Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Privasi
Sampai pukul sebelas malam lebih Alessia masih setia duduk di depan laptopnya,kaca mata bulat anti radiasi sama sekali tak tergeserkan dari depan matanya,padahal Lusia sudah tidur baru saja karna sangat mengantuk namun Ia sendiri sama sekali tidak mengantuk.
"Tidak tau kapan terakhir aku bekerja sesemangat ini?",gumamnya menatap layarnya dengan tersenyum setelah logo brand nya selesai sesuai harapannya.
"Rasanya juga lebih tenang sibuk bekerja seperti ini"
Yah,sejak menikah Ia memang sepenuhnya berhenti bekerja dan sama sekali tidak memikirkan pekerjaan nya lagi sedikitpun.
Di saat seperti itu tiba-tiba bel pintu terdengar, membuat nya merasa aneh kenapa di tengah malam begini ada orang yang menekan bel pintu di hotel jadi Ia sama sekali tidak menggubris nya dan membiarkan nya.
Tapi berkali-kali bel pintu itu terdengar hingga dengan perasaan tidak senang Ia berjalan mendekati pintu dan melihat layar yang memperlihatkan rekaman cctv di depan pintu.
Saat itu juga Ia terkejut hampir tidak percaya melihat saat ini siapa yang berada di depan pintu nya,"Kenapa dia ada di sini?",gumamnya dengan syok,tapi setelah beberapa saat Ia berfikir akhirnya tetap mengabaikannya hingga berbalik lagi tanpa membuka pintu namun bel pintu kembali di tekan berkali-kali sampai-sampai membuat nya tidak tahan dan akhirnya membuka pintu dengan perasaan tidak senang.
Saat akhirnya pintu terbuka,pria dengan tinggi 190 cm dengan tubuh besar yang atletis berdiri di ambang pintu,memakai jas panjang hitam berdiri tegap dengan wajahnya yang dingin dan mata elangnya yang langsung menangkap sosok wanita yang keluar dari balik pintu.
Ia akan menerobos masuk tapi tangan wanita itu menahan dadanya,namun matanya dengan cepat menelisik ke dalam kamar dan melihat sosok wanita yang tidur di atas tempat tidur,hingga langkahnya kembali mundur tanpa perlawanan.
"Kenapa tidak pulang dan malah menginap di hotel?",tanya nya menangkap tangan wanita itu yang menahan dadanya.
Pertanyaan tegas dan mengintimidasi itu tak lagi membuat Alessia takut atau panik, tidak lagi khawatir kalau suaminya itu akan marah dan kesal padanya karna sikapnya yang tidak di sukai olehnya,sebaliknya Ia bersikap tenang seolah tidak melakukan kesalahan apapun,"Hanya mencari suasana baru, terlalu bosan hanya di rumah saja",jawabnya setenang mungkin seperti aliran sungai dengan tatapan yang juga begitu tenang tanpa emosi,sembari menarik tangannya dari genggaman pria itu.
Grep
"Apa yang kau lakukan?, lepaskan aku"
Ia sedikit terkejut dengan Oliver yang tiba-tiba kembali menangkap tangannya dan menarik nya pergi dari sana,dengan sekuat tenaga Ia berusaha melepaskan diri tanpa mengeluarkan suara karna tidak ingin menganggu siapapun di tengah malam begitu.
"Ada apa dengan mu, kenapa jadi pemaksa seperti ini!", protesnya dengan menahan amarah berusaha melepaskan diri.
Namun pria itu seolah tidak mendengar ucapan nya dan terus menariknya menjauh dari kamarnya.
Karna genggaman Oliver yang begitu kuat sampai Ia tak bisa melepaskan diri sekeras apapun Ia mencoba,hatinya menjadi begitu sakit dan sesak dan air mata yang tak ia ingin jatuh akhirnya mengalir begitu saja dari pelupuk matanya hingga membasahi wajahnya,Ia tak lagi melawan atau berusaha melepaskan diri membiarkan pria itu menariknya.
Tapi saat itu juga langkah Oliver terhenti saat mendengar Isak tangis wanita yang saat ini di genggam nya,Ia berbalik untuk melihat kalau Alessia benar-benar menangis sekarang.
Saat pandangan keduanya bertemu, Alessia lebih dulu berbicara."Jika kau tidak melepaskan ku sekarang, seumur hidup aku akan membenci mu",ucapnya dengan wajah dingin meski dengan suara bergetar yang parau karna menangis.
wajah dingin dan tatapan tajam dengan genangan air mata itu membuat Oliver merasakan sesuatu yang sangat rumit rasanya benar-benar aneh dan sulit di jelaskan,hingga entah kenapa Ia merasa kalau akan benar-benar kehilangan wanita itu jika Ia tidak memenuhi keinginan nya,dan tanpa Ia sadari melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan wanita itu pergi meninggalkan nya.
Alessia memegang tangannya yang sedikit sakit karna genggaman pria itu benar-benar erat, kemudian Ia langsung berbalik tanpa mengatakan apapun kembali ke kamarnya.
"Dia ingin aku selalu menjadi bonekanya dan menjadi kan ku bahan lelucon nya?"
Ia merosot di pintu setelah tertutup hingga terduduk di lantai,Ia mengusap kasar air matanya yang tak berhenti,dan memegang dadanya yang sakit."Aku membencimu Oliver!,aku membenci mu!",isaknya memukul-mukul lantai dengan kedua tangannya menumpahkan emosinya dan amarah yang Ia pendam.
***
Keesokan harinya Alessia masih tertidur nyenyak karna semalaman Ia tidak bisa tertidur,dan baru bisa tidur jam lima pagi tadi sehingga Ia meminta Lusia yang berusaha membangunkan nya untuk pergi ke kantor lebih dulu.
"Kamu sakit ya?",tanya Lusia merasa aneh karna semalam saja Alessia begitu bersemangat akan pergi ke kantor,tapi kenapa sekarang terlihat tidak bersemangat dan kelelahan begitu.
"Lus kamu pergi duluan aja ya,aku menyusul sebentar lagi",Ia berbicara dengan setengah sadar tanpa membuka mata.
"Ya udah oke deh,sekalian aku pesanin makan nanti ya"
"Gak usah aku makan di kantor nanti"
"Ya sudahlah,aku pergi duluan ya"
"Mm"
Setelah suara pintu terdengar di tutup Alessia kembali tertidur nyenyak dengan selimut tebal yang membungkus seluruh tubuhnya sampai menutupi kepala menyisakan sedikit wajahnya.
Namun beberapa saat kemudian pintu kembali terbuka,"Lusia kenapa pulang lagi?",meski sudah tertidur nyenyak rasa waspada nya begitu kuat apalagi saat ini berada di hotel.
Namun tak ada jawaban sama sekali,sunyi suara pintu di tutup juga terdengar hingga beberapa saat sama sekali tidak ada suara sedikitpun hanya suara sesuatu yang terdengar di letakkan.
Tapi entah kenapa rasa waspadanya menurun dan tanpa rasa curiga sedikitpun,Ia tertidur nyenyak kembali sampai jam sepuluh pagi.
Tepat jam 10.00 pagi,Ia akhirnya terbangun dan merasa cukup istirahat sehingga langsung bangun sedikit terburu-buru untuk pergi ke kantor barunya,namun Ia tidak begitu memperhatikan sekitarnya sehingga langsung masuk ke kamar mandi dengan membawa handuk.
Hingga 30 menit kemudian Ia keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritual mandi dan menghampiri paper bag yang terletak di sofa,namun seketika langkah nya terhenti saat melihat seseorang duduk di sofa membaca sebuah buku miliknya.
Oliver menurunkan buku yang Ia baca saat melihat Alessia mematung di depannya,"Membuka perusahaan baru?",tanya nya memperhatikan wanita itu dengan teliti yang hanya memakai handuk kimono cukup pendek.
Alessia saat ini hampir kehilangan kesabaran karena pria itu sembarangan masuk ke kamarnya dan membaca bukunya tanpa ijin,Ia berjalan mendekati pria itu dan mengambil nya dengan sedikit merampas."Kenapa kau bisa masuk ke kamar ku sembarangan?!", tanyanya dengan marah."Kau melewati privasi yang ku buat!",teriakannya dengan kehilangan kesabaran melihat pria itu begitu tenang.
Oliver kembali di buat kaget dengan sikap kasar Alessia yang sebelumnya tidak pernah sekasar itu saat bersikap dan berbicara padanya,bahkan Ia tidak pernah melihat atau mendengar Alessia berteriak dan marah sejak Ia kenal dengannya,yang Ia tau Alessia adalah wanita yang lemah lembut dan tidak bisa marah.Ia bangkit dan berdiri tepat di depan mata Alessia membuat wanita itu mendongak menatapnya."Privasimu?,sejak kapan kau seprivasi ini?"
"Semua orang punya privasi baik mereka suami istri,dan tolong hargai privasi ku!",tegasnya dengan membalas tatapan pria itu tajam.
Oliver tak berhenti terkejut dengan perubahan Alessia yang hampir tak Ia kenali lagi.
"Tolong keluar sekarang,kita punya kesibukan masing-masing sekarang",lanjut nya lagi dan mengambil paper bag pakaiannya di atas meja sofa dan pergi begitu saja masuk kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
Oliver menatap punggung kecil itu yang terlihat kokoh menjauh hingga menghilang,Ia hampir tidak mengenalinya dan sulit menerima perubahan itu.
***
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR YA DENGAN BERIKAN LIKE,KOMEN RATE AND VOTE💖💖💖💖💖💖
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain