NovelToon NovelToon
Menyusui Bayi Mafia

Menyusui Bayi Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pernikahan rahasia / Ibu Pengganti / Mafia / Duda / Konflik etika
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

Di mansion mewah yang terasa seperti penjara berlapis emas, Aruna terjebak dalam dilema mematikan:
Menyelamatkan ibunya dengan tetap menjadi bagian dari dunia berdarah ini.
Atau melarikan diri sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada sang bayi—dan ayahnya yang iblis.
"Dia memintaku memberikan hidup bagi anaknya, tanpa menyadari bahwa akulah yang sedang sekarat dalam genggamannya."
kepoin di malam Minggu, bikin malam Minggu mu lebih bermakna dengan sosok aruna dan dante

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Malam Penyerahan dan Benih Pengkhianatan

​Hujan badai kembali menghantam Isola del Sangue seolah langit ikut merasakan penderitaan yang meluap di dalam villa. Suara guntur yang menggelegar di atas samudra terdengar seperti raungan monster yang terbangun dari tidur panjangnya. Aruna berdiri di tengah kamar utama Dante Valerius—sebuah ruangan yang luas, dingin, dan didominasi oleh warna-warna gelap: arang, obsidian, dan emas tua.

​Ruangan ini adalah jantung dari kekuasaan Dante. Dari sini, ia mengendalikan kerajaan bisnisnya yang berdarah, dan dari sini pula, ia akan mengukuhkan klaimnya atas Aruna.

​Aruna masih mengenakan jubah tidur yang basah di bagian bawahnya karena embun malam. Tubuhnya masih gemetar, bukan hanya karena dingin, tapi karena bayangan Aris yang diseret ke kegelapan bawah tanah masih menghantui pelupuk matanya. Ia merasa seperti domba yang baru saja menyerahkan lehernya ke pisau algojo demi menyelamatkan domba lain yang lebih lemah.

​Pintu besar berbahan kayu mahoni itu tertutup dengan bunyi klik yang final. Dante masuk. Ia sudah melepaskan jasnya, menyisakan kemeja putih yang sedikit terbuka di bagian kerah, memperlihatkan garis otot dadanya yang kokoh. Ia memegang botol kristal berisi cairan amber—wiski yang aromanya segera menguasai ruangan.

​"Duduklah, Aruna. Kau tampak seperti akan pingsan," suara Dante rendah, tidak ada lagi nada ancaman yang meledak-ledak, hanya ketenangan yang absolut.

​Aruna tidak bergerak. Ia menatap Dante dengan mata yang kosong. "Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau sudah menghancurkan harapanku. Apa lagi?"

​Dante menuangkan wiski ke dalam gelas, membiarkan es batu berdenting pelan. Ia berjalan mendekati Aruna, berhenti tepat di depannya. Aroma alkohol, tembakau mahal, dan aroma tubuh Dante yang maskulin menyergap indra Aruna.

​"Aku tidak ingin menghancurkanmu, Aruna. Aku ingin memilikimu," Dante mengangkat gelasnya, lalu menyentuhkan pinggiran gelas itu ke bibir Aruna. "Minumlah sedikit. Ini akan menenangkan sarafmu."

​Aruna memalingkan wajahnya. "Aku tidak ingin apa pun darimu."

​Dante meletakkan gelasnya di meja samping dengan gerakan tenang yang berbahaya. Ia meraih pinggang Aruna, menariknya hingga tubuh mereka bersentuhan tanpa celah. Aruna bisa merasakan panas tubuh Dante yang kontras dengan kulitnya yang dingin.

​"Kau sudah bersumpah tadi di depan menara suar," bisik Dante, jemarinya merayap ke tengkuk Aruna, memainkan rambut hitamnya yang lembap. "Nyawa Aris ada di tanganku. Setiap detik dia bernapas adalah atas izin dariku. Dan harga untuk izin itu adalah kau."

​Aruna memejamkan mata, air mata mengalir jatuh ke pipinya. "Kenapa kau melakukan ini? Kau punya segalanya. Kau bisa mendapatkan wanita mana pun di dunia ini hanya dengan menjentikkan jarimu."

​"Tapi mereka bukan kau," Dante membenamkan wajahnya di leher Aruna, menghirup aroma tubuh gadis itu yang selalu membuatnya terobsesi. "Wanita lain hanya menginginkan namaku atau uangku. Tapi kau... kau membenciku dengan kejujuran yang luar biasa. Dan aku ingin mengubah kebencian itu menjadi ketergantungan. Aku ingin kau menyadari bahwa di dunia yang busuk ini, hanya aku yang benar-benar menjagamu."

​Dante mulai melepaskan jubah tidur Aruna. Kain tebal itu jatuh ke lantai, menyisakan Aruna dalam gaun malam sutra tipis yang memperlihatkan segala lekuk tubuhnya. Aruna merasa sangat rentan, sangat telanjang di bawah tatapan Dante yang kini berubah menjadi kelam karena gairah yang lama terpendam.

​"Berbaringlah di sana," perintah Dante, menunjuk ke arah tempat tidur berukuran raksasa itu.

​Dengan kaki yang terasa seperti timah, Aruna melangkah menuju tempat tidur. Ia merebahkan dirinya, menatap langit-langit kamar yang tinggi. Ia merasa jiwanya perlahan keluar dari tubuhnya, mencoba melarikan diri dari kenyataan yang akan terjadi. Dante naik ke atas tempat tidur, mengurung Aruna di bawah bayangannya.

​Namun, saat Dante mulai menciumnya—sebuah ciuman yang menuntut dan posesif—tangisan Leonardo terdengar dari interkom di samping tempat tidur.

​Dante berhenti. Ia menggeram pelan, rasa frustrasi jelas terlihat di wajahnya. Tangisan itu semakin kencang, menuntut perhatian yang tidak bisa diabaikan.

​"Anakmu menyelamatkanmu malam ini, Aruna," gumam Dante, ia menarik diri dan duduk di tepi tempat tidur, mencoba mengatur napasnya. "Pergilah. Susui dia. Setelah itu, kembali ke sini. Aku tidak akan tidur sampai kau kembali."

​Aruna segera bangkit. Ia merasa seperti mendapatkan napas tambahan. Ia berlari kecil menuju pintu penghubung ke kamar bayi. Begitu ia masuk ke kamar Leonardo, ia segera menggendong bayi itu, memeluknya erat seolah-olah bayi itu adalah satu-satunya pelindung baginya.

​Sambil menyusui Leonardo di kursi goyang, Aruna mencoba berpikir. Ia tidak bisa terus begini. Ia harus menemukan sesuatu, sebuah kelemahan Dante, atau sesuatu yang bisa ia gunakan untuk bernegosiasi.

​Matanya menyapu ruangan kamar bayi yang terhubung dengan ruang kerja kecil Dante di pulau itu. Pintu ruang kerja itu sedikit terbuka. Biasanya Dante sangat teliti, namun mungkin kekacauan malam ini membuatnya sedikit lengah.

​Aruna perlahan meletakkan Leonardo yang sudah mulai tertidur kembali ke boksnya. Dengan langkah tanpa suara, ia menyelinap masuk ke ruang kerja Dante. Ruangan itu dipenuhi dengan rak buku dan berkas-berkas rahasia. Aruna mulai memeriksa meja kerja Dante.

​Ia melihat sebuah laci yang kuncinya masih tertancap. Ia membukanya perlahan. Di dalamnya terdapat sebuah map merah dengan label: "PROYEK SALSABILA - 1995-2025".

​Jantung Aruna berdegup kencang. Salsabila adalah nama belakangnya. Ia membuka map itu dengan tangan gemetar.

​Di halaman pertama, terdapat foto ibunya saat masih muda, namun di sampingnya bukan ayahnya yang selama ini ia kenal. Melainkan seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan... Dante? Tidak, pria itu lebih tua, dengan sorot mata yang jauh lebih kejam.

​Aruna membaca dokumen di bawah foto itu.

​"Subjek: Rahayu Salsabila. Hubungan: Mantan kekasih Lorenzo Valerius (Ayah Dante). Catatan: Melarikan diri dalam keadaan hamil tahun 2004."

​Aruna hampir menjerit. Ayah Dante? Ibuku? Apa hubungannya?

​Ia membalik halaman berikutnya dan menemukan laporan investigasi tentang kecelakaan ibunya sebulan yang lalu. Di sana terdapat foto-foto tempat kejadian perkara yang belum pernah ia lihat. Ada analisis teknis tentang rem mobil yang sengaja dipotong. Namun, yang paling mengejutkan adalah sebuah catatan tangan di pinggir laporan itu, yang Aruna kenali sebagai tulisan tangan Dante:

​"Kecelakaan ini diatur oleh paman (Luciano Valerius) untuk memancing Aruna keluar dari persembunyian. Aku menemukannya lebih dulu. Dia adalah kunci untuk menghancurkan Luciano."

​Aruna terduduk di lantai, map itu terlepas dari tangannya. Dunia di sekelilingnya seolah runtuh.

​Jadi, kecelakaan ibunya bukan kebetulan. Itu adalah umpan. Dan Dante... Dante tidak menyelamatkannya karena belas kasihan. Dante menemukannya karena Aruna adalah bagian dari sengketa keluarga mafia Valerius yang lebih besar. Ia bukan sekadar ibu susu yang kebetulan lewat. Ia adalah bidak yang sudah diincar sejak ia lahir.

​Dan yang paling mengerikan: Jika catatan itu benar, maka ia dan Dante memiliki hubungan yang jauh lebih gelap daripada sekadar majikan dan tawanan.

​"Apa yang kau temukan, Aruna?"

​Suara itu datang dari ambang pintu. Dante berdiri di sana, menatap Aruna dengan ekspresi yang sulit dibaca—perpaduan antara amarah dan penyesalan yang sangat tipis.

​Aruna menatap Dante dengan mata yang penuh ketakutan dan kebencian yang baru. "Kau tahu... kau tahu semuanya sejak awal! Kecelakaan ibuku, siapa aku sebenarnya... kau tidak pernah menyelamatkanku, Dante! Kau menculikku!"

​Dante melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. "Aku menyelamatkanmu dari pamanku, Aruna. Jika dia yang menemukanmu lebih dulu, kau tidak akan berada di kamar mewah ini. Kau akan berada di meja pembedahan atau di rumah bordil paling gelap di Eropa untuk menyiksa kenangan ayahku."

​"Jadi aku benar-benar... adikmu?" suara Aruna bergetar hebat.

​Dante tertawa getir, tawa yang penuh penderitaan. "Tidak. Ayahku bukan ayahmu. Ibumu mengkhianatinya dengan pria lain sebelum dia lari. Itulah sebabnya Lorenzo sangat membencinya. Tapi bagiku, kau adalah kunci untuk mengklaim seluruh warisan Valerius yang disembunyikan oleh ayahku di bawah namamu."

​Dante mendekat, berlutut di depan Aruna. Ia memegang tangan Aruna yang dingin. "Dengar, Aruna. Rahasia ini adalah alasan kenapa kau aman di sini. Di mata hukum mafia, kau memiliki hak atas sebagian aset yang diinginkan pamanku. Selama kau bersamaku, dia tidak bisa menyentuhnya."

​"Kau menggunakanku," bisik Aruna.

​"Kita saling menggunakan," Dante membalas. "Aku memberimu keselamatan dan kesehatan ibumu. Kau memberiku legitimasi atas kekuasaanku. Tapi jangan salah paham, Aruna... gairahku padamu, keinginanku untuk memilikimu... itu nyata. Tidak ada urusannya dengan dokumen-dokumen itu."

​Dante menarik Aruna berdiri, membawa gadis yang sedang hancur itu kembali ke dalam pelukannya. Aruna tidak lagi melawan, bukan karena ia menyerah, tapi karena ia menyadari bahwa ia berada di tengah pusaran badai yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

1
adrina salsabila alkhadafi
sungguh novel yang bagus sekali,aku menantikan bab selanjutnya,jangan lama2 ya up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!