NovelToon NovelToon
Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Romansa / PSK / Konflik etika / Mengubah Takdir
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Kayla dikenal sebagai Queen, seorang kupu-kupu malam yang terkenal akan kecantikan wajahnya dan bermata indah.

Suatu hari Kayla menghindar motor yang tiba-tiba muncul dari arah samping, sehingga mengalami kecelakaan dan koma. Dalam alam bawah sadarnya, Kayla melihat mendiang kedua orang tuanya sedang disiksa di dalam neraka, begitu juga dengan ketiga adik kesayangannya. Begitu sadar dari koma, Kayla berjanji akan bertaubat.

Ashabi, orang yang menyebabkan Kayla kecelakaan, mendukung perubahannya. Dia menebus pembebasan Kayla dari Mami Rose, sebanyak 100 juta.

Ketika Kayla diajak ke rumah Ashabi, dia melihat Dalfa, pria yang merudapaksa dirinya saat masih remaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Hujan malam itu turun tanpa suara gemuruh, hanya butiran halus yang mengetuk jendela seperti denyut jantung yang tak pernah benar-benar tenang. Di mess karyawan yang kini menjadi rumah bagi Kayla dan ketiga adiknya, lampu ruang tengah masih menyala redup. Aroma obat dan teh hangat bercampur di udara.

Pak Zaenal berdiri di dekat pintu kamar Nayla, memperhatikan anak itu yang tertidur pulas setelah minum obat. Wajahnya serius, namun matanya lembut. Di sampingnya, Bu Zahra merapikan selimut Nayla dengan penuh kehati-hatian, seolah setiap gerakan kecil bisa mengganggu ketenangan gadis kecil itu.

“Mulai besok, jadwalnya harus lebih teratur,” kata Pak Zaenal pelan, nyaris berbisik. “Sekolah Kayla, pemeriksaan Nayla, dan waktu belajar adik-adiknya. Semua harus terkontrol.”

Bu Zahra mengangguk. “Aku akan lebih sering ke sini. Mereka bukan sekadar tanggung jawab kita, Zaenal, mereka adalah amanah.”

Sejak hari itu, pengawasan mereka semakin ketat, bukan sebagai bentuk pengekangan, melainkan perlindungan. Sopir perusahaan selalu siap mengantar-jemput Kayla. Setiap orang asing yang mendekati mess akan ditanya dengan sopan namun tegas. Setiap panggilan telepon yang mencurigakan dicatat.

Kayla merasakan itu semua. Kadang ia merasa seperti anak kecil yang dijaga terlalu rapat, namun di sisi lain, hatinya hangat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ada orang yang benar-benar berdiri di depannya, bukan di atasnya.

Berbulan-bulan berlalu dengan perjuangan yang tak mudah. Kayla dan ketiga adiknya menjalani hidup jauh lebih baik. Mau dari segi perekonomian atau dalam beribadah.

Pagi hari, Kayla bekerja di perusahaan Pak Zaenal untuk belajar, mengamati, mencatat, dan menyerap ilmu bisnis seperti spons yang kehausan. Siang hari, ia mengurus Nayla, memastikan obat diminum tepat waktu. Malam hari, ia belajar untuk ujian Paket C, ditemani lampu meja kecil dan secangkir kopi pahit yang sudah menjadi temannya.

Ada malam-malam di mana matanya perih, kepalanya pening, dan tubuhnya terasa ingin menyerah. Namun, setiap kali ia hampir runtuh, ia memandang wajah adik-adiknya yang tertidur damai.

“Untuk kalian, aku harus kuat,” bisik Kayla pada diri sendiri.

Dan akhirnya hari itu tiba. Hari kelulusan Paket C. Kayla berdiri di aula sederhana dengan gaun hitam dan selempang kelulusan di dadanya. Tangannya gemetar memegang ijazah kesetaraan itu. Matanya berkaca-kaca saat namanya dipanggil.

Pak Zaenal berdiri di barisan depan, bertepuk tangan paling keras. Bu Zahra menangis terharu, menutup mulutnya dengan sapu tangan.

Kayla menunduk dalam-dalam setelah menerima ijazahnya. Air mata mengalir tanpa bisa ditahan. Bukan hanya kertas, itu adalah bukti bahwa masa lalunya tidak lagi menentukan masa depannya.

Sejak saat itu, Kayla mulai mempersiapkan diri untuk kuliah jurusan bisnis. Buku-buku tebal memenuhi mejanya, catatan warna-warni menempel di dinding kamarnya. Pak Zaenal sering mengajaknya berdiskusi tentang manajemen, keuangan, dan etika bisnis.

“Kamu bukan hanya akan bekerja di perusahaan ini, Kayla,” kata Pak Zaenal suatu malam. “Suatu hari, kamu akan memimpinnya.”

Kayla terdiam, jantungnya berdebar. Tak pernah ia membayangkan hidupnya akan sampai sejauh ini.

Sementara itu, di sisi lain kota, Dalfa hidup dalam penjara batinnya sendiri. Malam demi malam ia terbangun dengan napas terengah. Keringat dingin membasahi keningnya. Matanya terpejam rapat, tetapi bayangan itu selalu datang, wajah Kayla enam tahun lalu, pucat, ketakutan, air mata mengalir, bibirnya bergetar meminta tolong.

“Maaf … tolong … berhenti ...!”

Suara itu menggema di kepalanya seperti jeritan yang tak pernah padam.

Dalfa sering duduk sendirian di balkon rumahnya hingga subuh, menatap gelapnya langit tanpa bintang. Hatinya hancur antara rasa bersalah, penyesalan, dan keinginan untuk menebus dosanya.

Dalfa tahu ia harus menyerah. Menyerah untuk mempersunting Kayla. Menyerah pada mimpinya untuk menebus kesalahan dengan pernikahan. Karena ia sadar, kehadirannya hanya akan membuka luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.

Namun,menyerah bukan berarti damai. Setiap kali ia menutup mata, wajah Kayla tetap menghantuinya.

Di tempat lain, Ashabi memilih cara yang berbeda. Ia tidak lagi mendekati Kayla secara berlebihan. Tidak ingin mengganggu fokusnya bekerja dan belajar. Namun, ia tidak pernah benar-benar menjauh. Ia sering menghubungi Fattan, Fattah, atau Nayla, menanyakan kabar mereka dengan nada ringan.

“Fattan, kalian sudah makan?”

“Nayla, minum obatnya ya. Jangan bandel.”

Kadang ia mengirimkan makanan atau vitamin ke mess tanpa sepengetahuan Kayla, menitipkannya pada sopir Pak Zaenal.

Ashabi belajar mencintai dalam diam. Dia menjaga tanpa mengekang, peduli tanpa menuntut.

Untuk beberapa waktu, semuanya terasa damai. Hingga suatu pagi yang kelam itu datang.

Kayla sedang berada di pantry kantor, menuangkan kopi, ketika ia merasakan tatapan aneh dari beberapa rekan kerjanya. Bisik-bisik terdengar di belakang punggungnya.

“Lihat, itu dia, kan?”

“Iya, mirip sekali.”

“Katanya dulu dia itu ... ah, sudahlah.”

Kayla mengerutkan kening, merasa tidak nyaman.

Siang harinya, sebuah pesan berantai mulai beredar di grup karyawan. Foto-foto lama Kayla saat masih dikenal sebagai Queen, sebelum berhijab, sebelum hidupnya berubah.

Bukan foto vulgar, tetapi cukup untuk memicu gunjingan. Cukup untuk membuka kembali masa lalu yang sudah ia kubur dalam-dalam.

Ponsel Kayla bergetar tanpa henti. Tangannya gemetar saat membuka layar. Di sana, wajahnya sendiri menatap balik, dengan ekspresi yang tidak lagi ia kenali. Cangkir kopi di tangannya terlepas, jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.

Di luar pantry, bisik-bisik semakin ramai.

“Jadi benar dia itu Queen?”

“Pantas saja ....”

“Anak seperti itu sekarang kerja di sini?!”

Napas Kayla tercekat. Dunia di sekelilingnya seolah berputar. Dinding terasa mendekat, udara semakin tipis. Air matanya mengalir tanpa suara.

Di saat Kayla sudah hampir berhasil meninggalkan masa lalunya dan menata masa depan. Kenapa masa lalu itu kembali menghantamnya tanpa ampun.

Dan dari kejauhan, seseorang mengamati semua ini dengan senyum samar.

1
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tak apa lah kay itu wajar tp fomuslah dgn kerja saja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tp apakah betul itu dalfa atau siapa ya

dan ahh masih bikin bgg
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ayok lah kay ceritalah jgn kau pe dam biar tahu
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh jadi ada alasan nya knp kayla bisa terjerumus ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ehh asabi orang kaya juga ya

trus duit dr mna dia apa g di lertanyakan sm org tuanya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sabar lah kay

nnti ada wktunya itu klo sudah autornya berkehendak 🙈🙈🙈
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh jd dulu kay org kaya juga ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
llha lah

kemasa saja ini orang knp baru muncul aja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
aduh itulah klo org punya harta

trus se enak nya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
yo harus kuat too kay
ini baru permulaan ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wow kumkira akan lebih dr 100 jt aq dag deg2an klo menyebut nominal dgn depan nya pake M
Naufal Affiq
kenapa di gantung ceritanya,
nuraeinieni
orang itu pintar koreksi kesalahan orang,tapi tdk sadar utk inropeksi mulutnya utk berbicara yg sopan.
nuraeinieni
semoga saja sdh ada calon baby,,,biar aby dan kayla,merasakan juga jadi orang tua.
martiana. tya
bikin penasaran ihhhh.... 😄
Nar Sih
semoga usaha dan ihtiar mu kali ini sgra membuah kan hasil ya kayla sgra hadir buah cinta kalian
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ken darsihk
Dengan kesabaran dan tawakal pasti semua nya akan indah pada waktu nya
Sugiharti Rusli
bahkan karena itu bu Aisyah tidak ragu tuk membela sang menantu yang sudah dipilih oleh Ashabi karena hatinya yang memilih dan bukan nafsunya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata ucapan Ashabi saat dulu mau meniatkan Kayla sebagai calon istri kepada kedua ortunya yang pada akhirnya meluluh kan pak Ramlan dan bu Aisyah tentang niat sang putra yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!