NovelToon NovelToon
PLEASURE AND PUNISHMENT

PLEASURE AND PUNISHMENT

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Kriminal dan Bidadari / Misteri / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:884
Nilai: 5
Nama Author: lanasyah

"Satu tubuh dicumbu, satu jiwa diburu; saat kehormatan dicuri, kenikmatan adalah hukuman mati yang paling sunyi."
​Dunia Valerie adalah logika. Sebagai psikolog forensik, ia terbiasa membedah kegelapan. Namun, insiden misterius melempar jiwanya ke raga yang paling ia benci: Zura, bintang film dewasa yang baru saja dieksekusi rapi. Valerie terbangun di hotel pengap, menyadari ia terjebak dalam raga seorang "pendosa".
​Ia terpaksa memasuki "Klub 0,1%", lingkaran elit berisi penguasa dengan fantasi gelap. Valerie harus memerankan Zura demi membongkar konspirasi pembunuhannya. Namun,kejutan mengerikan menanti; tubuh asli Valerie telah bangun, dihuni jiwa Zura yang licik. Zura sengaja menukar nasib untuk mencuci masa lalunya, menjadikan Valerie tumbal bagi musuh-musuhnya. Kini, Valerie harus bertarung melawan waktu dan adiksi fisik sebelum identitasnya hancur total. Dalam dunia noir ini,kehormatan dan kehancuran hanya setipis kulit yang mereka kenakan. Kesucian mati,kini waktunya pembalasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lanasyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: RAHASIA DI BALIK SALJU

Puncak Pegunungan Alpen berdiri angkuh seperti benteng es yang memisahkan kami dari dunia yang ingin menghancurkan kami. Di sini, di sebuah desa kecil bernama Silvaplana, udara begitu tipis dan murni sehingga setiap tarikan napas terasa seperti pisau dingin yang menyayat paru-paru. Bagi dunia luar, Dr. Valerie dan Julian telah lenyap ditelan ledakan di Sanatorium Blackwood. Namun di sini, di bawah langit biru yang jernih, kami terlahir kembali sebagai Dr. Elena Rossi dan Marco.

Paspor Italia kami bukan sekadar dokumen; itu adalah jubah tembus pandang yang baru. Julian—atau Marco—kini memiliki identitas sebagai mantan atase militer yang mengambil cuti panjang. Sementara aku, Elena, adalah seorang peneliti biokimia yang sedang memulihkan diri dari keletihan profesional.

Kami menyewa sebuah chalet kayu tua yang berdiri terisolasi di lereng bukit, jauh dari hiruk-pikuk turis ski yang berisik. Di sini, hanya ada suara angin yang berdesir di antara pohon pinus dan derak api di perapian. Ketenangan yang belum pernah kurasakan seumur hidupku.

KEHENINGAN YANG RIUH

Meskipun dunia luar telah tenang, di dalam kepalaku, pertempuran belum sepenuhnya usai. Zura masih di sana, meski kini suaranya lebih sering terdengar seperti bisikan malas di sore hari.

“Putih... semuanya putih. Kau benar-benar ingin kita mati bosan di sini, Elena?” Zura mengejek saat aku sedang memotong roti di dapur yang hangat. “Di mana musiknya? Di mana bau keringat dan aspal? Raga ini... raga aslimu ini terlalu tenang. Dia merindukan sesuatu yang membara.”

“Ketenangan adalah obat, Zura,” jawabku dalam hati. Aku mengiris roti dengan presisi seorang dokter saraf. “Setelah apa yang kita lalui, raga ini butuh stabilisasi saraf. Begitu juga kau.”

“Jangan membohongi diri sendiri. Kau melihat bagaimana Marco menatapmu tadi pagi saat kau sedang menyeduh kopi. Ada api di matanya. Dan aku bisa merasakannya... raga ini bereaksi. Kau ingin dia menyentuhmu, tapi kau terlalu sok suci untuk memulainya.”

Aku menghela napas, mencoba mengabaikan denyut panas yang mulai menjalar di perutku. Zura selalu tahu cara memicu sistem limbikku. Sejak kami menempati identitas baru ini, ketegangan antara aku dan Julian menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Kami berbagi ruang yang sama, rahasia yang sama, dan kini, ketertarikan yang semakin sulit disembunyikan.

** API DI TENGAH SALJU**

Malam itu, badai salju ringan menyelimuti chalet kami. Julian duduk di sofa kulit besar di depan perapian, sedang membersihkan satu-satunya senjata yang kami bawa untuk berjaga-jaga. Cahaya api memantul di otot lengannya yang kini sudah pulih sepenuhnya. Ia terlihat lebih santai, guratan stres di wajahnya mulai memudar, membuatnya tampak jauh lebih menarik dari biasanya.

Aku mendekat, membawa dua gelas anggur merah Italia. Aku duduk di dekat kakinya, membiarkan kehangatan api menyentuh wajahku.

"Silas benar tentang tempat ini," kata Julian pelan. "Identitas Elena dan Marco benar-benar bersih. Tidak ada yang mencari kita di sini. Kita... kita benar-benar bebas, Valerie."

"Panggil aku Elena," ralatku lembut. "Valerie sudah mati di Blackwood."

Julian meletakkan senjatanya, menatapku dengan tatapan yang dalam dan penuh makna. "Elena... kau terlihat sangat berbeda tanpa beban itu di bahumu. Tapi aku tahu, di dalam sana, kau masih berjuang."

Aku tidak menjawab. Zura mulai merayap di pikiranku, mengambil alih sedikit demi sedikit saraf motorik pada tanganku. Aku meletakkan gelas anggur itu, lalu tanganku bergerak sendiri—menyentuh lutut Julian.

“Lakukan, Valerie... atau Elena... atau siapa pun kau ingin disebut,” Zura berbisik dengan gairah yang meluap. “Rasakan kulitnya. Rasakan kekuatan pria yang telah mempertaruhkan segalanya untukmu. Jangan biarkan salju ini membekukan gairahmu.”

Aku merasakan gelombang panas yang luar biasa. Ini bukan lagi sekadar manipulasi hormon; ini adalah keinginan yang nyata dari raga Valerie yang selama ini tertekan. Aku bergerak naik ke pangkuannya. Julian membeku sejenak, namun napasnya langsung memberat saat ia merasakan berat tubuhku dan aroma parfum mawar yang kupakai.

"Elena, apa yang kau lakukan?" bisik Julian, suaranya parau.

"Aku hanya ingin merasakan bahwa aku masih hidup, Marco," jawabku, suaraku kini sepenuhnya adalah perpaduan antara kelembutan Valerie dan keberanian Zura.

Julian mencengkeram pinggangku, menarikku lebih dekat hingga tidak ada lagi ruang di antara kami. Di tengah kesunyian Alpen, yang terdengar hanyalah deru napas kami yang beradu dengan suara kayu bakar yang pecah di perapian.

Ciumannya kali ini tidak terasa seperti keputusasaan di ambulans dulu. Ini adalah ciuman yang lambat, penuh eksplorasi, seolah kami punya seluruh waktu di dunia. Zura memandu setiap gerakan lidahku, setiap erangan kecil yang keluar dari tenggorokanku. Raga Valerie yang murni bereaksi dengan sangat intens terhadap setiap sentuhan kasar namun penuh kasih dari tangan Julian.

Di dalam kepalaku, Valerie dan Zura tidak lagi bertarung. Untuk pertama kalinya, mereka berada dalam sinkronisasi yang sempurna. Mereka berdua menginginkan ini. Mereka berdua mencintai pria ini.

IDENTITAS YANG MENYATU

Malam berlalu dalam gairah yang panas di tengah dinginnya Alpen. Kami tidak lagi bicara tentang Adrian Vane atau Klub 0,1%. Kami bicara melalui sentuhan, melalui keringat yang menyatu di bawah selimut bulu yang tebal.

Saat fajar mulai menyingsing dan menyinari puncak-puncak gunung dengan warna merah jambu, aku terbangun di pelukan Julian. Keadaan di dalam kepalaku terasa berbeda. Zura tidak lagi memaki atau mengejek. Dia tampak... puas.

“Elena?” Julian berbisik, mencium bahuku yang terbuka.

“Ya?”

“Apakah kau menyesal? Dengan semua perubahan ini?”

Aku menoleh, menatap matanya yang jernih. Untuk pertama kalinya, aku merasa benar-benar utuh. Aku bukan lagi psikolog forensik yang kaku, dan aku bukan lagi pecandu yang hancur. Aku adalah sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih kuat.

“Tidak,” jawabku mantap. “Elena Rossi memiliki kehidupan yang jauh lebih menarik daripada Dr. Valerie. Dan aku suka Marco yang sekarang.”

Kami menghabiskan minggu-minggu berikutnya dengan benar-benar menghilang. Kami belajar bahasa lokal, kami berbelanja di pasar desa sebagai pasangan Italia yang eksentrik, dan kami merancang masa depan yang tidak terdeteksi. Dengan kejeniusan digital Julian dan pengetahuan medisku, kami memindahkan aset-aset kami ke dalam cryptocurrency yang tidak terlacak, memastikan bahwa sisa hidup kami akan didanai oleh kegagalan sistem yang dulu ingin mengendalikan kami.

Kami bukan lagi buronan yang ketakutan. Kami adalah arsitek dari kebebasan kami sendiri. Di bawah langit Silvaplana, hantu-hantu dari masa lalu mulai memudar, digantikan oleh realitas baru yang penuh dengan kedamaian, gairah, dan cinta yang lahir dari api neraka.

1
ayin muPp
SEMANGAT KAKK, isi novel yang kamu buat berbobot banget ga cuma cinta'an gitu. anw ga ada niatan buat up di apk lain gituu? biar lebih ramee
XXAURORA: apaaaa terimakasih yaaa, ada rekomendasi apk apa kira²?/Slight/
total 1 replies
Rani Saraswaty
sbg pembaca agaknya ikut mikir lama nih, penuh dg analisa utk menambah ilmu
XXAURORA: biar ikut mikir, jadi author ada temen🤭
total 1 replies
pocong
semangat
XXAURORA: terimakasih, terus ikutin ceritanya yaaa/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!