NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 20

Max masih berdiri di seberang jalan, tersembunyi di balik keramaian. Tatapannya tak pernah lepas dari Zayna. Ia memilih tetap diam, membiarkan kekacauan berjalan sesuai arah yang ia inginkan.

Di sisi lain, Ezme sudah berbalik dengan wajah merah padam. Langkahnya cepat, penuh amarah.

“Ezme, tunggu!” Drake menyusulnya tergesa.

Penjelasan itu terpotong oleh langkah Ezme yang kian menjauh. Drake tak lagi menoleh ke arah Zayna. Fokusnya hanya satu, mengejar wanita yang kini lebih ia pilih.

Zayna merasakan dunia runtuh tepat di bawah kakinya. Kekuatan yang tadi mendorongnya berdiri kini lenyap seketika. Lututnya melemah, tubuhnya merosot terduduk di pinggir jalan.

Dadanya sesak, napasnya tersengal. Tak ada air mata, hanya kehampaan yang menyakitkan.

Begitu mudahnya aku ditinggalkan, pikirnya. Begitu tak berharganya aku.

Drake semakin menjauh, bayangannya memudar di antara kerumunan, seolah kehadiran Zayna tak pernah berarti.

Dari seberang jalan, Max mengamati semuanya dengan tenang. Wajahnya tetap datar, namun di balik itu, ada kepuasan yang tersembunyi rapi.

Saat Zayna jatuh paling rendah, Max tahu—tak lama lagi, gadis itu akan membutuhkan seseorang untuk bersandar. Dan kali ini, ia sudah siap melangkah maju.

Zayna masih terduduk di pinggir jalan ketika bayangan seseorang jatuh menutupi tubuhnya. Ia tak perlu menoleh untuk tahu siapa itu.

Max berdiri di depannya, jaraknya dijaga, suaranya rendah dan tenang. “Aku bilang padamu… jangan hancurkan dirimu demi orang yang tak pernah berusaha menahannya.”

Zayna menelan ludah. Kepalanya tertunduk. “Aku… tidak cukup,” katanya lirih, nyaris tak terdengar.

Max berjongkok perlahan, sejajar dengan tatapannya, tanpa menyentuh. Itu disengaja. “Bukan kau yang kurang,” ucapnya pelan. “Dia yang tak mampu melihat nilai yang ada di depan matanya.”

Kata-kata itu menyusup, mengisi ruang kosong yang ditinggalkan Drake.

Napas Zayna bergetar. “Kalau aku lebih baik… dia tidak akan pergi.”

Max menggeleng pelan, seolah menyesali betapa kejam dunia padanya. “Kau terlalu sering menyalahkan diri sendiri. Itu yang membuat orang sepertinya berani meninggalkanmu.”

Zayna akhirnya menatapnya. Di mata Max, ia menemukan sesuatu yang tak ia dapatkan hari itu—perhatian penuh.

“Aku di sini,” lanjut Max, suaranya hangat, aman. “Aku tidak pergi. Bahkan saat kau paling berantakan.”

Air mata Zayna akhirnya jatuh. Bukan karena Drake, melainkan karena ada seseorang yang tetap tinggal.

Tanpa sadar, Zayna menggenggam ujung lengan jas Max, jemarinya gemetar seolah takut ia juga akan menghilang.

Max membiarkan genggaman itu. Senyumnya samar, nyaris tak terlihat.

Sejak saat itu, Zayna tak lagi sendirian.

Dan tanpa ia sadari, ia baru saja menyerahkan satu-satunya hal yang paling berbahaya, kepercayaannya.

———

Pengawal melapor kepada Nelson bahwa Max berencana menginvestasikan sejumlah besar uang ke Darwin IT. Hal itu segera menimbulkan kecurigaan pada Nelson, karena langkah tersebut sama sekali bukan kebiasaan Max.

Nelson menerima laporan itu tanpa ekspresi, namun jarinya berhenti di tengah gerakan saat membaca baris terakhir.

“Ulangi,” katanya pelan.

Pengawal itu menegakkan bahu. “Tuan Max berencana menginvestasikan sejumlah besar dana ke Darwin IT.”

Hening sejenak.

Nelson mengangkat kepala, tatapannya tajam. “Darwin IT?”

“Ya, Tuan. Negosiasi awal sudah berjalan. Nilainya tidak kecil.”

Nelson menutup berkas itu perlahan. “Itu bukan sektor yang biasa ia sentuh, Tuan Max memiliki Perusahaan IT sendiri. Untuk apa dia berinvestasi?”

Pengawal mengangguk. “Selama ini Tuan Max selalu menghindari investasi jangka panjang yang meninggalkan jejak. Darwin IT justru sebaliknya, terbuka, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri.”

Nelson menyandarkan tubuh ke kursi, matanya menyempit. “Dia tidak pernah percaya pada siapapun.”

“Ada satu hal lagi,” tambah pengawal itu. “Nama Drake beberapa kali muncul dalam percakapan internal Darwin IT. Tidak sebagai investor, tapi… sebagai alasan.”

Nelson terdiam. Kecurigaan itu kini memiliki arah.

“Teruskan pengawasan. Jangan dekati. Jangan menghalangi.”

Pengawal itu mengangguk.

“Satu hal lagi. Selidiki apakah Nevari tahu hal ini.”

“Sepertinya para pembunuh bayaran yang disewa Nyonya Nevari sedang bergejolak. Banyak anggota mereka dibantai oleh Tuan Max, hingga Nyonya Nevari terpaksa menugaskan para pengawalnya untuk menertibkan kekacauan itu.”

Nelson mengangguk pelan. “Hm… konflik internal seperti itu setidaknya memberi Max sedikit ruang bernapas, terbebas sementara dari cengkeraman ibu tirinya.”

“Tapi tuan… Jika anda tahu Nyonya Nevari berbahaya kenapa anda menikahinya?”

“Justru karena dia berbahaya, aku harus membuatnya selalu berada di dekatku, agar aku dapat mengawasinya setiap saat.” Kata Nelson.

Pengawal itu kemudian nampak ragu.

“Apa kau punya cara pandang lain?”

Pengawal itu menggelengkan kepala.

“Tidak Tuan hanya saja. Saya merasa kasihan pada Tuan Max. Selama hidupnya Tuan Max terus menganggap ibunya bunuh diri karena anda berselingkuh dengan Nyonya Nevari.”

“Hanya Max yang kau kasihani? Dan aku tidak?” Kata pria paruh baya itu dengan sedikit menggeram.

“Maaf Tuan saya tidak berani menentang anda…” kata sang pengawal.

“Pergilah. Terus awasi anakku dan juga Nevari.” Kata Nelson.

Saat ruangan kembali sepi, Nelson menatap layar gelap di depannya.

Max tak pernah bertindak tanpa motif.

“Dan kali ini, motif itu terlalu pribadi, itulah yang membuatnya berbahaya.” Kata Nelson.

Perlahan, tangan Nelson terangkat dan menekan beberapa kode pada brankas. Bunyi mekanis terdengar pelan sebelum pintunya terbuka.

Dari dalamnya, Nelson mengambil sebuah foto, potret seorang wanita cantik yang pernah sangat ia cintai.

Fakta yang selama ini tersembunyi akhirnya terkuak, Nelson menikahi Nevari bukan karena cinta. Ia melakukannya karena Nevari berbahaya. Terlalu berbahaya untuk dibiarkan berdiri sebagai musuh.

Pernikahan itu adalah perhitungan, bukan janji sehidup semati. Sebuah cara untuk mengikat, mengawasi, dan menahan kekuatan Nevari agar tetap berada dalam kendalinya.

Namun ada rahasia lain yang bahkan Nevari tak pernah sentuh.

Nelson memiliki perjanjian tersembunyi dengan mendiang istrinya, wanita yang memilih berkorban demi keselamatan Max. Sebuah kesepakatan sunyi, dibangun di atas darah, kehilangan, dan janji yang tak pernah terucap pada dunia.

Max bukan sekadar anak yang harus dilindungi. Ia adalah alasan di balik semua keputusan kotor Nelson, termasuk pernikahan yang tak pernah lahir dari cinta, dan keputusan sang ibu yang rela mengakhiri hidupnya demi agar Max tetap hidup.

Satu kesalahan Nelson terjadi pada malam ketika ia memerintahkan pembersihan besar-besaran di wilayahnya. Tak ada ruang untuk ragu, tak ada waktu untuk bertanya. Pengkhianatan harus dibayar lunas.

Di tengah kekacauan itu, ada satu anak yang tersesat, bercampur di antara para pengkhianat yang berusaha melarikan diri. Bocah berusia lima tahun. Terlalu kecil untuk memahami apa yang terjadi, terlalu polos untuk tahu bahwa ia berada di tempat yang salah.

Ia adalah anak Nevari. Satu-satunya.

Malam itu, anak itu terlepas dari pengawasan pengawal Nevari. Dengan langkah kecil dan rasa ingin tahu yang tak berdosa, ia mengikuti kerumunan, tanpa tahu bahwa mereka sedang berjalan menuju kematian.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!