NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Rohman menatap istrinya yang masih menyembunyikan wajah di dadanya. Ada rasa iba, tapi jauh di dalam hatinya, ia juga merasa geli luar biasa. Keberanian Rina yang tadi pagi menggebu-gebu untuk mengerjainya, kini hancur berkeping-keping hanya karena satu kalimat yang "terpeleset".

​"Ayo Mas, gendong aku ke rumah belakang," rengek Rina sambil menarik-narik ujung baju koko Rohman. Suaranya teredam kain baju suaminya. "Aku nggak mau jalan lewat ruang tamu lagi. Malu! Kaki aku juga beneran lemes ini, Mas Arab... buruan!"

​Rohman tersenyum simpul, lalu dengan sigap ia menyusupkan lengannya di bawah lutut dan punggung Rina. Dalam satu gerakan mantap, ia mengangkat tubuh mungil istrinya itu dalam gendongan bridal style.

​"Manja sekali singa betina ini kalau sudah terpojok," goda Rohman pelan sambil mulai melangkah melewati pintu samping dapur menuju area rumah belakang yang asri.

​"Bodo amat! Pokoknya setelah masuk ke rumah baru nanti, aku nggak mau keluar-keluar lagi!" seru Rina pelan namun penuh penekanan. "Aku malu, Mas! Gimana kalau berita 'mandi berdua' ini sampai ke telinga santri-santri Nyai Ibrahim? Bisa-bisa pas aku lewat pesantren mereka, aku disorakin satu batalyon!"

​Rohman tertawa renyah, suaranya bergetar di dada yang menjadi sandaran kepala Rina. "Tidak akan sampai segitunya, Sayang. Abah, Umi, dan Nyai Ibrahim itu orang-orang yang bijak. Mereka tahu itu hanya caramu mengungkapkan rasa gugup."

​"Tapi tetep aja, Mas! 'Gara-gara Mas mesum', itu kata-kata yang paling horor yang pernah keluar dari mulut aku di depan mertua!" Rina memukul pelan bahu Rohman, wajahnya kembali panas jika mengingat kejadian beberapa menit lalu.

​Mereka sampai di teras rumah belakang yang baru saja selesai tahap pembangunan dasar. Bau kayu jati dan cat baru masih tercium segar. Rohman menurunkan Rina perlahan di atas sebuah kursi kayu panjang yang terletak di sana.

​"Duduk dulu di sini. Tenangkan hatimu," ucap Rohman sambil berlutut di depan Rina, memegang kedua tangannya. "Abah dan Umi ke sini bukan untuk menghakimi atau mencari kesalahanmu. Mereka ke sini karena rindu, dan ingin melihat bagaimana keadaan putra dan menantunya setelah sehari menikah."

​Rina menatap Rohman dengan mata yang masih sedikit sembab. "Beneran Mas? Abah nggak bakal nyuruh Mas ceraiin aku gara-gara punya istri yang mulutnya nggak sekolah kayak aku?"

​Rohman tertegun sejenak, lalu tangannya terulur mengusap pipi Rina dengan sangat lembut. "Astagfirullah, bicara apa kamu ini? Abah justru senang punya menantu yang jujur dan apa adanya seperti kamu. Di keluarga Mas, semuanya sangat formal dan tenang. Kehadiranmu itu seperti bumbu yang memberikan rasa baru. Mas yakin, sebentar lagi Umi pasti akan memintamu mengajarinya cara bicara 'barbar' ala kamu."

​Rina akhirnya sedikit tersenyum mendengar gurauan suaminya. "Mas bisa aja hibur aku. Tapi tetep ya, aku nggak mau keluar rumah dulu sebulan. Aku mau hibernasi."

​"Boleh saja," bisik Rohman sambil mendekatkan wajahnya, membuat Rina refleks menahan napas. "Tapi kalau kamu tidak mau keluar rumah sebulan, berarti kamu siap 'terkunci' berdua saja dengan Mas di dalam rumah ini? Tanpa gangguan siapapun?"

​Rina menelan ludah. Tatapan Rohman kembali berubah intens—sorot mata yang sama dengan yang membuatnya kabur ke kamar orang tuanya tadi Subuh.

​"Eh... e-enggak gitu juga konsepnya, Mas Arab!" seru Rina sambil mencoba mendorong dada Rohman. "Tadi kan katanya mau tobat jadi macan!"

​"Mas tidak pernah bilang mau tobat," sahut Rohman dengan senyum miring yang sangat maskulin. "Mas cuma bilang 'menunda'. Dan sepertinya, suasana rumah belakang yang sepi ini sangat mendukung untuk melanjutkan 'hukuman' yang tadi terputus karena drama mertua datang."

​Rina baru saja hendak berteriak memanggil Ayahnya, namun Rohman lebih cepat dengan membungkam bibirnya lewat sebuah kecupan singkat namun dalam, membuat seluruh protes Rina tertelan kembali ke tenggorokan.

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!