiri Sirzechs Lucifer bersama istrinya, Grayfia. Wajah sang Maou tampak tenang, namun tatapannya yang tajam tidak bisa menyembunyikan keterkejutan yang mendalam atas kekalahan telak adiknya.

"Selamat atas kemenanganmu, Riser Phenex," suara Sirzechs bergema, tenang namun penuh otoritas. "Pertandingan yang... di luar dugaan."

Riser membungkuk sedikit, gerakan yang sangat formal namun terasa penuh dengan kepercayaan diri yang meluap. "Hanya sebuah pembuktian kecil, Lord Lucifer. Keabadian tanpa kekuatan hanyalah sebuah kutukan, dan aku memutuskan untuk memecahkan kutukan itu."

[ Sinkronisasi Jiwa: 55% ]

[ Status Sosial: Reputasi klan Phenex meningkat drastis. ]

[ Deteksi Ancaman: Sirzechs Lucifer sedang menganalisis jejak energi kegelapan di tubuhmu. ]

Biarkan dia menganalisis, Yui. Dia tidak akan menemukan jawaban yang dia cari di dunia ini, batin Riser.

Lord Phenex, ayah Riser, segera mendekat dengan wajah yang berseri-seri. Dia menepuk bahu Riser dengan bangga. "Anakku! Kau benar-benar membuat klan kita berdiri di puncak malam ini! Pernikahan dengan Gremory akan segera kita laksanakan sesuai rencana!"

Riser perlahan melepaskan tangan ayahnya dari bahunya. Tindakan itu membuat Lord Phenex tertegun. Riser kemudian menoleh ke arah Rias Gremory yang baru saja muncul dari lingkaran sihir transportasi, didukung oleh Akeno. Rias tampak sangat hancur, matanya merah karena menahan tangis, menunduk tak berani menatap siapa pun.

"Ayah, aku memenangkan Rating Game ini bukan untuk mendapatkan pengantin yang tidak menginginkanku," ucap Riser dengan suara yang cukup keras hingga terdengar oleh seluruh penjuru aula.

Keheningan kembali menyelimuti ruangan itu.

"Apa maksudmu, Riser?" tanya Lord Phenex dengan dahi berkerut.

"Rias Gremory telah bebas," lanjut Riser, matanya kini tertuju pada Rias. "Aku secara resmi membatalkan pertunangan ini di depan seluruh Dewan Iblis. Aku tidak butuh wanita yang harus kupaksa untuk berdiri di sampingku."

Rias mengangkat kepalanya dengan cepat, matanya membelalak tidak percaya. "Riser... apa kau serius?"

Riser tidak menjawab Rias. Dia menatap lurus ke arah Sirzechs. "Namun, sesuai dengan perjanjian yang kubuat di ruang klub tempo hari, Rias Gremory dan seluruh Peerage-nya kini berhutang budi padaku. Dan aku akan menagih hutang itu di masa depan sebagai bentuk aliansi strategis."

Sirzechs menyipitkan matanya, lalu sebuah senyum tipis muncul di wajahnya. "Sebuah langkah yang sangat dewasa, Riser. Kau tidak hanya memenangkan pertandingan, kau memenangkan posisi politik yang jauh lebih kuat daripada sekadar pernikahan."

[ Misi Utama: Memenangkan Rating Game - Selesai. ]

[ Hadiah Utama: Membuka Fitur 'Gacha Soul' & Akses Kekuatan Meliodas Level 2. ]

[ Bonus: Membuka Akses Dimensi untuk Perekrutan Anggota Berikutnya. ]

Riser berbalik, memberi isyarat kepada pengikutnya untuk pergi. "Ayo. Kita punya hal yang lebih penting daripada merayakan kemenangan di tempat yang penuh dengan kemunafikan ini."

Saeko tersenyum miring, menyukai cara tuannya memperlakukan para bangsawan itu. Shizuka hanya melambaikan tangan ceria pada kerumunan yang terpaku, sementara Yubelluna tetap waspada di sisi Riser.

Saat mereka berjalan menuju pintu keluar, Riser merasa dadanya bergejolak. Kekuatan Meliodas level 2 mulai merembes ke dalam pembuluh darahnya, memberikan sensasi dingin yang sangat memuaskan.

[ Komentar Yui: Tidak buruk, Pemalas. Kamu baru saja menjadi subjek pembicaraan paling panas di seluruh Underworld dalam satu malam. Selanjutnya, ke mana kita akan pergi? Aku sudah menyiapkan koordinat untuk target berikutnya. ]

Dunia manusia sedang menunggu, Yui. Ada seorang permaisuri es yang butuh dicairkan, batin Riser.

Langkahnya membawanya keluar dari gedung, menuju malam Underworld yang abadi. Kemenangan ini hanyalah batu loncatan. Dia tahu, dengan kekuatan yang dia miliki sekarang, dia tidak lagi hanya bermain di dalam cerita aslinya—dia sedang menulis ulang nasib dunia.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!