NovelToon NovelToon
Meminjam Ibu Sehari

Meminjam Ibu Sehari

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Duda / Cintapertama
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: ririn rira

Di sebuah kota yang sibuk, seorang wanita menghabiskan waktu dengan deretan mawar dan lili di toko bunga kecil miliknya. Baginya bunga adalah bahasa untuk orang-orang yang tidak bisa bicara. Di pagi yang cerah lonceng pintu berbunyi. Seorang anak laki-laki berpakaian seragam lengkap berdiri disana. Bukan membeli bunga tapi membawa permohonan yang menggetarkan hati.

"Bolehkah aku meminjam waktu tante sebentar menjadi ibuku sehari saja."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

foto lama

Embun masih menempel tipis di kaca jendela saat kunci toko berputar dengan bunyi klik yang familiar. Begitu pintu terbuka, udara sejuk yang membawa aroma campuran antara tanah basah, mawar yang baru mekar dan kesegaran lili langsung menyambut. Cahaya matahari pagi menyusup malu-malu di antara celah dedaunan eucalyptus, menciptakan pola bayangan menari di lantai kayu.

Di sudut ruangan, ember-ember plastik berisi pasokan bunga segar yang baru datang dari pasar induk mulai ditata. Suara gunting tajam yang memotong batang bunga terdengar berirama diikuti bunyi air yang mengalir saat vas-vas kristal diisi ulang. Jemari sang perangkai bergerak lincah, membuang daun-daun yang layu dan memastikan setiap kuntum menghadap ke arah cahaya.

Warna-warni krisan, anyelir dan tulip tertata rapi sesuai gradasi, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata bagi siapa pun yang melintas di depan toko. Di atas meja etalase besar, beberapa helai pita satin dan kertas pembungkus (wrapping paper) warna pastel sudah siap digunakan untuk pesanan pertama hari itu. Aroma kopi dari cangkir pemilik toko bercampur dengan wangi alami bunga, menciptakan harmoni ketenangan yang hanya bisa ditemukan di jam-jam awal sebelum pelanggan pertama datang membawa cerita mereka masing-masing.

Lonceng kecil di atas pintu berdenting nyaring, memecah keheningan pagi yang sejuk. Byan dengan langkah riang masuk, membawa kantong kertas cokelat yang masih mengepulkan aroma khas makanan.

"Pagi, Tante!" Serunya, meletakkan bungkusan sarapan itu di samping vas lili yang baru saja dibersihkan. Kehadirannya seperti menyuntikkan energi baru ke dalam toko

"Pagi sayang, bawa sarapan lagi." Sebria menghampiri seperti biasa.

"Nanti, aku mau lihat foto-foto mama. Boleh, 'kan?"

"Hari ini?" Sebria tersenyum menyamankan tinggi mereka berdua.

"Iya pulang sekolah nanti."

Sebria mengangguk. "Hm, sekarang sekolah dulu ya..."

Byan mengangguk senang seolah mendapatkan energi tambahan. Langkahnya kecil menuju pintu lalu tenggelam dalam badan mobil yang mengantarnya ke sekolah.

...----------------...

Suasana salah satu ruang kantor menjadi hening, hanya interupsi detak jam dinding dan dengung rendah pendingin ruangan yang memecah kesunyian. Di balik meja jati yang masif, Pak Fendy duduk tegak, gurat-gurat di wajahnya menceritakan puluhan tahun pengalaman yang tak terbeli. Matanya yang tajam menatap menembus kacamata baca, tertuju pada pemuda di hadapannya.

Jehan duduk di kursi tamu dengan punggung kaku, jemarinya bertautan di atas lutut untuk menyembunyikan getaran halus. Meski begitu tidak meninggalkan kesan khas seorang pemimpin yang tetap tenang dalam kondisi apa pun. Jehan tidak hanya menaklukan satu tapi tiga hati lainnya. Mendapatkan Sebria. Ia harus mendapatkan kepercayaan anggota keluarganya juga.

"Saya tidak mengenal anda sebelumnya, tapi dari cerita yang pernah saya dengar dari Keona. Anda adalah salah satu pelaku yang menyakiti putri saya selain kami orang tuanya dan pria itu." Suara Pak Fendy terdengar berat mengandung penyesalan tiada tara. "Anda pernah mengkhianati nya dengan menghamili wanita lain, pria itu menceraikan putri saya karena tidak bisa memberi keturunan. Dan kami pernah membuangnya karena kami tidak dewasa dan bertanggung jawab di saat dia baru saja menghirup udara dunia. "Suara Pria paruh baya itu berubah serak dan bergetar. "Luka mana lagi yang bisa ia tahan jika seandainya anda menyakiti nya lagi."

"Itu tidak akan terjadi." Jehan menatap lurus. "Pengkhianatan itu tidak di sengaja. Saya memang melakukan kebodohan tapi saya tidak pernah mengkhianati nya dengan sengaja. Saya mencintai putri anda dan akan memperbaikinya. Apa yang sudah saya hancurkan akan saya perbaiki lagi. Dengan persetujuan atau tidak dari anda. Saya kesini karena menghormati anda sebagai keluarganya." Jehan bangkit dari duduknya sambil membenarkan jas nya.

"Kalau putri saya setuju maka saya setuju. Tapi jangan pernah memaksanya. Saya juga menebus kesalahan. Saya juga ingin melihat dia bahagia."

...----------------...

Lampu temaram di sudut toko bunga Adree. membias pada wajah Byan yang mungil. Di hadapannya, sebuah laptop tua terbuka, menampilkan folder bertajuk 'Sebria dan Ayusa'

Klik. Sebuah foto muncul.

Byan menahan napas. Itu ibunya. Sang ibu tampak tertawa lepas di depan kitchen set membawa satu loyang roti yang warnanya semanis senyumnya. Di foto itu, ibunya terlihat begitu hidup, begitu nyata hingga Byan merasa bisa menyentuh pipinya jika ia memajukan jari sedikit saja.

"Mama kamu selalu datang setiap hari," Suara serak Sebria memecah keheningan. "Dia bilang, bosan di rumah."

Lalu, sebuah video diputar. Suara ibunya terdengar, renyah dan hangat, sedang bercanda dengan Sebria tentang cara membuat roti. Mendengar suara itu lagi, benteng di mata Byan runtuh. Setetes air mata jatuh tepat di atas keyboard laptop.

Bibir Byan bergetar hebat, mencoba menahan isak yang menyesak di dada. Ia tidak memalingkan wajah sedikit pun matanya terbelalak, seolah takut jika ia berkedip, bayangan ibunya akan menghilang.

"Mama cantik ya, tante."

"Hm, sangat cantik. Mama kamu sering ke rumah tante hanya untuk makan roti. Dia sudah seperti kecanduan sama masakan tante." Senyum penuh kenangan tertarik di bibir Sebria.

"Boleh aku makan masakan tante?"

"Tentu boleh sayang." Sebria meraih tubuh kecil Byan lalu memeluknya.

"Kalian berpelukan tidak mengajak ku?"

"Papa." Byan tersentak kecil. Lalu menatap ke arah laptop. "Pa, ini mama." Ucapnya berbinar.

Jehan mengangguk melihat foto dan vidio di layar. Bukan pada Ayusa tapi fokusnya jatuh pada wajah Sebria. Ia akui jatuh cinta berkali-kali pada sosok Sebria.

"Papa tidak merindukan mama."

Jehan tersenyum tipis lalu duduk disisi Byan. "Ada rahasia yang belum bisa kamu ketahui Nak. Tentang papa, mama kamu dan tante Bria."

"Apa itu?"

"Nanti kalau sudah Byan besar papa pasti cerita. Yang penting Byan tahu mama kamu orang baik dan paling mencintai kamu. Tante Bria orang yang paling mencintai mama kamu dan kamu sendiri. Tante Bria, orang yang paling berkorban supaya kamu lahir dalam keluarga yang utuh. Maka dari itu karena kamu sudah bertemu sama tante Bria. Sayangi dan cintai dia. Bukan karena tante sahabat mama kamu tapi karena ketulusan yang dia miliki."

Byan mengangguk sambil melihat kembali foto-foto lama itu. Ia tersenyum melihat wajah ceria Ayusa di vidio. Sementara Jehan hanya fokus melihat wajah Sebria. Wajah itu dulu begitu ceria dan bahagia. Di tengah restu yang tidak di dapatkan. Sebria selalu sabar menghadapinya. Luka Sebria yang bertubi-tubi ingin Jehan sembuhkan sendiri dengan cinta dan cara nya.

"Tante aku mau ikut ke rumah tante."

Jehan menegang. "Jangan dulu, Nak. Di rumah tante Bria, ada serigala kalau dia mengigit kamu bagaimana." Jujur saja ia takut Byan bertemu langsung dengan Keona. Mengingat pemuda itu tidak menyukai nya meskipun adik Sebria itu mengaku bisa menerima Byan dan pernah mengirimkan mainan mahal.

"Boleh, tunggu Byan punya waktu. Nanti tante kenalkan sama Om Keona."

"Tapi Bria." Jehan menyentuh lengan wanita itu. Tatapannya khawatir.

"Keona tidak akan menyakiti Byan." Tegas Sebria.

"Aku mau makan roti buatan tante sama seperti yang dimakan mama."

"Nanti kita buat ya."

1
Lisa
Senangnya akhirnya Bria menerima lamaran dr Jehan..
Ayuwidia
Berada di posisi Bria itu nggak mudah. Ada Luka tak kasat mata yang sulit untuk sembuh, apalagi ketika melihat foto dan vidio Ayusa. Ah Sebria, terbuat dari apa hatimu?
Ririn Rira: Iya kak kalau kata Keona ada cermin masa lalu di antara Jehan sama Sebria
total 1 replies
Lisa
Bria sayang banget sama Byan..moga kalian menjadi 1 keluarga yg utuh y..amin..
Ririn Rira: semoga ya kak
total 1 replies
Ayuwidia
Selalu berharap, Jehan & Sebria bisa bersatu
Lisa
Percayalah pdJehan Bria..dia sungguh2 mencintaimu dan menerimamu apa adanya
Ayuwidia
Itu artinya... kamu melamar Bria, Je?
Ayuwidia: tho the point dia, nggak mau kehilangan lagi 😄
total 2 replies
Ayuwidia
Bener banget, Jehan
Ayuwidia
Keliatan banget si Delia cembokur
Lisa
Wah Jehan secara tidak langsung melamar Sebria nih 😊
Ririn Rira: Gercep si Jehan 🤭
total 1 replies
Lisa
Syukurlah akhirnya sudah ditemukan penyebab kekacauan..moga Bria mau membuka hati lg utk Byan
Lisa
Kasihan Byan..ayo Bria jgn terpengaruh dgn ucapan sekretaris itu..dia ada hati sama Jehan makanya berkata spt itu..
Lisa
Sok banget si Delia itu..ngapain dia ikut campur urusannya Bria & Jehan..pasti dia naksir Jehan..
Ririn Rira
Deric mulai muncu ya kak 🤭
Ayuwidia
Betoel kata Kanaga. Dan asal kamu tau, Ric... berlian yang sudah dibuang tidak bisa dipungut lagi
Lisa: Bener banget Kak Ayu
total 1 replies
Ayuwidia
Pemandangan yang hangat dan indah. Semoga hati Sebria terbuka lebar lagi untuk Jehan. Menerimanya sebagai pasangan hidup, dan menjadikan Byan seperti anaknya sendiri 🥰
Lisa
Papa & anak kompak nih 😊
Ayuwidia
Selalu nyesek tiap keinget kisah 'Luka Sebria'. Ada Ayusa di antara Jehan & Sebria. Masih berharap, Jehan & Sebria bisa bersatu
Lisa: Benar Kak Ayu..aku jg berharap seperti itu.
total 1 replies
Ayuwidia
Keona... dia sosok adik yang teramat sayang pada kakaknya. Dia tidak ingin dan tidak rela kakaknya kembali terluka. Makanya, dia super tegas. Tugas Jehan menaklukan hati Keona
Lisa
Wah Keona benar² protektif nih
Ayuwidia
Bagus banget. Kisahnya bikin baper. Semangat berkarya Kak Author ✍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!